Breaking News
light_mode

Melihat Optimisnya Sang Presiden Meski Terus Dicaci

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 8 Jan 2018
  • visibility 284
FOTO : TOPSKOR
Sekitar musim 2008  hingga 2011, atau tepatnya ketika Indonesian
Super League bergulir menjadi kasta tertinggi sepakbola Indonesia,
Persijap boleh dikatakan pernah
mengalami saat-saat mentereng. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini menjadi salah
satu kontestan yang disegani.
Era itu kita mengenal nama-nama beken sekelas Johan Juansyah,
Pablo Frances, Amarildo Souza, Danang Wihatmoko, Isdiantono, A M Bahtiar, dan
beberapa pemain top lainnya. Saat itu mereka diarsiteki coach Almarhum Junaidi.
Masa-masa
itu semua bangga dengan klub yang bermarkas di Stadion Gelora Bumi Kartini ini.
tiap pertandingan tiap jengkal tribun selalu sesak oleh penonton.
Namun kini, Persijap sedang terseok-seok. Setelah musim lalu
tampil di kasta kedua. Kini musim kompetisi 2018 ini tim kebanggan warga Kota
Ukir ini mesti turun kasta ke liga 3. Jebloknya prestasi Persijap kini
menimbulkan cacian-cacian, cibiran, bahkan rasa tak percaya dengan manajemen
yang ada.
Alhasil CEO Persijap sekaligus presiden klub saat ini, Esti
Puji Lestari harus menjadi sasaran cacian-cacian sebab dinilai gagal. Mulai
saat masih berjuang di Liga 2 hingga saat ini, dimana manajemen sedang
membentuk tim untuk mengarungi kompetisi di kasta ketiga.


Di media sosial banyak sekali cacian-cacian, serta ungkapan
rasa tak percaya lagi, kepada Esti. Bahkan ada pula yang menuduh, Persijap ada
di tangan orang yang salah. 

 

Salah satu cacian yang diterima Esti


Gelombang cacian dan cibiran itu pun kian menjadi,
terutama saat keputusan mendatangkan pelatih impor dari negeri yang saat ini
prestasi sepakbolanya sedang bercokol di puncak klasemen FIFA, Jerman.

Banyak yang meragukan. Namun perempuan yang gila bola ini,
menjawab semua cibiran itu dengan positif dan optimis. Esti tetap fokus dengan
tujuannya untuk membangun Persijap menjadi klub yang professional. 
Berikut ulasan wawancara wartawan Lingkarmuria.com bersama Presiden Klub Persijap Esti
Puji Lestari.
Pasca
prestasi
Persijap
merosot
dari liga dua
ke liga tiga
,
gelombang cibiran dari be
rbagai
kalangan suporter akar rumput sangat tinggi.
Bagaimana anda menanggapi itu?
Saya jujur, tidak mengganggap mereka
supporter akar rumput, mereka itu “aktor intelektual” yang ingin menjatuhkan Persijap
. Kenyataannya
banyak
yang diam
diam DM ke saya
, menyatakan
dukungan dan tidak pernah menghujat saya sekalipun.

Terbaru, soal perekrutan pelatih asal Jerman pun ada
juga yang mencibir. Ada yang meragukan track
recordnya
sebagai pelatih sebuah klub.
Semua boleh meragukan, yang
paling penting saya ikut regulasi
dari
penyelenggara liga.
Minimal lisensi C AFC , dan beliau, mengantongi lisensi B UEFA, jadi sudah pasti di
atas
nya.

Bahkan
entah ini guyon atau serius. Ada yang menganggap itu teman-teman Anda di luar
negeri yang nganggur, kemudian diajak ke Indonesia untuk kerja (Red, Sebagai
pelatih)
.
Perlu
diketahui
Patrick Sofian Ghigani itu
Owner dari sekolah
sepakbola terbesar di Munich,  MSC. Silahkan cek Google. Jadi dia tidak pengangguran. Beliau
datang u
ntuk membantu Persijap, karena merasa sedih dengan situasi saya, dan ingin membantu. Jujur
beliau membantu saya dan juga percaya potensinya.
Seperti yang saya bilang di atas, beliau Head of recruitment di Nike Academy,
bisa di cek juga, dan memiliki sekolah bola sendiri, dengan penghasilan
fantastis dan gaya hidup tinggi. Kenapa beliau ingin ke Persijap dan
meninggalkan 5 anak di sana? Karena beliau prihatin dengan sepak bola Jepara
yang pada saat menganalisa pertandingan di musim lalu, banyak hal-hal yang
beliau rasa bisa diperbaiki. Sementara tim pelatih terdahulu tidak melakukannya.

Apa
sih sebenarnya target Anda untuk Persijap saat ini
.
Sesuai kontrak dengan Patrick, 2+1,
kembali ke liga 1 bertahap dan kuat

Sepertinya
Anda begitu tegar, dari saat di liga 2 Persijap mulai terseok-seok hingga
sampai akhirnya terdegradasi, banyak sekali hujatan-hujatan. Apa yang membuat
Anda bertahan.
Banyak masa di mana bukan saya yang ingin keluar, tapi
keluarga saya. Karena mereka merasa ini sudah merenggut nama baik saya, saya
kembali memberikan penjelasan. Hidup ini bukan menumpuk harta, atau mencari
uang semata.
Tapi juga merubah nasib sebuah bangsa, menggeser
paradigma yang kuat ke jalan yang benar, dan pada akhirnya, saya memang sebagai
business woman percaya sepak bola Indonesia
bisa menjadi industri dan bisnis yang sehat, bukan untuk saya saja !
Tapi untuk siapapun penerus Persijap selanjutnya
setelah saya, untuk bisa menikmati hasil kemandirian Persijap sebagai klub,
jangan selalu bergantung ke personal yang banyak uang misalnya, karena itu
tidak stabil dan tidak permanen.

Ada
beberapa suporter di kawasan yang menantang Anda, mampukah mengulang masa emas
di era Super League? Era pelatih almarhum Junaidi. Menjadi 4 besar Copa
Indonesia. Bagaimana tanggapan Anda.
Menantang atau
mengajak? Saya pikir ini yang sangat saya tekankan untuk berubah, masa lalu
bisa saja dijadikan patokan, tapi masa lalu tidak bisa kembali, dengan
regulasi, industri sepak bola yang sudah berbeda, ini bukan jaman APBD.
Kita bukan jago kandang, kita bukan klub kabupaten, kita harus jadi klub
besar secara financial dan struktur
dulu, baru prestasi akan menyusul dan akan menjadi fundamental yang kuat.

Makanya sesuai dengan motto Persijap menemukan kembali
ciri  atau identitas baru, membuat visi
baru dan sejarah baru. Siapa tahu bukan hanya menjadi Big 4 di sebuah kompetisi,
tetapi bisa menjadi juara. 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidak Komisi D DPRD Pati Temukan Lebih dari 20 Ijazah Masih Tertahan di SMPN 1 Tayu

    Sidak Komisi D DPRD Pati Temukan Lebih dari 20 Ijazah Masih Tertahan di SMPN 1 Tayu

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.799
    • 0Komentar

    PATI – Dalam sidak di SMPN 1 Tayu, Komisi D DPRD Kabupaten Pati menemukan banyak ijazah yang belum diambil hingga dua sampai tiga tahun terakhir, khususnya lulusan tahun 2023 dan 2024 dengan jumlah lebih dari 20 lembar. Ketua Komisi D, Teguh Bandang Waluyo, menjelaskan kasus awal yang menjadi pemicu sidak adalah orang tua siswa yang […]

  • Berkah Ramadan, Orderan Ukiran Kaligrafi Jepara Naik 70 Persen

    Berkah Ramadan, Orderan Ukiran Kaligrafi Jepara Naik 70 Persen

    • calendar_month Kam, 30 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Selain ukiran relief, Jepara juga terkenal dengan hasil karyanya berupa ukiran kaligrafi. Kaligrafi karya masyarakat Jepara pun telah menjelajahi pasar-pasar besar dunia. Di bulan Ramadhan seperti ini, orderan kaligrafi meningkat drastis dari bulan-bulan biasa. Dilansir dari Medcom.id, Ali Ahmad, salah satu perajin seni ukir kaligrafi dan relief membenarkan adanya peningkatan order pada bulan Ramadhan. Bahkan, […]

  • DPRD Pati Sepakat Bentuk Pansus Hak Angket, Bupati Pati Terancam Pemakzulan

    DPRD Pati Sepakat Bentuk Pansus Hak Angket, Bupati Pati Terancam Pemakzulan

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 374
    • 0Komentar

    PATI – Seluruh fraksi di DPRD Kabupaten Pati sepakat untuk menggunakan hak angket terhadap Bupati Pati, Sudewo. Kesepakatan ini dicapai dalam rapat paripurna yang digelar pada Rabu, 13 Agustus 2025, dengan dihadiri oleh 42 anggota dewan. Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menjelaskan bahwa perubahan jadwal rapat paripurna telah sesuai dengan Tata Tertib DPRD dan […]

  • Para Atlet dan Pelatih di Pati Akhirnya Dapatkan Bonus Porprov Jateng 2023

    Para Atlet dan Pelatih di Pati Akhirnya Dapatkan Bonus Porprov Jateng 2023

    • calendar_month Sab, 23 Des 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 263
    • 0Komentar

    PATI – Setelah menunggu dengan sabar, para atlet dan pelatih dari berbagai cabang olahraga yang berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Jateng Pati Raya pada 5 – 11 Agustus 2023 akhirnya mendapatkan bonus yang mereka peroleh. Bonus tersebut telah dibayarkan dan ditransfer ke rekening masing-masing atlet dan pelatih. Untuk pembayaran bonus atlet, dilakukan secara […]

  • Ketua DPRD Pati Jenguk Korban Aksi 13 Agustus, Imbau Jaga Kondusivitas

    Ketua DPRD Pati Jenguk Korban Aksi 13 Agustus, Imbau Jaga Kondusivitas

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 377
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Kabupaten Pati, H. Ali Badruddin, S.E., bersama Wakil Ketua DPRD, Kapolresta Pati, dan tim kesehatan, mengunjungi korban aksi yang terjadi pada 13 Agustus 2025. Kunjungan ini juga menyertakan Kapolsek Kota, Heru, yang menjadi salah satu korban dari pihak kepolisian. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saya prihatin atas kejadian ini dan ke […]

  • Menteri Koperasi Apresiasi Kecepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih di Pati

    Menteri Koperasi Apresiasi Kecepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih di Pati

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 309
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menerima kunjungan kerja Menteri Koperasi RI, Budi Arie Setiadi, di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (31/7/2025). Kunjungan ini membahas percepatan pengoperasian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tahap kedua. Program ini diharap mendorong kemandirian ekonomi desa melalui distribusi barang kebutuhan pokok yang tepat sasaran dan terjangkau. Budi Arie menekankan bahwa program Kopdes […]

expand_less