Breaking News
light_mode

Rahmat Hidayat Kolaps Saat Persijap vs Persebaya, Ini Kronologi dan Kondisinya Terkini

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
  • visibility 2.536

JEPARA – Pemain belakang Persijap Jepara, Rahmat Hidayat, sempat kolaps saat menghadapi Persebaya Surabaya dalam lanjutan Super League, Sabtu (21/2/2026) malam.

Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini itu berjalan ketat. Persijap harus mengakui keunggulan Persebaya dengan skor 1-3. Pertandingan juga diwarnai kartu merah untuk Rachmat Irianto pada menit ke-86.

Namun, sorotan utama tertuju pada insiden yang menimpa Rahmat Hidayat di menit ke-52. Dalam tayangan ulang, Rahmat masih terlihat berlari ringan setelah pertahanan Persijap melakukan clearance. Tak lama kemudian, ia mengangkat tangan sebagai isyarat mengalami gangguan kesehatan sebelum akhirnya terjatuh di lapangan.

Melihat kondisi tersebut, tim medis langsung masuk memberikan pertolongan. Rahmat kemudian dibaringkan di atas tandu. Sejumlah rekan setim sempat membantu dengan mengipaskan jersey untuk menjaga kondisinya tetap stabil.

Tak berselang lama, ambulans masuk ke lapangan dan Rahmat Hidayat segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Akibat kejadian itu, pertandingan sempat terhenti sekitar 10 menit sebelum akhirnya kembali dilanjutkan.

Usai laga, dokter tim Persijap, Ary Setiawan, menjelaskan bahwa Rahmat mengalami hipoglikemia dan hipokalemia.

“Didagnosis Rahmat mengalami hipoglikemia dan hipokalemia,” ujar Ary Setiawan dalam keterangan resmi pada Sabtu (21/2/2026) malam.

Ia menambahkan, tim medis langsung melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk kondisi jantung dan saturasi oksigen.

“Tadi Rahmat sempat black out di lapangan. Setelah itu kami evaluasi, cek jantung dan saturasi oksigennya. Di rumah sakit kondisinya sudah membaik, dan akan terus kami pantau selama 24 jam ke depan untuk mengantisipasi kemungkinan yang lebih serius,” jelasnya.

Sementara itu, Rahmat Hidayat juga memberikan kabar terkini melalui unggahan Instagram Story. Ia memastikan bahwa kondisinya saat ini dalam keadaan baik dan stabil.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Gelar Medical Check-Up Rutin untuk Jaga Kinerja Optimal

    DPRD Pati Gelar Medical Check-Up Rutin untuk Jaga Kinerja Optimal

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 338
    • 0Komentar

    PATI – Seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up rutin tahunan yang dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis (15-16/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi fisik para wakil rakyat tetap prima dalam menjalankan tugas-tugas legislatif yang padat. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menjelaskan bahwa medical check-up […]

  • Bulan Puasa Tarung Derajat Pati Non Stop Latihan untuk Porprov

    Bulan Puasa Tarung Derajat Pati Non Stop Latihan untuk Porprov

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Latihan tarung derajat di Desa Sidoharjo, Pati.  Bulan puasa tidak menghalangi intensitas latihan yang dilakukan oleh cabor tarung derajat Kabupaten Pati. Untuk menyongsong even Porprov pada bulan Agustus nanti, selama bulan puasa para atlet terus berlatih keras. PATI – Waktu efektif persiapan Porprov tinggal kurang dari 4 bulan saja. Karena itu persiapan terus digeber. Hal […]

  • Pemuda di Pati Dianiaya Brutal, Dua Jari Putus

    Pemuda di Pati Dianiaya Brutal, Dua Jari Putus

    • calendar_month Sen, 24 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 320
    • 0Komentar

    PATI – Aksi kekerasan kembali terjadi di Kabupaten Pati. Seorang pemuda, C (30), warga Desa Geritan, Kecamatan Pati, menjadi korban penganiayaan brutal oleh orang tak dikenal (OTK) pada Minggu malam (23/2/2025) sekitar pukul 21.30 WIB di wilayah Kecamatan Jakenan. Korban mengalami luka serius berupa bacokan di punggung, kaki, dan lengan kiri, serta kehilangan dua jari […]

  • Joni Kurnianto Dorong Keterlibatan Swasta dalam Pengembangan Stadion Joyokusumo Pati

    Joni Kurnianto Dorong Keterlibatan Swasta dalam Pengembangan Stadion Joyokusumo Pati

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 255
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati sekaligus CEO Persipa Pati, Joni Kurnianto, mendorong keterlibatan pihak swasta dalam pengembangan Stadion Joyokusumo. Ia berharap pengusaha nasional Gede Widiade, yang memiliki pengalaman mengelola stadion komersial, dapat berkolaborasi dalam memaksimalkan fasilitas stadion kebanggaan masyarakat Pati tersebut. Joni mengakui bahwa pembangunan stadion sangat penting, namun keterbatasan APBD menjadi kendala. Ia […]

  • Bidadari Desa Jlegong Ini Juarai Fashion Show Porseni Pelajar NU Keling Jepara

    Bidadari Desa Jlegong Ini Juarai Fashion Show Porseni Pelajar NU Keling Jepara

    • calendar_month Sen, 12 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 272
    • 0Komentar

    JEPARA – Perwakilan dari Ranting IPNU IPPNU Desa Jlegong, Dwi Amelia Akromatul Choiriyah berhasil menjadi yang terbaik dalam lomba fashion show Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang digelar PAC IPNU IPPNU Keling Minggu (11/11/2018) di auditorium Gedung MWC NU Keling Jalan Raya Jepara – Pati Desa Kelet Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Dwi Amelia Akromatul Choiriyah […]

  • Anggota Dewan Pati Muslihan : Sound Horeg Rawan Konflik di Acara Karnaval Desa, Aturan Harus Jelas

    Anggota Dewan Pati Muslihan : Sound Horeg Rawan Konflik di Acara Karnaval Desa, Aturan Harus Jelas

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 391
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyoroti penggunaan “sound horeg” pada acara karnaval di desa-desa yang dinilai tidak mencerminkan kearifan lokal dan malah menimbulkan keresahan di kalangan warga. “Suara keras ‘sound horeg’ seringkali memicu konflik antarwarga, bahkan berujung pada tindak kekerasan,” ujarnya. “Yang lebih memprihatinkan, dengan adanya ‘sound horeg’ dijadikan kesempatan berpesta bahkan sampai […]

expand_less