Breaking News
light_mode

Menyingkap Keteladanan Wirausaha dari Kiai Tionghoa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
  • visibility 292

KH Agus Sunyoto



KUDUS – Diskusi bertajuk “Menggali
Culture-Preneurship Kyai Telingsing: Inspirator Sunan Kudus,”digelar  Mubarok Food Delecia. Perusahaan jajanan
jenang itu menggandeng Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
(Lakpesdam) NU Kudus.
 Sarasehan itu dilaksanakan untuk mendedahkan
kembali kepada khayalak tentang keteladanan salah satu kyai yang masyhur di
Kudus tersebut.
Direktur Mubarok Food Delecia,
Muhammad Hilmy menyatakan, sarasehan tersebut bertujuan untuk meningkatkan
pemahaman masyarakat akan ajaran-ajaran Culture-Preneurship dari Kyai Telingsing,
mulai dari nilai kebudayaan, kewirausahaan, dan hubungan antar keduanya.
Dalam sarasehan tersebut, hadir dua
narasumber yang masyhur dalam ilmu sejarah Islam Nusantara. Yakni Asmaji
Muchtar yang berlatar belakang akademisi sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan
Islam Kyai Telingsing, dan Agus Sunyoto penulis buku Atlas Walisongo sekaligus
Ketua Pengurus Pusat Lembaga Seni Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU.
Asmaji Muchtar menyatakan bahwa
sejarah tidak banyak yang mencatat siapa Kyai Telingsing. Kekaburan sejarah ini
membuat adanya perbedaan versi tentang kehidupan Kyai Telingsing. Yang paling
mendasar dari perbedaan tersebut yakni terkait asal usul Kyai Telingsing itu
sendiri. Dia menyebutkan setidaknya ada dua argumen tentang hal itu. Pertama,
sebagian sejarawan atau peneliti menganggap bahwa Kyai Telingsing berasal
adalah seorang keturunan Arab (ayah) yang beribu Tionghoa.
Suasana diskusi
Sedangkan, lanjut Asmaji, pandangan
kedua berasal dari penuturan masyarakat yang berargumen bahwa Kyai Telingsing
adalah anak Kyai Sungging, seorang pribumi dari Desa Sunggingan. Kyai Sungging
kemudian melakukan perjalanan ke negeri Cina menggunakan layang-layang.
Sesampainya di Cina, Kyai Sungging menikah dengan gadis pribumi dan melahirkan
Kyai Telingsing. Di usia 17 tahun, Kyai Telingsing diperintahkan oleh ayahnya
untuk kembali ke Jawa Dwipa untuk melanjutkan dakwah ayahnya.
“Pengetahuan tentang Kyai
Telingsing secara umum hanya didapat melalui laku spiritual atau meditasi. Yang
tentu tidak dapat dikategorikan sebagai catatan sejarah yang valid,”
terangnya.
Sama halnya dengan Asmaji, Agus
Sunyoto menyatakan jejak Kyai Telingsing yang sampai saat ini masih abu-abu
dalam kaca mata sejarah. Hal itu dibuktikan dengan Denys Lombard yang sama
sekali tidak menemukan bukti arkeologi sama sekali pada makam Kyai Telingsing.
Dia hanya mendapatkan penuturan dari juru kunci makam yang intinya tidak jauh
berbeda dengan argumen kedua yang di kemukakan oleh Asmuji.
Membaca hal itu, Agus berulangkali
mencoba menganalisis penuturan-penuturan yang ada. Namun hal itu sama sekali
tidak bisa dilogika oleh ilmu sejarah. Berdasarkan hasil penelusuran dari
berbagai literatur, dia berkesimpulan bahwa Kyai Telingsing merupakan tokoh tua
di antara Cina Muslim yang tinggal di pantai Utara Jawa yang seusia dengan
Raden Kusen Adipati Pecat Tanda Terung.
Menurutnya Kyai Telingsing
merupakan seorang bergolongan saudagar dari kalangan Cina Muslim yang melakukan
dakwah di Kudus dan sekitarnya. Atas cerita yang masih simpang siur tersebut,
Agus mengajak agar masyarakat lebih mengutamakan pemahaman tentang keteladanan
Kyai Telingsing dalam berdakwah. Selain itu juga tetap memperbanyak literasi
sejarah Kyai Telingsing. Agar data sejarah yang telah ada semakin valid.
“Yang lebih penting dari
perdebatan keabu-abuan sejaran ini adalah keteladanan dari Kyai Telingsing. Dan
masyarakat Kudus harus bisa meneladaninya,” tururnya. (alb)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Para Atlet dan Pelatih di Pati Akhirnya Dapatkan Bonus Porprov Jateng 2023

    Para Atlet dan Pelatih di Pati Akhirnya Dapatkan Bonus Porprov Jateng 2023

    • calendar_month Sab, 23 Des 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 273
    • 0Komentar

    PATI – Setelah menunggu dengan sabar, para atlet dan pelatih dari berbagai cabang olahraga yang berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Jateng Pati Raya pada 5 – 11 Agustus 2023 akhirnya mendapatkan bonus yang mereka peroleh. Bonus tersebut telah dibayarkan dan ditransfer ke rekening masing-masing atlet dan pelatih. Untuk pembayaran bonus atlet, dilakukan secara […]

  • Dewan Pati Minta BPD dan Kepala Desa Jalin Sinergitas dalam Pembangunan Desa

    Dewan Pati Minta BPD dan Kepala Desa Jalin Sinergitas dalam Pembangunan Desa

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 306
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan kepala desa dalam membangun desa di Kabupaten Pati. “Kesuksesan program pembangunan desa sangat bergantung pada sinergi yang baik antara BPD dan kepala desa,” ujarnya. Teguh menjelaskan bahwa BPD memiliki peran penting dalam mengkawal aspirasi masyarakat desa. […]

  • Pemkab Jepara Bentuk Karangrandu Sebagai Desa Tangguh Bencana

    Pemkab Jepara Bentuk Karangrandu Sebagai Desa Tangguh Bencana

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Pembentukan desa tangguh bencana di Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan Jepara Pembentukan desa tangguh bencana (destana) di Jepara memiliki arti penting. Sebab Kota Ukir memiliki permasalahan tinggi terkait bencana, bahkan nomor 10 di Jawa Tengah.  JEPARA – Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan dibentuk sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana). Pembentukan ini dihadiri langsung oleh Penjabat Bupati Jepara Edy […]

  • DPRD Pati Tekankan Pentingnya Pembinaan PKL Berdasarkan Perpres

    DPRD Pati Tekankan Pentingnya Pembinaan PKL Berdasarkan Perpres

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.966
    • 0Komentar

    PATI – Alun-Alun Kembangjoyo yang berlokasi di Jalan Kembangjoyo, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kalidoro, Kota Pati, dibangun Pemerintah Kabupaten Pati untuk menampung para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang harus direlokasi dari zona merah. Zona merah tersebut mencakup Alun-Alun Simpanglima Pati serta beberapa jalan protokol lainnya. Sebelumnya, para PKL yang direlokasi ini ditempatkan di kawasan Perhutani Pati […]

  • Miris Nasib Lapangan Takraw Pati Sering Tergenang Banjir

    Miris Nasib Lapangan Takraw Pati Sering Tergenang Banjir

    • calendar_month Sen, 13 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Kondisi lapangan sepak takraw Pati yang berada di halaman SD Negeri 2 Dukuhseti usai hujan deras. Jadwal latihan tim sepak takraw Pati untuk ajang Porprov 2023 kacau. Penyebab lapangan tempat pemusatan latihan mereka di halaman SD Negeri 2 Dukuhseti sering tergenang air saat hujan deras.  PATI – Lapangan sepak takraw yang ada di halaman SD […]

  • Kapolda Jateng Ingatkan Masyarakat Pati untuk Tidak Main Hakim Sendiri

    Kapolda Jateng Ingatkan Masyarakat Pati untuk Tidak Main Hakim Sendiri

    • calendar_month Jum, 21 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 320
    • 0Komentar

    PATI – Masyarakat harus menghormati proses hukum dan tidak boleh melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap pelaku kejahatan atau individu yang diduga melanggar hukum. Hal ini disampaikan dengan tegas oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat mengunjungi Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati pada Kamis (20/6/2024) siang. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda beserta jajaran memberikan penyuluhan dan edukasi hukum […]

expand_less