Breaking News
light_mode

“Sanad Rindu dari Kajen”, Buku yang Menghidupkan Kembali Memori Masa Nyantri

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
  • visibility 100.472

PATI – Karya literasi bertajuk “Sanad Rindu dari Kajen” resmi diperkenalkan kepada publik dalam peluncuran yang digelar di Pondok Pesantren Ar-Roudloh, Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Kamis (25/6/2026).

Buku tersebut menjadi ruang bagi para alumni untuk merawat kenangan, merekam perjalanan spiritual, sekaligus mengabadikan romantisme masa-masa menuntut ilmu di Kajen.

Buku ini ditulis oleh para alumni madrasah dan pesantren di Kajen, yakni Angga Saputra, Siswanto, Zainal Abidin, Niam At Majha, Andi Syarqowi, Elin Khanin, Inayatun Najikah, Nur Hayati Aida, Aba Fariduddin, dan Taufiq Hakim.

Peluncuran buku dihadiri puluhan alumni, santri, serta para kiai. Kehadirannya menjadi penanda lahirnya sebuah karya yang tidak sekadar memuat kumpulan cerita, tetapi juga menjadi dokumentasi ikatan batin para santri dengan Kajen yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam dan lahirnya banyak ulama di Pulau Jawa.

Salah seorang penulis, Siswanto, mengatakan gagasan buku tersebut berangkat dari pengalaman emosional yang hampir dimiliki setiap alumnus.

Menurutnya, sejauh apa pun seseorang melangkah, selalu ada kerinduan yang membawa hati kembali ke Kajen.

“Dalam tradisi pesantren, sanad adalah garis pertanggungjawaban ilmu agar tidak kehilangan berkah dan otentisitasnya. Namun, ketika sanad ini berkaitan erat dengan rindu, maknanya menjadi silsilah perasaan yang utuh,” kata dia.

“Rindu yang kita rasakan hari ini tidak tumbuh dari ruang hampa. Ia tersambung langsung ke hangatnya gotakan (kamar) pondok, bangku sekolah, hingga teduhnya tatapan para kiai. Ini adalah ‘Rindu yang Sahih’, murni, valid, dan tak terbantahkan karena kita semua benar-benar pernah melakoni hidup di sana,” tambah dosen Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) ini.

Penulis lainnya, Angga Saputra, menjelaskan bahwa dipilihnya nama Kajen dalam judul buku bukan tanpa alasan. Menurutnya, Kajen memiliki makna yang jauh melampaui batas wilayah administratif.

“Kajen adalah episentrum spiritual. Di tanah inilah bersemayam Waliyyullah Syekh Ahmad Mutamakkin, sang hulu keberkahan. Mondok dan sekolah di Kajen berarti kita terhubung dalam satu ikatan sanad keilmuan dan spiritualitas yang sama,” jelas Angga.

Ia menuturkan, buku tersebut disusun layaknya mesin waktu yang mengajak pembaca kembali menyusuri jejak kehidupan sebagai santri.

Beragam kenangan tentang suasana madrasah, kehidupan pondok, tempat makan legendaris, hingga sudut-sudut Kajen yang menjadi saksi perjuangan para santri dihadirkan dalam setiap kisah.

“Buku ini tidak ditulis untuk sekadar meratapi masa lalu yang telah lewat, tetapi untuk merawat ingatan. Agar di tengah bising dan kerasnya dunia luar, kita tidak pernah lupa pada ‘hulu’ tempat kita dibentuk. Bagi para alumni, selamat pulang dan selamat menyusuri kembali jalur sanad rindu ini,” tutur Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Pati tersebut.

Kehadiran buku ini mendapat sambutan positif dari sejumlah tokoh, akademisi, dan intelektual Muslim. Penulis buku Syekh Mutamakkin sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Peradaban Santri, Dr. Zainul Milal Bizawie, menilai karya tersebut mampu menghadirkan nuansa khas tradisi pesantren dengan bahasa yang ringan.

“Bahasanya ringan, enak dibaca, tapi kental banget sama tradisi santri Kajen yang autentik. Semoga dengan hadirnya buku ini, semakin banyak anak muda yang jatuh cinta dan betah mondok di Kajen. Karena di sini sanad ilmunya terjaga banget, ilmu yang tersambung langsung dari generasi ke generasi lewat para masyayikh yang mumpuni,” ujar dia.

Pandangan serupa disampaikan Guru Besar Tafsir sekaligus Direktur Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Islah Gusmian. Alumni Madrasah Salafiyah Kajen itu menilai buku tersebut berhasil menghadirkan hubungan emosional antara santri, guru, dan kampung ilmu dalam satu kesatuan narasi.

“Sanad Rindu dari Kajen bukan sekadar kumpulan memoar, melainkan mosaik kenangan yang merawat hubungan batin antara murid, guru, dan kampung ilmu. Di tangan para alumni muda, Kajen hadir bukan sebagai ruang geografis yang beku dalam nostalgia, tetapi sebagai mata air nilai yang terus mengalir dalam perjalanan hidup mereka,” ungkap Prof. Islah.

Sementara itu, Ketua PBNU Bidang Media dan Advokasi sekaligus Co-Founder NU Online, Savic Ali, menyebut Kajen sebagai tempat yang menyimpan begitu banyak kenangan bagi ribuan santri yang pernah belajar dan mencari berkah di sana.

“Masyarakatnya, kiai-kiainya, makam-makam masyayikh, dan terutama Mbah Mutamakkin, akan senantiasa melekat di relung santri yang menghayatinya. Dan buku ini adalah rekaman pertama atas kenangan-kenangan yang tak mungkin hilang atas Kajen, desa yang punya sejarah panjang dalam penyebaran ajaran dan keilmuan Islam di Jawa bagian utara,” tutur dia.

Melalui peluncuran buku ini, para penulis berharap nilai-nilai keilmuan, keteladanan, dan keberkahan yang tumbuh di bumi Kajen terus hidup dalam diri para alumni di mana pun mereka mengabdi.

Buku “Sanad Rindu dari Kajen” saat ini belum tersedia secara siap jual di pasaran. Masyarakat yang ingin memiliki buku tersebut dapat memesannya melalui sistem Pre-Order (PO) yang telah resmi dibuka, dengan menghubungi Siswanto di nomor 0896-5465-6722 atau Angga Saputra di nomor 08157608923.

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bek Persijap Jepara Diogo Brito membayangi pergerakan Irfan Jaya penyerang Bali United. (OFFICIAL BALI UNITED)

    Persijap Jepara Tahan Imbang Bali United 0 – 0, Auto Keluar Zona Degradasi

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 2.757
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persijap Jepara akhirnya berhasil keluar dari zona degradasi, setelah menahan imbang Bali United di Stadion Kapten Dipta Gianyar (28/2/2026) dengan skor 0-0. Tambahan satu poin membuat Persijap naik ke peringkat 15 klasemen sementara Super League pekan ke-23. Persijap tampil baik, bahkan terlihat lebih mendominasi permainan. Peluang demi peluang juga didapatkan. Data dari flashscore, […]

  • Siswa As-Salafiyah Lahar Implementasikan Hablum Minannas Lewat Bantuan Bencana

    Siswa As-Salafiyah Lahar Implementasikan Hablum Minannas Lewat Bantuan Bencana

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.714
    • 0Komentar

    PATI – Sejak Jumat (9/1/2026), Kabupaten Pati dilanda serangkaian bencana mulai dari banjir hingga tanah longsor. Hingga saat ini, puluhan desa di wilayah Bumi Mina Tani masih terdampak oleh bencana hidrometeorologi tersebut. Kondisi tersebut menggerakkan hati siswa-siswi Yayasan As-Salafiyah Lahar, Kecamatan Tlogowungu, untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Pada Kamis (15/1/2026), saat acara peringatan Isra […]

  • Diecaster, Bukan Sembarang Pecinta Mobil-mobilan

    Diecaster, Bukan Sembarang Pecinta Mobil-mobilan

    • calendar_month Sab, 3 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Tak sedikit yang mencibir para kolektor dan pecinta mobil-mobilan. Sudah dewasa masih saja bergumul dengan mainan anak-anak. Begitu biasanya, orang-orang yang belum paham soal hobi mengoleksi mainan mobil-mobilan yang rintisannya muncul pada abad ke 20 itu. Ketua Komunitas Diecaster Pati, Whido Danang Kesumo membenarkan. Bagi mereka yang belum paham dengan hobi yang satu ini, sudah […]

  • Penyelidikan Kasus Penganiayaan Saat Sahur di Dukuhseti Berlangsung, Polisi Cari Identitas Pelaku

    Penyelidikan Kasus Penganiayaan Saat Sahur di Dukuhseti Berlangsung, Polisi Cari Identitas Pelaku

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.310
    • 0Komentar

    PATI – Seorang pemuda berinisial M.A.S (19) dari Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati menjadi korban dugaan penganiayaan bersama oleh sekelompok orang. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari (16/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB, ketika korban bersama dua rekannya sedang dalam perjalanan mencari makanan sahur di sekitar Perempatan Mantri Yono, Desa Ngagel. Pada saat kejadian, […]

  • Kondisi tambang di gunung Kendeng Sukolilo Pati yang longsor.

    Tambang di Gunung Kendeng Longsor Sopir Truk Tewas

    • calendar_month Ming, 2 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Kondisi tambang di gunung Kendeng Sukolilo Pati yang longsor. Tambang di Gunung Kendeng Pati mengalami longsor. Tiba-tiba saja tanah bergerak dan material batu padas menimbun truk dum yang ada di sana. PATI – Musibah longsor terjadi di area tambang galian C di Desa Wegil Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Minggu (2/7/2023). Akibatnya seorang sopir truk dum […]

  • DPRD Pati Tetapkan Agenda Padat September, Fokus pada Anggaran dan Hak Angket

    DPRD Pati Tetapkan Agenda Padat September, Fokus pada Anggaran dan Hak Angket

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 301
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati telah menetapkan serangkaian agenda penting untuk bulan September ini. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat badan musyawarah (Banmus) DPRD Pati yang dilaksanakan pada Senin, 1 September 2025. Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah rapat panitia khusus (Pansus) hak angket DPRD terkait upaya pemakzulan Bupati […]

expand_less