Breaking News
light_mode

Dari Singkong SMK Cordova Memborong Juara Pati Innovation Award 2021

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
  • visibility 299

 

SMK Cordova Margoyoso panen prestasi tahun
ini. Dalam ajang Pati Innovation Award 2021, sekolah itu menyabet tiga juara.

PATI – SMK Cordova
meraih juara 1 dan harapan 1 kategori pelajar/mahasiswa serta juara harapan 1
kategori umum yang diikuti oleh guru setempat.

Ketiga nomor juara
tersebut, seluruhnya didapatkan berkat hasil penelitian dan inovasi yang
berkaitan dengan singkong dan industri tapioka di daerah di mana SMK Cordova
berada, yakni Kecamatan Margoyoso.

Kecamatan Margoyoso sendiri
terkenal sebagai sentra industri tapioka di Kabupaten Pati. Data dari Dinas
Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati menyebutkan, di wilayah kecamatan
ini dan Kecamatan Trangkil, setidaknya ada 295 industri kecil menengah yang
memproduksi tepung tapioka. Rata-rata satu pabrik bisa memproduksi 30-an ton
sehari.

Juara 1 kategori pelajar
diraih oleh siswa Kelas XI jurusan Teknik Kimia Industri, yakni Nia Kartika
Putri dan Wahyu Ilham Maula. Mereka diganjar penghargaan pertama setelah
menciptakan aplikasi Descas (Determination of Starch in Cassava Tubers) Ver
1.0.

Aplikasi berbasis Android
ini ditonjolkan sebagai solusi prediksi rendemen pati dalam singkong.
Penggunaan aplikasi ini berguna dalam industri tepung tapioka.

Dijumpai di laboratorium
Kimia Industri SMK Cordova, Sabtu (31/7/2021), Wahyu menjelaskan bahwa ia dan
Nia menciptakan aplikasi ini dengan maksud membantu pengusaha tepung, petani,
maupun pembeli ketela. Sebelumnya, mereka hanya menggunakan cara tradisional
seperti mematahkan singkong dan menggigit singkong untuk mengukur kadar
rendemen.

“Aplikasi ini bisa
menghitung rendemen pati dalam singkong secara lebih efektif dan akurat.
Aplikasi Descas sudah diuji lab, hasilnya 99,9 persen akurat. Hal itu dapat
membantu para petani dalam permasalahannya yaitu permainan dagang tengkulak
yang masih ada di kalangan mereka,” jelasnya.

Wahyu menjelaskan, rendemen
sendiri merupakan kandungan dalam ketela atau singkong yang digunakan dalam
industri tapioka. Dalam satu buah ketela, terdapat unsur rendemen, serat, kadar
air, kulit luar, serta kulit dalam. Adapun kadar rendemen dalam satu buah
ketela berkisar antara 20 sampai 40 persen.

Sementara, Juara harapan 1
kategori pelajar diraih oleh tiga siswa kelas XII Teknik Kimia Industri, yakni
Dwi Ayu Puspita Sari, Ahmad Syauqillah, dan Naili Ni’mal Muna. Mereka
menciptakan rancang bangun prototipe pengolahan limbah cair tapioka.

Inovasi ini
dilatarbelakangi rasa prihatin mereka terhadap tingginya tingkat pencemaran
limbah produksi tapioka di Pati. Pencemaran ini mengakibatkan air menjadi bau.
Selain itu juga mengakibatkan kulit gatal.

Sistem pengolahan limbah
cair tersebut mereka namai E-Co Waste Water Treatment (E-Co WWT).

“Kami merasakan diri, dari
sekian banyak industri tapioka, sebelum membuang limbah, belum ada yang
diproses. Sebenarnya 2017 ada pengolahan limbah, tapi sampai sekarang belum
beroperasi, berhenti di tempat. Kami rasakan sendiri air yang tercemar bau. Air
sumur juga buat mandi jadi gatal-gatal,” kata Ahmad Syauqillah.

Dia menyebut, prototipe
sistem pengolahan limbah mereka sudah dipraktikkan di dua lokasi industri
tapioka, yakni di Desa Kajen dan Ngemplak Kidul. Selain itu, hasil pengolahan
juga sudah diuji di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT)
Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Hasilnya sudah keluar dan
terbukti efektif menjadikan air limbah sesuai parameter yang aman dan tidak
berbahaya bagi lingkungan. Dari prototipe ini, kami harap kapasitasnya bisa
diperbesar sehingga menjadi solusi bagi masyarakat di Margoyoso,” kata Ahmad.

Siswa SMK Cordova Margoyoso menerima hadiah juara Pati Innovation Award 2021 dari Bupati dan Wakil Bupati baru-baru ini.

Adapun Juara Harapan 1
Kategori Umum diraih oleh Sriatun, guru fisika SMK Cordova.  Dia menciptakan pakan ternak ekonomis
berbahan limbah bonggol singkong dari sentra industri tapioka.

Dia memang tinggal di salah
satu desa sentra tapioka, yakni Desa Sidomukti Kecamatan Margoyoso.

“Para pemilik usaha tapioka
menggunakan singkong dengan kapasitas minimal 1 ton tiap hari. Itu bisa
menghasilkan limbah bonggol singkong sampai lima gerobak,” kata dia.

Dia kemudian meneliti bahwa
bonggol singkong memiliki komposisi selulosa 70-80 persen, lignin 15-20 persen,
dan ADF 15-20 persen.

Tingginya kandungan
selulosa membuat pakan dari bahan ini berpotensi menjadi alternatif pendamping
rumput di peternakan kambing.

“Selain itu kandungan
protein hampir 80 persen. Jadi kalau diberikan pada kambing atau sapi ternak,
pada saat penyembelihan banyak kandungan dagingnya dibanding lemak,” tutur dia.

Pakan ternak berbahan
bonggol singkong ini mulai diproduksi Sriatun sejak 2019 lalu. Dia menggunakan
mesin giling berkekuatan 26 PK untuk membuat pakan ini.

Pakan ini sudah dia
komersilkan dengan label “Pakan Ternak Jaya Sentosa”. Tiap hari, dia bisa
menghasilkan sekira 20 karung. Harga per karung dengan berat sekira 50 kilogram
ialah Rp 30 ribu untuk pakan jenis basah. Adapun untuk jenis kering antara Rp
40 ribu sampai Rp 50 ribu.

Pakan ternak hasil inovasi
Sriatun ini sudah digunakan di Safin Farm, peternakan milik Wakil Bupati Pati
Saiful Arifin. Selain itu juga sudah digunakan di Rembang dan Blora. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rica-Rica Ndole, Menu Makan Siang Favorit di Kota Pati

    Rica-Rica Ndole, Menu Makan Siang Favorit di Kota Pati

    • calendar_month Rab, 12 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 539
    • 0Komentar

    KULINER – Jika sedang berada di Kota Pati Jawa Tengah jangan lupa untuk menyantap menu makan siang satu ini, rica-rica bebek di warung Nadhira Mas Dwi Rendole Desa Muktiharjo Kecataman Margorejo. Alamat warung ini tepatnya Jalan Pati – Gembong, KM 3 Rendole Muktiharjo. Sekitar 6 menitan dari Stadion Joyokusumo Pati. Di warung yang terkenal dengan […]

  • Muslihan Resmi Pimpin DPC PPP Pati untuk Masa Khidmah 2026–2031

    Muslihan Resmi Pimpin DPC PPP Pati untuk Masa Khidmah 2026–2031

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.623
    • 0Komentar

    SEMARANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pati kini telah memiliki barisan pengurus baru untuk periode lima tahun ke depan. Hal ini ditandai dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP yang mengatur susunan kepengurusan DPC setempat untuk masa khidmah 2026–2031, pada Minggu (31/5/2026). Berdasarkan dokumen SK tersebut, […]

  • DPRD Pati Siap Fasilitasi Ekspansi Usaha Perikanan Juwana ke Sukoharjo

    DPRD Pati Siap Fasilitasi Ekspansi Usaha Perikanan Juwana ke Sukoharjo

    • calendar_month Rab, 21 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 316
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Demokrat, Mukit, menyatakan kesiapannya memfasilitasi pengusaha perikanan dari Kecamatan Juwana untuk menjajaki pasar di Kabupaten Sukoharjo. Hal ini menyusul isu berkembang mengenai aktivitas perikanan di Sukoharjo yang melibatkan banyak pengusaha ikan asal Pati. “Saya akan mengajak teman-teman pengusaha perikanan di Juwana untuk ke Sukoharjo,” tegas Mukit […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Terbentuk, Gerindra Serahkan Proses ke Pansus

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Terbentuk, Gerindra Serahkan Proses ke Pansus

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 379
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati telah membentuk panitia khusus (pansus) terkait hak angket yang berpotensi memakzulkan Bupati Pati, Sudewo. Hardi, Wakil Ketua I DPRD Pati yang juga Ketua DPC Gerindra Pati, memberikan tanggapannya terkait perkembangan ini. “Ya, sudah terbentuk pansus yang terdiri dari 15 orang anggota DPRD Kabupaten Pati. Pansus inilah […]

  • Persijap Jepara Bertekad Bangkit, Juan Cortes Benahi Transisi Jelang Hadapi Borneo FC

    Persijap Jepara Bertekad Bangkit, Juan Cortes Benahi Transisi Jelang Hadapi Borneo FC

    • calendar_month Jum, 11 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.183
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara dituntut segera bangkit setelah mengawali kompetisi BRI Super League 2026/2027 dengan kekalahan. Laskar Kalinyamat kini mematangkan persiapan untuk menghadapi Borneo FC pada pekan kedua. Duel Persijap Jepara kontra Borneo FC dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Sabtu (12/9/2026) pukul 19.00 WIB. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Persijap untuk […]

  • Kiat Sukses Bisnis Ala Safin : Kerja Keras, Kerja Cerdas, Mulai dari Kecil

    Kiat Sukses Bisnis Ala Safin : Kerja Keras, Kerja Cerdas, Mulai dari Kecil

    • calendar_month Kam, 25 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Ada tiga prinsip yang harus dipegang untuk sukses dalam berbisnis. Kerja keras, kerja cerdas, dan usaha dimulai dari yang kecil, nantinya kalau ditekuni akan menjadi besar sesuai kesenangannya. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin) saat menjadi pembicara dalam event talkshow dan pelantikan BPW VI Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia Wilayah Jawa Tengah di […]

expand_less