Breaking News
light_mode

Dari Singkong SMK Cordova Memborong Juara Pati Innovation Award 2021

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
  • visibility 292

 

SMK Cordova Margoyoso panen prestasi tahun
ini. Dalam ajang Pati Innovation Award 2021, sekolah itu menyabet tiga juara.

PATI – SMK Cordova
meraih juara 1 dan harapan 1 kategori pelajar/mahasiswa serta juara harapan 1
kategori umum yang diikuti oleh guru setempat.

Ketiga nomor juara
tersebut, seluruhnya didapatkan berkat hasil penelitian dan inovasi yang
berkaitan dengan singkong dan industri tapioka di daerah di mana SMK Cordova
berada, yakni Kecamatan Margoyoso.

Kecamatan Margoyoso sendiri
terkenal sebagai sentra industri tapioka di Kabupaten Pati. Data dari Dinas
Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati menyebutkan, di wilayah kecamatan
ini dan Kecamatan Trangkil, setidaknya ada 295 industri kecil menengah yang
memproduksi tepung tapioka. Rata-rata satu pabrik bisa memproduksi 30-an ton
sehari.

Juara 1 kategori pelajar
diraih oleh siswa Kelas XI jurusan Teknik Kimia Industri, yakni Nia Kartika
Putri dan Wahyu Ilham Maula. Mereka diganjar penghargaan pertama setelah
menciptakan aplikasi Descas (Determination of Starch in Cassava Tubers) Ver
1.0.

Aplikasi berbasis Android
ini ditonjolkan sebagai solusi prediksi rendemen pati dalam singkong.
Penggunaan aplikasi ini berguna dalam industri tepung tapioka.

Dijumpai di laboratorium
Kimia Industri SMK Cordova, Sabtu (31/7/2021), Wahyu menjelaskan bahwa ia dan
Nia menciptakan aplikasi ini dengan maksud membantu pengusaha tepung, petani,
maupun pembeli ketela. Sebelumnya, mereka hanya menggunakan cara tradisional
seperti mematahkan singkong dan menggigit singkong untuk mengukur kadar
rendemen.

“Aplikasi ini bisa
menghitung rendemen pati dalam singkong secara lebih efektif dan akurat.
Aplikasi Descas sudah diuji lab, hasilnya 99,9 persen akurat. Hal itu dapat
membantu para petani dalam permasalahannya yaitu permainan dagang tengkulak
yang masih ada di kalangan mereka,” jelasnya.

Wahyu menjelaskan, rendemen
sendiri merupakan kandungan dalam ketela atau singkong yang digunakan dalam
industri tapioka. Dalam satu buah ketela, terdapat unsur rendemen, serat, kadar
air, kulit luar, serta kulit dalam. Adapun kadar rendemen dalam satu buah
ketela berkisar antara 20 sampai 40 persen.

Sementara, Juara harapan 1
kategori pelajar diraih oleh tiga siswa kelas XII Teknik Kimia Industri, yakni
Dwi Ayu Puspita Sari, Ahmad Syauqillah, dan Naili Ni’mal Muna. Mereka
menciptakan rancang bangun prototipe pengolahan limbah cair tapioka.

Inovasi ini
dilatarbelakangi rasa prihatin mereka terhadap tingginya tingkat pencemaran
limbah produksi tapioka di Pati. Pencemaran ini mengakibatkan air menjadi bau.
Selain itu juga mengakibatkan kulit gatal.

Sistem pengolahan limbah
cair tersebut mereka namai E-Co Waste Water Treatment (E-Co WWT).

“Kami merasakan diri, dari
sekian banyak industri tapioka, sebelum membuang limbah, belum ada yang
diproses. Sebenarnya 2017 ada pengolahan limbah, tapi sampai sekarang belum
beroperasi, berhenti di tempat. Kami rasakan sendiri air yang tercemar bau. Air
sumur juga buat mandi jadi gatal-gatal,” kata Ahmad Syauqillah.

Dia menyebut, prototipe
sistem pengolahan limbah mereka sudah dipraktikkan di dua lokasi industri
tapioka, yakni di Desa Kajen dan Ngemplak Kidul. Selain itu, hasil pengolahan
juga sudah diuji di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT)
Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Hasilnya sudah keluar dan
terbukti efektif menjadikan air limbah sesuai parameter yang aman dan tidak
berbahaya bagi lingkungan. Dari prototipe ini, kami harap kapasitasnya bisa
diperbesar sehingga menjadi solusi bagi masyarakat di Margoyoso,” kata Ahmad.

Siswa SMK Cordova Margoyoso menerima hadiah juara Pati Innovation Award 2021 dari Bupati dan Wakil Bupati baru-baru ini.

Adapun Juara Harapan 1
Kategori Umum diraih oleh Sriatun, guru fisika SMK Cordova.  Dia menciptakan pakan ternak ekonomis
berbahan limbah bonggol singkong dari sentra industri tapioka.

Dia memang tinggal di salah
satu desa sentra tapioka, yakni Desa Sidomukti Kecamatan Margoyoso.

“Para pemilik usaha tapioka
menggunakan singkong dengan kapasitas minimal 1 ton tiap hari. Itu bisa
menghasilkan limbah bonggol singkong sampai lima gerobak,” kata dia.

Dia kemudian meneliti bahwa
bonggol singkong memiliki komposisi selulosa 70-80 persen, lignin 15-20 persen,
dan ADF 15-20 persen.

Tingginya kandungan
selulosa membuat pakan dari bahan ini berpotensi menjadi alternatif pendamping
rumput di peternakan kambing.

“Selain itu kandungan
protein hampir 80 persen. Jadi kalau diberikan pada kambing atau sapi ternak,
pada saat penyembelihan banyak kandungan dagingnya dibanding lemak,” tutur dia.

Pakan ternak berbahan
bonggol singkong ini mulai diproduksi Sriatun sejak 2019 lalu. Dia menggunakan
mesin giling berkekuatan 26 PK untuk membuat pakan ini.

Pakan ini sudah dia
komersilkan dengan label “Pakan Ternak Jaya Sentosa”. Tiap hari, dia bisa
menghasilkan sekira 20 karung. Harga per karung dengan berat sekira 50 kilogram
ialah Rp 30 ribu untuk pakan jenis basah. Adapun untuk jenis kering antara Rp
40 ribu sampai Rp 50 ribu.

Pakan ternak hasil inovasi
Sriatun ini sudah digunakan di Safin Farm, peternakan milik Wakil Bupati Pati
Saiful Arifin. Selain itu juga sudah digunakan di Rembang dan Blora. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi D DPRD Pati Lakukan Sidak Mendadak di SMPN 1 Tayu

    Komisi D DPRD Pati Lakukan Sidak Mendadak di SMPN 1 Tayu

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.759
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SMP Negeri 1 Tayu, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada Senin (2/3/2026). Sidak dilakukan menyusul adanya laporan siswa yang belum mengambil ijazah karena merasa belum melunasi uang gedung sebesar Rp900.000. Sidak dipimpin langsung Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, bersama sejumlah […]

  • DPRD Pati Targetkan Pembangunan Optimal dengan APBD Rp2,5 Triliun di 2026

    DPRD Pati Targetkan Pembangunan Optimal dengan APBD Rp2,5 Triliun di 2026

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 357
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menggelar Rapat Paripurna pada Selasa (5/8/2025) siang, membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026. Rapat ini menyoroti proyeksi APBD Kabupaten Pati yang diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun. Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan prioritas […]

  • Tugu Bandeng, Identitas dan Kebanggaan Pati Bumi Mina Tani

    Tugu Bandeng, Identitas dan Kebanggaan Pati Bumi Mina Tani

    • calendar_month Sel, 1 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 680
    • 0Komentar

    Patung ikan bandeng raksasa ikon baru kota pati Pamor Kabupaten Pati, sebagai daerah penghasil ikan bandeng terbaik ditegaskan dengan kehadiran patung ikan bandeng raksasa berukuran sepanjang 26 meter dan lebar 6 meter di ujung barat Jalan Lingkar Selatan. Patung bandeng raksasa yang dibangun lengkap dengan taman serta air mancur tersebut menelan biaya sebesar Rp 3,8 […]

  • Jadikan Alam Sebagai Tempat Belajar

    Jadikan Alam Sebagai Tempat Belajar

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Dewi Wulandari Alam tidak hanya dapat mengusir penat serta tempat lari dari kejenuhan rutinitas, apalagi hanya latar berswafoto. Alam lebih dari itu, alam dapat memberikan banyak sekali pelajaran. Hal itu yang diyakini Dewi Wulandari. Perempuan kelahiran Jambi, 10 Februari 2000 ini medapat banyak sekali pelajaran dari alam yang pernah ia jelajahi. ”Dari alam saya dapatkan […]

  • Politik Identitas dan Perebutan Hegemoni Kuasa, Sebuah Pengantar dari Prof Azra

    Politik Identitas dan Perebutan Hegemoni Kuasa, Sebuah Pengantar dari Prof Azra

    • calendar_month Sab, 17 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 911
    • 0Komentar

       Buku Politik Identitas dan Perebutan Hegemoni Kuasa Perjalanan demokrasi dalam pelaksanaan pemilu 2014 dan 2019 cukup melelahkan dengan tensi politik tinggi. Pilpres bukan sekadar kontestasi politik yang sangat sengit, namun berdampak pada pembelahan politik, sosial, dan agama. Dari segi keterbelahan agama, meskipun para pemimpin ormas mainstream seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menyatakan netral, namun […]

  • Anggota DPRD Pati Hardi : Meron Ajarkan Nilai dan Tradisi Luhur untuk Masyarakat

    Anggota DPRD Pati Hardi : Meron Ajarkan Nilai dan Tradisi Luhur untuk Masyarakat

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 295
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Hardi, menekankan pentingnya tradisi Meron sebagai wadah untuk mengajarkan nilai-nilai luhur kepada masyarakat. Menurutnya, Meron tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga mengandung makna mendalam tentang kebersamaan, rasa syukur, dan ketaatan kepada Allah SWT. “Semoga tradisi Meron tetap lestari di Desa Sukolilo, dan dapat terus menginspirasi generasi mendatang,” ujar politisi dari […]

expand_less