Tinjau Sungai Tercemar di Kecamatan Margoyoso, Plt Bupati Pati: Sumber Masalah Harus Diselesaikan, Bukan Hanya Pembersihan
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 101.589

Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meninjau langsung kondisi Sungai Bango di Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Sabtu (15/8/2026).
PATI – Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meninjau langsung kondisi Sungai Bango di Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Sabtu (15/8/2026). Kunjungan ini dilakukan setelah ditemukan kembali tumpukan sampah serta dugaan limbah industri tapioka di sepanjang aliran sungai, padahal pembersihan telah dilaksanakan pada rentang Juni hingga Juli lalu.
Peninjauan berlangsung bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat Margoyoso, tokoh masyarakat, serta perwakilan petambak guna merumuskan langkah penanganan pencemaran yang berulang.
Chandra menyebut tumpukan sampah terlihat jelas sepanjang penyusuran hampir 500 meter. Kondisi ini kembali menghambat kelancaran aliran sungai dan dilaporkan menjalar hingga kawasan muara laut.
“Walaupun ditangani dan dibersihkan berulang kali, dalam satu hingga dua bulan kondisinya akan kembali seperti ini jika sumber masalahnya tidak diselesaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan persoalan ini tidak bisa hanya diandalkan lewat pembersihan fisik semata. Pemerintah daerah mendesak para pengusaha tapioka untuk mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara optimal sebelum membuang limbah ke lingkungan.
“Kami sangat mengharapkan komitmen dari para pengusaha tapioka untuk mengelola IPAL-nya dengan benar,” tegasnya.
Selain limbah industri, peninjauan juga menemukan sampah rumah tangga yang dibuang langsung ke badan air. Ia pun meminta masyarakat menghentikan kebiasaan tersebut agar upaya pemulihan sungai tidak sia-sia dan pencemaran tidak terus berulang.
“Kepada masyarakat, kami juga mengimbau dengan sangat, agar tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai,” kata dia.
Kondisi ini juga dikeluhkan perwakilan petambak setempat. Air yang tercemar dinilai telah mengganggu aktivitas budidaya dan berdampak langsung pada perekonomian warga Desa Bulumanis Lor.
Merespons hal tersebut, DLH Kabupaten Pati berencana mengumpulkan seluruh pengusaha tapioka untuk membahas tata kelola limbah. Langkah ini diarahkan guna memastikan IPAL berfungsi dengan baik sebelum limbah dialirkan ke sungai.
“Intinya adalah komitmen dari pengusaha-pengusaha tapioka untuk tidak membuang langsung sampah atau limbahnya di aliran sungai ini,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Pati akan terus melakukan pemantauan dan penanganan Sungai Bango bersama instansi terkait, dengan fokus utama menekan sumber pencemaran agar kondisi sungai tidak memburuk kembali pasca pembersihan.
Chandra menegaskan pemulihan sungai membutuhkan gotong royong seluruh pihak. Pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat diharapkan menjalankan peran masing-masing demi menjaga kualitas lingkungan serta keberlangsungan usaha pertambakan warga.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

