Breaking News
light_mode

Wacana Taman Hutan Raya Muria Menguat: Benteng Konservasi dan Pusat Ekonomi Hijau Masa Depan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
  • visibility 754

KUDUS – Wacana perubahan kawasan hutan Muria menjadi Taman Hutan Raya (TAHURA) semakin menguat, didorong oleh berbagai alasan untuk melestarikan ekosistem Gunung Muria.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini tengah melakukan verifikasi dan validasi bersama Tim Terpadu Kementerian Kehutanan.

Gunung Muria, yang terletak di bagian utara Jawa Tengah, menghadapi berbagai permasalahan ekologis yang mendesak untuk diselesaikan.

Seperti dikutip dari artikel di laman BRIN, “Dari hijaunya lereng tersimpan cerita kerusakan ekologis yang kian mendalam. Tutupan hutan yang menyusut, fungsi hidrologi yang melemah, serta berkurangnya habitat satwa dilindungi seperti macan tutul jawa dan elang jawa.”

Prof. Hendra Gunawan, Peneliti Ahli Utama konservasi keanekaragaman hayati BRIN, mengungkapkan hasil temuan tim terpadu yang dipimpinnya dalam wawancara di KST Soekarno, Cibinong (19/11).

“Harapan masyarakat Jawa Tengah, khususnya di kawasan Muria untuk memiliki Taman Hutan Raya (TAHURA) sebagai benteng konservasi dan pusat ekonomi hijau, akan segera terwujud. Impian yang digaungkan sejak lama itu segera diverifikasi dan divalidasi Tim Terpadu Kementerian Kehutanan dan BRIN yang turun ke lapangan sejak 10 November 2025,” ujarnya.

Tim ini bertugas melakukan verifikasi dan validasi ilmiah terhadap usulan perubahan fungsi ±10.436 ha kawasan hutan di Jepara, Kudus, dan Pati menjadi TAHURA.

Perubahan status ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menghentikan laju deforestasi, memulihkan fungsi hidrologi, dan meredam konflik antara manusia dan satwa liar, terutama terkait dengan macan tutul jawa (Panthera pardus melas).

“Data satelit tahun 2024 menunjukkan hanya 7.287 ha tutupan hutan asli yang tersisa di kawasan Muria. Sisanya telah terdegradasi menjadi semak belukar dan lahan pertanian,” ungkap Prof. Hendra.

Kerusakan ini berdampak langsung pada tujuh sub DAS prioritas, memicu krisis air bersih di musim kemarau dan banjir bandang di musim hujan.

Lebih lanjut, Prof. Hendra menjelaskan bahwa tekanan ekologis juga mengancam keberlangsungan macan tutul jawa.

“Penelitian kami menunjukkan 94% kepunahan lokal spesies tersebut terjadi di hutan produksi, dengan populasi tersisa pada beberapa kantong habitat yang semakin terfragmentasi. Gunung Muria menjadi salah satu benteng terakhirnya,” tambahnya.

Prof. Hendra meyakini bahwa melalui pendekatan TAHURA, pemulihan ekologis yang dipadukan dengan skema pemberdayaan masyarakat, seperti ekowisata, kemitraan konservasi, dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan, dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan nasional. Tujuannya adalah untuk menjaga keberlanjutan ekosistem Muria.

“Muria bukan hanya hutan, bukan pula sekadar gunung. Ia adalah simpul kehidupan yang mempengaruhi air, pangan, ekonomi, dan kelestarian satwa Jawa Tengah. Penilaian tim terpadu akan menjadi penentu, apakah Muria akan bangkit sebagai contoh harmoni ekologis dan ekonomi hijau, atau terperosok lebih dalam ke krisis yang berkepanjangan,” pungkasnya.

Nasib Muria kini berada di tangan Tim Terpadu yang dipimpin oleh BRIN. Hasil kajian mereka akan menjadi dasar rekomendasi untuk menentukan apakah kawasan ini akan benar-benar menjadi TAHURA.

Jika terwujud, Muria tidak hanya akan dipulihkan, tetapi juga menjadi model nasional tentang bagaimana riset, kebijakan, dan masyarakat dapat bekerja sama untuk menyelamatkan habitat satwa kunci di Pulau Jawa.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Pertashop Tidak Perlu Jauh-Jauh ke SPBU

    Ada Pertashop Tidak Perlu Jauh-Jauh ke SPBU

    • calendar_month Sen, 21 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 61
    • 0Komentar

      Pengisian BBM jenis Pertamax di Pertashop Desa Sumberrejo Kecamatan Gunungwungkal, Pati. Masyarakat di pelosok desa semakin dimudahkan dalam membeli BBM. Dengan hadirnya Pertashop, tidak perlu jauh-jauh ke SPBU, karena bisa beli bensi dengan harga yang sama. PATI, Gunungwungkal – Kepala Desa Sumberrejo Kecamatan Gunungwungkal senang. Karena di desanya berdiri kios BBM, Pertashop 4P 59106. […]

  • Persipa Pati Raih Kemenangan Tipis atas Persipal Palu di Laga Perdana Play-off Degradasi

    Persipa Pati Raih Kemenangan Tipis atas Persipal Palu di Laga Perdana Play-off Degradasi

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 87
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati mengawali babak play-off degradasi Liga 2 2024/25 dengan kemenangan tipis 1-0 atas tamunya, Persipal Palu. Pertandingan yang berlangsung sengit di Stadion Joyokusumo, Pati, Jawa Tengah pada Senin (20/1/2025) sore ini diwarnai enam kartu kuning, tiga untuk masing-masing tim. Gol semata wayang yang memastikan kemenangan Persipa Pati dicetak oleh Krisna Sulistia Budianto […]

  • Degradasi Mengintai, Persipa Pati Pegang Harapan Tipis di Laga Krusial Lawan Persikas Subang

    Degradasi Mengintai, Persipa Pati Pegang Harapan Tipis di Laga Krusial Lawan Persikas Subang

    • calendar_month Jum, 21 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 79
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati akan menghadapi laga krusial melawan Persikas Subang dalam babak Playoff Degradasi Liga 2 di Stadion Joyokusumo, Jumat (21/2/2025) sore. Tim berjuluk Laskar Saridin ini berada di ambang degradasi ke Liga 3 dan membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa bertahan di Liga 2 musim depan. Caretaker Pelatih Persipa Pati, Sasi Kirono, menyatakan tekad […]

  • DPRD Pati Catat Poin Penting dalam Pembahasan RPJMD 2025-2029

    DPRD Pati Catat Poin Penting dalam Pembahasan RPJMD 2025-2029

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 74
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi Gerindra DPRD Pati menyampaikan sejumlah catatan penting terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati Tahun 2025-2029. Hal ini disampaikan setelah mendengarkan penjelasan Bupati Pati terkait Raperda tersebut. Menurut Yeti Kristianti, anggota DPRD Pati Fraksi Partai Gerindra, RPJMD harus menjadi instrumen teknis yang efektif mewujudkan kesejahteraan […]

  • DPRD Pati Ingatkan Perempuan Perlu Tingkatkan Kapasitas Diri

    DPRD Pati Ingatkan Perempuan Perlu Tingkatkan Kapasitas Diri

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 85
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi D DPRD Pati, Hj. Muntamah, mengingatkan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai proses yang memungkinkan mereka untuk berpartisipasi penuh dalam semua aspek kehidupan. Hal ini mencakup akses terhadap pendidikan, kesempatan politik, kesetaraan ekonomi, dan peran aktif dalam mendukung program pembangunan di berbagai sektor. Hj. Muntamah menekankan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya penting untuk […]

  • Pemuda Lintas Agama di Jepara Bagikan Masker ke Peserta Takbir Keliling

    Pemuda Lintas Agama di Jepara Bagikan Masker ke Peserta Takbir Keliling

    • calendar_month Ming, 9 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    JEPARA – Anak-anak muda di Desa Tunahan Kecamatan Keling, Jepara ini patut dicontoh. Dua jempol pantas untuk mereka. Hal itu karena saat berlangsung kegiatan takbir keliling, mereka membagikan ratusan masker penutup hidung kepada para peserta. Anak-anak muda itu berasal dari lintas agama. Ada Budha, Kristen, dan tentu saja Islam. Pantas saja, aksi itu lantas mengundang […]

expand_less