Breaking News
light_mode

Jalan Sehat Muslimat Pati, Deklarasikan Anti Hoax, Gibah dan Fitnah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 7 Mar 2019
  • visibility 337

PATI
– Bukan car free day, Alun-alun
Simpanglima Kamis (7/3/2019) pagi penuh. Sepanjang mata memandang, jalanan di
depan alun-alun penuh dengan ibu-ibu berbaju hijau dengan setelan kerudung
warna putih. Mereka adalah ibu-ibu Muslimat NU Pati.
Mereka sedang memperingati
hari lahir (harlah) ke 73. Dalam peringatan itu digelar kegiatan jalan sehat.
Selain jalan sehat, ibu-ibu ini juga mendeklarasikan anti hoax, gibah, dan
fitnah.

Jalan sehat dimulai di
alun-alun simpanglima, dan menyusuri jalanan protokol di Kota Pati. Selain
ibu-ibu muslimat, hadir Bupati Haryanto serta jajaran forkopimda. Seperti
Kapolres Pati AKBP Jon Wesly dan Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan.

Maesaroh, Ketua Panitia
Harlah ke 73 Muslimat NU Kabupaten Pati mengungkapkan, kegiatan jalan sehat ini
diikuti sekitar 5000 peserta. Yang terdiri dari pengurus anak cabang, pengurus
ranting maupun para guru yang berada di yayasan pendidikan muslimat NU
Kabupaten Pati.

”Sebelum jalan sehat,
diadakan khataman al quran juga manaqiban oleh masing-masing pimpinan anak
cabang se Kabupaten Pati, baru jalan sehat bersama bupati dan forkopimda,” kata
Maesaroh.

Selain itu, dalam
kegiatan harlah tersebut, panitia menyediakan puluhan hadiah. Mulai dari
sepeda, hingga doorprize berupa
hadiah umroh. Sebelum pembagian hadiah, deklarasi menolak hoax, ghibah dan fitnah dikumandangkan
bersama.

”Muslimat NU diharapkan
dapat menjadi mar’atun sholihah. Bisa
memberi keteladanan bagi masyarakat Kabupaten Pati. Mampu mewujudkan dan
merealisasikan anti ghibah, fitnah
serta menolak hoax,” tegas Maesaroh.

Sementara itu, Bupati
Pati Haryanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah
satu acara yang luar biasa. Di usia 73 tahun ini, tentunya sudah banyak kiprah
dan jasa yang telah dikerjakan untuk bangsa oleh ibu-ibu muslimat ini.
”Apalagi deklarasi
menolak hoax itu tentunya menjadi poin berharga dalam kehidupan bermasyarakat,
ibu-ibu ini menjadi pionir pendidikan untuk generasi mendatang. Semoga ibu-ibu
dapat menginspirasi,” kata Haryanto. (hus)
 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dipastikan Lolos 12 Besar Piala Soeratin U-17, Persipa Pati Junior Tetap Tampil Ngeyel

    Dipastikan Lolos 12 Besar Piala Soeratin U-17, Persipa Pati Junior Tetap Tampil Ngeyel

    • calendar_month Jum, 20 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 306
    • 0Komentar

    OLAHRAGA, LINGKARMURIA.COM – Persipa Pati U-17 telah memastikan tempat mereka di babak 12 Besar Piala Soeratin U-17 2023 Zona Jawa Tengah dan akan menjalani laga kedua Grup E melawan BJL 2000 Semarang di Stadion Citarum, Semarang pada Jumat (20/10/2023).Meskipun sudah pasti lolos, namun semangat bertanding tetap menyala di dalam tim. Dalam klasemen Grup E, Persipa […]

  • Komisi A DPRD Pati Soroti Masalah Regenerasi Kepala Sekolah yang Terhambat Anggaran

    Komisi A DPRD Pati Soroti Masalah Regenerasi Kepala Sekolah yang Terhambat Anggaran

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.817
    • 0Komentar

    PATI – Proses regenerasi pemimpin di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius Komisi A DPRD Kabupaten Pati. Ketua Komisi A, Narso, menilai minimnya alokasi anggaran untuk menyiapkan Calon Kepala Sekolah (CKS) menjadi akar permasalahan yang menyebabkan banyak jabatan kepala sekolah diisi oleh Pelaksana Tugas (PLT) dalam waktu yang cukup lama. Pernyataan ini disampaikan Narso saat menanggapi […]

  • DPRD Pati Sarankan Petani Gunakan Burung Hantu untuk Kendalikan Hama Tikus 

    DPRD Pati Sarankan Petani Gunakan Burung Hantu untuk Kendalikan Hama Tikus 

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 360
    • 0Komentar

    PATI – Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mendorong petani setempat untuk memanfaatkan burung hantu sebagai pengendali hama tikus. Menurutnya, metode ini lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida dan jebakan tikus beraliran listrik. “Ini lebih ramah lingkungan. Selain mengurangi penggunaan pestisida, juga mendukung pelestarian burung hantu yang ternyata sangat bermanfaat bagi petani. Hewan ini […]

  • Laga Emosional Menuju Final

    Laga Emosional Menuju Final

    • calendar_month Ming, 30 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Para pemain Persijap Jr menunduk lesu usai kalah dari Persipa Jr di Stadion Joyokusumo  PATI – Persipa Jr berhasil melenggang ke partai puncak Piala Soertain U-17 Zona Jawa Tengah. Kepastian tiket final itu didapat dalam balutan laga yang penuh emosional bagi kedua kesebelasan. Dimana Persipa Jr berhasil lolos ke final dengan menyakinkan setelah menang 1 […]

  • Kudus Full Senyum, 99 Persen Peluang Persiku Bertahan di Liga 2

    Kudus Full Senyum, 99 Persen Peluang Persiku Bertahan di Liga 2

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 278
    • 0Komentar

    KUDUS – Persiku Kudus hampir dipastikan akan bertahan di Liga 2 musim depan. Macan Muria Cuma butuh tambahan 1 poin saja di laga terakhir nanti menjamu Persekat Tegal (25/2) di Stadion Wergu Wetan Kudus. Pesaing Persiku adalah Persibo Bojonegoro yang bisa menyamai poin apabila di laga terakhir Persiku gagal menang. Namun Jajang Mulyana cs lebih […]

  • Anggota DPRD Pati Danu Ikhsan Usulkan Revitalisasi Plaza Pragolo

    Anggota DPRD Pati Danu Ikhsan Usulkan Revitalisasi Plaza Pragolo

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 265
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Danu Ikhsan, mengusulkan revitalisasi Plaza Pragolo yang terletak di Jalan Raya Pati – Kudus, Margorejo. Plaza Pragolo, yang diproyeksikan sebagai pusat promosi dan penjualan produk unggulan Kabupaten Pati, dinilai kurang optimal dalam pengelolaannya dan membutuhkan pembenahan. “Plaza Pragolo harus direvitalisasi agar lebih maksimal dan dapat mendukung produk lokal karya masyarakat […]

expand_less