Breaking News
light_mode

Pasien BPJS Meninggal Usai Tunggu Delapan Jam di IGD, Edy Wuryanto Dorong Evaluasi Sistem Pelayanan Kesehatan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sab, 8 Agu 2026
  • visibility 101.432

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya peserta BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan. Sebelum meninggal, Yurizal sempat menyampaikan keluhannya melalui media sosial terkait waktu tunggu selama delapan jam di instalasi gawat darurat (IGD).

Edy menilai kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terhadap sistem dan tata kelola pelayanan kesehatan di Indonesia. Menurutnya, kasus tersebut harus dikaji secara menyeluruh agar penyebabnya dapat diketahui secara objektif dan menjadi pembelajaran untuk mencegah kejadian serupa.

“Kasus ini harus dilihat secara utuh. Kita tentu berduka atas meninggalnya pasien. Namun yang lebih penting adalah memastikan penyebabnya dipelajari secara objektif agar menjadi pembelajaran nasional dan tidak terulang di tempat lain,” ujar Edy.

Ia memahami bahwa keterbatasan kapasitas ruang rawat inap dapat terjadi di berbagai rumah sakit. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat pasien kehilangan kepastian dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

“Bila ruang rawat tidak tersedia, sistem harus segera bekerja mencarikan solusi melalui mekanisme rujukan yang cepat, terkoordinasi, dan transparan,” imbuhnya.

Menurut Edy, persoalan pelayanan kesehatan tidak cukup diselesaikan hanya dengan menambah fasilitas. Pembenahan tata kelola juga harus menjadi perhatian. Salah satunya dengan mempercepat integrasi sistem informasi mengenai ketersediaan tempat tidur secara real time.

Dengan sistem tersebut, rumah sakit, BPJS Kesehatan, maupun fasilitas kesehatan rujukan dapat menggunakan data yang sama dalam menentukan langkah penanganan pasien.

Edy juga mendorong adanya audit pelayanan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab keterlambatan. Audit tersebut, kata dia, penting untuk melihat apakah persoalan disebabkan keterbatasan kapasitas, koordinasi antarfasilitas kesehatan yang belum optimal, prosedur administrasi, atau persoalan tata kelola lainnya.

“Audit pelayanan bukan untuk mencari kambing hitam, tetapi menemukan akar masalah. Setiap kasus serius harus menjadi bahan pembelajaran nasional agar menghasilkan perbaikan sistem, bukan sekadar pergantian orang,” ujarnya.

Di sisi lain, Edy meminta BPJS Kesehatan memperkuat fungsi pendampingan peserta melalui layanan BPJS SATU di setiap rumah sakit. Menurutnya, keberadaan layanan tersebut penting agar keluhan peserta dapat segera ditangani.

“Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya soal pembiayaan melalui BPJS. Yang lebih penting adalah bagaimana negara mampu membangun sistem yang memberikan kepastian bagi pasien,” ungkapnya.

Edy turut menyoroti sejumlah komentar yang muncul di akun media sosial Yurizal. Ia menyebut terdapat komentar dari tenaga kesehatan dan tenaga medis yang dinilai kurang menunjukkan empati.

Meski demikian, legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III tersebut mengingatkan agar persoalan itu tidak langsung disimpulkan sebagai kesalahan individu ataupun digeneralisasi kepada seluruh tenaga kesehatan.

Menurut Edy, tenaga kesehatan di berbagai daerah menghadapi tekanan kerja yang cukup berat. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi keterbatasan sumber daya manusia, beban kerja yang tinggi, distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, persoalan kesejahteraan dan jenjang karier, keterbatasan sarana dan prasarana, hingga tekanan psikologis.

“Kita tidak boleh hanya menuntut tenaga kesehatan untuk selalu kuat, tetapi membiarkan sistem kerja mereka terus berada dalam tekanan. Lingkungan kerja yang sehat akan melahirkan pelayanan yang lebih profesional, lebih empatik, dan lebih berkualitas,” ujarnya.

Mengenai komentar sejumlah dokter dan tenaga kesehatan di media sosial, Edy meminta masyarakat melihat persoalan tersebut secara proporsional. Ia menegaskan bahwa tenaga kesehatan yang memberikan komentar tersebut bukan pihak yang secara langsung menangani Yurizal.

Karena itu, menurut Edy, perlu ada pembedaan antara hubungan profesional dalam pelayanan kesehatan dengan interaksi individu di media sosial.

Ia menjelaskan, hubungan profesional antara tenaga kesehatan dan pasien memiliki konsekuensi etik, disiplin profesi, serta tanggung jawab hukum karena berlangsung dalam konteks pelayanan secara langsung. Sementara itu, komentar tenaga kesehatan lain di media sosial berada dalam konteks interaksi sosial yang berbeda.

“Perbedaan konteks ini penting agar penanganannya juga tepat. Jangan semua persoalan langsung diposisikan sebagai pelanggaran disiplin profesi,” ujarnya.

Meski begitu, politikus PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa tenaga kesehatan merupakan profesi yang sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat. Oleh sebab itu, komunikasi yang dilakukan di ruang digital tetap perlu mencerminkan nilai dan etika profesi.

“Walaupun berkomunikasi sebagai individu di media sosial, masyarakat tetap melihat mereka sebagai dokter atau tenaga kesehatan. Karena itu, organisasi profesi perlu memperkuat pembinaan mengenai etika komunikasi digital. Di era digital, kompetensi profesional tidak cukup hanya kemampuan klinis, tetapi juga kemampuan menjaga komunikasi yang berempati dan bertanggung jawab di ruang publik,” katanya.

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesepaktakraw Jepara Berjaya di Pomnas 2019

    Pesepaktakraw Jepara Berjaya di Pomnas 2019

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Sekeping medali emas sepak takraw dipersembahkan tiga putri asal Bumi Kartini. Jepara. Ketiganya mewakili kontingen mahasiswa Jawa Tengah di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2019 di GOR UIN Jakarta, pada (25/9/2019) lalu.  Membanggakan atlet sepak takraw Jepara   Ketiga atlet sepak takraw putri asal Jepara ini adalah Alfia Yuli Rahmawati, Tri Suryaningsih, dan Dona […]

  • DPRD Pati Dorong Pengembangan Destinasi Wisata di Bumi Mina Tani

    DPRD Pati Dorong Pengembangan Destinasi Wisata di Bumi Mina Tani

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 312
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk bersinergi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan tempat-tempat wisata yang ada di Pati. Ia berharap, dengan kerja sama semua elemen, dapat ditemukan permasalahan yang dihadapi dalam upaya pengembangan pariwisata di Pati. Kemudian, bisa dikomunikasikan untuk mencari hal-hal yang bisa dikreasikan guna meningkatkan […]

  • Jaga Kamtibmas Polsek Keling Jepara Sambang Tokoh Agama

    Jaga Kamtibmas Polsek Keling Jepara Sambang Tokoh Agama

    • calendar_month Sen, 26 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sambang ke tokoh agama di Desa Kunir dilakukan oleh Polsek Keling/POLRES JEPARA Berbagai upaya menjaga kamtibmas dilakukan oleh Polsek Keling Polres Jepara. Salah satunya dengan melakukan sambang ke tokoh-tokoh agama di wilayah binaan.  JEPARA – Dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, Kanit Binmas Polsek Keling Aiptu Suharmono melaksanakan silaturahmi dengan warga di desa binaannya. Kegiatan […]

  • Dukung Keamanan Lingkungan, TNI Bangun Dua Unit Poskamling

    Dukung Keamanan Lingkungan, TNI Bangun Dua Unit Poskamling

    • calendar_month Rab, 18 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    PATI – Satgas TMMD Reguler ke 101 di Desa Godo juga turut peduli dengan keamanan lingkungan. Untuk mendukung hal itu, kemarin Satgas TMMD bergotong-royong membangun dua unit Pos Kemanan Lingkungan (Poskamling). “Bantuan pembangunan dua unit pos kamling ini merupakan salah satu sasaran fisik dalam program TNI Manunggal membangun Desa (TMMD), selain sasaran betonisasi jalan sepanjang […]

  • Legenda Sepak Bola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, Kagum dengan Fasilitas Safin Pati Sports School

    Legenda Sepak Bola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, Kagum dengan Fasilitas Safin Pati Sports School

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 307
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Safin Pati Sports School kedatangan tamu istimewa pada Selasa dan Rabu (11-12/3/2025). Kurniawan Dwi Yulianto, legenda sepak bola Indonesia, berbagi ilmu dan pengalamannya dengan para siswa dan staf pelatih sekolah tersebut. Dalam kunjungan dua harinya, Kurniawan memberikan sesi pelatihan kepada para siswa, berbagi pengalamannya sebagai striker andalan timnas Indonesia, serta berdiskusi dengan para […]

  • Nasib Tak Jelas, Pengurus Persipa Diharap Mau Menjalin Komunikasi

    Nasib Tak Jelas, Pengurus Persipa Diharap Mau Menjalin Komunikasi

    • calendar_month Sen, 11 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Selama ini pemerintah Kabupaten Pati melalui bupati, maupun DPRD sudah siap sedia mendukung penuh kiprah dari Persipa. Demikian dikatakan Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pati Joni Kurnianto saat ditemui di ruangannya siang kemarin. Pria yang juga pernah duduk sebagai manager tim Persipa ini menuturkan, pihaknya siap mendukung tim berjuluk Laskar Saridin […]

expand_less