Breaking News
light_mode

Nadirsyah Hosen ; NU Harus Melawan Provokator-provokator Umat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 18 Mar 2019
  • visibility 286

Bedah buku Saring sebelum Sharing bersama Prof Nadirsyah Hosen, Rois Syuriah PCINU Australia – Selandia Baru
Pukul sepuluh
pagi, Minggu (17/3/2019)
  Profesor
Nadirsyah Hosen atau yang akrab disapa Gus Nadir mengisi seminar dan bedah buku
terbarunya yang berjudul “Saring Sebelum Sharing” di Gedung PC NU
Kabupaten Jepara. Bedah buku di Jepara ini merupakan rangkaian _tour_nya di
berbagai kota se-Indonesia.

Pada
kesempatan itu, Gus Nadir yang juga sebagai Ketua PCINU Australia dan New
Zeeland menjelaskan berbagai fenomena mutakhir yang membuat kondisi Indonesia
cukup memprihatinkan. Terutama dalam hal keberagamaan. Menurutnya, ada
provokator-provokator yang sengaja membuat kedamaian Indonesia terguncang
melalui media sosial.

Gus Nadir juga
menyebutkan beragam modus yang dipakai para provokator tersebut. Yang paling
sering yaitu mereka pura-pura bertanya dengan menyertakan sebuah berita. Namun
pertanyaan itu dilontarkan untuk memancing perdebatan yang berujung konflik.

“Misalnya,
ada yang melempar pertanyaan tentang kesalahan salah satu pasangan calon
presiden. Namun pertanyaan itu dilemparkan kepada kita-kita yang sama sekali
tidak memiliki hubungan politik apapun kepada keduanya. Tentu ini tujuannya untuk
memancing emosi,” katanya.

Selain itu,
lanjut Gus Nadir, umat Islam juga diprovokasi dengan membenturkan pernyataan
antar ulama atau tokoh agama. Dikatakan, hal ini sering menimpa para kyai-kyai
NU. Sebab, banyak pihak yang tidak suka dengan paradigma NU yang lebih
mengutamakan persatuan seluruh umat beragama di Indonesia dibandingkan lebih
menonjolkan diri sebagai umat yang mendominasi negara.

Modus yang
ketiga, sambung Gus Nadir, umat Islam Indonesia diprovokasi dengan dalil-dalil
yang tidak relevan dengan konteks kekinian. Dalil-dalil itu dipaksakan untuk
merespon fenomena yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan dalil yang
disertakan. Ia mencontohkan, mendekati pemilu kali ini, banyak yang mengutip
dalil atau hadis tentang perang sebagai upaya untuk menggiring opini publik
supaya “memerangi” lawan politiknya.

“Yang
lebih ekstrim, ada pihak yang menyerukan untuk kembali ke Qur’an dan hadis. Lha
memangnya kita (NU: red) pernah meninggalkan Qur’an dan Hadis? Ada-ada saja
mereka itu. Selain itu, mereka juga sering mengkafir-kafirkan yang tak sama
dengan mereka. Ini jelas salah besar dan NU harus menjadi garda terdepan untuk
meluruskan mereka,” tambahnya.

Melalui buku
tersebut, Gus Nadir berharap upayanya menghadirkan pesan Islam yang benar-benar
rahmatan Lil ‘alamin. Ia juga mendorong warga Nahdliyyin untuk aktif berdakwah
melalui media sosial, agar masyarakat yang awam agama bisa tersentuh oleh
dakwah ala NU.

Dalam seminar
itu hadir juga Nasrullah Afandi, doktor maqosidus syariah alumni Maroko
sekaligus Wakil Katib PWNU Jawa Tengah, sebagai pembanding Gus Nasrul sangat
mendukung dengan karya-karya Gus Nadir yang mencerahkan dan menyejukkan
kekacauan masyarakat saat ini. Dia juga sepakat untuk mendorong seluruh warga
NU agar bersama-sama melawan provokator-provokator yang mengatasnamakan agama
sebagai dalih untuk memecah belah.

“Paham-paham
radikalisme dan ekstrimisme telah nyata-nyata menggerogoti kesatuan bangsa
kita. Oleh sebab itu, saya serukan kepada warga NU untuk melawan mereka. NU
harus menjadi pihak pertama yang menyelamatkan bangsa,” tegasnya. (fmh)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggaran TKD Naik Rp 43 Triliun, Momentum Daerah Bangun Ekonomi

    Anggaran TKD Naik Rp 43 Triliun, Momentum Daerah Bangun Ekonomi

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 367
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati penambahan anggaran untuk Transfer ke Daerah (TKD) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Anggaran ini ditingkatkan dari Rp 650 triliun menjadi Rp 693 triliun. Bupati Pati Sudewo, selaku Wakil Ketua Umum 1 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), mengungkapkan apresiasinya terhadap perkembangan ini. […]

  • Mantan Pemain Persipa Gabung PSG

    Mantan Pemain Persipa Gabung PSG

    • calendar_month Ming, 7 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

      Iqbal saat berkostum Persiku Kudus dan melawan Persipa pada kompetisi Liga 3 Jawa Tengah 2018 Satu pemain lokal Pati dikontrak Putra Safin Group (PSG Pati). Pemain itu adalah Muhammad Iqbal Al Ghuzat. Local pride ini berposisi sebagai bek kiri, usianya masih 22 tahun. Hal ini diketahui dari postingan instagram @psg_pati    “Kami perkenalkan pemain […]

  • Muslihan Dorong Penanaman Jagung Masif di Pati untuk Kuatkan Ketahanan Pangan Nasional

    Muslihan Dorong Penanaman Jagung Masif di Pati untuk Kuatkan Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.944
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, mengajak untuk melakukan gerakan penanaman jagung secara luas di seluruh wilayah Kabupaten Pati. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus memberikan kontribusi pada program swasembada pangan yang digalakkan secara nasional. Menurut dia, Kabupaten Pati memiliki potensi lahan yang luas yang bisa dimanfaatkan secara optimal. […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Sampah untuk Pupuk Organik

    Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Sampah untuk Pupuk Organik

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 325
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menyoroti masalah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pati. Ia memberikan masukan kepada pemerintah daerah untuk mengolah sampah menjadi pupuk organik. “Bisa juga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terkait pengolahan sampah ini sampah bisa dijadikan pupuk organik. Supaya bisa dimanfaatkan oleh para petani,” ungkapnya. Dengan jumlah sampah mencapai […]

  • Saring sebelum Sharing, dan Ilmu Ojo Kesusu ala Gus Nadirsyah Hosen

    Saring sebelum Sharing, dan Ilmu Ojo Kesusu ala Gus Nadirsyah Hosen

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Kehadiran buku berjudul Saring sebelum Sharing ini semakin menyadarkan kita untuk tak gampang buru-buru percaya sebuah kebenaran. Sebab, bisa jadi kebohongan yang terus berulang dipercaya menjadi kebenaran. Setidaknya hal itu yang hendak disampaikan penulisnya. Profesor Nadirsyah Hosen. Atau kita akrab mengenalnya Gus Nadirsyah. Rosi Syuriah Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama Australia dan Selandia Baru. […]

  • Antisipasi Kasus Covid—19 Naik Bupati Pati Stop PTM

    Antisipasi Kasus Covid—19 Naik Bupati Pati Stop PTM

    • calendar_month Sab, 12 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto meninjau kegiatan PTM beberapa waktu yang lalu PATI –Saat ini Kabupaten Pati mengalami kenaikan kasus Covid-19. Bupati Haryanto mengambil langkah antisipatif agar kasus Covid-19 tidak meledak. Pembelajaran tatap muka (PTM) dihentikan sementara mulai Senin 14 Feberuari 2022. Bupati menghentikan kegiatan PTM di semua jenjang. Bupati Pati Haryanto mengeluarkan Surat Edaran No : 440 […]

expand_less