Breaking News
light_mode

Edy Wuryanto Minta Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Penonaktifan PBI

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
  • visibility 2.071

JAKARTA – Penonaktifan kepesertaan bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan berisiko menimbulkan kondisi darurat dalam layanan kesehatan, terutama bagi pasien penyakit kronis dan anak-anak yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Hal ini ditegaskan Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto.

Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) mencatat minimal 30 kasus pasien gagal ginjal kehilangan akses hemodialisis karena status PBI mereka tiba-tiba tidak aktif tanpa pemberitahuan sebelumnya. Layanan hemodialisis sendiri merupakan intervensi medis yang tidak dapat ditunda karena menyangkut nyawa pasien.

“Ini bukan sekadar persoalan administrasi. Ini menyangkut hidup dan kesehatan pasien,” kata Edy.

Penonaktifan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 yang mulai berlaku 1 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya pembaruan data peserta PBI oleh Kementerian Sosial. Dalam kebijakan ini, peserta yang dinonaktifkan akan digantikan oleh penerima baru sehingga total jumlah peserta PBI di tingkat nasional tetap stabil.

BPJS Kesehatan menyampaikan bahwa peserta yang statusnya tidak aktif masih berhak mengajukan reaktivasi melalui proses verifikasi lapangan, khususnya untuk masyarakat miskin dan rentan miskin, pasien penyakit kronis, serta kasus dengan kondisi medis darurat.

Namun menurut politisi dari PDI Perjuangan tersebut, implementasi di lapangan menunjukkan bahwa banyak penonaktifan dilakukan secara sepihak, tanpa komunikasi yang jelas, dan tidak berdasarkan penilaian objektif.

Bahkan, kebijakan tersebut seringkali mengabaikan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2015 yang secara eksplisit melindungi kelompok orang miskin dan tidak mampu agar tidak dikeluarkan dari skema jaminan sosial.

“Kasus penonaktifan PBI dan PBPU Pemda ini bukan hal baru. Sudah berulang dan selalu masalahnya sama, yakni tidak ada komunikasi ke masyarakat. Warga baru tahu kepesertaannya nonaktif saat datang berobat, ketika sudah sakit dan butuh layanan,” ujar Edy.

Politisi asal Dapil Jawa Tengah III itu mengingatkan bahwa prinsip continuity of care (kelangsungan perawatan) merupakan dasar utama dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional.

Pasien gagal ginjal yang memerlukan cuci darah secara berkala, pasien kanker yang menjalani kemoterapi rutin, hingga anak-anak dengan kebutuhan terapi tumbuh kembang tidak dapat menunggu proses administratif. Jika layanan dihentikan, pasien terpaksa harus membayar biaya yang sangat besar yang jelas tidak mampu mereka tanggung.

Edy menyatakan bahwa pembaruan data melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun peralihan ke Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 memang penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Namun demikian, negara wajib menyediakan langkah pengaman kebijakan agar masyarakat yang faktualnya masih tergolong miskin atau rentan miskin tidak menjadi korban dalam proses pembersihan data.

“Hak atas kesehatan tidak boleh kalah oleh prosedur administratif,” ujarnya.

Dia juga mengemukakan faktor struktural yang menjadi latar belakang penonaktifan massal. Di antaranya adalah keterbatasan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang hanya mencakup sekitar 96,8 juta peserta PBI, keterbatasan anggaran daerah akibat penurunan transfer ke daerah hingga Rp200 triliun, serta perubahan basis data dari DTKS ke DTSEN yang pada Juli 2025 silam menyebabkan sekitar 7,3 juta peserta dinonaktifkan.

Legislator tersebut menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ini. Edy mendorong penyelenggaraan sidang dengar pendapat skala nasional yang melibatkan Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, dan BPJS Kesehatan untuk memastikan bahwa pembaruan data dilakukan dengan akurat, transparan, dan tidak memutus akses layanan bagi kelompok rentan.

Ia juga menekankan agar Kementerian Sosial dan Dinas Sosial se-Indonesia tidak menonaktifkan kepesertaan pasien penyakit kronis dan mereka yang memerlukan terapi rutin, serta melakukan pembersihan data secara objektif sesuai PP 76/2015 dengan melakukan kunjungan langsung kepada warga yang akan diverifikasi.

Menurutnya, rencana penonaktifan harus diinformasikan secara terbuka dengan menampilkan daftar calon peserta yang akan dinonaktifkan di tingkat RT, RW, atau desa agar masyarakat tidak terkejut ketika sedang dalam kondisi sakit dan membutuhkan layanan.

Selain itu, Edy mengajak masyarakat pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari kategori PBI maupun Penerima Bantuan Pemerintah Kabupaten (PBPU) untuk secara proaktif memeriksa keaktifan kepesertaannya, baik melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas atau klinik, maupun melalui aplikasi JKN Online. Jika ditemukan statusnya tidak aktif, masyarakat diminta segera mengajukan proses reaktivasi ke dinas sosial daerah setempat.

“Dalam kondisi pasien sudah sakit dan baru tahu kepesertaannya nonaktif, reaktivasi harus segera dilakukan. Kemensos dan Dinsos wajib bergerak cepat, dan BPJS Kesehatan harus segera memasukkan kembali ke master file kepesertaan aktif agar pasien terlindungi,” katanya.

Dia menegaskan bahwa negara tidak boleh mengabaikan kondisi ini.

“Pembaruan data itu penting, tetapi memastikan tidak ada pasien gagal ginjal, pasien kanker, dan anak-anak yang terputus perawatannya adalah kewajiban negara. Di sinilah negara harus benar-benar hadir,” tuturnya.

Editor: Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Jateng Ajak Masyarakat Kudus Perkuat Cinta Nabi Lewat Sholawat

    Wagub Jateng Ajak Masyarakat Kudus Perkuat Cinta Nabi Lewat Sholawat

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 310
    • 0Komentar

    KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengajak masyarakat Kudus menjadikan sholawat sebagai momentum untuk memperkuat cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan menumbuhkan semangat persatuan serta kedamaian. Hal ini disampaikan Gus Yasin dalam acara New Shantika Bersholawat di Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (26/7/2025). Ribuan masyarakat dan siswa anggota […]

  • Pembukaan Popda Jepara tahun 2023

    POPDA Ajang Cari Bakat Olahraga Pelajar

    • calendar_month Kam, 28 Sep 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 325
    • 0Komentar

    POPDA Jepara tahun 2023 resmi digelar diharapkan menjadi cikal bakal bibit atlet yang berprestasi

  • Pegiat Seni Paringga Jati Raras Pati Cetuskan Tari Cikgongsir

    Pegiat Seni Paringga Jati Raras Pati Cetuskan Tari Cikgongsir

    • calendar_month Sel, 7 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 298
    • 0Komentar

      Mengangkat unsur kearifan lokal Kabupaten Pati, pegiat seni Paringga Jati Raras mencetuskan Tari Cikgongsir. Pementasan pertamanya di Taman Budaya Jawa Tengah mengundang decak kagum penonton. PATI – Puluhan anak muda dari sanggar seni Paringga Jati Raras Kabupaten Pati Jawa Tengah cetuskan tarian tradisional dari daerahnya tersebut yang diberi nama Cikgongsir. Tarian Cikgongsir pertama kalinya […]

  • Ketua DPRD Pati Hadiri Penandatanganan Pakta Integritas Se-Jateng

    Ketua DPRD Pati Hadiri Penandatanganan Pakta Integritas Se-Jateng

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.003
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Pati Ali Badrudin turut serta dalam acara penandatanganan Pakta Integritas Pimpinan DPRD dan Kepala Daerah se-Jawa Tengah, bersama Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. Kegiatan yang juga menjadi pembukaan Dialog Antikorupsi kolaborasi KPK RI dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berlangsung di Grahadi Bhakti Praja, Semarang, pada Kamis (30/3). Acara yang diikuti […]

  • Penyandang Disabilitas Jepara Difasilitasi Pembuatan SIM D

    Penyandang Disabilitas Jepara Difasilitasi Pembuatan SIM D

    • calendar_month Sen, 6 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 325
    • 0Komentar

      Penyandang disabilitas di Jepara saat membuat SIM D di Mapolres Jepara JEPARA – Sebanyak 6 orang anggota Komunitas Motor Difabel Jepara  (KMDJ) dan 6 orang pendamping dari keluarga penyandang difabel difasilitasi untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) D khusus difabel dan SIM C untuk mobilitas dan aksebilitas. “Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Disabilitas […]

  • Bela Harga Diri Petani di Tulakan Jepara Putus Jembatan Tambang Ilegal

    Bela Harga Diri Petani di Tulakan Jepara Putus Jembatan Tambang Ilegal

    • calendar_month Sab, 8 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Para petani memotong kayu kelapa yang menjadi jembatan untuk akses tambang ilegal batuan di Sungai Kaligelis, Desa Tulakan, Donorojo, Jepara Sejumlah petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margo Utomo Desa Tulakan Kecamatan Donorojo Jepara melakukan tindakan tegas. Mereka memotong jembatan yang menjadi akses tambang ilegal yang mengancam jaringan irigasi sawah mereka. JEPARA – […]

expand_less