Breaking News
light_mode

Beban Anggaran Bertambah, DPRD Pati Khawatir Belanja Pegawai Lebihi Batas

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
  • visibility 98.675

PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyoroti komposisi belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang saat ini mencapai 34 persen.

Pihak legislatif mewaspadai potensi kenaikan angka tersebut jika kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu menjadi Penuh Waktu direalisasikan.

Wakil Ketua II DPRD Pati, Bambang Susilo, mengakui bahwa angka belanja pegawai saat ini justru mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini menurutnya dipengaruhi oleh adanya regulasi pemerintah yang mengatur batasan komposisi belanja daerah.

“Sebetulnya kalau saat ini sudah turun, kalau sebelumnya malah lebih banyak. Jadi ini sudah mulai turun, karena ada aturan-aturan mengenai hal itu,” ujar politisi Fraksi PKB ini.

Namun, Bambang memperingatkan bahwa angka tersebut bisa kembali melonjak signifikan. Hal itu akan terjadi apabila rencana pengangkatan PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu pada tahun mendatang benar-benar terealisasi.

“Nantinya bisa saja melonjak lagi, kalau yang PPPK paruh waktu diangkat menjadi PPPK penuh waktu,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, DPRD berencana melakukan konsultasi dengan Pemerintah Pusat.

Hal ini dilakukan untuk memetakan dampak kebijakan tersebut terhadap struktur keuangan daerah, mengingat beban anggaran akan otomatis bertambah.

“Seandainya Paruh Waktu diangkat PPPK Penuh Waktu kan menjadi beban belanja pegawai, apakah itu seperti apa nanti kita konsultasikan ke Pemerintah Pusat. Otomatis nanti lebih dari 34 persen,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pati, Andi Nurwanto, memaparkan bahwa saat ini anggaran untuk PPPK Paruh Waktu mencapai Rp3,7 miliar per bulan atau sekitar Rp41,84 miliar per tahun. Angka tersebut menampung 3.141 tenaga PPPK Paruh Waktu yang bertugas di wilayah Pati.

Andi menegaskan, perubahan status menjadi Penuh Waktu akan berdampak langsung pada peningkatan beban belanja pegawai. Meski demikian, pihaknya tetap mencatat seluruh usulan yang masuk sebagai bagian dari perencanaan fiskal daerah.

“Yang pasti kami dari BPKAD usulannya kami catat,” ujar Andi.

(adv)

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polresta Pati Inisiasi Deklarasi Damai Bersama PST dan Ojol

    Polresta Pati Inisiasi Deklarasi Damai Bersama PST dan Ojol

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 333
    • 0Komentar

    PATI – Sinergi antara masyarakat dan kepolisian terus digalakkan di Kabupaten Pati demi menjaga keamanan dan ketertiban. Deklarasi Kelompok PST (Pati Semua Teman) bersama komunitas ojek online (Ojol) menjadi bukti nyata kolaborasi ini. Acara yang digelar di Mapolsek Pati Kota pada Selasa (21/10/2025) sore, dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk pejabat kepolisian dan perwakilan komunitas. […]

  • Sebulan Tak Ada Tindakan Warga Tlogomojo-Batangan Datangi Kejari

    Sebulan Tak Ada Tindakan Warga Tlogomojo-Batangan Datangi Kejari

    • calendar_month Rab, 13 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI –  Diduga melakukan tindakan penyelewengan, oknum kepala desa Togomojo-Batangan dilaporkan warganya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati. Namun laporan yang telah sebulan diserahkan itu hingga kini belum ada kejelasan tindakan, hal ini membuat Wuryanto warga desa Tlogomojo mendatangi Kejari untuk meminta jawaban. ”Kami melaporkan dugaan kepala desa kami yang melakukan penyelewengan dalam proyek […]

  • Sarana Belajar Membatik Profesional (2)

    Sarana Belajar Membatik Profesional (2)

    • calendar_month Sab, 23 Nov 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Belajar dari proses awal hingga akhir  Tidak hanya kepentingan wisata. Tamzis juga menyiapkan tempatnya sebagai sekolah membatik bagi siapa saja. Di Wisata Batik Pati, tidak saja menjadi tempat liburan. Pengunjung bahkan bisa belajar lebih serius. Terutama bagi pengunjung yang ingin belajar membatik secara lebih serius untuk kepentingan professional-bisnis, dirinya juga bisa memfasilitasi. Untuk diketahui, pada […]

  • Pembentukan Kecamatan Berdaya di Jateng Diakselerasi

    Pembentukan Kecamatan Berdaya di Jateng Diakselerasi

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 218
    • 0Komentar

    PATI – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan percepatan pembentukan Kecamatan Berdaya di seluruh kabupaten/kota terus digencarkan. Beberapa daerah bahkan telah berinisiatif mengajukan pembentukan dan peresmian Kecamatan Berdaya. “Sudah (bertambah), tinggal meresmikan. Ini berlomba-lomba. SOP-nya baru kita susun tapi kalau sudah ya kita semarakkan,” ujar Gubernur Luthfi saat berada di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (8/5/2025) […]

  • Grapix AI Gelar Corporate Gathering dan Santunan Anak Yatim di Pati

    Grapix AI Gelar Corporate Gathering dan Santunan Anak Yatim di Pati

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 386
    • 0Komentar

    PATI – Grapix AI, perusahaan penyedia solusi server kecerdasan buatan, menggelar kegiatan corporate gathering dan santunan anak yatim di Hotel New Merdeka Pati pada Minggu (22/9/2024). Acara ini merupakan bentuk syukur atas pencapaian Grapix AI yang meraih VIP 7 dan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar mitra. Direktur Divisi Regional 1 Grapix AI, Ary Wulan Darmiyanto, […]

  • Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati Aviani Tritanti Venusia

    Dinsos Pati Akui Terima Laporan Dugaan Pencabulan Santriwati Sejak 2024

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 195
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsop3akb) Kabupaten Pati mengakui telah menerima laporan dugaan pencabulan terhadap santriwati oleh pengasuh pondok pesantren sejak 2024. Kepala Dinsop3akb Pati, Aviani Tritanti Venusia, mengatakan laporan tersebut diterima melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dengan satu orang korban sebagai pelapor. “Kami menerima laporan dugaan […]

expand_less