Aliansi Suporter Kudus Layangkan Enam Tuntutan kepada Manajemen Persiku
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 101.757

Persiku Kudus
KUDUS – Aliansi Suporter Kudus yang terdiri dari Suporter Macan Muria (SMM), Keluarga Cemara, South Gate, Murians Tiger Boys (MTB), B2, dan Catenaccio Kudus menyampaikan surat tuntutan terbuka kepada PT Relasi Sport Muria Indonesia (PT RESMI) selaku badan hukum yang menaungi Klub Persiku Kudus.
Surat tersebut bertanggal 21 Agustus 2026 dan disebut sebagai bentuk aspirasi resmi, sah, serta mengikat secara moral dari berbagai elemen suporter Persiku Kudus.
Dalam suratnya, Aliansi Suporter Kudus menyatakan keprihatinan terhadap dinamika dan kondisi manajerial Persiku Kudus menjelang bergulirnya kompetisi. Menurut mereka, Persiku tidak hanya dipandang sebagai entitas bisnis olahraga, tetapi juga menjadi representasi identitas, kebanggaan, dan harga diri masyarakat Kudus yang telah diwariskan lintas generasi.
Atas dasar tersebut, aliansi menilai Persiku perlu dikelola secara profesional, transparan, dan visioner.
Aliansi Suporter Kudus kemudian menyampaikan enam tuntutan kepada PT RESMI.
Pertama, mereka menuntut penyelenggaraan audiensi terbuka dengan jajaran direksi PT RESMI. Pertemuan tersebut diminta digelar paling lambat 3×24 jam sejak surat tuntutan dilayangkan.
Audiensi diharapkan dihadiri Direktur Utama Abdul Fuad Amirul Adha, Direktur Operasional dan Bisnis M. Idris, Direktur Keuangan Irwansyah, serta Presiden Klub Bangun Bawono.
Aliansi juga meminta audiensi tersebut disaksikan secara langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Kudus guna menjamin objektivitas sekaligus pengawalan terhadap komitmen yang disampaikan dalam pertemuan.
Kedua, aliansi menuntut perlindungan dan pemertahanan identitas Klub Persiku Kudus secara utuh. Identitas yang dimaksud mencakup nama, lambang atau logo, warna, filosofi, maupun sejarah klub.
Ketiga, mereka meminta komunikasi publik yang transparan serta pengangkatan humas profesional. PT RESMI didesak membangun komunikasi terbuka kepada seluruh elemen suporter Persiku melalui kanal resmi klub.
Keempat, aliansi menuntut akses suporter pada pertandingan kandang Persiku yang digelar di luar Kudus. Mereka meminta pertandingan tetap diselenggarakan secara terbuka sehingga dapat dihadiri suporter sebagai bentuk dukungan langsung kepada tim.
Kelima, PT RESMI didesak menerapkan prinsip meritokrasi dalam penempatan sumber daya manusia manajemen klub. Menurut aliansi, posisi-posisi strategis harus diisi berdasarkan rekam jejak profesional, pemahaman terhadap industri sepak bola modern, serta kemampuan dan kompetensi yang relevan, bukan berdasarkan afiliasi politik maupun kedekatan personal.
Keenam, aliansi meminta pelibatan seluruh elemen suporter dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan suporter. Mereka menilai keterlibatan tersebut diperlukan dalam setiap proses pengambilan keputusan yang bersinggungan langsung dengan kepentingan dan aktivitas suporter.
Aliansi Suporter Kudus menegaskan surat tuntutan tersebut disusun berdasarkan musyawarah bersama seluruh elemen suporter yang tergabung di dalamnya dan telah disepakati secara kolektif sebagai representasi suara suporter Persiku Kudus.
Dalam bagian akhir surat, aliansi menyatakan tuntutan tersebut merupakan bentuk kecintaan, kepedulian, dan tanggung jawab moral terhadap keberlangsungan Persiku Kudus.
Mereka berharap PT Relasi Sport Muria Indonesia dapat menanggapi seluruh tuntutan secara serius, terbuka, dan konstruktif demi kebaikan bersama.
Aliansi juga menyatakan bahwa apabila dalam kurun waktu yang ditentukan tidak terdapat itikad baik dan respons yang memadai, mereka akan mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan yang sah dan konstitusional sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

