Breaking News
light_mode

Habib Lutfi : Ayo Merasa Memiliki Bangsa Ini

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 10 Okt 2018
  • visibility 195

Maulana Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan
mengajak seluruh masyarakat untuk kembali merasa memiliki bangsa ini. Bahkan itu
memiliki sehelai rumput kering sekalipun. Pesan itu disampaikannya kepada
ribuan orang yang memadati halaman Mapolres Pati Selasa (9/10) malam lalu,
dalam acara Silaturahmi Akbar.
Kepada hadirin, Rais Am Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah
An-Nahdliyyah  (Jatman) ini menyeru betapa pentingnya rasa memiliki
tersebut. Sebab, rasa memiliki itu yang nantinya akan membawa orang memiliki
rasa nasionalisme.
”Itulah mengapa perlu adanya
peringatan hari kesaktian pancasila. Kenapa mesti hari kesaktian pancasila diperingati,”
tanya Habib Luthfi.
Pancasila itu, kata Habib Luthfi
adalah produk dari para pendahulu. Sebuah nilai-nilai luhur yang diwariskan
kepada generasi untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karenanya sebagai
generasi penerus wajib untuk menjaganya.
”Dalam momentum seperti inilah,
harusnya menjadi momen syukur karena kita sebagai bangsa telah mendapat warisan
karya yang bisa menjaga negara ini. Jaga pancasila ini, jangan sampai para
pendahulu kita menangis dan kecewa di alam sana,” jelasnya.
Rasa memiliki itulah yang dianggap
sangat penting untuk kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Pengasuh
Kanzus Sholawat ini lantas bercerita panjang lebar. Mulai dari zaman kerajaan hingga
perjuangan kemerdekaan yang menurutnya berdarah-darah. Bukan kemerdekaan
hadiah.
Habib Luthfi bercerita mengenai
Nusantara yang mulai jatuh kepada bangsa penjajah, ditandai dengan takluknya
Malaka kepada Portugis tahun 1511 Masehi, hingga bagaimana Pancasila terbentuk.
Sejarah kebangsaan itu diharapkan terus tersemai kepada generasi muda.
”Sejarah-sejarah kelam seperti
Kerajaan Demak yang hanya sampai empat generasi sultan misalnya, itu karena
kurang adanya dukungan dari internal kerajaan. Ada semacam pembusukan dari
dalam. Ini yang menjadi bahaya bagi kehidupan berbangsa,” paparnya.
Jangan sampai, lanjut Habib Luthfi,
hal-hal seperti itu terjadi di pemerintahan Republik Indonesia. Jangan sampai
muncul ketidakpercayaan kepada pemerintah, ulama, dan juga militer seperti TNI
dan Polri.
”Strategi memecah belah, mulanya
adalah menebar ketidakpercayaan. Itulah yang terjadi kepada Kerajaan Demak,
maupun Turki yang dulunya menjadi mercusuar umat Islam. Kalau sampai begitu,
bukan tidak mungkin negeri ini bisa pecah belah. Makanya jaga pancasila sebagai
produk warisan generasi pendahulu ini. jaga betul-betul,” harap Habib Luthfi.
Selain Habib Luthfi, dalam acara
Silaturahmi Akbar bertajuk “Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2018 dan
Pelaksanaan Pemilu 2019 yang Aman, Damai dan Sejuk”, tampil sebagai pembicara
adalah Habib Umar Muthohar dari Semarang.
Dalam kesempatan itu, Habib Umar
yang terkenal akan guyonannya “Yak Nah
itu berpesan supaya menghadapi pemilu haruslah adem. ”Pilihan boleh beda, yang
penting harus adem,” katanya.
Selain itu, Habib Umar juga
berpesan kepada masyarakat untuk memanfaatkan momen pemilu lima tahunan sebagai
kesempatan untuk memilih pemimpinnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa
yang dipimpin oleh Habib Ja’far Al Kaff dari Kudus. Dalam doanya, berulang kali
habib berambut gondrong ini mendoakan supaya Pati, juga juga Indonesia tetap
aman, damai, dan juga mendoakan ekonomi tetap lancar dan gampang.
Silaurahmi akbar ini sendiri
merupakan bagian dari sebuah rangkaian acara. Mulai dari kirab merah putih, dan
juga wawasan kebangsaan. Acara bertambah meriah dengan lantunan salawat yang
dipimpin Habib Ali Zaenal Abidin dan diiringi grup hadrah Az Zahir dari
Pekalongan. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Target PAD Meningkat, Pemkab Pati Resmi Naikkan Tarif PBB 250%

    Target PAD Meningkat, Pemkab Pati Resmi Naikkan Tarif PBB 250%

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 246
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati akan menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar ±250% pada tahun 2025. Kenaikan ini disepakati dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Pati, Sudewo, bersama para camat dan anggota Paguyuban Solidaritas Kepala Desa dan Perangkat Desa (PASOPATI) pada Minggu (18/5/2025). Sudewo menjelaskan bahwa kenaikan ini merupakan […]

  • Kecelakaan Kapal di Perairan Banyutowo, Satpolairud Polresta Pati Lakukan Pencarian Korban

    Kecelakaan Kapal di Perairan Banyutowo, Satpolairud Polresta Pati Lakukan Pencarian Korban

    • calendar_month Kam, 27 Mar 2025
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 185
    • 0Komentar

      PATI – Satpolairud Polresta Pati tengah menangani kecelakaan laut yang terjadi di perairan Banyutowo, sekitar 800 meter dari alur Sungai Alas Dowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Kamis siang (27/3/2025). Insiden tersebut melibatkan dua kapal nelayan tradisional, yakni KM Mas Biru GT 3 dan Kapal Garut Bukur. Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol […]

  • Oknum Guru Madrasah di Pati Cabuli Siswinya

    Oknum Guru Madrasah di Pati Cabuli Siswinya

    • calendar_month Ming, 21 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 195
    • 0Komentar

    ILUSTRASI REPRO rapormerah.co Lingkar Muria, PATI – Berita yang diunggah Satreskrim Polres Pati di akun instagramnya, soal pencabulan yang dilakukan oknum guru madrasah, benar adanya. Diketahui, oknum guru itu mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda di Dukuh Tapen Desa Kertomulyo Kecamatan Margoyoso. Saat dikonfirmasi, hal itu dibenarkan Kepala Madarasah, Suparmo, Minggu (21/1/18) lalu. Suparmo menjelaskan, atas […]

  • PPP Kawal Pembentukan Perda Pesantren di Seluruh Indonesia

    PPP Kawal Pembentukan Perda Pesantren di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Kam, 20 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 185
    • 0Komentar

      Halaqah pengasuh pesantren yang dihadiri Sekjen PPP Arwani Thomafi, di Kajen Margoyoso Pati. Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP siap memfasilitasi dan mensupervisi Fraksi PPP DPRD se-Indonesia dalam pembuatan rancangan Perda Pesantren di daerah.  PATI – Fraksi PPP DPRD se-Indonesia bakal mendapat fasilitasi dan supervisi dari DPP PPP dalam pembuatan rancangan perda pesantren. Hal itu […]

  • Desa Giling Meriahkan HUT RI dengan Kirab Bendera Raksasa Sepanjang 100 Meter

    Desa Giling Meriahkan HUT RI dengan Kirab Bendera Raksasa Sepanjang 100 Meter

    • calendar_month Sab, 17 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 184
    • 0Komentar

    PATI – Warga Desa Giling, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Jawa Tengah merayakan HUT RI ke-79 dengan cara unik dan meriah. Warga desa, bersama anak-anak sekolah dari tingkat SD hingga MTs, berpartisipasi dalam kirab bendera raksasa sepanjang 100 meter pada Jumat (16/8/2024). Gambar Garuda Pancasila turut diarak dalam pawai bendera raksasa tersebut. Beberapa orang juga mengangkat […]

  • Tingkatkan Kontrol Santri, Forum Ponpes Kajen Terapkan Jam Malam

    Tingkatkan Kontrol Santri, Forum Ponpes Kajen Terapkan Jam Malam

    • calendar_month Rab, 18 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 212
    • 0Komentar

    PATI – Forum komunikasi pengasuh pondok pesantren (FKPP) menggelar diskusi dan rapat bersama menjelang tahun ajaran baru. Dalam kesempatan itupun mereka mengajak agar para santri dapat menguatkan semangat dalam mencari ilmu dan memperbaiki akhlak. Pertemuan yang dihadiri 45 pengasuh pondok pesantren se Kajen dan sekitarnya itu digelar di Aula MA Salafiyah Kajen Sabtu (14/6/2018) kemarin. […]

expand_less