Breaking News
light_mode

Persijap di Persimpangan Jalan: Antara Loyalitas, Modal, dan Keputusan Bisnis

  • account_circle Abdul Adhim
  • calendar_month Ming, 26 Jul 2026
  • visibility 449

Belakangan ini media sosial ramai membicarakan kabar bahwa Persijap Jepara akan dijual kepada investor dari luar daerah. Informasi yang beredar bahkan menyebutkan bahwa proses tersebut sudah mengarah pada tahap yang serius. Tentu saja, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang dapat dijadikan pegangan. Karena itu, semoga kabar tersebut tidak lebih dari sekadar rumor.

Namun, jika benar isu itu sedang mengarah menjadi kenyataan, ada satu pertanyaan besar yang patut diajukan. Benarkah Persijap berada di titik di mana klub harus memilih antara tetap bertahan di Jepara atau berpindah tangan kepada pihak lain?

Narasi yang berkembang menyebutkan bahwa apabila para pemangku kepentingan di Jepara tidak ikut menyuntikkan modal dalam jumlah besar, maka saham klub terpaksa dijual. Jika melihat momentum yang ada, batas waktunya kemungkinan tidak lama lagi, bahkan bisa jadi sebelum Kongres Tahunan PSSI pada 3 Agustus. Dalam forum tersebut, berbagai keputusan strategis terkait perubahan nama klub maupun perpindahan homebase berpotensi disahkan.

Di sinilah publik perlu memahami satu hal penting. Akuisisi saham klub sepak bola tidak selalu tepat dipahami sebagai investasi dalam pengertian bisnis pada umumnya. Berinvestasi di sepak bola bukan sekadar mengejar keuntungan finansial. Sebaliknya, pemilik klub harus siap mengeluarkan dana dalam jumlah besar tanpa jaminan memperoleh laba. Tidak sedikit yang menyebut bahwa memiliki klub sepak bola lebih dekat dengan aktivitas “membakar uang” daripada menghasilkan keuntungan. Kalaupun ada keuntungan, sering kali bersifat nonfinansial, seperti peningkatan citra atau kepentingan politik.

Persijap sendiri pernah memiliki saham yang diklaim sebagai milik masyarakat Jepara melalui PT Jepara Raya Multitama sebesar 20 persen. Namun, menurut penjelasan yang selama ini beredar, pemegang saham tersebut tidak lagi menambah modal sesuai proporsi kepemilikannya. Dalam dunia korporasi, kondisi seperti itu akan menyebabkan dilusi saham. Akibatnya, persentase kepemilikan terus menyusut hingga disebut-sebut kini hanya tersisa sekitar satu persen.

Apabila nantinya benar terjadi penjualan mayoritas saham kepada investor baru dan klub dipindahkan keluar Jepara, bahkan berganti nama maupun homebase, maka secara hukum yang berpindah sebenarnya adalah lisensi kompetisi Liga 1 yang dimiliki oleh PT Jepara Raya Multitama. Sementara itu, nama “Persijap” sebagai identitas klub pada prinsipnya masih dapat tetap berada di Jepara.

  • Penulis: Abdul Adhim
  • Editor: Arif

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persijap Oasis Water, Masa Depan Industri Sepakbola Modern Indonesia

    Persijap Oasis Water, Masa Depan Industri Sepakbola Modern Indonesia

    • calendar_month Sab, 18 Jan 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Persijap Oasis Water menyambut musim kompetisi 2020 Musim kompetisi 2019 menjadi titik balik klub Persijap Jepara. Pergantian kepemilikan menjadikan Laskar Kalinyamat semakin kuat. Dari segi prestasi jelas. Musim lalu komplet. Naik kasta Liga 2 dengan status juara Liga 3 Nasional. Luar biasa. Musim ini Persijap kembali membikin heboh. Antara pro dan kontra. Dalam mengarungi Liga […]

  • Apapun yang Terjadi All Out Dukung Persijap

    Apapun yang Terjadi All Out Dukung Persijap

    • calendar_month Ming, 28 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 300
    • 0Komentar

      Launching tim Persijap Jepara musim 2022/2023 Persijap Jepara tidak sedang baik-baik saja dalam menyongsong Liga 2 musim 2022/2023. Waktu persiapan yang mepet menjadi salah satu persoalan yang tampak nyata. Musim ini Laskar Kalinyamat termasuk tim yang terlambat dalam membentuk skuad. Tim baru berlatih pada bulan Juli akhir. Bandingkan dengan persiapan kontestan lain khususnya di […]

  • Bupati Sudewo Terima Lencana Dharma Bhakti, Pramuka Pati Diharapkan Jadi Garda Depan Pendidikan Karakter

    Bupati Sudewo Terima Lencana Dharma Bhakti, Pramuka Pati Diharapkan Jadi Garda Depan Pendidikan Karakter

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 888
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Pati, Sudewo, secara resmi membuka Kursus Orientasi Singkat (KOS) Majelis Pembimbing Kwartir Cabang Pati di Pendopo Kabupaten Pati. Dalam acara tersebut, Bupati Pati, Sudewo, menerima penghargaan Lencana Dharma Bhakti atas dedikasinya terhadap gerakan pramuka, Senin (17/11/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai kepramukaan agar […]

  • Pemkot Semarang Berikan Dukungan Penuh Kepada Kepemimpinan Baru PSIS

    Pemkot Semarang Berikan Dukungan Penuh Kepada Kepemimpinan Baru PSIS

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.282
    • 0Komentar

    SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan baru PSIS Semarang. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng secara resmi menyampaikan bahwa Pemkot berperan sebagai mitra strategis dalam upaya mengangkat kejayaan klub yang menjadi kebanggaan masyarakat ibu kota Jawa Tengah. Pada hari Senin (15/12), audiensi telah dilakukan di ruang rapat wali kota, dengan kehadiran CEO […]

  • Novi Eko Yulianto Fokus Bangkitkan Ekonomi Pati Melalui Jaringan Pesantren

    Novi Eko Yulianto Fokus Bangkitkan Ekonomi Pati Melalui Jaringan Pesantren

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PATI – Novi Eko Yulianto, calon Wakil Bupati Pati nomor urut 3, mengungkapkan komitmennya untuk membangkitkan perekonomian Kabupaten Pati melalui jaringan pesantren. Ia berencana membuka pasar bagi produk-produk lokal Pati di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan jaringan luas pesantren. “Yang jelas, saya ingin membangkitkan perekonomian Kabupaten Pati melalui pesantren. Jaringan pesantren ini kan seluruh Indonesia,” ujarnya. […]

  • Dialog Kebangsaan Muhammadiyah Kudus: Dakwah Persyarikatan Berbasis Ekonomi dan Kemandirian

    Dialog Kebangsaan Muhammadiyah Kudus: Dakwah Persyarikatan Berbasis Ekonomi dan Kemandirian

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.092
    • 0Komentar

    KUDUS – Muhammadiyah Kudus menggelar Dialog Kebangsaan dengan tema “Peran Politik Ekonomi Kebangsaan Muhammadiyah dalam Memajukan Dakwah Persyarikatan” di Hotel Kenari Kudus, Minggu (30/11/2025). Acara ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat peran PCM, PRM, dan ranting sebagai garda terdepan dakwah persyarikatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ketua LHKP Muhammadiyah Kudus, Dr. Bonnix Maulana, menyampaikan bahwa […]

expand_less