Breaking News
light_mode

Skor 4 – 2, Persipa Jr Bikin Takluk Hati Beriman FC Salatiga

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 22 Jul 2018
  • visibility 109



PATI – Persipa Jr tampil trengginas Minggu (22/7/2018) sore kemarin. Bermain di kandang sendiri, Laskar Saridin Muda, menyudahi perlawan tamunya Hati Beriman FC Salatiga dengan skor meyakinkan 4 – 2.
Empat gol Persipa Jr dicetak masing-masing oleh, Edo Fafariopa di menit ke 7, Bima Anggi Sadewa menit 45+ melalui titik putih, Ardian Ngumboro Jati menit ke 51, dan Andika Fachriyanto di menit ke 60.
Sementara gol tim tamu dicetak masing-masing oleh Ade Bejo Rokhimin menit ke 22, dan Ikhsan Ilham di menit ke 35.
Permainan terbuka membuat
pertandingan berjalan menarik. Kedua kesebelasan sama-sama saling serang. 
Memasuki babak kedua, permainan
kedua kesebelasan memang makin berani. Namun, pertandingan sedikit tercederai,
lantaran banyak aksi tak terpuji dari kedua kesebelasan. Banyak sekali terjadi
pelanggaran, disertai aksi merintih berlebihan dari kedua kesebelasan.
Bahkan pertandingan juga sempat
terhenti di menit ke 75. Pertandingan terhenti sekitar 10 menit, lantaran aksi
suporter di belakang benchofficial Hati
Beriman yang dipenuhi suporter tuan rumah. Mereka menimbulkan kebisingan dengan
alat musik yang berakibat, tim pelatih tak bisa leluasa memberikan intruksi.
”Ya kami ada sedikit kecewa dengan
perangkat pertandingan. Seperti itu kan tidak boleh. Makanya kami tadi
menghentikan pertandingan, sampai suporter berpindah tempat,” terang Pelatih
Hati beriman FC Sri Nanda Yudi Himawan usai laga.
Mesikpun begitu, sang pelatih
memuji perjuangan anak asuhnya yang tak lelah berjuang. ”Permainan anak-anak
sudah bagus. Daya juangnya saya akui luar biasa. Namun ya cukup kecewa dengan
kekalahan ini,” imbunya.
Sementara itu, Pelatih Persipa Jr,
Eko Supriyanto mengungkapkan kegembirannya atas hasil positif yang kembali
diraih anak asuhnya tersebut. Meskipun dari sisi permainan masih banyak yang
perlu dibenahi.
”Cukup puas dengan hasil ini,
meskipun evaluasi di beberapa lini masih ada. Seperti di lini belakang, dan
juga tengah,” kata Eko Supriyanto.
Anak-anak, lanjut Eko Supriyanto,
sudah bermain bagus. ”memang saya intruksikan untuk berani bermain, berani
mengirim umpan-umpan panjang juga. Dan hasilnya di babak kedua permainan
anak-anak menjadi lebih baik, dan mampu mencetak gol untuk kemenangan,”
paparnya. (has)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli, Mbah Roso Ajak Masyarakat Sehat

    Peduli, Mbah Roso Ajak Masyarakat Sehat

    • calendar_month Rab, 11 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

      Lingkar Muria, PATI – Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, Imam Suroso atau yang akrab disapa Mbah Roso, terus mendorong dan mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Sabtu (8/4/2018) lalu, Mbah Roso menggelar Sosialisasi tentang gerakan hidup sehat di Lapangan Desa Pekalongan Kecamatan Winong.  ”Pola hidup sehat dan bersih harus membudaya di kalangan masyarakat. Supaya […]

  • Kampung Budaya Piji Wetan Gelar Kirab Budaya Pager Mangkok untuk Lestarikan Ajaran Sunan Muria

    Kampung Budaya Piji Wetan Gelar Kirab Budaya Pager Mangkok untuk Lestarikan Ajaran Sunan Muria

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 137
    • 0Komentar

    KUDUS – Warga Dukuh Piji Wetan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, melaksanakan Kirab Budaya Pager Mangkok untuk memperkenalkan kembali ajaran bersedekah dari Sunan Muria. Kegiatan ini sekaligus menjadi pembuka Festival Pager Mangkok #4 yang digagas oleh Komunitas Kampung Budaya Piji Wetan pada Jumat (6/12/2024). Ritual dimulai dengan arak-arakan gunungan hasil bumi dari Panggung Ngepringan menuju Punden […]

  • Persijap Jepara, Tim Pertama Indonesia yang Ramah Lingkungan

    Persijap Jepara, Tim Pertama Indonesia yang Ramah Lingkungan

    • calendar_month Rab, 1 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Persijap Jepara kembali mengeluarkan gebrakan baru di kancah persepakbolaan nasional. Tim asal Jepara tersebut menggandeng sebuah aplikasi yang bergerak di bidang sosial dan lingkungan. Aplikasi yang dimaksud adalah Y-WASTE yang dapat diunduh dalam platform Android maupun IOS. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat bisa meminimalisir limbah makanan yang mereka miliki. Selain masyarakat umum, aplikasi itu juga bisa […]

  • Unjuk Gigi Potensi Jepara, Tenun Troso Pecahkan Rekor Muri

    Unjuk Gigi Potensi Jepara, Tenun Troso Pecahkan Rekor Muri

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Pemecahan rekor Muri Tenun Troso JEPARA – Lapangan Datuk Ampel Desa Troso, Kecamatan Pecangaan dipadati ribuan orang pada Sabtu (13/7/2019). Di akhir pekan itu, Desa Troso punya hajat besar. Unjuk gigi potensi mereka melalui pemecahan rekor Muri penenun tradisional terbanyak. Pemecahan rekor dunia Museum Rekor Indonesia (Muri) itu dalam kategori penenun tradisional terbanyak, dengan menggunakan […]

  • Tangkal Hoaks, Begini Caranya

    Tangkal Hoaks, Begini Caranya

    • calendar_month Jum, 30 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    SUMBER : BINTANG.COM Lingkar Muria, PATI – Komisi Penyiaran Daerah Indonesia (KPID) Jawa Tengah, mendorong masyarakat untuk menjadi konsumen media yang cerdas dan kritis. Hal itu lantaran banyaknya siaran media yang kurang mendidik. Terlebih banyaknya informasi yang hoaks atau tidak benar. Demikian dikemukakan komisioner KPID Jawa Tengah Tazkiyyatul Muthmainnah, dalam kegiatan literasi media di ruang […]

  • Dugaan Penyelewengan Tanah Bengkok di Kalirejo, Desa Merugi Ratusan Juta Rupiah

    Dugaan Penyelewengan Tanah Bengkok di Kalirejo, Desa Merugi Ratusan Juta Rupiah

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 136
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Polemik pengelolaan tanah bengkok di Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, mencuat ke permukaan. Diduga, hasil lelang tanah bengkok selama 16 tahun tidak pernah dilaporkan sebagai Pendapatan Asli Desa (PAD), menyebabkan kerugian desa diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Yatno, seorang petani penggarap lahan bengkok selama 10 tahun, mengungkapkan bahwa ia dan beberapa warga […]

expand_less