DPRD Pati Dorong Penambahan Armada Suplai Air untuk Antisipasi Kebakaran
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 11 menit yang lalu
- visibility 102.514

Petugas pemadam kebakaran saat mencoba memadamkan api di TPS Plosojenar.
PATI – Keterbatasan armada mobil suplai air menjadi salah satu perhatian dalam penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Plosojenar, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian mengingat penanganan kebakaran dengan skala lebih besar membutuhkan dukungan armada dan pasokan air yang memadai. Selain persoalan armada, akses menuju lokasi juga menjadi tantangan bagi petugas pemadam kebakaran.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Narso, mengatakan proses pemadaman kebakaran pada Kamis (24/9/2026) melibatkan petugas dari sejumlah wilayah. Tim pemadam kebakaran dikerahkan dari Pos Kayen, Juwana, dan Pati Kota.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Pati mengerahkan lima unit mobil suplai air untuk menunjang kebutuhan air selama proses pemadaman berlangsung.
Menurut Narso, jumlah tersebut masih perlu ditambah untuk menghadapi kondisi kebakaran yang lebih besar. Ia memperkirakan kebutuhan ideal berada pada kisaran enam hingga tujuh unit mobil suplai.
“Kalau untuk kebutuhan air kemarin masih relatif terkendali. Tetapi jumlah armadanya memang masih perlu ditambah. Idealnya sekitar enam sampai tujuh unit mobil supply,” kata Narso.
Ia menyebut, rencana penambahan armada sebenarnya sudah pernah diajukan oleh Satpol PP bersama Satuan Pemadam Kebakaran. Namun, keterbatasan kemampuan anggaran daerah membuat pengadaan tersebut belum dapat direalisasikan pada 2026.
“Kemarin memang dari Pemadam Kebakaran dan Satpol PP sudah mengajukan pengadaan mobil supply. Tapi karena keterbatasan anggaran, belum bisa terealisasi tahun ini. Kami berharap bisa dialokasikan dan direalisasikan pada tahun depan,” ujarnya.
Narso juga menyoroti kondisi akses menuju titik kebakaran. Jalur yang belum mendukung mobilitas kendaraan pemadam membuat petugas harus mencari alternatif agar armada dapat mendekati lokasi kejadian.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, salah satu akses yang digunakan adalah jalur perkebunan milik warga. Menurut Narso, persoalan akses perlu ditangani secara bersama dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.
Ia mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) untuk ikut membantu membuka maupun meratakan akses menuju lokasi. Dukungan tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan alat berat yang tersedia.
Kesiapan armada dan akses jalan, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam mendukung kecepatan penanganan kebakaran. Terlebih, lokasi yang memiliki potensi kerawanan kebakaran membutuhkan kesiapsiagaan sarana pendukung sejak awal.
Di tengah sejumlah keterbatasan tersebut, Narso memberikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran yang tetap menjalankan tugas di lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras teman-teman pemadam kebakaran. Sesuai semboyannya, pantang pulang sebelum padam,” pungkasnya.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

