Breaking News
light_mode

Depresi Nenek Gantung Diri, Sehari Dua Kejadian Gantung Diri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 8 Mar 2018
  • visibility 82

 

TUNJUKKAN BARANG BUKTI : Petugas saat melakukan olah TKP gantung diri warga RT 4 RW 1 Desa Keben, Tambakromo pagi kemarin Rabu (7/3/18).

Lingkar Muria, PATI – Seorang nenek mengakhiri
hidupnya dengan cara gantung diri. Korban itu bernama Sutri, 80. Dia diduga
mengalami depresi. Warga RT 4 RW 1 Desa Keben, Tambakromo ini depresi sebab
suami dan seorang anaknya telah pergi terlebih dahulu meninggalkannya. 
Kapolres
Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Tambakromo AKP Wasito mengungkapkan,
Sutri mengalami depresi. Hingga beberapa kali mengalami gangguan kesurupan, dan
bahkan pernah mengancam akan melakukan bunuh diri.
”Sebelum
melakukan gantung diri, korban sudah berpamitan dengan anggota keluarga, serta
warga dengan cara berkeliling kampung,” kata AKP Wasito.
Lanjut
AKP Wasito, saat itu Sutri ditemukan sudah tak bernyawa oleh anaknya, Sunarso,
40. Saat itu Sunarso hendak mengetahui kondisi sang ibu di kamarnya.
”Kejadiannya sekitar pukul 05.00. Saat masuk, Sunarso sudah melihat ibunya
telah tergantung tak bernyawa di kusen pintu kamar. Korban menggantung dirinya
dengan seutas tali plastik,” papar AKP Wasito.
Melihat
hal itu, Sunarso lantas berteriak dan meminta pertolongan. Salah satu warga kemudian
meneruskan, dan melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa setempat dan
melanjutkannya ke Mapolsek Tambakromo.
Sementara
itu, dari olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan petugas, maupun tim
medis, kematian Sutri murni karena aksi gantung dirinya sendiri. Tidak
ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
”Menurut
hasil medis, kematian korban disebabkan karena jeratan di leher. Sehingga
korban kekeurangan oksigen,” papar Kapolsek AKP Wasito.
Selain
itu kejadian gantung diri juga terjadi di Desa Bendar Kecamatan Juwana. Pukul
10.30 kemarin, korban atas nama Sumarlan, 65, ditemukan tak bernyawa di gudang
rumah miliknya di RT 1 RW 1.
Kapolres
Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantoro
mengungkapkan, saat itu istri korban sedang mencari keberadaan suaminya.
Kemudian mencari ke gudang, dan saat istri korban membuka pintu gudang, korban
sudah tergantung tak bernyawa.
”Korban
meninggal dengan posisi tergantung di kayu blandar gudang rumah tersebut.
Korban menggunakan tali plastik untuk menjerat lehernya,” papar AKP Didi
Dewantoro.
Sementara
itu, berdasarkan keterangan Kepala Desa Bendar Sutopo, diketahui korban
kadang-kadang mengalami gangguan kejiwaan. ”Saya saat itu terakhir kali melihat
korban pada Selasa (6/3) malam lalu di teras rumahnya,” papar Sutopo. (lil)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati, Mukit : Perikanan Juwana Penting untuk Perekonomian Pati

    Anggota DPRD Pati, Mukit : Perikanan Juwana Penting untuk Perekonomian Pati

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 105
    • 0Komentar

    PATI – Mukit, anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Demokrat, menekankan pentingnya sektor perikanan bagi perekonomian Pati. Ia menyatakan bahwa sektor perikanan di Juwana, yang dikenal sebagai barometer perikanan di Indonesia, memiliki dampak signifikan terhadap berbagai sektor lainnya di Pati. “Kita harus mengakui bahwa sektor perikanan merupakan salah satu penunjang perekonomian utama di Pati. […]

  • Persiku Kudus Lolos 8 Besar Selangkah Lagi Liga 2

    Persiku Kudus Lolos 8 Besar Selangkah Lagi Liga 2

    • calendar_month Jum, 24 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 80
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persiku Kudus berhasil lolos ke babak 8 besar Liga 3 Nasional. Tinggal selangkah lagi Persiku Kudus bisa promosi ke Liga 2. Di babak 16 besar Persiku Kudus berhasil meraih dua kemenangan beruntun, melawan Persekabpas 1-0 dan, Kamis (23/5) menang telak atas PSGC Ciamis dengan skor 3-0. Gol pertama di cetak Roy Saputra menit […]

  • Miris PSK Bertarif Murah di Batangan-Pati Diringkus

    Miris PSK Bertarif Murah di Batangan-Pati Diringkus

    • calendar_month Sel, 12 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Lima warung kopi (warkop) berkedok prostitusi di Dukuh Mujil, Bumimulyo, Batangan, Pati diubek-ubek petugas Mapolsek Batangan Selasa (6/12) pukul 23.00. Dari penggerebekan itu, ada empat mucikari dan belasan botol minuman keras (miras) diamankan ke Mapolsek Batangan. Razia itu dilaksanakan Selasa (5/12) pukul 21.30-23.00. Petugas kepolisian merazia beberapa tempat prostitusi yang berkedok […]

  • Optimisme Persijap Jepara Menatap Liga 2

    Optimisme Persijap Jepara Menatap Liga 2

    • calendar_month Ming, 23 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Pian Sopyan tampil apik di Liga 3 musim 2019  Persijap Jepara sebagai kontestan Liga 2 yang berpredikat sebagi juara Liga 3 tentu jangan sampai rendah diri. Persijap punya sejarah dan catatan apik sebagai kuda hitam yang selalu merepotkan klub-klub mapan. Pian Sopyan bertahan. Begitu pengumuman di official Instagram Persijap Jepara pada Kamis (20/5/2021). Total dia […]

  • DPRD Pati Ungkap Jasa Guru Honorer di Dunia Pendidikan

    DPRD Pati Ungkap Jasa Guru Honorer di Dunia Pendidikan

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Muntamah, mendesak pemerintah daerah untuk memperhatikan kesejahteraan guru honorer. Menurutnya, guru honorer memiliki peran penting dalam dunia pendidikan di Kabupaten Pati dan telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mencerdaskan generasi muda. “Semua pihak harus menghargai dedikasi para guru, termasuk guru honorer yang bekerja tanpa kenal lelah dan waktu,” tegas Muntamah, politisi […]

  • Sedap Toleransi Soto Kudus

    Sedap Toleransi Soto Kudus

    • calendar_month Sel, 15 Sep 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Soto Kudus, merupakan kuliner khas paling lezat di kota kretek. Makanan ini, sekilas tak jauh beda, dengan varian soto-soto lain di indonesia.  Bedanya, soto kudus disajikan dengan potongan daging kerbau. Konon, karena masyarakat di kota ini memegang teguh ajaran sunan kudus. untuk tidak menyembelih sapi. Hal itu sebagai penghormatan bagi umat hindu. Soto kudus, sangat […]

expand_less