Breaking News
light_mode

Ajaran Syekh Ahmad Mutamakkin dalam Suluk Alif: Penyucian Jiwa sebagai Inti Keagamaan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
  • visibility 3.716

PATI – Di wilayah Kajen, Kabupaten Pati, warisan manuskrip tidak hanya menjadi sisa kenangan masa lalu, melainkan juga menjadi cermin khas dari bagaimana Islam berkembang dan menyatu dengan kehidupan masyarakat Jawa.

Taufiq Hakim, Filolog Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, menjelaskan bahwa keberislaman di daerah ini memiliki karakter konvergen dan vernakular, yang menyatukan ajaran ketauhidan yang kuat dengan ekspresi budaya serta nilai-nilai lokal yang sudah mendarah daging.

Perkembangan peradaban Jawa-Muslim di Kajen tidak terlepas dari kontribusi Syekh Ahmad Mutamakkin. Sebagai pangeran asal Tuban sekaligus salah satu waliyullah, beliau telah merintis dasar literasi yang mengedepankan pemikiran kritis dan kedalaman kontemplasi sejak awal abad ke-18 – sebuah periode yang juga tercermin jelas dalam bentuk arsitektur Masjid Kajen.

Salah satu bukti nyata dari ajaran Syekh Mutamakkin adalah manuskrip Suluk Alif. Karya ini ditulis oleh salah satu santri kesayangannya, Syekh Abdul Karim Al Haj, dengan menggunakan aksara Pegon dan disusun dalam bentuk tembang Macapat yang khas Jawa.

“Suluk Alif memuat riwayat perjuangan hingga ilmu-ilmu yang diajarkan Syekh Mutamakkin, yang sangat lekat dengan nuansa tradisi Jawa klasik seperti wayang,” ujar Taufiq Hakim dalam wawancara pada hari Kamis (19/3/2026).

Secara turun temurun, manuskrip ini selalu diperdengarkan melalui ritual ditembangkan dalam acara peringatan Haul 10 Syuro di Kajen. Namun, tradisi penyampaian secara lisan ini pernah terhenti pada tahun 1950-an akibat minimnya generasi muda yang memiliki kemampuan untuk menembangkannya.

Dalam Suluk Alif, Syekh Mutamakkin mengambil lakon wayang tentang Dewa Ruci sebagai sarana dakwah yang efektif. Beliau mengajak masyarakat untuk memahami kondisi sekitar dan diri sendiri melalui prinsip kawruh-penggalih (pengetahuan dan kedalaman hati), bukan hanya terpaku pada hal-hal yang sementara atau retorika kosong.

“Manuskrip Suluk Alif yang memuat riwayat dan keilmuan Syekh Mutamakkin menjelaskan itu semua. Bahwa ‘sangkan’ manusia adalah makhluk spiritual, sedangkan ‘paran’-nya ialah kejernihan niat, keteguhan batin, konsistensi antara pikiran, perasaan, dharma dan terhadap sesama,” ungkapnya.

Inti ajaran tersebut juga terangkum dalam bait tembang yang menekankan pentingnya membersihkan jiwa dari unsur-unsur yang tidak baik:

“Aja mungsi Wêrkudara/ Iya dudu ênggone agêgampil/ luwih bangêt angèlipun/ Tan kêna salah tarka/ Amung ati putih kang katon wahu/ Singgahna ning irêng abang/ têtêpana ingkang putih//”

Artinya: Jangan tergesa-gesa, Werkudara. Sebab jalan itu tidak mudah dilalui, bahkan jauh lebih sukar. (Engkau) tidak boleh salah sangka. Hanya hati putihlah tampak sejati, singkirkanlah yang kuning, hitam dan merah. Teguhkanlah yang putih.

Menurut Taufiq, konsep keagamaan yang diajarkan Syekh Mutamakkin merupakan bentuk tanggung jawab sosial-ontologis.

Manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki dimensi spiritual, dengan tujuan utama (paran) adalah menjaga kejernihan niat serta keselarasan antara pikiran, perasaan, dan kewajiban yang harus dilakukan terhadap sesama manusia.

Upaya untuk mengkaji kembali isi Suluk Alif bukanlah hanya sekadar bentuk nostalgia terhadap masa lalu, melainkan juga upaya untuk menemukan “peta jalan” yang relevan dengan zaman sekarang, agar dapat menghadapi berbagai tantangan masa depan dengan batin yang kokoh dan identitas yang dinamis.

“Ajaran ini berakar pada tradisi, berorientasi pada penghayatan, serta bertanggung jawab secara sosial-ontologis. Ini bukan nostalgia, tetapi peta jalan yang selalu diaktualisasikan untuk menghadapi masa depan. Wallaahu a’lamu bish-shawaab,” tandas dia.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWI Kudus Apresiasi Pelayanan dan Keterbukaan Informasi Publik

    PWI Kudus Apresiasi Pelayanan dan Keterbukaan Informasi Publik

    • calendar_month Sel, 6 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Para penerima penghargaan PWI Kudus KUDUS – PWI Kabupaten Kudus memberikan apresiasi khusus kepada sepuluh OPD, lembaga, instansi pemerintah dan swasta, termasuk pelaku wisata yang dinilai telah memberikan pelayanan terbaik dalam pelayanan keterbukaan informasi publik. PWI Kudus Award diberikan berbarengan dengan Sosialisasi UU Pers dan Literasi Media, Kamis (1/12/2022). Keterbukaan informasi publik menjadi tuntutan saat […]

  • DPRD Pati Minta Pemkab Serius Atasi Masalah Pengangguran

    DPRD Pati Minta Pemkab Serius Atasi Masalah Pengangguran

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 404
    • 0Komentar

    PATI – Tingginya angka pengangguran di Kabupaten Pati menjadi perhatian serius bagi anggota DPRD Pati, Muntamah. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Pati untuk segera mencari solusi mengatasi permasalahan ini. Muntamah menyoroti jumlah lapangan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah lulusan baru yang siap bekerja setiap tahunnya. “Setiap tahun ada banyak lulusan baru yang siap kerja, namun […]

  • Risma Ardhi Chandra Resmi Jabat Plt Bupati Pati Usai Sudewo Jadi Tersangka KPK

    Risma Ardhi Chandra Resmi Jabat Plt Bupati Pati Usai Sudewo Jadi Tersangka KPK

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.830
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati dengan penuh wewenang, setelah Bupati Sudewo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berdasarkan radiogram dari Menteri Dalam Negeri yang diteruskan kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, gubernur segera menerbitkan Surat Nomor 131/0000757 tanggal 20 Januari 2026. Surat […]

  • Satlantas Polres Pati Gelar Coaching Clinic

    Satlantas Polres Pati Gelar Coaching Clinic

    • calendar_month Jum, 6 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 294
    • 0Komentar

      Masyarakat bisa latihan dulu sebelum ujian praktik pembuatan SIM di Satlantas Polres Pati. PATI – Program Coaching Clinic mulai digelar Satlantas Polres Pati. Program ini sebagai pelatihan sebelum ujian praktik SIM bagi masyakarat. “Jadi, nanti pada saat ujian sudah mempunyai gambaran tentang ujiannya bagaimana, tesnya apa saja. Peserta coaching clinic didampingi oleh petugas uji […]

  • Safin FC Bersiap Jamu PSIR Rembang Minggu Ini

    Safin FC Bersiap Jamu PSIR Rembang Minggu Ini

    • calendar_month Rab, 5 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 308
    • 0Komentar

      Pertemuan panpel saat penundaan laga antara Safin FC melawan PSIR Rembang minggu kemarin. Liga 3 Jateng 2022 akan dilanjutkan kembali, setelah dihentikan sementara untuk menghormati tragedi memilukan di Stadion Kanjuruhan Malang, (1/10/2022). Safin Pati FC akan bertanding menghadapi PSIR Rembang Minggu ini, (9/10) di Gelora Soekarno Mojoagung Trangkil Pati.  PATI – Persiapan yang dilakukan […]

  • Kolak Sajian Berbuka yang Lengkap dan Islami

    Kolak Sajian Berbuka yang Lengkap dan Islami

    • calendar_month Kam, 15 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 310
    • 0Komentar

      selerarasa.com Siapa tidak tahu kolak. Kuliner khas Ramadan ini begitu melekat bagi kaum muslim di Indonesia. Menu kolak bahkan menjadi sajian wajib saat berbuka puasa. Rasanya yang manis dan segar membuat tenggorokan dan perut seperti dimanjakan dalam satu sendok kolak. Kolak yang paling populer adalah kolak pisang. Namun seiring waktu kolak berkembang lebih beragam. […]

expand_less