Breaking News
light_mode

Liga Dihentikan Persipa Gelorakan #DiurusCah-Cah Jilid 2

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
  • visibility 147
Manager Persipa Pati Dian Dwi Budianto meninjau latihan tim/ Doc Persipa


Kondisi sulit mulai dirasakan manajemen Persipa Pati, selama penghentian kompetisi Liga 2 tidak ada pemasukan padahal manajemen harus tetap mengeluarkan kewajiban untuk pemain dan pelatih. Karena itu manajemen menggelorakan #DiurusCah-Cah untuk membantu tim.

PATI – Per bulan pengeluaran manajemen Persipa Pati untuk operasional tim mencapai 600 jutaan tanpa ada pemasukan. Manajemen mulai gelisah karena tidak ada pemasukan sama sekali selama liga dihentikan. Karena itu pihak manajemen ingin menggugah rasa masyarakat Kabupaten Pati yang merasa memiliki tim berjuluk Laskar Saridin ini.

“Pengeluaran gaji dan operasional tim mencapai 600 jutaan perbulan, tapi dalam kondisi kompetisi dihentikan seperti ini kami tidak ada pemasukan. Kondisi ini sulit, tapi kami masih berusaha berjuang. Kami meyakini kompetisi akan segera dilanjutkan kembali. Saat ini tim masih latihan seperti biasa, gaji tetap kami bayarkan. Tapi tidak ada pemasukan karena liga tidak jalan,” jelas Manager Persipa Pati Dian Dwi Budianto.

Dian mengakui sebagai tim kecil sekaligus pendatang baru di Liga 2, selain sponsor, Persipa sangat mengandalkan pemasukan dari penjualan tiket pertandingan. Karena itu manajemen kembali menggaungkan #DiurusCah-Cah Jilid 2 unutk membantu kondisi keuangan tim. 

“Kami ingin memggugah rasa suporter dan masyarakat Kabupaten Pati, kita harus merasa memiliki Persipa Pati. Tim sekarang masih optimistis berjuang. Karena itu harus disupport penuh. Musim lalu gerakan ini terbukti berhasil mengangkat prestasi Persipa Pati,” imbuh Dian.

Selanjutnya langkah nyata gerakan ini nantinya ditindaklanjuti dengan gerakan membeli merchandise asli Persipa Pati. Yaitu dengan penjualan jersey fantasy kit yang harganya lebih terjangkau. 

“Selain itu kami juga sudah menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah untuk menawarkan jersey fantasy kit ini ke seluruh ASN, selain jersey fantasy kit bisa juga membeli jersey resmi liga. Sifatnya tidak wajib, kalau diwajibkan nanti bisa jadi masalah. Bagi yang merasa memiliki Persipa Pati saja. Karena Persipa bukan milik satu golongan saja, tetapi milik seluruh masyarakat,” paparnya. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Erupsi Gunung Semeru Alami Gangguan Pernafasan dan Luka Bakar

    Korban Erupsi Gunung Semeru Alami Gangguan Pernafasan dan Luka Bakar

    • calendar_month Ming, 5 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

      Korban Erupsi Gunung Semeru ditangani tim dokkes Polres Lumajang Jawa Timur/Humas Polres Lumajang LUMAJANG, Nasional – Erupsi gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu, 04 Desember 2021 sore telah mengakibatkan sejumlah warga harus dirujuk ke rumah sakit yang ada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Erupsi itu telah mengakibatkan puluhan orang mengalami gangguan pernafasan hingga luka […]

  • Saluran Air Mampet, Hujan Tak Sampai 15 Menit Jalanan di Tayu Tergenang

    Saluran Air Mampet, Hujan Tak Sampai 15 Menit Jalanan di Tayu Tergenang

    • calendar_month Jum, 2 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    HATI-HATI : Pengendara jalan nampak berjalan pelan di jalan yang tergenang yang terletak di Jalan Raya Tayu – Jepara turut Desa Tayu Kulon, di depan pertigaan arah Dukuhseti. Lingkar Muria, PATI – Jalan Raya Tayu – Jepara turut Desa Tayu Kulon, di depan pertigaan arah Dukuhseti selalu tergenang air ketika hujan turun. Meskipun hanya sebentar. […]

  • Polresta Pati Berhasil Ungkap Ratusan Kasus Premanisme dan Penyakit Masyarakat Selama Ramadan

    Polresta Pati Berhasil Ungkap Ratusan Kasus Premanisme dan Penyakit Masyarakat Selama Ramadan

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 150
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati menunjukkan keseriusannya dalam memberantas premanisme dan penyakit masyarakat (pekat) di wilayah hukumnya. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya konferensi pers pada Senin (17/3/2025) pukul 10.00 WIB di Aula Sarja Arya Racana (SAR) Mapolresta Pati. Wakapolresta Pati, AKBP Dandy Ario Yustiawan, didampingi para pejabat teras Polresta Pati, menyampaikan hasil operasi kepolisian yang digelar […]

  • IKA PMII Pati Kritik Kenaikan PBB 250 Persen, Minta Pemkab Pati Transparan

    IKA PMII Pati Kritik Kenaikan PBB 250 Persen, Minta Pemkab Pati Transparan

    • calendar_month Rab, 21 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 162
    • 0Komentar

    PATI – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Pati menyikapi kontroversi kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 250 persen yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Pati. Dalam pernyataan sikapnya, IKA PMII Pati mendesak transparansi dan akuntabilitas pemerintah dalam kebijakan tersebut. Setelah melakukan kajian awal yang melibatkan 32 anggotanya dari berbagai latar belakang, termasuk […]

  • Perhatian Lebih untuk Batik Bakaran, DPRD Pati Siap Mendukung Pengembangan

    Perhatian Lebih untuk Batik Bakaran, DPRD Pati Siap Mendukung Pengembangan

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 115
    • 0Komentar

    PATI – Batik tulis Bakaran yang khas dari Kabupaten Pati menjadi fokus perhatian DPRD Pati. Dalam upaya mengembangkan potensi daerah, DPRD Pati mendorong adanya perhatian lebih terhadap Batik Bakaran agar semakin maju dan dikenal luas. Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menekankan pentingnya dukungan terhadap Batik Bakaran. “Batik Bakaran sangat khas, harus ada perhatian lebih supaya […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Ingatkan SPPG Jaga Pelaksanaan Program MBG

    Wakil Ketua DPRD Pati Ingatkan SPPG Jaga Pelaksanaan Program MBG

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.608
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi, mengingatkan agar seluruh Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) tidak menganggap remeh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menjaga agar tidak ada penyalahgunaan anggaran terkait. Peringatan tersebut disampaikan mengingat adanya beberapa keluhan dari masyarakat mengenai kualitas menu MBG yang dinilai belum sesuai dengan standar yang ditetapkan. […]

expand_less