Breaking News
light_mode

Dari Zona Merah ke Titik Aman, Drama Panjang Persijap Bertahan di Super League

  • account_circle Abdul Adhim
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 832

 

JEPARA – Harapan publik Jepara terhadap Persijap sempat berada di titik paling rendah musim ini. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu bahkan pernah terlihat seperti tinggal menunggu waktu untuk terdegradasi dari Super League 2025/2026.

Namun sepak bola selalu menyimpan cerita yang sulit ditebak. Di tengah tekanan, rentetan kekalahan, hingga posisi juru kunci klasemen, Persijap justru menulis kisah kebangkitan dramatis yang akhirnya memastikan mereka tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Awal musim sebenarnya tidak terlalu buruk. Persijap mampu bersaing di papan tengah dan beberapa kali menghuni peringkat 8 hingga 10 sampai pekan keenam. Saat itu, optimisme publik Jepara masih terjaga. Tim dianggap cukup kompetitif untuk bertahan di Super League.

Tetapi setelah pekan keenam, semuanya berubah.

Kekalahan demi kekalahan datang tanpa ampun. Persijap seperti kehilangan arah permainan. Sejak 21 September hingga 27 November 2025, mereka terjebak dalam sembilan kekalahan beruntun yang menjadi periode paling kelam sepanjang musim.

Dimulai dari kekalahan 1-2 atas Persita Tangerang, Persijap terus tumbang saat menghadapi Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Bali United, Bhayangkara FC, Malut United, Madura United, Semen Padang, hingga PSBS Biak.

Bukan hanya kalah, beberapa pertandingan memperlihatkan betapa rapuhnya tim ini. Kekalahan telak 0-4 dari Persebaya menjadi salah satu momen yang membuat suporter mulai kehilangan harapan.

Pada 20 November 2025, Persijap resmi masuk zona degradasi. Dari situlah penderitaan panjang dimulai.

Selama 101 hari berikutnya, Laskar Kalinyamat hidup di zona merah. Tekanan datang dari berbagai arah. Kritik terhadap performa tim bermunculan, sementara klasemen semakin sulit diajak kompromi. Situasi makin menyakitkan ketika Persijap menutup putaran pertama sebagai juru kunci klasemen di posisi ke-18.

Hasil imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-15 sempat memberi sedikit napas. Namun harapan itu kembali runtuh setelah Persijap kalah dari Persija Jakarta dan Dewa United pada dua laga terakhir putaran pertama.

Banyak yang mulai menganggap Persijap sudah “selesai”.

Namun di balik keterpurukan itu, perlahan muncul perubahan.

Memasuki pekan ke-22, grafik permainan Persijap mulai menanjak. Tim tampil lebih disiplin, lebih berani, dan perlahan menemukan kembali kepercayaan diri yang hilang selama berbulan-bulan.

Titik balik sesungguhnya datang ketika Persijap secara mengejutkan menghajar Persebaya Surabaya 3-1 di Jepara. Kemenangan itu bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan momentum kebangkitan mental tim.

Sejak laga tersebut, Persijap seperti lupa caranya kalah.

Mereka mencatat delapan pertandingan tanpa kekalahan secara beruntun dengan rincian empat kemenangan dan empat hasil imbang. Rentetan positif itu membuat posisi Persijap perlahan keluar dari tekanan degradasi.

Atmosfer di Jepara pun berubah. Jika sebelumnya publik dipenuhi kecemasan, kini optimisme mulai tumbuh kembali. Stadion kembali hidup, dukungan suporter semakin besar, dan para pemain menunjukkan semangat yang berbeda.

Meski demikian, drama belum selesai.

Dua kekalahan beruntun dari Dewa United dan Persija Jakarta kembali membuat Persijap berada dalam situasi rawan. Ancaman degradasi kembali membayangi menjelang akhir musim.

Tetapi Persijap menunjukkan bahwa mereka telah belajar menghadapi tekanan.

Pada pekan ke-32, tepat 10 Mei 2026 atau hari ke-276 Super League 2025/2026, Persijap tampil luar biasa saat bertandang ke markas Persita Tangerang. Mereka menang meyakinkan dengan skor 3-0.

Kemenangan itu menjadi titik penentu.

Meski kompetisi masih menyisakan dua pertandingan, hasil tersebut memastikan Persijap tetap bertahan di Super League musim depan. Sebuah pencapaian yang terasa mustahil jika melihat kondisi tim beberapa bulan sebelumnya.

Perjuangan Persijap musim ini menjadi gambaran bahwa kompetisi panjang tidak hanya ditentukan oleh bagaimana sebuah tim memulai musim, tetapi juga bagaimana mereka mampu bangkit saat berada di titik terendah.

Persijap mungkin tidak menjadi juara. Namun bagi publik Jepara, keberhasilan keluar dari jurang degradasi setelah menghabiskan lebih dari tiga bulan di zona merah terasa seperti kemenangan besar yang layak dikenang.

  • Penulis: Abdul Adhim
  • Editor: Arif

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stadion Joyokusumo akan menjadi tempat Salat Id warga Muhamadiyah di Kota Pati

    PDM Muhammadiyah Pati Umumkan Lokasi Salat Idul Fitri 1447 H di Seluruh Kecamatan

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 3.518
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pati resmi mengumumkan daftar lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah yang akan digelar pada Jumat, 20 Maret 2026. Pengumuman tersebut mencakup sejumlah titik pelaksanaan di berbagai kecamatan di Kabupaten Pati, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) setempat. Selain lokasi, turut disampaikan pula nama imam dan khotib yang […]

  • Suluk Maleman, Kepekokan Massal Melanda Bangsa

    Suluk Maleman, Kepekokan Massal Melanda Bangsa

    • calendar_month Sab, 28 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    PATI – Ngaji budaya Suluk Maleman kembali hadir. Di edisi yang ke 76 itu, Suluk Maleman hadir mengolah rasa para jamaah dengan tema Zaman Pekok Now, Sabtu (21/4) malam lalu di Rumah Adab Indonesia Mulia Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 70. Suguhan musik khas ala Orkes Puisi Sampak Gusuran membuka acara itu. lagu-lagu soal kritik soal […]

  • Membaca Mushaf Nusantara, Jejak, Ragam, dan Para Penjaganya

    Membaca Mushaf Nusantara, Jejak, Ragam, dan Para Penjaganya

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 189
    • 0Komentar

      Buku Mushaf Nusantara Sebuah buku tentang mushaf Alquran diterbitkan oleh santri asal Desa Lahar Kecamatan Tlogowungu, Pati. Buku bagus ini memuat jejak, ragam, dan para penjaganya di Nusantara. BUKU Mushaf Nusantara ini merupakan buku  yang pertama kali diterbitkan Zainal Abidin Sueb. Zainal terinspirasi menulis dari sosok Zainul Milal Bizawie, penulis yang kenal produktif menelurkan […]

  • Tiga Hari Puluhan Tanaman Bonsai Dipamerkan di Jepara

    Tiga Hari Puluhan Tanaman Bonsai Dipamerkan di Jepara

    • calendar_month Sen, 23 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Salah satu jenis bonsai yang dipamerkan di Sanggar Pramuka Kabupaten Jepara Sabtu, 21-23 Juli 2018 JEPARA – Berbagai jenis tanaman Bonsai di pamerkan untuk menarik minat warga, pada Sabtu (21/72018). Pameran tanaman Bonsai di gelar selama tiga hari, mulai Sabtu, 21-23 Juli 2018 di Sanggar Pramuka Kabupaten Jepara. Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Jepara […]

  • Atik Kusdarwati: Kolaborasi Solid Wujudkan Target Penurunan AKI dan AKB di Pati

    Atik Kusdarwati: Kolaborasi Solid Wujudkan Target Penurunan AKI dan AKB di Pati

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 273
    • 0Komentar

    PATI – Upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Pati membutuhkan kolaborasi yang solid dari berbagai sektor. Hal ini mengemuka dalam pertemuan strategis para pemangku kepentingan kesehatan daerah yang membahas data dan merumuskan langkah konkret. Acara Verifikasi dan Analisis Data MPDN DAK NF Tingkat Kabupaten Pati Tahun 2025 yang […]

  • Negara Akhirnya Akui Kepahlawanan Ratu Kalinyamat Jepara

    Negara Akhirnya Akui Kepahlawanan Ratu Kalinyamat Jepara

    • calendar_month Sel, 7 Nov 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 295
    • 0Komentar

    JAKARTA – Tokoh perempuan asal Jepara, Ratu Kalinyamat bakal dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Presiden Republik Indonesia telah menyetujui sejumlah tokoh yang telah ditetapkan sebagai Calon Pahlawan Nasional dan akan menerima Gelar Pahlawan Nasional dalam sebuah upacara penghargaan yang akan diselenggarakan pada hari Jumat, tanggal 10 November 2023, di Istana Negara. Informasi penganugerahan gelar pahlawan nasional […]

expand_less