Breaking News
light_mode

Dewan Pati Minta Even Karnaval di Desa Utamakan Tradisi dan Budaya Lokal

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 15 Sep 2024
  • visibility 145

PATI – Penggunaan “sound horeg” pada acara karnaval di desa-desa di Kabupaten Pati menjadi sorotan. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menilai penggunaan alat musik keras tersebut tidak mencerminkan kearifan lokal dan malah menimbulkan keresahan di kalangan warga.

“Suara keras ‘sound horeg’ seringkali memicu konflik antarwarga, bahkan berujung pada tindak kekerasan,” ujarnya.

“Yang lebih memprihatinkan, dengan adanya ‘sound horeg’ dijadikan kesempatan berpesta bahkan sampai menjadi ajang pesta minuman keras pesertanya. Ini harus ada perhatian khusus dari pemerintah daerah dan desa,” imbuhnya.

Muslihan menekankan perlunya aturan yang jelas mengenai pelaksanaan karnaval, dengan menekankan tradisi dan budaya lokal tanpa menimbulkan keresahan di masyarakat.

Ia mengusulkan agar dikeluarkan surat keputusan atau edaran khusus dari pemerintah daerah dan desa sebagai pedoman pelaksanaan acara tersebut.

“Kita harus memastikan bahwa karnaval tetap meriah, namun tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Penggunaan ‘sound horeg’ yang tidak terkendali harus diatasi agar tidak menjadi pemicu konflik sosial,” tegasnya.

Melestarikan Budaya Lokal

Kabupaten Pati sendiri dikenal kaya akan seni tradisi dan budaya. Mulai dari kesenian tradisional seperti ketoprak, wayang, hingga kesenian khas Pati seperti Gong Cik dan Mandailing.

Muslihan berharap, karnaval di desa-desa dapat menjadi wadah untuk menampilkan dan melestarikan budaya lokal, bukan sekadar ajang pamer “sound horeg”.

“Karnaval seharusnya menjadi momen untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada generasi muda,” ujar Muslihan.

“Dengan begitu, karnaval akan menjadi kegiatan yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pemerintah desa dan daerah diharapkan dapat mengambil langkah tegas untuk mengatur penggunaan “sound horeg” dalam acara karnaval, sehingga tetap meriah namun tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta melestarikan budaya lokal

[ADV]

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dorong Upaya Preventif dan Promotif untuk Cegah Diabetes

    DPRD Pati Dorong Upaya Preventif dan Promotif untuk Cegah Diabetes

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 201
    • 0Komentar

    PATI – Diabetes Militus (DM) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia, termasuk di Kabupaten Pati. Penyakit ini kerap disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya yang seringkali tidak terasa. Menanggapi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong langkah preventif dan promotif untuk menekan angka penderita diabetes. “Bukan hanya pengobatan yang perlu […]

  • Tindakan Tegas Polsek Mayong Jepara Amankan Bahan Petasan

    Tindakan Tegas Polsek Mayong Jepara Amankan Bahan Petasan

    • calendar_month Sen, 25 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Polsek Mayong menyita bahan petasan Sebagai upaya menjaga ketenganan di bulan puasa ini, Polsek Mayong Jepara selalu sigap dalam menciptakan situasi kamtibmas. Salah satunya adalah memberikan tindakan tegas melalui razia petasan. JEPARA – Polsek Mayong Polres Jepara terus berupaya dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif selama Ramadhan. Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam upaya cipta kondisi dengan […]

  • Bocah 6 Tahun Hilang, Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Ndaleman Kayen

    Bocah 6 Tahun Hilang, Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Ndaleman Kayen

    • calendar_month Sel, 4 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 155
    • 0Komentar

    PATI – Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun, MKA, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Ndaleman, Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Senin (3/3/2025). Kehilangan tragis ini terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, setelah bocah tersebut dilaporkan hilang sejak pukul 17.00 WIB. Proses pencarian yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Tim Basarnas, BPBD Pati, Koramil 04 Kayen, Polsek Kayen, […]

  • Kental Nuansa Kearifan Lokal, Begini Filosofi Jersey Persipa Musim 2021

    Kental Nuansa Kearifan Lokal, Begini Filosofi Jersey Persipa Musim 2021

    • calendar_month Jum, 29 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 170
    • 0Komentar

      Bupati Haryanto mendapatkan Jersey home Persipa Pati dengan warna merah maroon/ Foto : PROKOMPIM PATI Jersey Persipa Pati musim 2021 terlihat elegan. Nuansa kearifan lokal sangat kental. Mulai dari motif liris batik Bakaran, hingga pemilihan warna hitam yang konon adalah warna kesukaan Syeh Jangkung alias Saridin yang menjadi julukan tim. PATI – Jersey Persipa […]

  • Jelang Nataru, Polsek Pati Kota Amankan Ribuan Botol Miras di Kandang Kambing 

    Jelang Nataru, Polsek Pati Kota Amankan Ribuan Botol Miras di Kandang Kambing 

    • calendar_month Rab, 18 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 159
    • 0Komentar

    PATI – Polsek Pati Kota berhasil mengungkap persembunyian ribuan botol minuman keras (miras) di sebuah kandang kambing di Desa Payang, Kecamatan Pati Kota, Selasa (17/12/2024). Pengungkapan ini merupakan bagian dari razia besar-besaran menjelang Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru) yang dilakukan oleh Polsek Pati Polresta Pati untuk menjaga kondusifitas wilayah. Razia yang awalnya bermula dari […]

  • Buda Luluk fasilitator Program Sekolah Penggerak saat di Tayu Pati.

    Hebat Sekolah TK di Tayu jadi Tempat Belajar Guru Rembang

    • calendar_month Jum, 6 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Puluhan guru asal Rembang jauh-jauh datang ke Tayu Pati, mereka antusias belajar di TK Annida Ya Fatimah yang berstatus Sekolah Penggerak Terakreditasi A.

expand_less