Breaking News
light_mode

Forum Lintas Iman Grobogan Gali Keterkaitan Perempuan, Alam, dan Keadilan Ekologis dalam Diskusi Rutin

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
  • visibility 513

GROBOGAN – Forum Lintas Iman Grobogan kembali menggelar diskusi rutin bulanan, kali ini mengangkat tema “Perempuan, Alam, dan Perjuangan.” Pertemuan ketiga ini menyoroti bagaimana peran perempuan, kearifan lokal, dan tata ruang kota yang berkelanjutan dapat menjadi kunci dalam menghadapi krisis lingkungan yang semakin nyata.

Bunda Rita, sebagai salah satu panelis, membuka diskusi dengan mengajak seluruh peserta untuk merenungkan kembali hubungan manusia dengan alam.

“Kita perlu berani mengambil jeda, merenungkan kembali bagaimana setiap tindakan kita berdampak pada alam. Banjir yang berulang kali melanda Purwodadi adalah alarm bagi kita semua, bahwa ada yang salah dalam cara kita memperlakukan lingkungan,” ungkapnya.

Pendeta GKI, Rita Dwi Lestari, menambahkan bahwa akar masalah ini terletak pada sistem ekonomi yang berorientasi pada keuntungan semata

“Kapitalisme telah mendorong eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran, tanpa mempedulikan dampaknya bagi lingkungan dan masyarakat. Kita harus kembali pada nilai-nilai kearifan lokal, di mana alam dipandang sebagai bagian dari kehidupan yang harus dijaga dan dihormati. Perempuan, dengan kepekaan dan kemampuannya dalam merawat kehidupan, memiliki peran penting dalam mewujudkan perubahan ini,” jelasnya.

Ki Atma, Pendeta GKJ, mengingatkan pesan mendalam dari aktivis lingkungan Kendeng, Kang Gunretno: “Ibu Bumi sampun Maringi, Ibu bumi Ojo dilarani, ibu Bumi Kang Ngadili.”

Pesan ini mengandung makna bahwa alam memiliki hukumnya sendiri, dan manusia harus hidup selaras dengannya agar tidak menuai bencana.

Wahyu Dwi Pranata, aktivis lingkungan dari Grobogan Maju, menyoroti pentingnya tata ruang kota yang berkelanjutan dalam mencegah banjir di Purwodadi.

“Purwodadi berada di daerah cekungan, sehingga rentan terhadap banjir jika tidak dikelola dengan baik. Sistem drainase yang buruk, alih fungsi lahan, dan pengelolaan bendungan yang tidak optimal adalah faktor-faktor yang memperparah kondisi ini. Kita perlu menata kembali ruang kota dengan memperhatikan prinsip-prinsip ekologi, seperti memperbanyak ruang terbuka hijau, membangun sistem drainase yang terpadu, dan mengelola bendungan secara berkelanjutan,” paparnya.

Wahyu juga memberikan contoh solusi adaptif yang dapat diterapkan, seperti rumah panggung yang tahan banjir dan penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan.

“Kita bisa belajar dari kearifan lokal masyarakat yang telah lama hidup berdampingan dengan alam. Rumah panggung adalah solusi cerdas untuk menghadapi banjir, sementara penggunaan material lokal yang berkelanjutan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” pungkasnya.

Diskusi ini menjadi wadah bagi para tokoh lintas iman dan aktivis lingkungan untuk berbagi pandangan, mencari solusi, dan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kelestarian alam demi keberlangsungan hidup manusia dan bumi.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI Kanca Pati Hadir untuk Masyarakat, Salurkan Bantuan Sembako BRI Peduli di Cluwak

    BRI Kanca Pati Hadir untuk Masyarakat, Salurkan Bantuan Sembako BRI Peduli di Cluwak

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.355
    • 0Komentar

    PATI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Kantor Cabang Pati kembali menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial Program BRI Peduli. Bertempat di Desa Sirahan, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, BRI menyalurkan 500 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu bekerja sama dengan Yayasan Nurur Rohmah. Kegiatan sosial yang […]

  • Menggali Kembali Kebesaran Dr Tjipto Mangoenkoesoemo, Putera Asli Jepara

    Menggali Kembali Kebesaran Dr Tjipto Mangoenkoesoemo, Putera Asli Jepara

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

      Dialog budaya ngobrolin dr Tjipto  Jepara tidak hanya RA Kartini dan Sosrokartono. Ada nama besar Dr Tjipto. Putra kelahiran Pecangaan Kulon. Tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia ini terkenal sebagai tiga serangkai. Bersama Ki Hajar Dewantara dan Douwes Dekker. Kiprahnya pada masa pergerakan dulu patut diteladani generasi masa kini.   Di balaidesa Pecangaan Kulon, Kabupaten Jepara, […]

  • Polresta Pati Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan di Sukolilo, Satu Tersangka Diamankan

    Polresta Pati Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan di Sukolilo, Satu Tersangka Diamankan

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.555
    • 0Komentar

    PATI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pati resmi mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang terjadi di Lapangan Sukolilo, wilayah Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis, 12 September 2024 sekitar pukul 20.00 WIB, sementara pengumuman pengungkapan kasus dilaksanakan di Aula SS Mapolresta Pati pada Kamis, 13 Agustus 2026 mulai pukul […]

  • Kepala Sekolah Ajak Sarapan Informasi Baca Koran

    Kepala Sekolah Ajak Sarapan Informasi Baca Koran

    • calendar_month Rab, 21 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Ratusan siswa-siswi SMP N 5 Pati menggelar gerakan literasi baca koran pagi kemarin di lapangan sekolah setempat. Gerakan literasi baca koran  diawali dengan salam literasi khas dari sekolah yang mengusung diri sebagai sekolah adiwiyata berliterasi itu. ”Yes baca, yes yes bisa, yes yes luar biasa.” Semangat. Begitu teriakan siswa-siswi kelas VII […]

  • Komisi D DPRD Pati Sosialisasi Aturan Sekolah, Wali Murid Lega Tak Ada Lagi Pungutan Wajib

    Komisi D DPRD Pati Sosialisasi Aturan Sekolah, Wali Murid Lega Tak Ada Lagi Pungutan Wajib

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.799
    • 0Komentar

    PATI – Guna meringankan beban biaya pendidikan bagi masyarakat, Komisi D DPRD Kabupaten Pati secara tegas melarang segala bentuk pungutan yang dipungut melalui lembaga komite sekolah. Pernyataan tersebut disampaikan saat digelarnya sosialisasi peraturan pengelolaan komite sekolah di SMP Negeri 1 Tayu. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur legislatif, Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, pihak manajemen sekolah, serta […]

  • Pelanggar Ketertiban di Pati Bakal Dilirik Satpol PP Cantik

    Pelanggar Ketertiban di Pati Bakal Dilirik Satpol PP Cantik

    • calendar_month Jum, 4 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Anggota Satpoltik mengingatkan bapak-bapak agar tak parkir sembarangan PATI – Potret petugas Satpol PP yang kurang ramah dan humanis, dalam menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat, coba dikikis. Satpol PP Kabupaten Pati belakangan bikin gebrakan melalui pembentukan regu bertajuk Satpoltik. Satpoltik ini kepanjangannya adalah Satpol PP Simpatik. Namun diplesetkan menjadi Satpol PP cantik. Sebab, isinya memang […]

expand_less