Breaking News
light_mode

Tahun 2020, Jepara Fokus Bangun Empat Sektor, Perpustakaan Juga Penting

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 31 Mei 2019
  • visibility 240

Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi saat memimpin rapat
JEPARA – Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jepara tahun
2020, memprioritaskan pada empat sektor pembangunan. Diantaranya infrastruktur,
kepariwisataan, pendidikan dan kesehatan.

Hal ini disampaikan Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi, saat rapat akhir
RKPD, bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Jepara, Rabu
(29/5/2019), di kantornya. Hadir Sekda Jepara Edy Sujatmiko, Kepala Bappada Sujarot
dan para pejabat terkait.

Meskipun memprioritaskan empat sektor itu, Andi tetap memandang sektor
lain juga penting. Misalnya saja, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan
Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), untuk
diperhatikan Petugas Lapangan KB.

Ini juga penting, menyangkut tumbuh dan laju pertumbuhan penduduk di
Jepara. Begitu juga Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jepara.
Karena dinas ini cukup strategis, sebagai corongnya Pemkab Jepara. Perpustakaan
juga harus ikut didorong. Karena terkait dengan peningkatan pengetahuan, serta
minat baca masyarakat.

“Kami akan dorong Perpustakaan yang lebih representatif di Jepara,” kata politisi
PDI Perjuangan tersebut seperti dikutip dari laman jepara.go.id

Andi juga berharap untuk perencanaan anggaran pembangunan fisik oleh
kantor perangkat daerah untuk tidak dibagi rata. Namun mengedepankan asas
kebutuhan dan prioritas.

“Harus kedepankan asas prioritas pembangunan, jangan asal didum atau dibagi rata,” kata dia. Terkait
bidang kesehatan, tahun 2020, Andi tetap mengratiskan layanan kesehatan rawat
inap di kelas 3. Langkah ini merupakan upaya agar seluruh masyarakat memeroleh
akses mudah dan fasilitas kesehatan bermutu.

“Jangan semata-mata mencari profit, namun pelayanan masyarakat juga harus
diutamakan,” imbuhnya.

Sekda Jepara Edy Sujatmiko mengataakan, untuk RKPD 2020 nanti, terdapat
kenaikan rata-rata 5 persen. Namun demikian, akan disingkronkan berdasarkan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Jepara, dan pagu
indikatif. Termasuk didalamnya capaian kinerja tiap perangkat daerah, juga
menjadi pertimbangan. “Tidak hanya bagito
(bagi roto), namun RPJM juga harus
tercapai,” pungkasnya. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamatkan Karst Kendeng, SMAN 1 Jakenan dan Komunitas Lingkungan Tanam Pohon di Gunung Panti

    Selamatkan Karst Kendeng, SMAN 1 Jakenan dan Komunitas Lingkungan Tanam Pohon di Gunung Panti

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.286
    • 0Komentar

    PATI — Aksi penyelamatan kawasan karst Pegunungan Kendeng kembali dilakukan melalui kegiatan penanaman ribuan bibit pohon di lereng Gunung Panti, Kecamatan Winong, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini diinisiasi Keluarga Besar SMA Negeri 1 Jakenan bekerja sama dengan komunitas Giat Tanam 33 sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan yang kian kritis. Penanaman melibatkan berbagai pihak, di antaranya […]

  • Mengenal Bandeng Presto Rindang 84 Asli Juwana Pati

    Mengenal Bandeng Presto Rindang 84 Asli Juwana Pati

    • calendar_month Kam, 15 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Bandeng presto Rindang 84 Juwana Kuliner bandeng presto tak pernah sepi peminat hingga saat ini. Hal ini  seperti yang diungkapkan salah satu produsen makanan olahan dari bandeng, Rindang 84 dari Desa Dukutalit Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengajh.  Hana, pemilik usaha Rindang 84 mengungkapkan, rata-rata per hari dirinya bisa mengolah puluhan kilogram ikan bandeng segar […]

  • DPRD Pati Minta Polisi Tuntaskan Penyelidikan Kasus Pembuangan Bayi di Juwana

    DPRD Pati Minta Polisi Tuntaskan Penyelidikan Kasus Pembuangan Bayi di Juwana

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.683
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak aparat penegak hukum untuk menuntaskan seluruh proses penyelidikan terkait kasus pembuangan bayi yang terjadi di wilayah Kecamatan Juwana beberapa waktu lalu. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan pihaknya mendorong kepolisian agar segera mengungkap siapa saja yang bertanggung jawab atas perbuatan tersebut. […]

  • Wagub Jateng Ajak Masyarakat Kudus Perkuat Cinta Nabi Lewat Sholawat

    Wagub Jateng Ajak Masyarakat Kudus Perkuat Cinta Nabi Lewat Sholawat

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 243
    • 0Komentar

    KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengajak masyarakat Kudus menjadikan sholawat sebagai momentum untuk memperkuat cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan menumbuhkan semangat persatuan serta kedamaian. Hal ini disampaikan Gus Yasin dalam acara New Shantika Bersholawat di Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (26/7/2025). Ribuan masyarakat dan siswa anggota […]

  • Festival Kopi Pati 2019 Digelar Penuh Dua Hari

    Festival Kopi Pati 2019 Digelar Penuh Dua Hari

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Pati Meneguhkan Diri Menjadi Kota Kopi   Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati menggelar Festival Kopi Pati 2019 di Plaza Pragolo, 28-29 September. Melalui festival tersebut, Pemkab Pati ingin mengangkat kopi Pati lebih tinggi lagi. Sebagai salah satu komoditas perkebunan unggulan. Festival di hari pertama, bakal diawali dengan kegiatan uji cita rasa atau cupping. Ada […]

  • Situs Sangiran sebagai Verifikasi Pelajaran Sejarah

    Situs Sangiran sebagai Verifikasi Pelajaran Sejarah

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 244
    • 0Komentar

      Pelajaran sejarah tentang fosil dan manusia purba sudah dipelajari oleh para pebelajar sejak bangku Sekolah Dasar. Di jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, pelajaran sejarah dikemas dalam bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sementara di jenjang Sekolah Menengah Atas, barulah secara konkret disebut dengan ‘Sejarah’. Berbeda dengan pelajaran lain yang bisa dilihat wujud […]

expand_less