Breaking News
light_mode

Anti Rayap Ramah Lingkungan dari SMPN 3 Pati dapat Juara Internasional

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
  • visibility 135

 

Anggota tim sains project mendapat penghargaan dari Kepala SMPN 3 Pati Rukayah

PATI – Tim sains
project SMP Negeri 3 Pati berhasil menorehkan prestasi membanggakan, dengan
meraih juara di ajang bergengsi World Invention Creativity Olympic (WICO).
Inovasi anti rayap dari  limbah kulit
randu dan tembakau mengantarkan mereka menjadi yang terbaik.

Tim dari SMP N 3 Pati itu
terdiri dari Fernandito Akbar K, Fatih Adianta Hutomo, Meitri Ayuisyari, Fiqy
Trisa Insani, dan Brenda Dwi Artika.

Dalam ajang tersebut,
projek sains yang mereka tunjukkan berjudul “The Utilization of Tobacco Leaves and
Kapok Shell Ash For Producing anti Termite Biopesticide as the Friendly
Environmental Wood Protector” atau biopestisida anti rayap tanah dari filtrat
tembakau dan ekstrak limbah kulit randu untuk melindungi kayu pada bangunan
dari serangan rayap tanah.

Ketua projek sains
Fernandito Akbar mengatakan, karya itu berhasil usai melakukan eksperimen
selama tujuh bulan terakhir ini. Meskipun dalam proses penelitian terdapat
kendala pada alat yang memang masih minim.

“Kami terinspirasi melihat
banyaknya limbah kulit randu yang tak terpakai di Desa Karaban, Kecamatan
Gabus. Bila biasanya kulit randu hanya dibuang begitu saja, ternyata ini bisa
menjadi bernilai ekonomi yang baik jika diolah menjadi anti rayap. Kandungan
alkaloid sangat baik untuk melindungi kayu,” jelasnya kepada Lingkar Muria.

Sementara, Kepala SMP N 3
Pati Rukayah mengaku bangga atas keberhasilan para peserta didik dan guru
pembimbingnya. Meski baru pertama kali tampil, langsung berhasil meraih juara
setelah menyisihkan ratusan peserta dari 24 negara. Negara peserta antara lain
dari Amerika, Jepang dan Singapore.

“Kami menjadi satu-satunya
tingkat SMP yang ikut sementara rivalnya banyak juga dari tingkat SMA dan
perguruan tinggi,” imbuhnya.

Koordinator guru pembimbing
Mohamad Rauf menambahkan, temuan biopestisida anti rayap itu dikatakannya ramah
lingkungan, lantaran dibuat tanpa bahan kimia apapun.

“Semua bahannya dari
tumbuh-tumbuhan jadinya tidak membahayakan bagi kesehatan,” pungkasnya. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jepara Terima Penghargaan Adipura Kencana

    Jepara Terima Penghargaan Adipura Kencana

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta  Adipura Kencana disabet Kota Jepara. Penghargaan tertinggi kota terbersih ini menjadi kado manis bagi komitmen menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Prestasi membanggakan diraih Kabupaten Jepara. Daerah berjuluk Kota Ukir itu meraih penghargaan Adipura Kencana sebagai kota sedang terbersih di Indonesia tahun 2022. Di Jawa Tengah, hanya Jepara yang mendapatkan penghargaan […]

  • Persiku Kudus Naik Kasta ke Liga 2, Bebas dari Ejekan Tim Liga 3 Abadi

    Persiku Kudus Naik Kasta ke Liga 2, Bebas dari Ejekan Tim Liga 3 Abadi

    • calendar_month Ming, 2 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 128
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persiku Kudus berhasil promosi ke Liga 2. Sebelumnya banyak yang meragukan Persiku Kudus akan melaju sejauh ini di kompetisi Liga 3. Kepastian promosi ke Liga 2 membuat Persiku Kudus akan lepas dari ejekan sebagai tim Liga 3 abadi. Kini Persiku Kudus sudah sejajar dengan dua klub tetangga, Persijap Jepara dan Persipa Pati. Liga […]

  • Desa Giling Meriahkan HUT RI dengan Kirab Bendera Raksasa Sepanjang 100 Meter

    Desa Giling Meriahkan HUT RI dengan Kirab Bendera Raksasa Sepanjang 100 Meter

    • calendar_month Sab, 17 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 115
    • 0Komentar

    PATI – Warga Desa Giling, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Jawa Tengah merayakan HUT RI ke-79 dengan cara unik dan meriah. Warga desa, bersama anak-anak sekolah dari tingkat SD hingga MTs, berpartisipasi dalam kirab bendera raksasa sepanjang 100 meter pada Jumat (16/8/2024). Gambar Garuda Pancasila turut diarak dalam pawai bendera raksasa tersebut. Beberapa orang juga mengangkat […]

  • Relawan DGP8 Pati Lakukan Aksi Sosial, Bagikan Nasi Bungkus untuk Menangkan Ganjar-Mahfud

    Relawan DGP8 Pati Lakukan Aksi Sosial, Bagikan Nasi Bungkus untuk Menangkan Ganjar-Mahfud

    • calendar_month Jum, 9 Feb 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Pati – Relawan Ganjar-Mahfud, Dukung Ganjar Pranowo Presiden ke-8 (DGP8) Pati (DGP8) Pati melaksanakan aksi sosial dengan membagikan ratusan nasi bungkus kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Juwana pada Jumat (9/2/2024). Dalam acara tersebut, puluhan relawan DGP8 membagikan sekitar 300 nasi bungkus di Alun-Alun Kecamatan Juwana. Selain membagikan nasi bungkus, para relawan juga memberikan atribut seperti […]

  • Semur Kutuk Legendaris Langganan Wakil Bupati Saiful Arifin

    Semur Kutuk Legendaris Langganan Wakil Bupati Saiful Arifin

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Jadi Langganan Pejabat, Sehari Habiskan 10 Kilogram Ikan Kutuk   Wakil Bupati Pati Saiful Arifin sedang menyantap semur kutuk Masakannya sederhana. Bumbu semur lengkap yang gurih dengan potongan ikan Kutuk. Jadilah namanya semur kutuk. Karena rasanya yang khas, kuliner ini menjadi buruan orang-orang. Para pejabat sering kali datang, termasuk Wakil Bupati Pati Saiful Arifin yang menjadi […]

  • DPRD Pati Sidak Desa Koripandriyo, Temukan Sistem Presensi Manual

    DPRD Pati Sidak Desa Koripandriyo, Temukan Sistem Presensi Manual

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 129
    • 0Komentar

    PATI – Komisi A DPRD Kabupaten Pati kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Desa Koripandriyo, Kecamatan Gabus, Kamis (15/5/2025). Sidak tersebut difokuskan pada pengecekan kedisiplinan dan kinerja perangkat desa dalam memberikan pelayanan publik. Hasil sidak menunjukkan sistem presensi di Balai Desa Koripandriyo masih menggunakan metode manual. “Presensi masih manual dan otomatis tidak ada. Apalagi alat […]

expand_less