Breaking News
light_mode

Kampoeng Kopi Camp : Tempat Detoks Digital dengan Pesona Alam dan Satwa Langka

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 8 Des 2025
  • visibility 1.236

JEPARA – Keindahan alam Pegunungan Muria menjadi latar belakang liburan akhir pekan yang tak terlupakan bagi Singgih Tri Nugroho (28) dan kawan-kawannya di Kampoeng Kopi Camp, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara.

Rombongan wisatawan asal Pati yang berniat berkemah dan menikmati suasana alam, tiba-tiba dibuat terperanjat oleh kehadiran satwa langka. Ketenangan area perkemahan yang awalnya terasa langsung berubah menjadi rasa kaguman yang mendalam.

Peristiwa itu terjadi Minggu pagi (7/12/2025), ketika Singgih dan teman-temannya tengah menyiapkan sarapan berupa roti bakar, nasi pecel, tempe goreng, serta kopi dan teh hangat. Saat itu, seekor burung rangkong julang emas (Rhyticeros undulatus) secara tiba-tiba muncul di kawasan.

Burung berparuh besar itu mula-mula hinggap dengan anggun di atap gazebo. Tanpa ragu, Singgih dan kawan-kawan segera mengaktifkan kamera ponsel untuk mengabadikan momen spesial ini – banyak di antara mereka yang baru pertama kali melihat burung eksotis tersebut secara langsung. Kesukaan mereka semakin meningkat ketika julang emas itu turun dan melompat-lompat dengan santai di antara tenda-tenda yang mereka tempati.

Kampoeng Kopi Camp yang terletak di Kampoeng Kopi Tempur dikelola oleh Mahfud Aly, warga setempat yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa (Carik) Tempur. Menurutnya, warga Desa Tempur yang tinggal di tengah Pegunungan Muria sudah terbiasa hidup berdampingan dengan tumbuhan dan satwa liar.

“Kami di sini sangat dekat dengan aneka flora-fauna yang hidup di sekeliling kami,” kata Mahfud.

Selain julang emas, di kawasan itu juga ditemukan berbagai jenis burung lain seperti kepodang dan jalak. Untuk melindungi ekosistem dan satwa langka, Mahfud telah memasang papan larangan berburu atau menangkap satwa liar di muka jalan masuk perkemahan.

Keindahan alam Pegunungan Muria memang menjadi daya tarik utama Kampoeng Kopi Camp. Di sini, wisatawan tidak hanya menikmati udara sejuk dan pemandangan indah, tetapi juga bisa bermain di sungai yang airnya jernih dan segar. Dengan adanya kawasan perkemahan ini, Desa Tempur semakin mantap menjadi destinasi wisata alam favorit di lereng Pegunungan Muria.

Mahfud Aly menyatakan bahwa Kampoeng Kopi Muria didirikan pada awal 2023. Sejak dibuka, antusiasme wisatawan terus meningkat dengan tren yang positif.

“Alhamdulillah peminatnya, pengunjungnya, lumayan banyak. Tahun demi tahun semakin banyak, semakin dikenal,” kata dia.

Menurut Mahfud, hampir setiap akhir pekan area perkemahan selalu dipadati pengunjung. Pihak pengelola menyediakan tiga variasi paket penyewaan tenda untuk kemudahan wisatawan.

Paket terlengkap (Standar 1) dikenai biaya Rp 250.000 pada akhir pekan, mencakup tenda (3-5 orang), sleeping bag, bantal, playmat, lampu, terminal listrik, meja, tikar, kopi, dan sarapan. Paket menengah (Standar 2) seharga Rp 200.000 (akhir pekan) termasuk tenda, sleeping bag, bantal, playmat, terminal listrik, tikar, kopi, dan camilan pagi. Sedangkan paket hemat (Standar 3) seharga Rp 100.000 (akhir pekan dan hari biasa) hanya mencakup tenda (4 orang) dan tikar. Untuk hari biasa, Paket Standar 1 dan 2 mendapatkan potongan harga Rp 50.000.

Fasilitas umum di lokasi juga memadai, antara lain gazebo, pendopo, Wi-Fi gratis, toilet, dan kamar mandi. Luasnya area juga memungkinkannya digunakan untuk acara sekolah atau kegiatan komunitas.

Selanjutnya, Mahfud menjelaskan bahwa Desa Tempur memiliki keunggulan geografis karena terletak di pegunungan, sehingga menawarkan pemandangan alam yang memukau di setiap sudut.

“Di sini wisatanya adalah wisata alam. Jadi setiap sudut di Desa Tempur ini semuanya adalah wisata, semua bisa dinikmati,” kata Mahfud.

Selain pemandangan, wisatawan juga bisa mencicipi kuliner khas desa seperti sayur umbut (rotan muda), sayur pakis, dan kopi Tempur yang sudah terkenal. Bagi pecinta sejarah dan religi, Desa Tempur menyimpan situs bersejarah seperti punden, batu Yoni, arca Ganesha (peninggalan Majapahit), serta Candi Angin yang menjadi tujuan pendaki menuju Puncak Songolikur.

Keunikan lain adalah Kampung Toleransi di Dukuh Pekoso, di mana gereja dan masjid berdiri berhadapan sebagai simbol kerukunan umat beragama. Selain itu, festival kebudayaan tahunan seperti sedekah bumi, sedekah kopi, festival panen raya kopi, dan kupatan juga menjadi atraksi khusus.

Pesona Desa Tempur tidak hanya menarik wisatawan lokal dari Karesidenan Pati (Pati, Kudus, Jepara, Rembang) dan kota besar seperti Jakarta atau Batam, tetapi juga turis mancanegara – antara lain dari Jerman. Menurut Mahfud, pihaknya sudah lima kali melayani kunjungan wisatawan asing.

Dia menambahkan bahwa wisatawan asing menyukai suasana desa yang tenang dan minim sinyal seluler, yang menjadikannya tempat detoks digital.

“Dari luar negeri yang paling berkesan itu desanya sepi. Di sini terkenal desa ‘anti-gadget’ karena sinyal itu sulit. Jadi lumayan sepi, itu yang paling disukai, selain kopi tempurnya,” kata dia.

Singgih, pengunjung asal Pati, sengaja datang jauh bersama teman-temannya untuk melepas penat di akhir pekan. Menurutnya, Desa Tempur adalah lokasi yang sempurna untuk liburan.

“Pemandangan di Desa Wisata Tempur sangat indah. Sangat enak untuk berwisata. Cuacanya juga bagus, sejuk,” ungkap Singgih.

Agendanya berkemah kali ini diisi dengan kegiatan santai seperti pesta barbeku sambil menikmati lanskap pegunungan. Menurutnya, sungai di area perkemahan juga menjadi magnet tersendiri.

“Airnya bersih dan segar. Saya sama teman-teman juga nyemplung ke sungai. Seru banget,” tambahnya.

Namun, Singgih mengingatkan agar wisatawan memperhatikan kondisi jalan menuju Desa Tempur. Meskipun sudah beraspal, kontur pegunungan membutuhkan kewaspadaan ekstra.

“Aksesnya sebenarnya mudah, cuma karena tempatnya di gunung jadi naik-turun. Membutuhkan waktu dan tantangan buat sampai sini. Apalagi yang kendaraannya besar, mungkin harus lebih berhati-hati. Pastikan rem kendaraan berfungsi baik, karena jalannya naik-turun dan berkelok-kelok,” saran dia.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Toko Digital Kampung Budaya Piji Wetan Diresmikan

    Toko Digital Kampung Budaya Piji Wetan Diresmikan

    • calendar_month Sel, 6 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Produk kaos yang dijual di toko digital KBPW Ada empat segmen produk yang dikelola toko digital kbpw.store. Diantaranya produk tumbuhan, produk sandang, produk jajanan lokal dan produk kriya atau kerajinan tangan. Usaha ini dikelola layaknya sebuah koperasi.  KUDUS – Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) kini memiliki toko digital yang sudah diresmikan dengan nama kbpw.store. Ketua […]

  • Tidak Panik dan Tetap Waspada, Bersalawat dan Berdoa Cegah Corona

    Tidak Panik dan Tetap Waspada, Bersalawat dan Berdoa Cegah Corona

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Suasana pembacaan slawat dan doa bersama di madrasah Darul falah Sirahan Pati PATI – Salawat Thibbil Qulub mengalun lembut di halaman Perguruan Islam Darul Falah Desa Sirahan, pagi kemarin. Kiai Jamaludin Umar memimpin pembacaan salawat tersebut. Ratusan siswa-siswi duduk bersila menghayati munajat kepada Yang Maha Menyembuhkan itu. Direktur Perguruan Islam Darul Falah, Syamsudin Sukahar mengungkapkan, […]

  • DPRD Pati: Investasi Kunci Percepat Ekonomi dan Tekan Angka Pengangguran

    DPRD Pati: Investasi Kunci Percepat Ekonomi dan Tekan Angka Pengangguran

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.068
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati didorong untuk berkembang menjadi salah satu daerah tujuan penanaman modal yang mampu menarik perhatian investor berskala besar. Langkah ini dinilai strategis guna mempercepat laju pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan tingkat pengangguran di wilayah tersebut. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menegaskan bahwa peningkatan nilai investasi harus menjadi perhatian utama seluruh […]

  • DPRD Pati Prioritaskan Pemberdayaan PKL dalam Raperda Penataan Usaha

    DPRD Pati Prioritaskan Pemberdayaan PKL dalam Raperda Penataan Usaha

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 377
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan sektor informal. Fokus ini tercermin dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), yang saat ini tengah memasuki tahap pembahasan intensif. Anggota Komisi B DPRD Pati, Sadikin (Fraksi PKS), menjelaskan bahwa Raperda ini dirancang bukan semata untuk […]

  • LG Gelar Kampanye Life’s Good Truck di Semarang, Tawarkan Pengalaman Produk Premium

    LG Gelar Kampanye Life’s Good Truck di Semarang, Tawarkan Pengalaman Produk Premium

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 375
    • 0Komentar

    SEMARANG – PT LG Electronics Indonesia (LG) menggelar kampanye “Life’s Good Truck” di Semarang selama dua hari, mulai 14 hingga 15 Juni 2025. Kampanye ini bertujuan memperkenalkan produk-produk premium LG kepada masyarakat Semarang. Truk LG yang dimodifikasi menjadi ruang pamer menampilkan berbagai produk elektronik, termasuk TV, kulkas, mesin cuci, pendingin ruangan, dan air purifier. “Kampanye […]

  • SMAN 2 Pati Rajai Dance se Kabupaten Pati

    SMAN 2 Pati Rajai Dance se Kabupaten Pati

    • calendar_month Ming, 31 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 813
    • 0Komentar

    Bersama Bupati Haryanto di acara penutupan Pragolo Fair ke II beberapa waktu yang lalu Pengembangan diri dance di SMA N 2 Pati, boleh dibilang merajai dance di Kabupaten Pati. Sebab, dalam kurun waktu dua tahun belakangan, pundi-pundi prestasi dance dari siswa-siswi di SMA yang berada di Jalan Ahmad Yani ini mendulang prestasi di berbagai ajang […]

expand_less