Breaking News
light_mode

Ratusan Ribu Bibit Gratis untuk Lahan Kritis di Jepara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 10 Des 2019
  • visibility 182

Bibit tanaman. Sumber : Diskominfo Jepara  
JEPARA
– Lahan kritis di Kabupaten Jepara mendapat perhatian. Dinas Lingkungan Hidup
setempat bahkan sudah menyiapkan sekitar 400 ribu bibit tanaman keras siap
tanam, di Kebun Bibit Dinas (KBD), Bangsri.

Bibit-bibit tanaman itu disiapkan sebagai langkah penghijauan
lahan kritis. Kepala DLH Jepara Farikah Elida, baru-baru ini mengatakan,
sebagian besar bibit yang disalurkan ke masyarakat merupakan bibit tanaman
keras. Diantaranya adalah bibit pohon sengon, jati, trembesi, elo, cemara, dan
mahoni. Selain itu juga tanaman buah seperti durian, rambutan, matoa, alpukat,
sirsat dan kelengkeng.

“Bibit tanaman keras memang lebih banyak jumlahnya, lantaran kami
lebih fokus untuk program konservasi. Tanaman keras dibutuhkan untuk
menghijaukan kembali lahan kritis yang ada di wilayah Kabupaten Jepara,” terangnya.

Lahan kritis di Jepara mencapai 349,05 hektare tersebar di sekitar
lereng Gunung Muria, Batealit, Bangsri, Keling, Mayong dan Kembang. Paling
besar di Kecamatan Batelait dan Keling.

Kepala Seksi Pengendalian Kerusakan dan Pengembangan Kapasitas
Pemulihan di DLH Jepara, Duddy Ika Kurniawan mengatakan, tanaman yang
disediakan ini berpotensi bisa menyimpan cadangan air seperti trembesi dan elo,
cocok jika ditanam di wilayah DAS (Daerah Aliran Sungai).

Lebih lanjut, dia menyebut perbaikan lahan kritis tidak hanya
mengarah ke daerah lereng gunung saja. Wilayah pesisir pantai yang juga
mengalami ancaman lahan kritis juga mendapatkan perhatian.

Ada beberapa wilayah pesisir pantai yang menghadapi ancaman abrasi
laut. Sedikitnya ada empat titik yang saat ini sudah menjadi perhatian serius
untuk bisa dipulihkan. Wilayah tersebut meliputi Ujungwatu, Mororejo, Bulak,
dan Tanggul Tlare.

“Daerah-daerah itu menghadapi ancaman besar abrasi laut. Tahun
depan akan jadi prioritas. Tanaman yang akan disiapkan untuk wilayah pantai
adalah mangrove, cemara, dan ketapang. Saat ini bibit-bibit tanaman tersebut
sudah ada namun jumlahnya masih sedikit,” jelasnya. (has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Desa Watuaji Antusias Meriahkan Peluncuran Embung Pule Krentel

    Warga Desa Watuaji Antusias Meriahkan Peluncuran Embung Pule Krentel

    • calendar_month Sab, 24 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 210
    • 0Komentar

    JEPARA – Suasana meriah menyelimuti Desa Watuaji, Kecamatan Keling, Jepara dengan diadakannya acara peluncuran Embung Pule Krentel, yang dihadiri oleh sekitar 200 warga desa, perangkat desa, Karang Taruna, Banom NU, mahasiswa KKN IPMAFA, TIM Outbound Watuaji, dan Camat Keling, pada Minggu (18/08/2024). Sebelum acara peluncuran resmi, warga diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan menarik. Jalan […]

  • Gencarkan Razia, Satpol PP Sita Ratusan Botol Miras

    Gencarkan Razia, Satpol PP Sita Ratusan Botol Miras

    • calendar_month Sel, 16 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    DOKUMEN DISKOMINFO JEPARA JEPARA – Satpol PP kembali menggelar razia minuman keras (miras). Kali ini miras yang berhasil diamankan bahkan mencapai ratusan botol, yang didapat dari beberapa wilayah Kamis (11/10/2018). Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara, Istono, mengatakan, barang bukti pertama diperoleh dari tangan inisial BU, warga Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan. Dari rumahnya, petugas […]

  • DPRD Pati: Program Cek Kesehatan Gratis, Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

    DPRD Pati: Program Cek Kesehatan Gratis, Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 200
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mendapat apresiasi dari DPRD atas program cek kesehatan gratis yang digencarkan. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati, menilai langkah Dinkes sudah bagus, terutama dengan mendatangi langsung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengajak para pegawai memanfaatkan program tersebut. “Upaya ini sudah bagus, terutama dengan menjangkau OPD dan nantinya […]

  • BRI Unit Tlogorejo Peduli, Salurkan Bantuan ke 12 Warga Kurang Mampu

    BRI Unit Tlogorejo Peduli, Salurkan Bantuan ke 12 Warga Kurang Mampu

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 179
    • 0Komentar

    PATI – BRI Unit Tlogorejo, Pati, menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat sekitar dengan menyalurkan bantuan sembako kepada 12 warga kurang mampu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI untuk meringankan beban ekonomi warga yang membutuhkan. Kepala Unit BRI Tlogorejo, Mundhi Pranoto, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada para penerima di sekitar kantor […]

  • DPRD Pati Tekankan SPPG Harus Bertanggung Jawab dan Amanah dalam Penyelenggaraan Program MBG

    DPRD Pati Tekankan SPPG Harus Bertanggung Jawab dan Amanah dalam Penyelenggaraan Program MBG

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.810
    • 0Komentar

    PATI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati yang dilaksanakan pada bulan puasa lalu menarik perhatian luas masyarakat, bahkan menjadi viral. Hal ini disebabkan beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai tidak sesuai standar, dengan menu dan porsi yang dianggap tidak sebanding dengan anggaran resmi yang telah dikeluarkan pemerintah. Menanggapi kondisi tersebut, Anggota […]

  • Nama Unik Tiga Armada Damkar Pati, Ini Filosofinya

    Nama Unik Tiga Armada Damkar Pati, Ini Filosofinya

    • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 201
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati resmi mengoperasikan tiga unit armada pemadam kebakaran (Damkar) baru. Ketiga armada ini diberi nama oleh Bupati Pati, Sudewo, dengan mengambil nama-nama tokoh pewayangan: Ontoseno, Gatotkaca, dan Ontorejo. Bupati Pati Sudewo mengungkapkan alasan di balik pemberian nama tersebut saat diwawancarai media. “Dengan filosofi yang terkandung dalam nama-nama itu, diharapkan ketiga armada […]

expand_less