Breaking News
light_mode

Forum Lintas Iman Grobogan Gali Keterkaitan Perempuan, Alam, dan Keadilan Ekologis dalam Diskusi Rutin

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
  • visibility 573

GROBOGAN – Forum Lintas Iman Grobogan kembali menggelar diskusi rutin bulanan, kali ini mengangkat tema “Perempuan, Alam, dan Perjuangan.” Pertemuan ketiga ini menyoroti bagaimana peran perempuan, kearifan lokal, dan tata ruang kota yang berkelanjutan dapat menjadi kunci dalam menghadapi krisis lingkungan yang semakin nyata.

Bunda Rita, sebagai salah satu panelis, membuka diskusi dengan mengajak seluruh peserta untuk merenungkan kembali hubungan manusia dengan alam.

“Kita perlu berani mengambil jeda, merenungkan kembali bagaimana setiap tindakan kita berdampak pada alam. Banjir yang berulang kali melanda Purwodadi adalah alarm bagi kita semua, bahwa ada yang salah dalam cara kita memperlakukan lingkungan,” ungkapnya.

Pendeta GKI, Rita Dwi Lestari, menambahkan bahwa akar masalah ini terletak pada sistem ekonomi yang berorientasi pada keuntungan semata

“Kapitalisme telah mendorong eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran, tanpa mempedulikan dampaknya bagi lingkungan dan masyarakat. Kita harus kembali pada nilai-nilai kearifan lokal, di mana alam dipandang sebagai bagian dari kehidupan yang harus dijaga dan dihormati. Perempuan, dengan kepekaan dan kemampuannya dalam merawat kehidupan, memiliki peran penting dalam mewujudkan perubahan ini,” jelasnya.

Ki Atma, Pendeta GKJ, mengingatkan pesan mendalam dari aktivis lingkungan Kendeng, Kang Gunretno: “Ibu Bumi sampun Maringi, Ibu bumi Ojo dilarani, ibu Bumi Kang Ngadili.”

Pesan ini mengandung makna bahwa alam memiliki hukumnya sendiri, dan manusia harus hidup selaras dengannya agar tidak menuai bencana.

Wahyu Dwi Pranata, aktivis lingkungan dari Grobogan Maju, menyoroti pentingnya tata ruang kota yang berkelanjutan dalam mencegah banjir di Purwodadi.

“Purwodadi berada di daerah cekungan, sehingga rentan terhadap banjir jika tidak dikelola dengan baik. Sistem drainase yang buruk, alih fungsi lahan, dan pengelolaan bendungan yang tidak optimal adalah faktor-faktor yang memperparah kondisi ini. Kita perlu menata kembali ruang kota dengan memperhatikan prinsip-prinsip ekologi, seperti memperbanyak ruang terbuka hijau, membangun sistem drainase yang terpadu, dan mengelola bendungan secara berkelanjutan,” paparnya.

Wahyu juga memberikan contoh solusi adaptif yang dapat diterapkan, seperti rumah panggung yang tahan banjir dan penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan.

“Kita bisa belajar dari kearifan lokal masyarakat yang telah lama hidup berdampingan dengan alam. Rumah panggung adalah solusi cerdas untuk menghadapi banjir, sementara penggunaan material lokal yang berkelanjutan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” pungkasnya.

Diskusi ini menjadi wadah bagi para tokoh lintas iman dan aktivis lingkungan untuk berbagi pandangan, mencari solusi, dan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kelestarian alam demi keberlangsungan hidup manusia dan bumi.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dorong Sinergi Sekolah dan Penyedia Dapur Agar MBG Berjalan Optimal

    DPRD Pati Dorong Sinergi Sekolah dan Penyedia Dapur Agar MBG Berjalan Optimal

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.802
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, turut hadir dalam sosialisasi Peraturan Mendikbud Nomor 75 Tahun 2016 yang berlangsung di Aula SMPN 1 Juwana pada Senin (13/4/2026). Acara ini dihadiri oleh pengurus komite sekolah dan perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang fungsi komite […]

  • Sempatkan Senam Jaga Kesehatan

    Sempatkan Senam Jaga Kesehatan

    • calendar_month Sab, 27 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 384
    • 0Komentar

    DOKUMEN PRIBADI Fanny Pristiarianty Kesibukan sebagai customer service di sebuah rumah sakit besar di Semarang, ternyata tak membuat Fanny Pristiarianty malas memperhatikan kondisi tubuhnya. Perempuan asli Pati yang lahir di Jayapura, 28 Juni 1991 ini di sela kesibukannya, tetap mengagendakan olahraga, terutama senam.  ”Meski sibuk kesehatan tetap saya utamakan. Untuk itu saya mengagendakan untuk rutin […]

  • Waspada Cuaca Ekstrem, Anggota DPRD Pati Imbau Nelayan Tak Paksa Diri Melaut

    Waspada Cuaca Ekstrem, Anggota DPRD Pati Imbau Nelayan Tak Paksa Diri Melaut

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 283
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Mukit, mengimbau nelayan setempat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut. Perubahan cuaca yang tiba-tiba dan ekstrem saat ini dinilai membahayakan keselamatan para nelayan. “Saat ini cuaca sedang ada perubahan secara tiba-tiba, tentu ini perubahan cuaca yang membahayakan bagi para nelayan saat melaut,” ujar politisi Partai Demokrat […]

  • Universitas Safin Pati dan Kanwil DJP Jawa Tengah I Jalin Kerjasama Bentuk Tax Center

    Universitas Safin Pati dan Kanwil DJP Jawa Tengah I Jalin Kerjasama Bentuk Tax Center

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 373
    • 0Komentar

    PATI – Universitas Safin Pati (USP) resmi menjalin kerjasama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Tengah I dalam upaya pembentukan Tax Center di lingkungan kampus. Penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan oleh Rektor USP, Dr. Drs. H. Murtono, M.Pd., dan perwakilan Kanwil DJP Jawa Tengah I, disaksikan oleh para dosen dan mahasiswa USP. Rektor […]

  • IPNU IPPNU Keling Sukses Konsolidasi Kaderisasi, Organisasi, dan Administrasi

    IPNU IPPNU Keling Sukses Konsolidasi Kaderisasi, Organisasi, dan Administrasi

    • calendar_month Rab, 29 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 312
    • 0Komentar

    JEPARA – Selama Ramadan, PAC IPNU dan IPPNU Keling, Jepara menggelar safari dari ranting ke ranting. Kegiatan safari Ramadan itu sekaligus untuk workshop organisasi, kaderisasi hingga administrasi. Total ada 17 ranting yang disambangi. Kegiatan safari itu dimulai pada (9/5/2019) di Masjid Baiturrohman Desa Klepun, dan ditutup kemarin (27/5/2019) di Gedung MWC NU Keling sebagai kegiatan […]

  • Selalu Rindu pada Rejenu

    Selalu Rindu pada Rejenu

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Air lima rasa  Saya selalu rindu dengan Rejenu. Burung-burung yang berkicau. Pepohanan hijau. Dan hawa sejuknya di pagi hari. Tempat yang tepat untuk menyepi. Dari riuh rutinitas dunia modern kini. Kira-kira begitu. Malam Jumat lalu (24/10), saya bersama beberapa teman, menembus gelap jalanan Desa Japan Kecamatan Dawe, Kudus. Jalanan menanjak. Tikungan dan turunan kami lalui. […]

expand_less