Breaking News
light_mode

Cegah Corona, Pemdes Pelemgede Periksa Warga Perantauan yang Pulang

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 27 Mar 2020
  • visibility 192
Spanduk sosialisasi cegah corona 

Satu per satu warga berdatangan ke
kantor desa. Ruang tamu di kantor itu disulap menjadi posko yang sederhana. Hanya
ada satu bidan desa yang dibantu beberapa perangkat desa, mereka melakukan
pemeriksaan kesehatan kepada warganya yang baru saja pulang merantau.

PATI – Posko penanggulangan virus corona (Covid-19)
dibuat di Desa Pelemgede. Hal itu untuk mendeteksi kondisi kesehatan warga
desanya yang baru saja pulang dari perantauan.

Namun, kegiatan itu dirasa penuh
risiko. Pihak pemerintah desa sendiri cukup khawatir, mengingat saat melakukan
pemeriksaan terhadap warga perantauan yang pulang, alat pelindung diri yang
dikenakan hanya berupa masker dan sarung tangan saja.

Kekhawatiran itu tidak berlebihan,
mengingat daerah-daerah asal perantauan yang merupakan zona merah, dimana sudah
terjadi kasus pasien positif corona yang meninggal dunia. Disamping itu,
langkah pemerintah desa setempat juga perlu diapresiasi, mengingat langkah
pencegahan yang pro aktif ini akan membantu pemerintah dalam upaya mencegah
persebaran virus tersebut.

Kepala Desa Pelemgede Hadi Mustamar
mengungkapkan, pihaknya memang berkomitmen untuk melakukan pencegahan agar
warga desanya tidak terkena wabah corona. ”Ini bagian dari upaya pencegahan
kami. Diantaranya melakukan sosialisasi dengan selebaran yang ditempel-tempel
di tempat umum, penyemprotan disinfektan, hingga membuat posko penanggulan
virus corona dengan sasaran para perantau yang pulang agar memeriksakan diri,”
terang Hadi Mustamar.
Suasana pengecekan warga perantauan 

Saat ini (26/3/2020) sudah ada 23
warga desanya yang pulang merantau. Mulai dari luar kota seperti Semarang, Jakarta,
Surabaya, dan juga Batam. Dari luar negeri kebanyakan warga desanya perantauan
dari Malaysia. Total ada sekitar 200-an warga desanya yang merantau, namun
belum dipastikan dalam waktu dekat apakah akan pulang atau tidak.

”Sebenarnya kami arahkan untuk
langsung periksa ke puskesmas atau ke rumah sakit. Namun banyak warga yang
enggan. Karena itu kami berinisiatif dengan membuat posko ini,” jelasnya.

Setiap perantau yang dating, lanjut
kepala desa, mereka dilakukan cek kesehatan berupa pengukuran suhu tubuh, tensi
darah, dan pemberian multivitamin. Setelah itu mereka dianjurkan beristirahat
selama dua pekan.

”Yang kami periksa semua sehat.
Tidak ada keluhan seperti batuk maupun flu. Semoga sehat semua,” imbuhnya.

Untuk melakukan antisipasi ini,
kepala desa mengandalkan bidan desa, serta kader-kader kesehatan desa. Di Desa
Pelemgede ada 30 kader kesehatan. Termasuk untuk mengingatkan warga agar tidak
berkerumun, dan menjaga diri, menjaga kebersihan dan kesehatan masing-masing. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Para pemain timnas Indonesia yang turun sejak awal menghadapi Jepang. (INSTAGRAM TIMNAS INDONESIA)

    Timnas Indonesia Dihajar Jepang 6 – 0, Pelajaran Berharga di Osaka

    • calendar_month Sel, 10 Jun 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 284
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Kekalahan telak 0‑6 dari Jepang dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Osaka pada Selasa, 10 Juni 2025, bisa terasa menyakitkan. Namun jika ditarik ke dalam perspektif yang tepat, hasil ini justru menawarkan banyak pembelajaran penting bagi Timnas Indonesia. Jarak Kualitas Tim Masih Terang Jepang tampil sangat dominan, mencatat 22 tembakan—setengahnya on target—sementara […]

  • DPRD Pati Dorong Pemkab Kembangkan Ekonomi Kreatif Melalui Seni Pertunjukan

    DPRD Pati Dorong Pemkab Kembangkan Ekonomi Kreatif Melalui Seni Pertunjukan

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 262
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan ekonomi kreatif di sektor seni pertunjukkan. Hal ini sejalan dengan penetapan seni pertunjukkan sebagai Sub Sektor Unggulan dalam pengembangan ekonomi kreatif oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenkraf RI). “Kami sebagai anggota legislatif sangat mendorong dan mengapresiasi langkah ini, […]

  • Peningkatan Kasus HIV di Kudus, Peran Agama dalam Pencegahan Diperlukan

    Peningkatan Kasus HIV di Kudus, Peran Agama dalam Pencegahan Diperlukan

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 228
    • 0Komentar

    KUDUS – Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus melaporkan peningkatan kasus HIV yang menjalani pengobatan antiretroviral (ARV). Direktur RSI Sunan Kudus, Dr. Syaifudin, menyatakan keprihatinan tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga pencegahan yang melibatkan edukasi dan pendekatan keagamaan. “Fokus kita adalah menjaga pasien tetap sehat dan produktif, namun mencegah penularan baru sama pentingnya,” tegasnya. Dr. […]

  • Antisipasi Kasus Covid—19 Naik Bupati Pati Stop PTM

    Antisipasi Kasus Covid—19 Naik Bupati Pati Stop PTM

    • calendar_month Sab, 12 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto meninjau kegiatan PTM beberapa waktu yang lalu PATI –Saat ini Kabupaten Pati mengalami kenaikan kasus Covid-19. Bupati Haryanto mengambil langkah antisipatif agar kasus Covid-19 tidak meledak. Pembelajaran tatap muka (PTM) dihentikan sementara mulai Senin 14 Feberuari 2022. Bupati menghentikan kegiatan PTM di semua jenjang. Bupati Pati Haryanto mengeluarkan Surat Edaran No : 440 […]

  • Alif Sumadi Spesialis Peternak Murai Batu

    Alif Sumadi Spesialis Peternak Murai Batu

    • calendar_month Sab, 20 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Jadi Peternak Karena Kepincut Teman DOKUMEN PRIBADI Sebelumnya pekerjaan Alif Sumadi memang tak jauh dari dunia perburungan. Dia bekerja sebagai penjual jangkrik untuk pakan burung. Namun pekerjaan itu dia tinggalkan saat kepincut penghasilannya temannya yang sukses ternak burung. Rumahnya bisa dibilang gedongan, dibanding rumah di sekelilingnya. Di depan rumah terparkir satu unit mobil jenis minibus. […]

  • Masa Jabatan Kades 9 Tahun : Jalan Tengah Menjaga Stabilitas dan Pembangunan Desa

    Masa Jabatan Kades 9 Tahun : Jalan Tengah Menjaga Stabilitas dan Pembangunan Desa

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Pembangunan di desa harus lebih dioptimalkan lagi. Usulan masa jabatan kepala desa menjadi 9 tahun adalah sebuah jalan tengah. Para kepala desa menilai tambahan masa jabatan itu untuk menjaga kesinambungan pembangunan desa, para kepala desa membutuhkan waktu tambahan jabatan karena masa enam tahun dinilai tidak efektif. JAKARTA – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Abdul Halim […]

expand_less