Breaking News
light_mode

Depresi Nenek Gantung Diri, Sehari Dua Kejadian Gantung Diri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 8 Mar 2018
  • visibility 254

 

TUNJUKKAN BARANG BUKTI : Petugas saat melakukan olah TKP gantung diri warga RT 4 RW 1 Desa Keben, Tambakromo pagi kemarin Rabu (7/3/18).

Lingkar Muria, PATI – Seorang nenek mengakhiri
hidupnya dengan cara gantung diri. Korban itu bernama Sutri, 80. Dia diduga
mengalami depresi. Warga RT 4 RW 1 Desa Keben, Tambakromo ini depresi sebab
suami dan seorang anaknya telah pergi terlebih dahulu meninggalkannya. 
Kapolres
Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Tambakromo AKP Wasito mengungkapkan,
Sutri mengalami depresi. Hingga beberapa kali mengalami gangguan kesurupan, dan
bahkan pernah mengancam akan melakukan bunuh diri.
”Sebelum
melakukan gantung diri, korban sudah berpamitan dengan anggota keluarga, serta
warga dengan cara berkeliling kampung,” kata AKP Wasito.
Lanjut
AKP Wasito, saat itu Sutri ditemukan sudah tak bernyawa oleh anaknya, Sunarso,
40. Saat itu Sunarso hendak mengetahui kondisi sang ibu di kamarnya.
”Kejadiannya sekitar pukul 05.00. Saat masuk, Sunarso sudah melihat ibunya
telah tergantung tak bernyawa di kusen pintu kamar. Korban menggantung dirinya
dengan seutas tali plastik,” papar AKP Wasito.
Melihat
hal itu, Sunarso lantas berteriak dan meminta pertolongan. Salah satu warga kemudian
meneruskan, dan melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa setempat dan
melanjutkannya ke Mapolsek Tambakromo.
Sementara
itu, dari olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan petugas, maupun tim
medis, kematian Sutri murni karena aksi gantung dirinya sendiri. Tidak
ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
”Menurut
hasil medis, kematian korban disebabkan karena jeratan di leher. Sehingga
korban kekeurangan oksigen,” papar Kapolsek AKP Wasito.
Selain
itu kejadian gantung diri juga terjadi di Desa Bendar Kecamatan Juwana. Pukul
10.30 kemarin, korban atas nama Sumarlan, 65, ditemukan tak bernyawa di gudang
rumah miliknya di RT 1 RW 1.
Kapolres
Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantoro
mengungkapkan, saat itu istri korban sedang mencari keberadaan suaminya.
Kemudian mencari ke gudang, dan saat istri korban membuka pintu gudang, korban
sudah tergantung tak bernyawa.
”Korban
meninggal dengan posisi tergantung di kayu blandar gudang rumah tersebut.
Korban menggunakan tali plastik untuk menjerat lehernya,” papar AKP Didi
Dewantoro.
Sementara
itu, berdasarkan keterangan Kepala Desa Bendar Sutopo, diketahui korban
kadang-kadang mengalami gangguan kejiwaan. ”Saya saat itu terakhir kali melihat
korban pada Selasa (6/3) malam lalu di teras rumahnya,” papar Sutopo. (lil)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSG Pati Tantang Klub Liga 1

    PSG Pati Tantang Klub Liga 1

    • calendar_month Sel, 18 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Pelatih PSG Pati saat memberikan intruksi ke pemainnya     Tak main-main, tim pelatih Laskar Kembangjoyo terus mematangkan skuadnya. Klub-klub 1 dibidik menjadi lawan uji coba pasca libur lebaran ini. Sebelumnya klub ini sudah dua kali menjajal kekuatan klub Liga 1, Bhayangkara Solo FC dan Persipura. PATI – Klub Liga 2, PSG (Putra Safin Grup) Pati […]

  • Komisi C DPRD Pati Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

    Komisi C DPRD Pati Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.848
    • 0Komentar

    PATI – Masalah persampahan masih menjadi isu krusial yang terus mendapatkan perhatian serius, termasuk dari kalangan legislatif daerah. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Suyono. Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, salah satu aspek yang masih perlu perbaikan signifikan adalah sistem pengelolaan sampah yang bersumber dari rumah tangga. Menurutnya, penanganan […]

  • Pemkab Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

    Pemkab Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.663
    • 0Komentar

    PATI – Mengingat dampak luas bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang telah melanda wilayah Kabupaten Pati sejak 9 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Pati telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana. Dilansir dari situation report terbaru per 18 Januari 2026, bencana tersebut telah memengaruhi 12 kecamatan, yaitu Dukuhseti, Juwana, Pati, Jakenan, Gabus, Wedarijaksa, […]

  • Anggota Komisi C Suyono Pertanyakan Sistem Perencanaan dan Spek Kontruksi Bangunan Jembatan Pelemgede

    Anggota Komisi C Suyono Pertanyakan Sistem Perencanaan dan Spek Kontruksi Bangunan Jembatan Pelemgede

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 372
    • 0Komentar

    PATI – Jembatan di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, ambrol setelah diguyur hujan beberapa hari terakhir. Padahal, jembatan tersebut baru saja selesai diperbaiki. Menyikapi kejadian ini, DPRD Pati langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (24/10/2025) Anggota Komisi C DPRD Pati, Suyono, memberikan komentarnya terkait ambrolnya jembatan tersebut. Ia menyoroti sistem perencanaan […]

  • Pantai Banyutowo Bersolek, Angka Wisatawan Dikerek

    Pantai Banyutowo Bersolek, Angka Wisatawan Dikerek

    • calendar_month Sel, 24 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Salah seorang pengunjung sedang bersantai di pinggir Pantai Idola Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti. Di sampingnya berdiri gardu pandang. PATI – Pantai di Desa Banyutowo yang dinamakan Pantai Idola makin hari makin bersolek saja. Berbagai fasilitas pun mulai serius digarap pengelola. Tak heran, pantai yang dulunya kotor dan tak terawat ini, kini tiap harinya ramai dikunjungi wisatawan. […]

  • Gerak Cepat Polsek Tayu, Dua Anak Terpisah dari Ibu Berhasil Ditemukan

    Gerak Cepat Polsek Tayu, Dua Anak Terpisah dari Ibu Berhasil Ditemukan

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.422
    • 0Komentar

    PATI – Gerak cepat yang dilakukan personel Polsek Tayu bersama masyarakat membuahkan hasil positif. Dua orang anak kakak beradik yang sempat terpisah dari ibunya berhasil ditemukan warga di lingkungan Perumahan Tayu Regency, Desa Tayu Wetan, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 18.10 WIB. Kedua anak yang masing-masing berusia 7 tahun dan 5 […]

expand_less