Breaking News
light_mode

Dari Zona Merah ke Titik Aman, Drama Panjang Persijap Bertahan di Super League

  • account_circle Abdul Adhim
  • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
  • visibility 986

 

JEPARA – Harapan publik Jepara terhadap Persijap sempat berada di titik paling rendah musim ini. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu bahkan pernah terlihat seperti tinggal menunggu waktu untuk terdegradasi dari Super League 2025/2026.

Namun sepak bola selalu menyimpan cerita yang sulit ditebak. Di tengah tekanan, rentetan kekalahan, hingga posisi juru kunci klasemen, Persijap justru menulis kisah kebangkitan dramatis yang akhirnya memastikan mereka tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Awal musim sebenarnya tidak terlalu buruk. Persijap mampu bersaing di papan tengah dan beberapa kali menghuni peringkat 8 hingga 10 sampai pekan keenam. Saat itu, optimisme publik Jepara masih terjaga. Tim dianggap cukup kompetitif untuk bertahan di Super League.

Tetapi setelah pekan keenam, semuanya berubah.

Kekalahan demi kekalahan datang tanpa ampun. Persijap seperti kehilangan arah permainan. Sejak 21 September hingga 27 November 2025, mereka terjebak dalam sembilan kekalahan beruntun yang menjadi periode paling kelam sepanjang musim.

Dimulai dari kekalahan 1-2 atas Persita Tangerang, Persijap terus tumbang saat menghadapi Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Bali United, Bhayangkara FC, Malut United, Madura United, Semen Padang, hingga PSBS Biak.

Bukan hanya kalah, beberapa pertandingan memperlihatkan betapa rapuhnya tim ini. Kekalahan telak 0-4 dari Persebaya menjadi salah satu momen yang membuat suporter mulai kehilangan harapan.

Pada 20 November 2025, Persijap resmi masuk zona degradasi. Dari situlah penderitaan panjang dimulai.

Selama 101 hari berikutnya, Laskar Kalinyamat hidup di zona merah. Tekanan datang dari berbagai arah. Kritik terhadap performa tim bermunculan, sementara klasemen semakin sulit diajak kompromi. Situasi makin menyakitkan ketika Persijap menutup putaran pertama sebagai juru kunci klasemen di posisi ke-18.

Hasil imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-15 sempat memberi sedikit napas. Namun harapan itu kembali runtuh setelah Persijap kalah dari Persija Jakarta dan Dewa United pada dua laga terakhir putaran pertama.

Banyak yang mulai menganggap Persijap sudah “selesai”.

Namun di balik keterpurukan itu, perlahan muncul perubahan.

Memasuki pekan ke-22, grafik permainan Persijap mulai menanjak. Tim tampil lebih disiplin, lebih berani, dan perlahan menemukan kembali kepercayaan diri yang hilang selama berbulan-bulan.

Titik balik sesungguhnya datang ketika Persijap secara mengejutkan menghajar Persebaya Surabaya 3-1 di Jepara. Kemenangan itu bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan momentum kebangkitan mental tim.

Sejak laga tersebut, Persijap seperti lupa caranya kalah.

Mereka mencatat delapan pertandingan tanpa kekalahan secara beruntun dengan rincian empat kemenangan dan empat hasil imbang. Rentetan positif itu membuat posisi Persijap perlahan keluar dari tekanan degradasi.

Atmosfer di Jepara pun berubah. Jika sebelumnya publik dipenuhi kecemasan, kini optimisme mulai tumbuh kembali. Stadion kembali hidup, dukungan suporter semakin besar, dan para pemain menunjukkan semangat yang berbeda.

Meski demikian, drama belum selesai.

Dua kekalahan beruntun dari Dewa United dan Persija Jakarta kembali membuat Persijap berada dalam situasi rawan. Ancaman degradasi kembali membayangi menjelang akhir musim.

Tetapi Persijap menunjukkan bahwa mereka telah belajar menghadapi tekanan.

Pada pekan ke-32, tepat 10 Mei 2026 atau hari ke-276 Super League 2025/2026, Persijap tampil luar biasa saat bertandang ke markas Persita Tangerang. Mereka menang meyakinkan dengan skor 3-0.

Kemenangan itu menjadi titik penentu.

Meski kompetisi masih menyisakan dua pertandingan, hasil tersebut memastikan Persijap tetap bertahan di Super League musim depan. Sebuah pencapaian yang terasa mustahil jika melihat kondisi tim beberapa bulan sebelumnya.

Perjuangan Persijap musim ini menjadi gambaran bahwa kompetisi panjang tidak hanya ditentukan oleh bagaimana sebuah tim memulai musim, tetapi juga bagaimana mereka mampu bangkit saat berada di titik terendah.

Persijap mungkin tidak menjadi juara. Namun bagi publik Jepara, keberhasilan keluar dari jurang degradasi setelah menghabiskan lebih dari tiga bulan di zona merah terasa seperti kemenangan besar yang layak dikenang.

  • Penulis: Abdul Adhim
  • Editor: Arif

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Keling, Kenikmatan Citarasa Kopi Mempercantik Citra Diri

    Dari Keling, Kenikmatan Citarasa Kopi Mempercantik Citra Diri

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Kopi Tempur salah satu primadona kopi di Kota Jepara  Pamor Kecamatan Keling tak lagi identik sebagai kecamatan “pinggiran” apalagi terbelakang, di wilayah Kota Ukir Jepara. Keling setidaknya telah berani unjuk gigi. Berusaha mempercantik citra diri. Festival kopi dan kuliner yang digelar 15-17 Agustus 2019 di Terminal Sambungoyot, Desa Kelet menjadi bukti arah berbenah di kecamatan […]

  • DPRD Pati Selidiki Dugaan Pungli di Sekolah

    DPRD Pati Selidiki Dugaan Pungli di Sekolah

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 307
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati tengah menyelidiki laporan dugaan pungutan liar (pungli) di sejumlah sekolah di wilayah tersebut. Laporan tersebut diterima dari orang tua siswa, baik secara lisan maupun tertulis, yang menyebutkan adanya pungutan tidak resmi di beberapa sekolah. Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, membenarkan adanya laporan tersebut. “Ada surat […]

  • Sidang Paripurna Hak Angket DPRD Pati: Usulan Pemakzulan Bupati Ditolak Mayoritas Anggota

    Sidang Paripurna Hak Angket DPRD Pati: Usulan Pemakzulan Bupati Ditolak Mayoritas Anggota

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 514
    • 0Komentar

    PATI – Sidang paripurna DPRD Kabupaten Pati pada Jumat, 31 Oktober 2025, memutuskan untuk tidak memakzulkan Bupati Pati, Sudewo. Dari 49 anggota dewan yang hadir, 36 di antaranya memilih opsi perbaikan kinerja Bupati, sementara 13 anggota dari Fraksi PDIP tetap mendukung pemakzulan. “Dari 49 anggota, 13 anggota DPRD Kabupaten Pati sepakat dimakzulkan (dari Fraksi PDIP), […]

  • Edy Wuryanto: MBG Harus Berdampak Ekonomi, Manfaatnya Wajib Dirasakan Petani dan UMKM

    Edy Wuryanto: MBG Harus Berdampak Ekonomi, Manfaatnya Wajib Dirasakan Petani dan UMKM

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.753
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyambut baik langkah pembenahan tata kelola dan sistem pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, ia menegaskan perbaikan tidak boleh hanya berhenti pada aspek administrasi atau pengawasan semata. Menurutnya, penataan sistem rantai pasok menjadi hal […]

  • Tanpa Alexis Gomez, Persijap Jepara Optimis Hadapi Persita Tangerang

    Tanpa Alexis Gomez, Persijap Jepara Optimis Hadapi Persita Tangerang

    • calendar_month Ming, 21 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 244
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara akan menjamu Persita Tangerang dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. Pertandingan yang  digelar pada Minggu (21/9/2025) pukul 15.30 WIB ini menjadi ajang penting bagi Laskar Kalinyamat untuk melanjutkan dominasinya sebagai tim kuda hitam di kompetisi tersebut. Namun, Persijap harus tampil tanpa gelandang tengah andalannya, Alexis […]

  • Mahrojan Aroby UIN Sunan Kudus: Wadah Kreativitas Bahasa Arab bagi Mahasiswa dan Siswa MA se-Kabupaten Kudus

    Mahrojan Aroby UIN Sunan Kudus: Wadah Kreativitas Bahasa Arab bagi Mahasiswa dan Siswa MA se-Kabupaten Kudus

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 501
    • 0Komentar

    KUDUS – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Sunan Kudus sukses menggelar Mahrojan Aroby, sebuah ajang kompetisi dan kreativitas dalam bidang bahasa Arab. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, dari Senin hingga Rabu (27–29/10/2025), ini melibatkan peserta internal dari kalangan mahasiswa serta peserta eksternal dari madrasah aliyah (MA) se-Kabupaten Kudus. Nadiatus Sa’adah, selaku […]

expand_less