Komisi C DPRD Pati Soroti Tantangan Infrastruktur: Sesuaikan Pembangunan dengan Karakter Wilayah
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 99.030

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Karmijan
PATI – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Karmijan, menyoroti beragam tantangan dalam pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Ia menilai, isu-isu tersebut masih memerlukan perhatian serius serta penanganan tepat sasaran dari pihak pemerintah daerah.
Menurut Karmijan, wilayah Kabupaten Pati sangat luas dan memiliki karakteristik yang beragam, mulai dari kawasan pertanian, pesisir, pusat industri kecil, hingga daerah yang rawan banjir dan kerusakan jalan.
Kondisi geografis dan sosial ekonomi yang berbeda ini menuntut kebutuhan pembangunan infrastruktur yang tidak bisa disamaratakan, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
“Kabupaten Pati memiliki karakteristik wilayah yang beragam, sehingga pembangunan infrastruktur juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah,” ujar Karmijan.
Ia menjelaskan, salah satu keluhan utama yang paling banyak disampaikan masyarakat hingga saat ini adalah kondisi jalan yang rusak. Masalah ini sangat terasa pada ruas jalan penghubung antar kecamatan maupun akses utama yang menuju ke sentra-sentra ekonomi rakyat.
Kondisi jalan yang buruk dinilainya membawa dampak nyata dan langsung dirasakan warga, mulai dari terhambatnya proses pengangkutan hasil pertanian, kesulitan mobilitas warga, kenaikan biaya angkut atau logistik, hingga risiko yang membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
“Kerusakan jalan tentu berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga,” katanya.
Selain masalah jalan raya, Karmijan juga menyoroti persoalan drainase dan banjir yang kerap melanda sejumlah titik saat musim hujan tiba.
Ia memaparkan bahwa peristiwa banjir musiman ini umumnya dipicu oleh pendangkalan aliran sungai akibat sedimentasi, serta sistem saluran pembuangan air yang belum berfungsi secara maksimal.
“Beberapa wilayah masih menghadapi banjir musiman akibat sedimentasi sungai dan drainase yang belum maksimal,” jelasnya.
Fokus perhatian juga diarahkan ke sektor pertanian. Mengingat Pati dikenal sebagai daerah agraris, ia menegaskan bahwa ketersediaan infrastruktur irigasi adalah kebutuhan yang sangat vital.
Kualitas jaringan irigasi dinilai memiliki hubungan langsung dan pengaruh besar terhadap tingkat produktivitas pertanian masyarakat setempat.
“Sebagai daerah agraris, jaringan irigasi harus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan produktivitas pertanian,” ungkapnya.
Tak kalah penting, Karmijan mengakui masih banyak aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya pemerataan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Oleh sebab itu, pihaknya di DPRD terus mendorong agar pembangunan infrastruktur dilaksanakan secara merata dan menyeluruh, supaya seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali dapat merasakan manfaatnya secara adil.
“Pemerataan pembangunan harus menjadi perhatian agar tidak ada kesenjangan antara wilayah kota dan desa,” pungkasnya.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

