Breaking News
light_mode

Tiba dengan Selamat, Pemudik Disambut Bupati Haryanto

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 11 Jun 2018
  • visibility 225

PATI – Para pemudik yang memanfaatkan program mudik
gratis tiba Terminal Kembangjoyo Sabtu (9/6) malam lalu. Kedatangan mereka
langsung disambut Bupati Haryanto bersama Forkopimda.
Bahkan, bupati beserta Forkopimda
telah menunggu pemudik di terminal sejak pukul 21.00 lebih. Para pemudik
kemudian baru sampai sekitar pukul 23.00. Ada empat bus yang sampai.
Bupati Haryanto menuturkan, kegiatan mudik
gratis ini paling tidak bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Serta
membantu meringankan beban pemudik. Seperti diketahui, harga tiket kendaraan
biasanya melonjak menjelang mudik lebaran seperti ini.
”Selain hal itu, mudik gratis juga
bisa menekan angka pemudik sepeda motor. Mudik dengan motor sangat rawan. Sebab
menempuh jalan ratusan kilometer lebih. Lebih aman dan nyaman mudik dengan
kendaraan seperti bus ini,” terang Bupati Haryanto didampingi dari Forkopimdan
dan juga Kepala Perwakilan Jasa Raharja Pati.
Selain itu, kepada pemudik, bupati
berpesan supaya setelah sampai di kampung halaman, waktunya dipergunakan untuk
silaturahmi. ”Jangan neko-neko. Setelah sampai di tanah kelahiran waktunya
silaturahmi, jangan hura-hura. Sebab setelah lebaran mereka juga akan kembali
lagi pada rutinitasnya,” pesan bupati.

Kurangi Pemudik Motor
Kedatangan pemudik ini merupakan
fasilitasi dari PT Jasa Raharja. Sementara bus dari pemkab pati baru akan tiba
di Terminal Kembangjoyo pada Minggu malam (10/6). Ada delapan bus yang
dijadwalkan akan tiba.
Sementara itu Kepala Perwakilan
Jasa Raharja Pati, Yoga Sasongko menuturkan, kegiatan mudik ini merupakan
program yang telah berjalan sejak kurang lebih 2009 lalu. ”Antusias masyarakat
yang ingin mudik menggunakan bus cukup banyak, untuk itu kegiatan ini terus
berlangsung,” kata Yoga.
Lanjutnya, untuk tahun ini ada 11
bus yang disediakan, namun yang sampai di Terminal Kembangjoyo ada empat bus,
satu bus berisi 50 penumpang. Lainnya berhenti di terminal seperti di Jepara,
Kudus, dan kota-kota lain. Untuk kuota yang bisa mengikuti mudik gratis, Jasa
Raharja tak membatasi. ”Program ini untuk mereka yang mudik menggunakan sepeda
motor, kami alihkan untuk mau naik bus. Pendaftarannya melalui sistem online. Jadi tergantung pendaftarnya,”
imbuh Yoga.
Salah satu penumpang, Suwanti
mengaku senang dengan program mudik gratis ini. Dia yang mudik bersama kedua
anaknya merasa sangat terbantu. ”Terimakasih telah ada program mudik gratis.
Sangat membantu, apalagi ongkos pulang kampung sekarang sangat mahal,”
jelasnya. (has)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Bupati Jepara Apresiasi BUMDes Tegal Makmur Tegalsambi

    Pj Bupati Jepara Apresiasi BUMDes Tegal Makmur Tegalsambi

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 633
    • 0Komentar

    DESA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tegal Makmur di area Taman Wisata Tegalsambi, Kecamatan Tahunan mendapat apresiasi langsung dari Penjabat (Pj) Bupati Jepara H. Edy Supriyanta. Hal ini itu diungkapkan Edy Supriyanta saat meresmikan Kantor BUMDes Tegal Makmur di area Taman Wisata Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Minggu, (4/2/2024). Pj Bupati menyebut Desa Tegalsambi merupakan desa […]

  • Miras Masih Marak Beredar di Jepara

    Miras Masih Marak Beredar di Jepara

    • calendar_month Rab, 29 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 225
    • 0Komentar

    JEPARA – Polsek Pakis Aji Polres Jepara mengadakan operasi minuman keras (miras), petugas berhasil menyita puluhan botol miras dari sebuah acara pesta atau pagelaran musik dangdut di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara pada malam Senin (27/5/2024). Kapolsek Pakis Aji, Iptu Suyatmoko, mengatakan bahwa sebanyak 40 botol minuman keras dari berbagai merk berhasil diamankan […]

  • Ada 5 kecamatan di Pati dengan kasus HIV/AIDS tertinggi.

    Awas, Inilah 5 Kecamatan dengan Jumlah Kasus HIV Tertinggi di Pati

    • calendar_month Sel, 5 Des 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Ada 5 kecamatan di Pati dengan kasus HIV/AIDS tertinggi.

  • Melihat Geliat Pembuatan Contong Es Krim

    Melihat Geliat Pembuatan Contong Es Krim

    • calendar_month Sab, 24 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Tak Sepi Meski Hujan Menghampiri Usaha pembuatan contong es krim sukses memikat. Penghasilannya lumayan. Permintaannya pun tak pernah sepi. Seperti saat musim penghujan ini, permintaan selalu ramai. Merah, kuning, hijau, biru. Warna-warni sebuah benda berbentuk kerucut itu tertata rapi di sudut rumah berbentuk minimalis itu. Plastik bening membungkus tumpukan kerucut yang diketahui sebagai contong es […]

  • Bupati Kudus Matangkan Perluasan Lahan TPA/TPST Tanjungrejo Atasi Keterbatasan Daya Tampung

    Bupati Kudus Matangkan Perluasan Lahan TPA/TPST Tanjungrejo Atasi Keterbatasan Daya Tampung

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.618
    • 0Komentar

    KUDUS – Masalah penanganan sampah menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Kudus demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memimpin rapat koordinasi terkait rencana pengadaan serta perluasan lahan TPA/TPST Tanjungrejo di Pendapa Belakang Kabupaten Kudus, Kamis (2/7/2026). Langkah ini diambil sebagai solusi strategis mengatasi keterbatasan daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir […]

  • Pentas Teater As : Kekalahan Wong Cilik, dan Keserakahan Wong Berduit

    Pentas Teater As : Kekalahan Wong Cilik, dan Keserakahan Wong Berduit

    • calendar_month Sab, 4 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 200
    • 0Komentar

    PATI – Ruang dosen di Gedung B lantai II Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati disulap menjadi panggung pementasan. Malam Jumat (2/5/2019), Anak-anak Teater As sedang unjuk gigi. Mereka menggelar pentas produksi perdana dengan mengangkat lakon berjudul “Lorong” karya Puthut Bukhorie. Gedung yang biasanya menjadi tempat istirahat para dosen itu disulap jadi perkampungan pemulung. Pentas […]

expand_less