Breaking News
light_mode

Liga Dihentikan Persipa Gelorakan #DiurusCah-Cah Jilid 2

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
  • visibility 283
Manager Persipa Pati Dian Dwi Budianto meninjau latihan tim/ Doc Persipa


Kondisi sulit mulai dirasakan manajemen Persipa Pati, selama penghentian kompetisi Liga 2 tidak ada pemasukan padahal manajemen harus tetap mengeluarkan kewajiban untuk pemain dan pelatih. Karena itu manajemen menggelorakan #DiurusCah-Cah untuk membantu tim.

PATI – Per bulan pengeluaran manajemen Persipa Pati untuk operasional tim mencapai 600 jutaan tanpa ada pemasukan. Manajemen mulai gelisah karena tidak ada pemasukan sama sekali selama liga dihentikan. Karena itu pihak manajemen ingin menggugah rasa masyarakat Kabupaten Pati yang merasa memiliki tim berjuluk Laskar Saridin ini.

“Pengeluaran gaji dan operasional tim mencapai 600 jutaan perbulan, tapi dalam kondisi kompetisi dihentikan seperti ini kami tidak ada pemasukan. Kondisi ini sulit, tapi kami masih berusaha berjuang. Kami meyakini kompetisi akan segera dilanjutkan kembali. Saat ini tim masih latihan seperti biasa, gaji tetap kami bayarkan. Tapi tidak ada pemasukan karena liga tidak jalan,” jelas Manager Persipa Pati Dian Dwi Budianto.

Dian mengakui sebagai tim kecil sekaligus pendatang baru di Liga 2, selain sponsor, Persipa sangat mengandalkan pemasukan dari penjualan tiket pertandingan. Karena itu manajemen kembali menggaungkan #DiurusCah-Cah Jilid 2 unutk membantu kondisi keuangan tim. 

“Kami ingin memggugah rasa suporter dan masyarakat Kabupaten Pati, kita harus merasa memiliki Persipa Pati. Tim sekarang masih optimistis berjuang. Karena itu harus disupport penuh. Musim lalu gerakan ini terbukti berhasil mengangkat prestasi Persipa Pati,” imbuh Dian.

Selanjutnya langkah nyata gerakan ini nantinya ditindaklanjuti dengan gerakan membeli merchandise asli Persipa Pati. Yaitu dengan penjualan jersey fantasy kit yang harganya lebih terjangkau. 

“Selain itu kami juga sudah menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah untuk menawarkan jersey fantasy kit ini ke seluruh ASN, selain jersey fantasy kit bisa juga membeli jersey resmi liga. Sifatnya tidak wajib, kalau diwajibkan nanti bisa jadi masalah. Bagi yang merasa memiliki Persipa Pati saja. Karena Persipa bukan milik satu golongan saja, tetapi milik seluruh masyarakat,” paparnya. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Tekankan Pelestarian Kesenian Tradisional Butuh Dukungan Nyata Pemerintah

    DPRD Pati Tekankan Pelestarian Kesenian Tradisional Butuh Dukungan Nyata Pemerintah

    • calendar_month Kam, 18 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.183
    • 0Komentar

    PATI – Keberlangsungan kesenian tradisional di Kabupaten Pati menjadi perhatian khusus Anggota Komisi A DPRD Pati, Suharmanto. Ia menilai warisan seni budaya daerah kini menghadapi tantangan berat akibat arus modernisasi yang kian deras, serta masih terbatasnya dukungan dari pemerintah daerah. Menurut Suharmanto, upaya pelestarian selama ini lebih banyak bergantung pada inisiatif masyarakat dan para pelaku […]

  • Anggota Komisi C Suyono Pertanyakan Sistem Perencanaan dan Spek Kontruksi Bangunan Jembatan Pelemgede

    Anggota Komisi C Suyono Pertanyakan Sistem Perencanaan dan Spek Kontruksi Bangunan Jembatan Pelemgede

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 431
    • 0Komentar

    PATI – Jembatan di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, ambrol setelah diguyur hujan beberapa hari terakhir. Padahal, jembatan tersebut baru saja selesai diperbaiki. Menyikapi kejadian ini, DPRD Pati langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (24/10/2025) Anggota Komisi C DPRD Pati, Suyono, memberikan komentarnya terkait ambrolnya jembatan tersebut. Ia menyoroti sistem perencanaan […]

  • Sepak Takraw Jepara Juara Umum Porprov 2018

    Sepak Takraw Jepara Juara Umum Porprov 2018

    • calendar_month Kam, 25 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Para atlet, pelatih dan official sepak takraw Jepara menunjukkan raihan medalinya di Porprov 2018 JEPARA – Cabang olahraga sepak takraw mendulang lima medali emas untuk kontingen Kabupaten Jepara. Dengan koleksi lima medali emas tersebut, tim Jepara menyabet predikat sebagai juara umum cabor sepak takraw di Porprov XV Surakarta 2018. Dengan begitu, Kota Ukir kembali menegaskan […]

  • Teliti “Cagar Budaya” di Gunungsari Pati

    Teliti “Cagar Budaya” di Gunungsari Pati

    • calendar_month Ming, 28 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

      Penelitian bangunan diduga cagar budaya di Desa Gunungsari, Tlogowungu, Pati PATI – Keberadaan sejumlah objek diduga cagar budaya di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu mendapat perhatian dari Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Diberitakan Suara Merdeka (18/3/2021), upaya observasi pun dilakukan tim BPCB Jateng dengan mendatangi langsung Candi Pomahan Ajar di Desa Gunungsari, […]

  • Tidak Korupsi Sama Dengan Menjaga Marwah Manusia

    Tidak Korupsi Sama Dengan Menjaga Marwah Manusia

    • calendar_month Ming, 19 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 287
    • 0Komentar

    BUDAYA – Perbincangan soal muruah atau marwah sangat menarik, dalam acara Suluk Maleman, Sabtu (18/5) malam. Terlebih dengan kehadiran KH. A. Mustofa Bisri yang membedah soal tema menjaga muruah tersebut. Kiai kharismatik yang akrab disapa Gus Mus ini menyebut bahwa koruptor dinilai tak dapat menjaga muruah atau kehormatan dirinya sebagai manusia. “Sebuah hadits yang menegaskan […]

  • Kue Gandos Manis, Jajanan Legendaris Era 80 hingga 90an

    Kue Gandos Manis, Jajanan Legendaris Era 80 hingga 90an

    • calendar_month Sab, 17 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 956
    • 0Komentar

    Menikmati Serunya Jajanan Nostalgia Di Jepara utara, bagi anak kelahiran 90an, pasti kenal dengan jajanan satu ini. Namanya Kue Gandos. Jajanan ini sudah ada sejak 1979. Cita rasa serta bahan membuatnya, hingga kini tetap dipertahankan. Dari jauh, mata Rifa’i berbinar. Dia melihat seorang pria lanjut usia menuangkan satu adonan ke dalam cetakan. Sesekali pria itu […]

expand_less