Breaking News
light_mode

Mengingat Lagi Kamal Djunaidi : Hari Ini 51 Tahun Lalu Sang Legenda Sepak Bola Jepara Itu Pergi…

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 20 Agu 2024
  • visibility 696

 

JEPARA – Tidak bisa dipungkiri semua orang Jepara hampir pasti tidak asing saat menyebut nama Kamal Djunaidi.

Ingatan orang akan selalu tertuju pada sebuah stadion kecil di Jalan Jenderal Sudirman di bilangan Demaan, Jepara Kota itu.

Stadion milik pemerintah daerah itu sengaja diberi nama Kamal Djunaidi sebagai sebuah penghormatan untuk pemain bola berbakat di Kota Ukir pada masa lalu.

Berbicara tentang sepak bola dan klub Persijap Jepara, kita tak bisa lupa dengan sosok legenda bernama Kamal Djunaidi ini.

Tepat hari ini 20 Agustus 1973, talenta berbakat itu pergi di usia yang sangat muda belum genap 20 tahun usianya.

 

Kamal Djunaidi sendiri lahir pada 30 Desember 1954. Kamal Djunaidi tinggal di Kelurahan Panggang Kota Jepara.

Kamal Djunaidi meninggal dunia dalam tragedi final Piala Makutarama 51 tahun lalu di Salatiga, sambaran petir dalam pertandingan puncak itu membuat Kamal tergeletak untuk selamanya.

Kamal Djunaidi adalah sosok legenda sepak bola Jepara dan klub Persijap Jepara itu sendiri.

Sejarah Kamal Djunaidi

Ghufron rekan satu tim Kamal Djunaidi di Piala Makutarama 1973 mengisahkan (Yapara Voetbal Magazine Volume 1),  bahwa Kamal Djunaidi merupakan sosok pemain dengan dedikasi tinggi untuk klub yang dibelanya.

Kamal sapaan akrabnya, sudah membela Persijap Jepara saat masih duduk di bangku SMA.

Dia memiliki bakat yang bagus sebagai pemain depan, individunya bagus, tendangannya juga bagus.

Siti Komiyatun, kakak Kamal Djunaidi juga mengisahkan Kamal senang bola sejak kecil. Mulai serius latihan umur 15 atau 16 tahun.

Dia latihan di alun-alun setiap selesai Sholat Asar. Karena dinilai punya bakat pesepakbola dia kemudian diajak latihan tim Persijap Jepara. Bahkan Kamal jarang tidur di rumah, kalau tidak di masjid ya di mess.

Usia SMA Kamal sudah resmi jadi pemain Persijap Jepara.  Waktu bermain di Piala Makutarama atas nama Kodim Jepara, tapi membawa semua pemain Persijap Jepara. Namanya tim Kodim Jepara. Ya, itu jadi pertandingan terakhirnya.

 

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyedihkan, Banyak Media Iklan Ditempel di Pohon-pohon

    Menyedihkan, Banyak Media Iklan Ditempel di Pohon-pohon

    • calendar_month Rab, 6 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 306
    • 0Komentar

    MERUSAK LINGKUNGAN : Sungguh disayangkan sebatang pohon di pinggir Jalan Juwana – Margoyoso turut Desa Bakaran Kulon menjadi sasaran tempel berbagai jenis iklan. (has)

  • Komisi B DPRD Pati Soroti Anjloknya Harga Ketela, Minta Solusi Konkret

    Komisi B DPRD Pati Soroti Anjloknya Harga Ketela, Minta Solusi Konkret

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 523
    • 0Komentar

    PATI – Kondisi petani ketela di Kabupaten Pati saat ini tengah mengalami kesulitan akibat penurunan harga jual yang signifikan. Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslihan, menyatakan keprihatinannya atas situasi ini dan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk segera mengambil tindakan. “Keadaan petani ketela saat ini sangat memprihatinkan. Penurunan harga terjadi sementara biaya produksi tetap tinggi. […]

  • Banjir Menggenang Pemancing Datang

    Banjir Menggenang Pemancing Datang

    • calendar_month Sen, 8 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Setia menunggu umpan disambar ikan Cerita Banjir di Pati Wilayah Timur Banjir menggenangi beberapa desa di Batangan dan Juwana sejak Sabtu (6/1) lalu. Genangan airnya menyuguhkan pemandangan berbeda. Diantara genangan air di sana-sini, banyak warga datang menenteng pancing dan segepok umpan, berharap dapat satu, atau dua ikan untuk dibawa pulang. Yono (32) nampak duduk santai. […]

  • Tari Rondhek Banyumanis Unjuk Gigi di Jateng Fair 2019

    Tari Rondhek Banyumanis Unjuk Gigi di Jateng Fair 2019

    • calendar_month Rab, 10 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Tarian Rondhek Banyumanis  JEPARA – Kabupaten Jepara menampilkan kesenian Tari Rondhek dari Desa Banyumanis Kecamatan Donorojo, di Pameran, Rekreasi, Produk Pembangunan (PRPP) Jateng Fair akhir pekan lalu di Semarang. Sebanyak 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Jepara unjuk gigi dalam ajang tahunan tersebut. Mulai dari produk khas daerah, hingga keunikan seni dan budaya masing-masing. […]

  • Pentingnya Generasi Muda NU Paham Aswaja Ala Nahdliyah

    Pentingnya Generasi Muda NU Paham Aswaja Ala Nahdliyah

    • calendar_month Sel, 25 Feb 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 427
    • 0Komentar

    DOKUMEN PRIBADI Belakangan ini, banyak kelompok Islam mengatasnamakan diri ahlussunah. Namun praktiknya yang terjadi jauh dari kehidupan waljamaah. Kelompok ini beranggapan bahwa untuk memahami ajaran agama serta mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari cukup dikembalikan pada Al Qur’an dan Sunnah (Hadist). Di sinilah, generasi muda NU perlu cerdas. Generasi muda NU mesti paham mengenai ajaran-ajaran yang dilestarikan […]

  • Kepala Dispermades Pati Tri Haryama.

    Kepala Dispermades Pati Ikut Dipanggil KPK Soal OTT Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa, Begini Ceritanya

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 1.650
    • 0Komentar

    PATI – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati, Tri Hariyama, mengaku turut dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan. Pemanggilan tersebut berkaitan dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pati, Sudewo, dalam dugaan kasus jual beli jabatan perangkat desa. Tri mengatakan, pemeriksaan dilakukan di Polsek Sumber, Kabupaten Rembang, pada Senin […]

expand_less