Breaking News
light_mode

Dari Zona Merah ke Titik Aman, Drama Panjang Persijap Bertahan di Super League

  • account_circle Abdul Adhim
  • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
  • visibility 1.061

 

JEPARA – Harapan publik Jepara terhadap Persijap sempat berada di titik paling rendah musim ini. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu bahkan pernah terlihat seperti tinggal menunggu waktu untuk terdegradasi dari Super League 2025/2026.

Namun sepak bola selalu menyimpan cerita yang sulit ditebak. Di tengah tekanan, rentetan kekalahan, hingga posisi juru kunci klasemen, Persijap justru menulis kisah kebangkitan dramatis yang akhirnya memastikan mereka tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Awal musim sebenarnya tidak terlalu buruk. Persijap mampu bersaing di papan tengah dan beberapa kali menghuni peringkat 8 hingga 10 sampai pekan keenam. Saat itu, optimisme publik Jepara masih terjaga. Tim dianggap cukup kompetitif untuk bertahan di Super League.

Tetapi setelah pekan keenam, semuanya berubah.

Kekalahan demi kekalahan datang tanpa ampun. Persijap seperti kehilangan arah permainan. Sejak 21 September hingga 27 November 2025, mereka terjebak dalam sembilan kekalahan beruntun yang menjadi periode paling kelam sepanjang musim.

Dimulai dari kekalahan 1-2 atas Persita Tangerang, Persijap terus tumbang saat menghadapi Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Bali United, Bhayangkara FC, Malut United, Madura United, Semen Padang, hingga PSBS Biak.

Bukan hanya kalah, beberapa pertandingan memperlihatkan betapa rapuhnya tim ini. Kekalahan telak 0-4 dari Persebaya menjadi salah satu momen yang membuat suporter mulai kehilangan harapan.

Pada 20 November 2025, Persijap resmi masuk zona degradasi. Dari situlah penderitaan panjang dimulai.

Selama 101 hari berikutnya, Laskar Kalinyamat hidup di zona merah. Tekanan datang dari berbagai arah. Kritik terhadap performa tim bermunculan, sementara klasemen semakin sulit diajak kompromi. Situasi makin menyakitkan ketika Persijap menutup putaran pertama sebagai juru kunci klasemen di posisi ke-18.

Hasil imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-15 sempat memberi sedikit napas. Namun harapan itu kembali runtuh setelah Persijap kalah dari Persija Jakarta dan Dewa United pada dua laga terakhir putaran pertama.

Banyak yang mulai menganggap Persijap sudah “selesai”.

Namun di balik keterpurukan itu, perlahan muncul perubahan.

Memasuki pekan ke-22, grafik permainan Persijap mulai menanjak. Tim tampil lebih disiplin, lebih berani, dan perlahan menemukan kembali kepercayaan diri yang hilang selama berbulan-bulan.

Titik balik sesungguhnya datang ketika Persijap secara mengejutkan menghajar Persebaya Surabaya 3-1 di Jepara. Kemenangan itu bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan momentum kebangkitan mental tim.

Sejak laga tersebut, Persijap seperti lupa caranya kalah.

Mereka mencatat delapan pertandingan tanpa kekalahan secara beruntun dengan rincian empat kemenangan dan empat hasil imbang. Rentetan positif itu membuat posisi Persijap perlahan keluar dari tekanan degradasi.

Atmosfer di Jepara pun berubah. Jika sebelumnya publik dipenuhi kecemasan, kini optimisme mulai tumbuh kembali. Stadion kembali hidup, dukungan suporter semakin besar, dan para pemain menunjukkan semangat yang berbeda.

Meski demikian, drama belum selesai.

Dua kekalahan beruntun dari Dewa United dan Persija Jakarta kembali membuat Persijap berada dalam situasi rawan. Ancaman degradasi kembali membayangi menjelang akhir musim.

Tetapi Persijap menunjukkan bahwa mereka telah belajar menghadapi tekanan.

Pada pekan ke-32, tepat 10 Mei 2026 atau hari ke-276 Super League 2025/2026, Persijap tampil luar biasa saat bertandang ke markas Persita Tangerang. Mereka menang meyakinkan dengan skor 3-0.

Kemenangan itu menjadi titik penentu.

Meski kompetisi masih menyisakan dua pertandingan, hasil tersebut memastikan Persijap tetap bertahan di Super League musim depan. Sebuah pencapaian yang terasa mustahil jika melihat kondisi tim beberapa bulan sebelumnya.

Perjuangan Persijap musim ini menjadi gambaran bahwa kompetisi panjang tidak hanya ditentukan oleh bagaimana sebuah tim memulai musim, tetapi juga bagaimana mereka mampu bangkit saat berada di titik terendah.

Persijap mungkin tidak menjadi juara. Namun bagi publik Jepara, keberhasilan keluar dari jurang degradasi setelah menghabiskan lebih dari tiga bulan di zona merah terasa seperti kemenangan besar yang layak dikenang.

  • Penulis: Abdul Adhim
  • Editor: Arif

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendapatan Daerah Masih Tergantung Pusat, DPRD Pati Minta Genjot PAD

    Pendapatan Daerah Masih Tergantung Pusat, DPRD Pati Minta Genjot PAD

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 247
    • 0Komentar

    PATI – Hardi, anggota DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, menyoroti tingginya ketergantungan Kabupaten Pati terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Berdasarkan data yang dihimpun, proporsi dana transfer terhadap pendapatan Kabupaten Pati selalu berada di atas 50% sejak tahun 2011 hingga tahun 2023, dengan rata-rata mencapai 72,38%. “Kondisi ini menunjukkan bahwa Kabupaten Pati memiliki tingkat ketergantungan […]

  • DPRD Pati Imbau Masyarakat Bijak Saring Informasi di Media Sosial

    DPRD Pati Imbau Masyarakat Bijak Saring Informasi di Media Sosial

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.389
    • 0Komentar

    PATI – Di tengah derasnya arus informasi yang beredar setiap hari, terutama melalui berbagai platform media sosial, keberadaan berita bohong atau hoaks masih menjadi masalah krusial yang perlu diwaspadai. Informasi yang tidak akurat dan menyesatkan ini dikhawatirkan akan mudah diterima begitu saja oleh masyarakat, yang pada akhirnya menimbulkan dampak merugikan. Fenomena tersebut mendapat sorotan dari […]

  • Perkuat Pengawasan dan Transparansi, DPRD Pati Gandeng Kejari dalam Sidak

    Perkuat Pengawasan dan Transparansi, DPRD Pati Gandeng Kejari dalam Sidak

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.757
    • 0Komentar

    PATI – Untuk memastikan seluruh tugas dan fungsinya berjalan sesuai koridor hukum, DPRD Kabupaten Pati resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Pati. Kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang bertujuan memperkuat mekanisme pengawasan. Anggota DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan bahwa kolaborasi ini dilakukan agar Kejari dapat terlibat aktif […]

  • Turnamen Voli Antar Dukuh di Desa Lahar Ajarkan Nilai Spotivitas

    Turnamen Voli Antar Dukuh di Desa Lahar Ajarkan Nilai Spotivitas

    • calendar_month Sab, 11 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Para juara turnamen voli yang digelar karang taruna Desa Lahar Karang Taruna Desa Lahar Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati menggelar turnamen voli antar dukuh. Selain memeriahkan kegiatan di desa, lomba voli ini diharapkan dapat memupuk nilai-nilai sportivitas pemuda setempat. TLOGOWUNGU –  Sportivitas haruslah dipupuk sejak dini agar menjadi manusia yang kuat secara fisik dan mental. Tujuan tersebut dilakukan […]

  • Anggota DPRD Pati: Nasi Gandul Butuh Inovasi dan Pemasaran yang Lebih Luas

    Anggota DPRD Pati: Nasi Gandul Butuh Inovasi dan Pemasaran yang Lebih Luas

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 287
    • 0Komentar

    PATI – Danu Ikhsan Hariscandra, anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDIP, menekankan pentingnya pelestarian nasi gandul, kuliner khas Pati. Ia menyoroti potensi inovasi seperti kemasan sarden yang memungkinkan nasi gandul dibawa kemana-mana, seperti yang telah dilakukan oleh Bumdes Desa Gajahmati. “Inovasi seperti itu sudah bagus, hanya saja kurangnya pemasaran,” ujar Danu. Ia menyarankan agar […]

  • Tergenang Banjir, Rumah Semi Permanen di Mintobasuki-Pati Ambruk

    Tergenang Banjir, Rumah Semi Permanen di Mintobasuki-Pati Ambruk

    • calendar_month Sab, 10 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    DOKUMEN BPBD Pati AMBRUK : Rumah semi permanen berukuran 4×6 meter persegi milik Jaminah (55) Warga Desa Mintobasuki Kecamatan Gabus Pati ambruk Sabtu (10/2/18) sore kemarin, setelah tergenang air banjir sejak Senin (5/2/18). Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 10 juta. (lil) 

expand_less