Breaking News
light_mode

Kampoeng Kopi Camp : Tempat Detoks Digital dengan Pesona Alam dan Satwa Langka

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 8 Des 2025
  • visibility 1.245

JEPARA – Keindahan alam Pegunungan Muria menjadi latar belakang liburan akhir pekan yang tak terlupakan bagi Singgih Tri Nugroho (28) dan kawan-kawannya di Kampoeng Kopi Camp, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara.

Rombongan wisatawan asal Pati yang berniat berkemah dan menikmati suasana alam, tiba-tiba dibuat terperanjat oleh kehadiran satwa langka. Ketenangan area perkemahan yang awalnya terasa langsung berubah menjadi rasa kaguman yang mendalam.

Peristiwa itu terjadi Minggu pagi (7/12/2025), ketika Singgih dan teman-temannya tengah menyiapkan sarapan berupa roti bakar, nasi pecel, tempe goreng, serta kopi dan teh hangat. Saat itu, seekor burung rangkong julang emas (Rhyticeros undulatus) secara tiba-tiba muncul di kawasan.

Burung berparuh besar itu mula-mula hinggap dengan anggun di atap gazebo. Tanpa ragu, Singgih dan kawan-kawan segera mengaktifkan kamera ponsel untuk mengabadikan momen spesial ini – banyak di antara mereka yang baru pertama kali melihat burung eksotis tersebut secara langsung. Kesukaan mereka semakin meningkat ketika julang emas itu turun dan melompat-lompat dengan santai di antara tenda-tenda yang mereka tempati.

Kampoeng Kopi Camp yang terletak di Kampoeng Kopi Tempur dikelola oleh Mahfud Aly, warga setempat yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa (Carik) Tempur. Menurutnya, warga Desa Tempur yang tinggal di tengah Pegunungan Muria sudah terbiasa hidup berdampingan dengan tumbuhan dan satwa liar.

“Kami di sini sangat dekat dengan aneka flora-fauna yang hidup di sekeliling kami,” kata Mahfud.

Selain julang emas, di kawasan itu juga ditemukan berbagai jenis burung lain seperti kepodang dan jalak. Untuk melindungi ekosistem dan satwa langka, Mahfud telah memasang papan larangan berburu atau menangkap satwa liar di muka jalan masuk perkemahan.

Keindahan alam Pegunungan Muria memang menjadi daya tarik utama Kampoeng Kopi Camp. Di sini, wisatawan tidak hanya menikmati udara sejuk dan pemandangan indah, tetapi juga bisa bermain di sungai yang airnya jernih dan segar. Dengan adanya kawasan perkemahan ini, Desa Tempur semakin mantap menjadi destinasi wisata alam favorit di lereng Pegunungan Muria.

Mahfud Aly menyatakan bahwa Kampoeng Kopi Muria didirikan pada awal 2023. Sejak dibuka, antusiasme wisatawan terus meningkat dengan tren yang positif.

“Alhamdulillah peminatnya, pengunjungnya, lumayan banyak. Tahun demi tahun semakin banyak, semakin dikenal,” kata dia.

Menurut Mahfud, hampir setiap akhir pekan area perkemahan selalu dipadati pengunjung. Pihak pengelola menyediakan tiga variasi paket penyewaan tenda untuk kemudahan wisatawan.

Paket terlengkap (Standar 1) dikenai biaya Rp 250.000 pada akhir pekan, mencakup tenda (3-5 orang), sleeping bag, bantal, playmat, lampu, terminal listrik, meja, tikar, kopi, dan sarapan. Paket menengah (Standar 2) seharga Rp 200.000 (akhir pekan) termasuk tenda, sleeping bag, bantal, playmat, terminal listrik, tikar, kopi, dan camilan pagi. Sedangkan paket hemat (Standar 3) seharga Rp 100.000 (akhir pekan dan hari biasa) hanya mencakup tenda (4 orang) dan tikar. Untuk hari biasa, Paket Standar 1 dan 2 mendapatkan potongan harga Rp 50.000.

Fasilitas umum di lokasi juga memadai, antara lain gazebo, pendopo, Wi-Fi gratis, toilet, dan kamar mandi. Luasnya area juga memungkinkannya digunakan untuk acara sekolah atau kegiatan komunitas.

Selanjutnya, Mahfud menjelaskan bahwa Desa Tempur memiliki keunggulan geografis karena terletak di pegunungan, sehingga menawarkan pemandangan alam yang memukau di setiap sudut.

“Di sini wisatanya adalah wisata alam. Jadi setiap sudut di Desa Tempur ini semuanya adalah wisata, semua bisa dinikmati,” kata Mahfud.

Selain pemandangan, wisatawan juga bisa mencicipi kuliner khas desa seperti sayur umbut (rotan muda), sayur pakis, dan kopi Tempur yang sudah terkenal. Bagi pecinta sejarah dan religi, Desa Tempur menyimpan situs bersejarah seperti punden, batu Yoni, arca Ganesha (peninggalan Majapahit), serta Candi Angin yang menjadi tujuan pendaki menuju Puncak Songolikur.

Keunikan lain adalah Kampung Toleransi di Dukuh Pekoso, di mana gereja dan masjid berdiri berhadapan sebagai simbol kerukunan umat beragama. Selain itu, festival kebudayaan tahunan seperti sedekah bumi, sedekah kopi, festival panen raya kopi, dan kupatan juga menjadi atraksi khusus.

Pesona Desa Tempur tidak hanya menarik wisatawan lokal dari Karesidenan Pati (Pati, Kudus, Jepara, Rembang) dan kota besar seperti Jakarta atau Batam, tetapi juga turis mancanegara – antara lain dari Jerman. Menurut Mahfud, pihaknya sudah lima kali melayani kunjungan wisatawan asing.

Dia menambahkan bahwa wisatawan asing menyukai suasana desa yang tenang dan minim sinyal seluler, yang menjadikannya tempat detoks digital.

“Dari luar negeri yang paling berkesan itu desanya sepi. Di sini terkenal desa ‘anti-gadget’ karena sinyal itu sulit. Jadi lumayan sepi, itu yang paling disukai, selain kopi tempurnya,” kata dia.

Singgih, pengunjung asal Pati, sengaja datang jauh bersama teman-temannya untuk melepas penat di akhir pekan. Menurutnya, Desa Tempur adalah lokasi yang sempurna untuk liburan.

“Pemandangan di Desa Wisata Tempur sangat indah. Sangat enak untuk berwisata. Cuacanya juga bagus, sejuk,” ungkap Singgih.

Agendanya berkemah kali ini diisi dengan kegiatan santai seperti pesta barbeku sambil menikmati lanskap pegunungan. Menurutnya, sungai di area perkemahan juga menjadi magnet tersendiri.

“Airnya bersih dan segar. Saya sama teman-teman juga nyemplung ke sungai. Seru banget,” tambahnya.

Namun, Singgih mengingatkan agar wisatawan memperhatikan kondisi jalan menuju Desa Tempur. Meskipun sudah beraspal, kontur pegunungan membutuhkan kewaspadaan ekstra.

“Aksesnya sebenarnya mudah, cuma karena tempatnya di gunung jadi naik-turun. Membutuhkan waktu dan tantangan buat sampai sini. Apalagi yang kendaraannya besar, mungkin harus lebih berhati-hati. Pastikan rem kendaraan berfungsi baik, karena jalannya naik-turun dan berkelok-kelok,” saran dia.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dewan Pati Minta BPD dan Kepala Desa Jalin Sinergitas dalam Pembangunan Desa

    Dewan Pati Minta BPD dan Kepala Desa Jalin Sinergitas dalam Pembangunan Desa

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 298
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan kepala desa dalam membangun desa di Kabupaten Pati. “Kesuksesan program pembangunan desa sangat bergantung pada sinergi yang baik antara BPD dan kepala desa,” ujarnya. Teguh menjelaskan bahwa BPD memiliki peran penting dalam mengkawal aspirasi masyarakat desa. […]

  • Peringati Hari Perawat Nasional, Unan Purwodadi Gelar Dialog Publik

    Peringati Hari Perawat Nasional, Unan Purwodadi Gelar Dialog Publik

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Dialog publik dalam rangka hari perawat di Universitas AnNur Grobogan Perawat mendapat tempat istimewa, hal ini terlihat dari persembahan BEM Unan Grobogan yang menggelar dialog publik dengan tema “Perawat Bersama Rakyat Menuju Bangsa Sehat Bebas dari Covid-19” GROBOGAN – BEM Universitas An Nur Purwodadi (Unan) Grobogan menggelar dialog publik dalam rangka memperingati Hari Perawat Nasional […]

  • Plt Bupati Pati Usulkan Izin Pesantren di Tlogowungu Dicabut Permanen

    Plt Bupati Pati Usulkan Izin Pesantren di Tlogowungu Dicabut Permanen

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.404
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati melalui Plt Bupati Risma Ardhi Chandra menyampaikan usulan resmi ke pemerintah pusat agar izin operasional sebuah pesantren di Kecamatan Tlogowungu dicabut untuk selamanya. Pernyataan itu disampaikannya saat menerima kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (3/5). Pertemuan tersebut berupa rapat […]

  • Wajah Taman Gondang Manis dan Potret Keasrian Lingkungan

    Wajah Taman Gondang Manis dan Potret Keasrian Lingkungan

    • calendar_month Ming, 10 Sep 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 393
    • 0Komentar

    KUDUS – Suara cericit burung sayup-sayup masih terdengar jelas, diikuti dengan aneka kupu-kupu kecil yang berterbangan bebas kesana-kemari diantara sederet tanaman hias yang menghampar. Taman bernama Gondang manis, yang beralamat di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus ini menampilkan sebuah wajah taman kota yang asri dan juga menyejukkan. Di taman yang berada tepat di Jalan […]

  • Banjir di Demak, Polisi Antar Jemput Siswa Sekolah Naik Perahu

    Banjir di Demak, Polisi Antar Jemput Siswa Sekolah Naik Perahu

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 270
    • 0Komentar

    DEMAK – Musim kemarau basah yang melanda sebagian besar Pulau Jawa mengakibatkan beberapa desa di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak terendam banjir. Intensitas hujan tinggi dan meluapnya air laut menjadi penyebabnya. Untuk memastikan siswa tetap bisa bersekolah, Polres Demak menyediakan layanan antar-jemput menggunakan perahu. Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha melalui Kasat Samapta AKP Wasito menjelaskan, […]

  • Contoh Soal Bahasa Indonesia untuk Penilaian Akhir Semester (PAS) GASAL Kelas 6 SD

    Contoh Soal Bahasa Indonesia untuk Penilaian Akhir Semester (PAS) GASAL Kelas 6 SD

    • calendar_month Jum, 29 Nov 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Berikut ini adalah contoh soal Bahasa Indonesia untuk Penilaian Akhir Semester (PAS) GASAL Kelas Enam SD/ MI.   1. Bacalah paragraf di bawah ini dengan cermat! Kalimat utama paragraf di atas adalah . . . . Sebenarnya menerapkan berbagai cara menjaga kesehatan tubuh bukanlah hal yang sulit. Hanya saja, Anda harus konsisten dalam melakukannya. Hal […]

expand_less