Breaking News
light_mode

Cerita Kader IPPNU Ciptakan Peluang Kerja di Masa Pandemi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 31 Jul 2021
  • visibility 394

 

Muhim
adalah Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama
(IPPNU) Keling, Jepara periode 2018-2020. Dia mendirikan bisnis kreatif dengan
memberdayakan sejumlah kadernya. 

JEPARA – Pandemi
global yang melanda dunia termasuk Indonesia pada awal tahun 2020 sangat
berdampak pada segala sektor, terutama sektor ekonomi. Bisnis yang pada mulanya
berjalan dengan lancar harus menerima imbas dari aturan yang telah ditetapkan
oleh pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Mulai dari Pembatasan
Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
(PPKM) Jawa-Bali, PPKM Mikro, PPKM Darurat, dan sekarang yang terbaru muncul
lagi aturan dengan istilah PPKM Level 1 sampai 4. Dampak yang di timbulkan dari
peraturan ini banyak masyarakat yang kelihangan mata pencaharian dan juga
banyak pegawai swasta yang terkena Pemutusan Hari Kerja (PHK).

Begitu juga  yang dirasakan Muhimmatul Aliyah Owner dari
Daisygift, salah satu pelaku Usaha Mikro 
Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang Handycraft, Bouquet, dan
Dekorasi. Banyak pesanan dekorasi untuk pernikahan dan mahar  yang sempat tertunda akibat pandemi.

Muhim sapaan akrabnya,
mulai membuka usaha sejak semester 6 saat masih menjadi mahasiswa di UNISNU
Jepara, dan sekarang sudah mampu mempekerjakan beberapa orang, mulai dari teman
di organisasi maupun teman disekitar rumah.

Muhim punya niat dan tekad
untuk menjalankan usahanya tetap eksis di masa pandemi, bahkah harus bisa
membantu kader-kader IPNU IPPNU dan juga teman di sekitar rumah yang sekarang
sudah tidak bekerja lagi karena terkena PHK.

Hal itu karena jiwa
loyalitas kader dan kecintaannya terhadap organisasi begitu melekat.

Namun adanya pandemi juga
membawa berkah tersendiri bagi Owner Daisygift tersebut, karena sekarang sudah
ada 4 kader IPNU dan 1 teman di sekitar rumah 
yang menjadi tenaga bantu di bisnis dekorasinya sejak pertengahan 2020
hingga sekarang, dan juga sekarang menambah 1 lagi kader IPPNU yang membantu
dalam menjalankan bisnis Handcraft dan Bouquet.

“Memang sudah niatan dari
awal merintis usaha, agar adik-adik saya di IPNU-IPPNU bisa membantu saya dalam
menjalankan bisnis, toh uangnya kan juga bisa untuk digunakan untuk kebutuhan
sehari-hari, apalagi sekarang saya didukung oleh suami, yang juga menjadi
aktivis di IPNU, dulu juga jadi Ketua PAC IPNU Keling di periode yanh sama.
Suami selalu mendorong bisnis yang kita jalankan harus ada nilai manfaat untuk
adik-adik kita (Red, IPNU-IPPNU),” kata Muhimmatul Aliyah kepada Lingkar
Muria.

Dirinya juga menyadari,
usahanya sekarang semakin lancar karena jaringan organisasi dan pertemanan yang
semakin luas. Yang dulunya hanya bisnis handycraft dan bouquet sekarang sudah
merambah bisnis dekorasi dan ini dalam tahap pengembangan agar bisa mendirikan
wedding organizer yang nantinya mitranya adalah dari rekan-rekan organisasi
maupun masyarakat umum.

“Harapannya  Daisygift bisa mendirikan semacam wedding
organizer, yang nantinya bisa menjadi satu paket untuk acara pernikahan,
customer juga lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan acara, seperti hantaran
seserahan, dekor dan fotografer,” paparnya. (nir)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alun-Alun Pati Akan Diperbaiki Secara Menyeluruh, Estetika dan Keamanan Jadi Prioritas

    Alun-Alun Pati Akan Diperbaiki Secara Menyeluruh, Estetika dan Keamanan Jadi Prioritas

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.176
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati telah resmi memulai proyek revitalisasi Alun-Alun Pati, sebuah ruang terbuka publik yang menjadi ikon dan kebanggan warga setempat. Dengan anggaran yang mencapai Rp299.366.970,14, pekerjaan perawatan menyeluruh ini ditargetkan selesai dalam waktu 40 hari, tepatnya pada tanggal 7 Desember 2025. Slamet Budi Setiyanto, Fungsional Penata […]

  • Edy Wuryanto Dorong Revisi Permendag 8/2024: Batasi Impor Agar Produk Lokal Tidak Tertindas

    Edy Wuryanto Dorong Revisi Permendag 8/2024: Batasi Impor Agar Produk Lokal Tidak Tertindas

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.500
    • 0Komentar

    JAKARTA – Fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menjadi perhatian publik di tengah situasi perlambatan ekonomi nasional. Menurut catatan Kementerian Ketenagakerjaan, periode Januari hingga November telah menyaksikan 79.302 pekerja kehilangan pekerjaan – dampak langsung dari pertumbuhan ekonomi yang hanya berkisar 5 persen. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyatakan bahwa penurunan kinerja ekonomi selama 10 […]

  • Robot Bandeng Pati Filosofi Industrialisasi

    Robot Bandeng Pati Filosofi Industrialisasi

    • calendar_month Sel, 1 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Patung Ikan Bandeng yang mirip dengan robot Desain patung di tugu bandeng tak biasa. Patung dengan panjang 26 meter dan lebar 6 meter itu didesain mirip robot. Bentuknya tak menunjukkan detail bagian tubuh ikan bandeng sama sekali, seperti umumnya di patung ikan bandeng yang sudah lebih dulu ada di Pati. Rangka utama patung ikan bandeng […]

  • Penyelidikan Kasus Penganiayaan Saat Sahur di Dukuhseti Berlangsung, Polisi Cari Identitas Pelaku

    Penyelidikan Kasus Penganiayaan Saat Sahur di Dukuhseti Berlangsung, Polisi Cari Identitas Pelaku

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.337
    • 0Komentar

    PATI – Seorang pemuda berinisial M.A.S (19) dari Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati menjadi korban dugaan penganiayaan bersama oleh sekelompok orang. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari (16/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB, ketika korban bersama dua rekannya sedang dalam perjalanan mencari makanan sahur di sekitar Perempatan Mantri Yono, Desa Ngagel. Pada saat kejadian, […]

  • Petis runting kuliner khas Pati yang tidak ada di tempat lain.

    4 Kuliner Favorit Khas Kabupaten Pati yang Wajib Dicoba

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    KULINER – Kabupaten Pati di Jawa Tengah dikenal bukan hanya karena potensi pertanian dan perikanannya, tetapi juga karena kekayaan kuliner khas Pati yang menggugah selera. Ragam makanan tradisional Pati menawarkan cita rasa unik hasil perpaduan budaya pesisir dan pedesaan Jawa. Jika kamu berencana berwisata ke daerah ini, jangan lewatkan empat kuliner legendaris yang menjadi kebanggaan […]

  • DPRD Pati Dorong Peningkatan Edukasi Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan

    DPRD Pati Dorong Peningkatan Edukasi Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.572
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Irianto Budi Utomo, menegaskan bahwa upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum semata. Peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan di jalan raya juga perlu terus digalakkan secara berkelanjutan. Selain mengubah perilaku pengendara, Irianto juga menekankan pentingnya perbaikan sarana dan prasarana […]

expand_less