Breaking News
light_mode

Sowan Pertama dan Terakhir ke Mbah Moen

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
  • visibility 250


Momen menyejarah

Seorang wartawan koran, mengisahkan pengalamannya bertemu Mbah Moen di ndalemnya. Berjabat tangan erat selama 15 detik. Dan merasakan aura positif yang merambati ke tubuhnya. Adem. Damai di tahun politik yang panas mendidih.    


Ditempatkan di Rembang sejak awal
September 2018, setidaknya saya sudah empat kali bersua dengan kiai kharismatik
Maimoen Zubair. Dari sekian kesempatan itu, hanya sekali saya berhasil sowan
langsung dan bersalaman untuk kemudian berfoto.

Kesempatan pertama saya dapatkan
pada hari kedua bertugas di Rembang, 4 September 2018. Saat itu, K.H. Ma’ruf
Amin yang berstatus sebagai calon wakil presiden yang mendampingi presiden
petahana Joko Widodo akan sowan ke ndalem
Mbah Moen.

Masih ingat benar, saat itu saya
bersama seorang wartawan senior Rembang, Habib Hasan Yahya-wartawan Tajam TV,
dan seorang rekannya, wartawan seputarmuria.com. Kami bertiga dari Kecamatan
Kota Rembang menuju Ponpes Al Anwar, Sarang dengan mobil milik Habib.  Berangkat pagi sekitar pukul 10.00, kami
sampai di kediaman Habib, Desa Kalipang, Sarang menjelang Dhuhur.

Usai Dhuhur, kami beranjak ke
Ponpes Al Anwar Sarang. Setelah menunggu beberapa jenak, rombongan KH. Ma’ruf
Amin pun tiba. Di situlah, untuk pertama kalinya,  saya melihat dengan jarak kurang dari tiga
meter. Saya bersama rekan-rekan media saat itu berada tepat di depan panggung
untuk mengabadikan setiap momen Mbah Moen dengan K.H. Ma’ruf Amin.

Kesempatan kedua yakni ketika
seorang yang saat itu juga menjadi calon presiden, Letjend (Purn) Prabowo
Subianto, sowan juga ke kediaman Mbah Moen, kompleks Ponpes Al Anwar, Sarang
pada 29 September 2018. Sedangkan kesempatan ketiga, yakni ketika Panglima TNI
Marsekal Hadi Tjahyanto sowan ke Mbah Moen pada  30 Desember 2018.

Dari tiga kali bersua itu,
sebenarnya pada kesempatan pertama saya sempat masuk ke ndalem tempat beliau biasa menerima tamu. Namun, karena kondisi tak
memungkinkan, tentu saja saya tak bisa sowan-sebagaimana teman-teman media
lain.

Kesempatan untuk bisa benar-benar
sowan akhirnya bisa saya dapatkan, bahkan berfoto, yakni saat meliput Mbah Moen
menggunakan hak suaranya pada 17 April 2019 lalu. Ya, saat Pemilu. (Tentu saja
saya sendiri golput. Karena TPS saya di Gubug, Grobogan, dan saya tak mengurus
pindah TPS.)

Ceritanya, usai meliput prosesi
coblosan Mbah Moen yang saat itu juga didampingi Wagub Jateng Gus Yasin-putra
Mbah Moen, saya bersama beberapa kawan media saat itu dipersilakan sowan.
Alangkah bahagia hati saya kala itu.

Selain saya, ada Didin wartawan
detik.com, Mega jurnalis Kompas TV, dan dua orang humas Pemprov Jateng-
perempuan dan laki-laki.  Kami berlima
dipersilakan masuk untuk sowan oleh santri yang biasa menjadi pendamping Mbah
Moen, Kang Asrofi.

Rasanya benar-benar adem. Saya
merasa ada aura yang lain, suatu aura positif yang merambat ke sendi-sendi
darah saya. Setelah menyalami tamu-tamu lain-saat itu ada Kapolsek Sarang dan
beberapa jajaran serta Camat Sarang beserta istri, saya kemudian juga
bersalaman dengan Mbah Moen.

Kami, para pewarta awalnya berada
di depan pintu, pekewuh. Tapi oleh
Kang Asrofi kami diminta duduk bagian ruang tamu utama, tetapi di sudut timur.
Kami berlima pun berjajaran. Seorang santri kemudian mengedarkan makanan
ringan, kami mengambil satu-satu. Saya lupa makanan ringan apa yang diedarkan.

Setelah itu, kalau saya tak salah
ingat, Mbah Moen diminta mendoakan oleh Pak Camat-orang yang duduk paling dekat
dengan Mbah Moen-kepada seluruh tamu yang hadir. Kami pun aminn-aminn…

Sesi doa selesai, saya bisik-bisik
ke Didin dan Mega untuk meminta berfoto bersama Mbah Moen. Mereka setuju dan
akan menunggu momen yang tepat. Lalu sebelum pamit, Pak Camat beserta istri
meminta foto dengan Mbah Moen. Kebetulan saya yang diminta memotretkan.

Lalu tibalah kesempatan kami, atau
saya. Pertama yang bersalaman dan berfoto adalah Didin, saya yang memotretkan.
Ada tiga frame kalau tidak salah. Pakai kamera Didin, karena kami anggap yang
paling simpel.

Lalu giliran saya. Sebelum berfoto,
saya lebih dulu menciumi tangan Mbah Moen. Dan saya pun berbisik sedikit, “Foto
nggih, Mbah.” Di luar dugaan, Mbah Moen menggenggam tangan saya cukup erat,
selama sekitar 15 detik. Sebab, Mega tak juga memberi kode sudah selesai
memotret.

Terakhir, giliran Mega, dipotret
Didin. Oke. Setelah selesai, Kang Asrof memberi kode kepada kami untuk segera
meninggalkan ruang tamu. Karena sudah saatnya Mbah Moen beristirahat. Kami pun
keluar dengan gembira. Ya: berhasil mengabadikan gambar dengan kiai yang sangat
dihormati di Tanah Air, bahkan dunia.

Sekitar dua minggu setelah hari
yang bersejarah itu, saya mencetak gambar saya saat bersalaman dengan Mbah
Moen, 10 R. Saya beri figura dan saya pajang di dinding rumah. Kalau
teman-teman mampir ke rumah saya, Dukuh Gayas, Desa Ringinharjo, Gubug,
Grobogan, di salah satu sisinya akan ada foto berbingkai saya dengan Mbah Moen.

Saya sudah tahu itu akan menjadi
momen langka, karena saya tahu usia beliau sudah sepuh. Ya, 90 tahun lebih.
Karena beliau lahir pada 28 Oktober 1928.

Hari itu pun tiba, 6 Agustus 2019.
Mbah Moen wafat di tanah suci Mekah, dalam agenda berhaji. Tiga setengah bulan
setelah saya berhasil mengabadikan gambar bersamanya. Sungguh beruntung bagi
saya, punya kenang-kenangan berfoto bersama kiai yang sangat dihormati itu. 
Khusnul Khotimah, Mbah Moen!!!  
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Pansus Angket DPRD Pati: Keputusan Strategis Akan Diambil Setelah Rapat Internal

    Ketua Pansus Angket DPRD Pati: Keputusan Strategis Akan Diambil Setelah Rapat Internal

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 254
    • 0Komentar

    PATI – Proses hak angket di DPRD Kabupaten Pati terus bergulir di tengah sorotan publik dan dinamika politik lokal. Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyampaikan perkembangan terkini terkait agenda dan pihak-pihak yang akan dipanggil oleh Pansus. Pernyataan ini disampaikan seiring dengan adanya aksi demonstrasi yang digelar oleh Aliansi […]

  • Pedas Menggoda Seblak Mamita

    Pedas Menggoda Seblak Mamita

    • calendar_month Sel, 15 Sep 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Farida tak menyisakan sedikitpun kuah seblak spesial yang disantapnya di siang yang terik itu. Semua isinya tandas tak tersisa. Penggemar masakan pedas itu nampak puas dengan menu andalan dan paling laris di Kedai Mamita, Tayu tersebut. Semangkuk seblak spesial itu berisi krupuk, makaroni, bakso, sosis, ceker, dan telur. Dengan bumbu racikan dapur Kedai Mamita, seblak […]

  • Ketua PMI Pati Lantik Anggota PMR Wira SMA N 3 Pati: Siap Emban Misi Kemanusiaan

    Ketua PMI Pati Lantik Anggota PMR Wira SMA N 3 Pati: Siap Emban Misi Kemanusiaan

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 858
    • 0Komentar

    PATI – Ketua PMI Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo, secara resmi melantik anggota Palang Merah Remaja (PMR) Wira Unit SMA Negeri 3 Pati untuk periode 2025–2026 dalam sebuah upacara khidmat di SMA Negeri 3 Pati, Rabu (19/11/2025). Atik Kusdarwati Sudewo menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara dan apresiasinya kepada pihak sekolah. “Alhamdulillah pelantikan hari ini […]

  • Stadion Sriwedari Solo kandang alternatif Persiku Kudus.

    Selama Bulan Ramadan Kandang Persiku Kudus Pindah ke Stadion Sriwedari Solo, Ini Alasannya

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 2.406
    • 0Komentar

    SOLO – Stadion Stadion Sriwedari Solo resmi ditunjuk sebagai markas sementara Persiku Kudus selama bulan Ramadan, dalam mengarungi putaran ketiga Championship Liga 2. Hal ini seperti dikutip dari akun kampiun.id, pemilihan stadion di Kota Solo tersebut dilakukan karena stadion milik Persiku Kudus belum memenuhi standar untuk menggelar pertandingan pada malam hari. Persiku Kudus bakal menjamu […]

  • Polemik Perangkat Desa di Pati: DPRD Minta Pengisian Lebih Objektif

    Polemik Perangkat Desa di Pati: DPRD Minta Pengisian Lebih Objektif

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 287
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak pemerintah desa (Pemdes) untuk lebih objektif dalam proses pengisian perangkat desa mendatang. Anggota Komisi A, Danu Ikhsan Hariscandra, menekankan pentingnya objektivitas untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat desa, khususnya dalam hal administrasi. “Harapannya, pengisian perangkat desa ke depan bisa berjalan lancar dan objektif,” ujarnya. […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati: Tayangan TV Lecehkan Pesantren, Pemerintah Pusat Harus Bertindak!

    Wakil Ketua DPRD Pati: Tayangan TV Lecehkan Pesantren, Pemerintah Pusat Harus Bertindak!

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 313
    • 0Komentar

    PATI – Penayangan program televisi swasta yang dianggap melecehkan pesantren memicu reaksi keras dari DPRD Kabupaten Pati. Bambang Susilo, Wakil Ketua II DPRD Pati yang juga kader NU, mengecam tayangan tersebut dan mendesak pemerintah pusat untuk mengambil tindakan tegas. “Harapannya segera diusut tuntas. Pemerintah pusat saya kira bertanggung jawab karena yang menayangkan televisi nasional. Harus […]

expand_less