Breaking News
light_mode

Revitalisasi Sekolah, DPRD Pati Minta Disdikbud Gunakan Data Dapodik Sebagai Acuan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
  • visibility 210

PATI – Guna memastikan program perbaikan dan pemulihan sarana pendidikan berjalan tepat sasaran, DPRD Kabupaten Pati meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) segera menyusun data lengkap dan melakukan pemetaan menyeluruh terhadap bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, baik yang berada di jenjang SD maupun SMP negeri di seluruh wilayah kabupaten.

Anggota Komisi D DPRD Pati, Endang Sri Wahyuningati, menyatakan bahwa pendataan tersebut menjadi langkah awal dan dasar utama dalam menyusun skala prioritas pelaksanaan program revitalisasi sekolah.

Ia menegaskan, informasi yang akurat akan membuat alokasi anggaran dan penanganan perbaikan dapat diberikan kepada satuan pendidikan yang paling membutuhkan.

“Saat ini banyak sekolah yang perlu diperbaiki. Kami berharap Disdikbud dapat memanfaatkan data Dapodik sebagai acuan untuk menentukan sekolah mana yang harus diprioritaskan,” ujarnya saat ditemui di lingkungan kantor DPRD Pati, Kamis (30/4/2026)

Ia menambahkan, jajaran dewan sudah menanyakan langsung kepada Disdikbud terkait jumlah dan kondisi bangunan sekolah yang rusak.

Ia juga menyampaikan bahwa penanganan masalah ini mendapat perhatian serius dari pimpinan daerah, di mana Plt Bupati Pati telah memberikan arahan agar persoalan ini segera diselesaikan.

Hal ini didasari pertimbangan bahwa kondisi bangunan yang tidak layak berpotensi mengganggu kelancaran proses belajar mengajar dan membahayakan keselamatan warga sekolah.

“Kami sudah menanyakan hal ini, dan Plt Bupati juga telah memberikan instruksi karena kondisi bangunan yang rusak bisa mengganggu kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.

Di sisi lain, Widyaprada Bidang SMP Disdikbud Pati, Hendro Suryono, menyampaikan gambaran kondisi yang ada di lapangan. Dari total 97 satuan pendidikan SMP, baik negeri maupun swasta yang tercatat di wilayah ini, teridentifikasi ada 10 unit bangunan yang mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan sedang.

Menurutnya, kesepuluh sekolah tersebut telah mengajukan usulan perbaikan melalui program revitalisasi tahun 2026. Pengajuan ini disampaikan ke pemerintah pusat dengan memanfaatkan sistem Data Pokok Pendidikan atau Dapodik.

Dalam mekanisme tersebut, tugas Disdikbud berperan sebagai lembaga yang melakukan pemeriksaan dan verifikasi agar usulan yang masuk telah sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

“Pengusulan dilakukan oleh masing-masing sekolah melalui Dapodik, sedangkan dinas hanya melakukan verifikasi sesuai prosedur,” pungkasnya.

(adv)

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belajar Asam Garam Kehidupan dan Cinta

    Belajar Asam Garam Kehidupan dan Cinta

    • calendar_month Jum, 8 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Membaca novel adik sastrawan kondang Pramoedya Ananto Toer ini kita tak hanya mendapat cerita-cerita belaka. Novel berlabel 18+ ini menyuguhkan realita hidup yang tak selalu mulus. Hidup penuh dengan dinamika yang harus dan mau tidak mau dilakoni manusia. Soes, panggilan akrab penulis novel ini bercerita tentang Thomas. Pemuda yang sedang mereguk ilmu ekonomi politik di […]

  • Edy Wuryanto: Jangan Kriminalisasi Tenaga Kesehatan, Wajib Lewat Majelis Disiplin Profesi

    Edy Wuryanto: Jangan Kriminalisasi Tenaga Kesehatan, Wajib Lewat Majelis Disiplin Profesi

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.071
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyoroti kasus dokter spesialis anak Ratna Setia Asih yang dituntut hukuman 4 tahun 6 bulan penjara atas dugaan kelalaian yang mengakibatkan kematian pasien. Edy menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap tenaga kesehatan harus tetap mengikuti prosedur yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, agar […]

  • Persipa Junior Masih Butuh Tiga Pemain Lagi

    Persipa Junior Masih Butuh Tiga Pemain Lagi

    • calendar_month Ming, 1 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Tim Pelatih Pantau Tiga Talenta Luar Daerah Manajer Persipa Jr Dian Dwi Budianto/ DOKUMEN PRIBADI PATI – Menghadapi kompetisi Piala Soeratin Zona Jawa Tengah tahun ini, manajemen Persipa Junior terus bersiap. Bahkan, untuk makin memantapkan skuadnya, manajemen masih berburu tiga pemain tambahan, untuk melengkapi 23 pemain yang sudah bergabung dan berlatih bersama di Pusat Latihan […]

  • Tertib Administrasi Ala IPNU IPPNU Keling

    Tertib Administrasi Ala IPNU IPPNU Keling

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 315
    • 0Komentar

    JEPARA – Diklat administrasi digelar  Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Keling, pada Ahad (27/9/2020). Acara itu dipusatkan di Gedung MWCNU Kecamatan Keling. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh sekretaris pimpinan ranting se-Kecamatan  Keling. Masing-masing ranting mendelegasikan  satu rekan dan satu rekanita. Ketua PAC IPNU Keling, Riyan Agus Prasetiyo mengungkapkan, tujuan kegiatan pelatihan administrasi tersebut agar rekan […]

  • PELTI Kabupaten Pati Sukses Gelar Bupati Cup 2025, Dapat Apresiasi dari Bupati Pati

    PELTI Kabupaten Pati Sukses Gelar Bupati Cup 2025, Dapat Apresiasi dari Bupati Pati

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.245
    • 0Komentar

    PATI – Kejuaraan Tenis Lapangan Bupati Cup Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Kabupaten Pati telah ditutup secara resmi, sekaligus diikuti penyerahan hadiah, Minggu (14/12/2025). Acara berlangsung di Lapangan Tenis Joyokusumo dengan antusiasme yang tinggi dari seluruh peserta dan penonton, serta dihadiri langsung oleh Bupati Pati, Sudewo. Sudewo menyampaikan apresiasi kepada […]

  • Kerja Keras Seperti Ibu

    Kerja Keras Seperti Ibu

    • calendar_month Sel, 23 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Risma Nadia DOKUMEN PRIBADI Besar di keluarga yang boleh dibilang broken home, membuat Risma Nadia tumbuh menjadi perempuan yang kuat. Risma sapaan akrabnya, meneladani laku sang ibu, seorang pedagang kecil yang rela bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sang putri, hingga bisa lulus sampai sekolah tingkat atas. ”Berkat hal itu saya kini menjadi perempuan yang tak […]

expand_less