Breaking News
light_mode

Banjir Menggenang Pemancing Datang

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 8 Jan 2018
  • visibility 214

Setia menunggu umpan disambar ikan


Cerita Banjir di Pati Wilayah Timur
Banjir
menggenangi beberapa desa di Batangan dan Juwana sejak Sabtu (6/1) lalu. Genangan
airnya menyuguhkan pemandangan berbeda. Diantara genangan air di sana-sini,
banyak warga datang menenteng pancing dan segepok umpan, berharap dapat satu,
atau dua ikan untuk dibawa pulang.
Yono (32) nampak duduk santai. Tangan kirinya memegang
rokok, sesekali memnghisapnya, tangan kanan memegang gagang pancing. Sudah satu
jam lebih, pria yang mengenakan kaos coklat ini setia menunggu umpan demi umpan
yang ia lemparkan, bermaksud agar disambar ikan. Namun, nasibnya pagi itu tak
terlalu mujur. Yono baru mendapat dua ekor ikan lele. Satu ekor ukuran
tanggung, satunya lagi kecil.
Yono tak sendiri, di samping kanan kirinya masih ada banyak
orang, mereka duduk-duduk santai di sepanjang sawah yang tergenang, juga menunggu
umpannya disambar ikan yang lapar. Pagi itu memang suasanya berbeda, di Desa
Raci yang masuk wilayah Kecamatan Batangan, air banyak yang menggenang akibat
luapan air sungai setelah hujan lebat pada Jumat (5/1/18) petang lalu.
Meski begitu, banjir yang datang tak melulu membuat
warganya meradang. Meski banyak lahan pertanian dengan tanaman padi yang
mayoritas berumur dua bulan terendam hingga nyaris tak terlihat ujungnya.

Baca juga : IDI Pati peduli banjir salurkan bantuan
Pagi kemarin, banyak yang terlihat riang sambil
menenteng pancing. Di beberapa tempat seperti di pesawahan yang terendam, sudah
seperti tempat wisata pemancingan saja. Ada warga desa sendiri, tak sedikit
juga warga luar desa. Seperti Budi (34) warga Sambiroto- Rembang ini jauh-jauh
datang untuk memancing.



Budi mengaku, datang sejak pagi. Dia dapat kabar
banyak ikan di kolam milik warga yang lepas. ”Kemarin ada kabar, ikan-ikan di
kolam milik warga lepas. Ikannya beragam, dari lele, hingga nila. Lumayan,
selain buat menyalurkan hobi memancing, barangkali juga bisa buat lauk nanti,”
kata Budi sembari serius memperhatikan umpan yang ia lemparkan di air yang
menggenagi lahan pesawahan itu.
Meski begitu, pria bertopi itu tak juga mendapat
banyak ikan seperti yang diharapkannya. ”Mungkin sudah sejak kemarin, jadi
ikannya sudah mulai berkurang,” kata Budi yang hasil pancingannya lebih baik
sedikit dari Yono.
Bagi Budi dan juga Yono, tak mengapa ikan yang didapat
cuma sedikit. Bagi mereka mancing memang hobi untuk menghibur diri, bukan hasil
yang menjadi patokan. Bagi Yono sendiri yang juga menjadi korban banjir,
mancing bisa menjadi obatnya agar tetap gembira, meski banjir merendam tempat
tinggalnya sejak Sabtu lalu.
Tak hanya orang dewasa, di jalan-jalan desa, anak-anak
kecil lalu lalang kesana kemari. Mereka berjalan santai juga satu, dua terlihat
membawa pancing dan umpan.  Banjir datang
memang tak melulu membuat warganya meradang, di tengah musibah wajah sumringah
dan riang tetap terpancar. Meski air masih saja menggenang. (
Nur Kasan)



  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesona Safira Ika Pemain Timnas yang Bikin Meleleh

    Pesona Safira Ika Pemain Timnas yang Bikin Meleleh

    • calendar_month Kam, 11 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 337
    • 0Komentar

      Safira Ika Putri/Instagram  Menjadi seorang pemain sepak bola tidak membuat Shafira Ika Putri kehilangan pesona kecantikannya. Perempuan berambut panjang ini tetap terlihat menawan. Shafira Ika Putri adalah pemain sepak bola wanita kelahiran 21 April 2003. Safira Ika bermain di posisi bek, dia juga menjadi kapten di tim nasional. Karirnya sebagai pemain sepak bola dimulai […]

  • Kolaborasi, Anggota DPRD Pati Suhartini dan Dinsos Tangani Gelandangan

    Kolaborasi, Anggota DPRD Pati Suhartini dan Dinsos Tangani Gelandangan

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 212
    • 0Komentar

    PATI – Kasus Kris Sugiyanto (50), warga Kaborongan yang hidup tanpa tempat tinggal dan mengalami depresi, menyoroti kondisi rumah singgah di Kabupaten Pati. Setelah mendapat perawatan di Rumah Pelayanan Sosial PGOT Karya Mandiri, Pemalang, perhatian kini tertuju pada perbaikan fasilitas rumah singgah di Pati. Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Suhartini (PDI Perjuangan), yang berperan […]

  • Suka Tantangan Keluar dari Zona Nyaman

    Suka Tantangan Keluar dari Zona Nyaman

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Juara Intelegensia Duta Wisata Pati 2019 Orang biasanya menyenangi zona nyaman. Dan cenderung menghindari tantangan. Namun hal itu tak berlaku dalam kamus kehidupan Juara Intelegensia Duta Wisata Kabupaten Pati 2019. Sheryl FebiValentine. Gadis kelahiran Pati, 16 Februari 1996 ini malah suka dengan tantangan baru dan mencoba keluar dari zona nyaman. ”Saya percaya. Belajar hal baru […]

  • Proper Emas Bukan Pencapaian Akhir

    Proper Emas Bukan Pencapaian Akhir

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Sinergi              Peran pemerintah dalam hal pembangunan mempunyai jangkauan yang sangat luas, dimulai yang bersifat pelayanan operasional hingga pada persoalan ideologis dan spiritual. Di Indonesia mempunyai peran strategis melakukan kombinasi antara menggali, menggerakkan dan mengombinasikan faktor sumber daya yang tersedia seperti tenaga kerja, biaya, peralatan, partisipasi dan kewenangan yang sah. Pemerintah turut berperan sebagai elemen […]

  • Kinerja Positif PWI Pati Diganjar Penghargaan dari RS Keluarga Sehat

    Kinerja Positif PWI Pati Diganjar Penghargaan dari RS Keluarga Sehat

    • calendar_month Sel, 9 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    PWI Pati dapat penghargaan dari RS KSH Pati PATI – Atas kinerjanya dalam pemberitaan yang aktif dan berdampak positif bagi masyarakat, organisasi profesi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pati mendapat penghargaan dari RS Keluarga Sehat (KSH). Penghargaan “Best Commitment: Mitra Kerja dengan Pemberitaan yang Teraktif dan Berdampak Positif bagi Masyarakat” itu diterima langsung oleh Ketua PWI […]

  • Miris Lihatnya, Anak Sebatang Kara di Gembong-Pati Cacat Mental dan Fisik

    Miris Lihatnya, Anak Sebatang Kara di Gembong-Pati Cacat Mental dan Fisik

    • calendar_month Kam, 12 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Diasuh Tetangga, Masih Minim Uluran Tangan Malang benar nasib Santoso. Remaja yang mengalami cacat fisik dan mental itu hidup sebatang kara. Ayah serta ibunya meninggal di perantauan. Sehari-hari, kini Santoso diasuh tetangganya. Dari kejauhan, sebuah bilik kecil dari papan kayu menyita perhatian. Bentuknya lebih mirip kandang hewan ternak. Kurang layak untuk ditinggali orang sekarang. di […]

expand_less