Breaking News
light_mode

Jampisawan Kecewa BBWS Tak Sosialisasikan Fungsi Bendung Karet

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 16 Agu 2024
  • visibility 273

PATI – Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) mengaku kecewa dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Pasalnya, BBWS tidak hadir dalam acara Rembug Kali Juwana ke 2 yang berlangsung di Desa Kedungpancing Kecamatan Juwana Pati.

Juru bicara Jampisawan, Ari Subekti mengungkapkan bahwa acara Rembug Kali Juwana ini bertujuan mendiskusikan bersama tentang persoalan di sungai Juwana. Tak terkecuali terkait pembangunan Bendung Karet yang berada di Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan Pati.

“Rembug Kali untuk menyambung komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Utamanya BBWS. Karena selama ini BBWS sangat pelit memberikan informasi kepada masyarakat terkait bagaimana manajemen yang harus dilakukan terkait pengoperasian Bendung Karet,” ungkapnya.

Ari menyebut, masyarakat di bantaran Sungai Juwana, baik nelayan tradisional maupun petani hingga kini belum mengetahui fungsi Bendung Karet tersebut. Sebab, kata dia, selama ini pihak BBWS belum memberikan sosialisasi terkait keberadaan bendungan itu.

“Karena faktanya kemarin saja ketika bendung itu dibuka enceng gondok turun ke bawah (hilir) semua. Hampir semua tradisional tidak bisa melaut karena aksesnya tertutup semua,” sebutnya.

Pihaknya mengaku telah mengundang BBWS sebanyak dua kali dalam rangkaian acara Festival Kali Juwana ke 5 ini. Namun saat acara berlangsung tidak ada perwakilannya yang hadir.

“Sebetulnya kami sangat kecewa sebagai penyelenggara acara Festival Kali Juwana ini. Kami telah mengundang BBWS dua kali. Tetapi sampai sekarang belum hadir untuk memberikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran pihak BBWS sangat penting dan dibutuhkan. Sebab mereka yang memiliki kewenangan dalam melaksanakan pembangunan di Sungai Juwana.

“Paling tidak mereka harus mensosialisasikan proyek Bendung Karet. Baik dampak baik maupun dampak buruk yang di alami masyarakat atas beroperasinya Bendung Karet. Karena selama ini masyarakat tidak mengetahui fungsi bendungan tersebut,” pungkasnya.

Editor: Fatwa 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meraih Untung dengan Beternak Ayam Kampung, Catat Empat Langkah Pentingnya

    Meraih Untung dengan Beternak Ayam Kampung, Catat Empat Langkah Pentingnya

    • calendar_month Rab, 2 Okt 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 313
    • 0Komentar

      EDUKASI – Untuk berhasil dalam beternak ayam kampung, terdapat beberapa aspek penting yang perlu dikuasai, yaitu proses produksi dan pemasaran. Dalam hal produksi, ada beberapa poin krusial yang harus diperhatikan, seperti pengadaan bibit atau anak ayam, sistem perkandangan, dan perawatan. Selain itu, dalam pemasaran, penting untuk mempertimbangkan strategi pemasaran dan bentuk akhir produk yang […]

  • Dewan Pati Dukung Penuh Pembinaan Atlet, Sarana Prasarana Olahraga Harus Diperhatikan

    Dewan Pati Dukung Penuh Pembinaan Atlet, Sarana Prasarana Olahraga Harus Diperhatikan

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 254
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Joni Kurnianto, menegaskan pentingnya dukungan fasilitas sarana dan prasarana olahraga yang memadai untuk mendukung pengembangan minat bakat pemuda di Kabupaten Pati. Hal ini disampaikan Joni dalam rangka mendorong kemajuan olahraga di Pati. “Potensi bakat atlet muda lokal dari Kabupaten Pati harus terus difasilitasi oleh pemerintah daerah agar kedepannya ada lebih […]

  • Jepara Raih Kota Layak Anak Kategori Pratama

    Jepara Raih Kota Layak Anak Kategori Pratama

    • calendar_month Sel, 24 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Bupati Jepara Ahmad Marzuqi meraih penghargaan Kota Layak Anak Kategori Pratama. SUMBER FOTO : DISKOMINFO JEPARA  JEPARA – Pemerintah kabupaten Jepara mendukung penuh langkah yang dilakukan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dalam mengatasi masalah kekerasan terhadap anak. Terbukti, hasil komitmen pemerintah dalam hal dibuktikan dengan kembali meraih penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan […]

  • Jadi Ketua HIPMI IAIN Kudus saat Pandemi

    Jadi Ketua HIPMI IAIN Kudus saat Pandemi

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.022
    • 0Komentar

    Dipilih sebagai Ketua HIPMI IAIN Kudus, M Faiz Fadlur bahagia sekaligus berduka. Bahagia karena dipercaya mengemban amanat. Berduka karena teman-temanya di HIPMI ikut terdampak pandemi. Sebagai ketua, dia sering menjadi tempat keluh-kesah. Banyak usaha anak HIPMI yang stagnan bahkan merugi. Beberapa solusi telah dia berikan, namun beberapa tidak percaya dengan solusinya karena nyeleneh. Sebagai manusia […]

  • Kiai Said : Kemauan Kuat Harus Dimiliki PC NU Pati

    Kiai Said : Kemauan Kuat Harus Dimiliki PC NU Pati

    • calendar_month Ming, 7 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Pelantikan PC NU Pati 2019-2024 Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kabupaten Pati, masa khidmat 2019-2024 dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’ (PBNU) KH Said Aqil Siradj, Minggu (7/7/2019) di kampus Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Margoyoso, Pati. Hadir juga dalam acara pelantikan tersebut, Bupati Haryanto dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) […]

  • DPRD Pati Sarankan Petani Gunakan Burung Hantu untuk Kendalikan Hama Tikus 

    DPRD Pati Sarankan Petani Gunakan Burung Hantu untuk Kendalikan Hama Tikus 

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 330
    • 0Komentar

    PATI – Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mendorong petani setempat untuk memanfaatkan burung hantu sebagai pengendali hama tikus. Menurutnya, metode ini lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida dan jebakan tikus beraliran listrik. “Ini lebih ramah lingkungan. Selain mengurangi penggunaan pestisida, juga mendukung pelestarian burung hantu yang ternyata sangat bermanfaat bagi petani. Hewan ini […]

expand_less