Breaking News
light_mode

Persijap di Persimpangan Jalan: Antara Loyalitas, Modal, dan Keputusan Bisnis

  • account_circle Abdul Adhim
  • calendar_month 52 menit yang lalu
  • visibility 135

Belakangan ini media sosial ramai membicarakan kabar bahwa Persijap Jepara akan dijual kepada investor dari luar daerah. Informasi yang beredar bahkan menyebutkan bahwa proses tersebut sudah mengarah pada tahap yang serius. Tentu saja, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang dapat dijadikan pegangan. Karena itu, semoga kabar tersebut tidak lebih dari sekadar rumor.

Namun, jika benar isu itu sedang mengarah menjadi kenyataan, ada satu pertanyaan besar yang patut diajukan. Benarkah Persijap berada di titik di mana klub harus memilih antara tetap bertahan di Jepara atau berpindah tangan kepada pihak lain?

Narasi yang berkembang menyebutkan bahwa apabila para pemangku kepentingan di Jepara tidak ikut menyuntikkan modal dalam jumlah besar, maka saham klub terpaksa dijual. Jika melihat momentum yang ada, batas waktunya kemungkinan tidak lama lagi, bahkan bisa jadi sebelum Kongres Tahunan PSSI pada 3 Agustus. Dalam forum tersebut, berbagai keputusan strategis terkait perubahan nama klub maupun perpindahan homebase berpotensi disahkan.

Di sinilah publik perlu memahami satu hal penting. Akuisisi saham klub sepak bola tidak selalu tepat dipahami sebagai investasi dalam pengertian bisnis pada umumnya. Berinvestasi di sepak bola bukan sekadar mengejar keuntungan finansial. Sebaliknya, pemilik klub harus siap mengeluarkan dana dalam jumlah besar tanpa jaminan memperoleh laba. Tidak sedikit yang menyebut bahwa memiliki klub sepak bola lebih dekat dengan aktivitas “membakar uang” daripada menghasilkan keuntungan. Kalaupun ada keuntungan, sering kali bersifat nonfinansial, seperti peningkatan citra atau kepentingan politik.

Persijap sendiri pernah memiliki saham yang diklaim sebagai milik masyarakat Jepara melalui PT Jepara Raya Multitama sebesar 20 persen. Namun, menurut penjelasan yang selama ini beredar, pemegang saham tersebut tidak lagi menambah modal sesuai proporsi kepemilikannya. Dalam dunia korporasi, kondisi seperti itu akan menyebabkan dilusi saham. Akibatnya, persentase kepemilikan terus menyusut hingga disebut-sebut kini hanya tersisa sekitar satu persen.

Apabila nantinya benar terjadi penjualan mayoritas saham kepada investor baru dan klub dipindahkan keluar Jepara, bahkan berganti nama maupun homebase, maka secara hukum yang berpindah sebenarnya adalah lisensi kompetisi Liga 1 yang dimiliki oleh PT Jepara Raya Multitama. Sementara itu, nama “Persijap” sebagai identitas klub pada prinsipnya masih dapat tetap berada di Jepara.

  • Penulis: Abdul Adhim
  • Editor: Arif

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuliner malam khas kudus yaitu jagung bakar dan sate

    Jagung Bakar khas Kudus Kuliner Malam yang Lezat

    • calendar_month Sel, 14 Nov 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Kuliner malam khas kudus yaitu jagung bakar dan sate.

  • Edukasi Warga Polres Jepara Gelar Senam Anti Narkoba

    Edukasi Warga Polres Jepara Gelar Senam Anti Narkoba

    • calendar_month Sab, 27 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Senam bersama perangi narkoba/POLRES JEPARA  Polres Jepara mengajak generasi muda untuk memerangi narkoba. Ajakan itu dilakukan melalui kegiatan senam bersama  JEPARA – Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-77, Polres Jepara menyelenggarakan acara senam bersama anti narkoba dan mengajak generasi muda perangi narkoba di Alun-Alun Jepara, Jumat pagi (26/08/2022).  Kapolres Jepara AKBP Warsono, […]

  • Bupati Pati Apresiasi Komunitas Kendeng Hijau dalam Upaya Penghijauan Lereng Kendeng

    Bupati Pati Apresiasi Komunitas Kendeng Hijau dalam Upaya Penghijauan Lereng Kendeng

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 701
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, bersama Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menghadiri kegiatan penghijauan di kawasan Lereng Kendeng, Desa Gunungpanti, Kecamatan Winong, pada hari Selasa, 11 November 2025. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pati dan Komunitas Kendeng Hijau dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sudewo menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Kendeng Hijau atas dedikasi mereka […]

  • Pentas Harga Gabah Anjlok, dan Kritik Kesengsaraan Petani

    Pentas Harga Gabah Anjlok, dan Kritik Kesengsaraan Petani

    • calendar_month Ming, 21 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 210
    • 0Komentar

    PATI – Naskah berjudul Anjlok dipentaskan anak-anak Teater Tsalafiyah (TeTs) MTs Salafiyah Kajen baru-baru ini. berlatar sebuah desa yang sedang panen raya, dikisahkan terjadi harga gabah yang anjlok sekaligus merugikan petani. Naskah karya Miftahur Rohim, yang juga guru madrsah tersebut memang berniat melakukan kritik persoalan tersebut melalui panggung teater. Seperti diketahui, polemik harga gabah yang […]

  • Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2024 di MA Salafiyah Kajen Pati Berlangsung Khidmat

    Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2024 di MA Salafiyah Kajen Pati Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 224
    • 0Komentar

    PATI – Madrasah Aliyah Salafiyah Kajen Pati menyelenggarakan upacara peringatan Hari Santri Nasional 2024 dengan khidmat di halaman Madrasah pada Selasa pagi (22/20/2024). Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini diikuti oleh seluruh peserta didik, tenaga pendidik, dan kependidikan MA Salafiyah Kajen. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Kepala Madrasah, Masrukhan, M.Pd. Seluruh peserta upacara mengenakan […]

  • Wabup Kudus Bellinda Birton Minta ASN Punya Karakter Strong Leadership

    Wabup Kudus Bellinda Birton Minta ASN Punya Karakter Strong Leadership

    • calendar_month Jum, 18 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 227
    • 0Komentar

    KUDUS – Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton meminta 40 peserta pelatihan kepemimpinan pengawas untuk adaptif dalam mengikuti perkembangan teknologi, semangat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memiliki strong leadership. Bellinda menilai Aparatur Sipil Negara yang berintegritas akan menjadi pengawal kebijakan Negara. Hal itu disampaikannya saat membuka pelatihan kepemimpinan pengawas kerja sama antara Badan Pengembangan Sumber […]

expand_less