Breaking News
light_mode

Petani Empon-empon di Kudus Tetap Bertahan di Tengah Lesunya Pasar

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
  • visibility 242

KUDUS – Meskipun harga jual empon-empon anjlok dan daya beli pasar menurun, para petani di Kudus tetap teguh melanjutkan usaha mereka. Salah satunya adalah Muhammad Afif Rohman, atau Khafid, petani dari Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, yang mengelola lahan satu hektare di Menawan dengan target produksi 30 ton.

Khafid mengakui penurunan harga disebabkan oleh lemahnya daya beli. Namun, ia berharap harga akan naik menjelang Idul Adha.

“Semoga pas mendekati kurban ada kemungkinan naik lagi harganya. Sekarang memang lesu, tapi kami tetap produksi,” ujarnya, Kamis (8/5/2025).

Daerah Dawe, khususnya Desa Kandangmas dan Cranggang, memang dikenal subur untuk tanaman rempah seperti laos merah dan kencur. Kini, petani juga mulai membudidayakannya di Menawan.

Meskipun pasar masih terbuka, terutama untuk pengiriman ke Bali, Jawa Timur, dan Jakarta, tantangan tetap ada. Harga bibit dan pupuk yang tinggi, serta absennya subsidi, menjadi beban berat

“Subsidi pupuk untuk rempah belum ada, laos merah dan kencur tidak dapat bantuan. Harus pakai kartu, sementara kebutuhan petani harus seimbang,” keluhnya.

Permintaan pasar mencapai 7,5 ton per hari, dengan pengiriman terbaru ke Kediri dan Malang. Sebanyak 32 petani tergabung dalam kelompok produksi ini. Operasional per hari mencapai Rp5 juta, termasuk upah buruh harian sekitar Rp120 ribu dan tenaga borongan Rp350 per kilogram.

Dengan masa tanam 9-10 bulan dan panen optimal 14 bulan, satu hektare lahan membutuhkan 3,5 ton bibit seharga Rp8.000 per kilogram. Modal awal mencapai Rp40 juta, belum termasuk sewa lahan Rp14 juta per tahun.

“Kalau harga stabil, target jual bisa sampai Rp210 juta. Dikurangi ongkos sekitar Rp30 juta, untuk lahan satu hektare bisa bersih Rp150 juta,” jelasnya.

Namun, serangan penyakit jamur (“boleng”) pada laos dan pembusukan pada kencur masih menjadi ancaman. Belum ada solusi khusus untuk mengatasi masalah ini. Puncak produksi biasanya terjadi saat panen raya, dengan pengiriman mencapai 10 hingga 20 truk per hari.

“Kalau harga bagus, semangat. Tapi pernah juga anjlok sampai Rp1.200 per kilo, itu setahun lalu. Banyak petani rugi, bahkan kembali tanam singkong,” kenangnya.

Ia berharap pemerintah dapat menstabilkan harga dan memberikan subsidi untuk melindungi tanaman rempah, mengingat kualitas laos merah Kudus yang sudah dikenal luas.

Editor: Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Jadi ke Puncak Pangrango, Bonusnya Dapat Sahabat (3)

    Tak Jadi ke Puncak Pangrango, Bonusnya Dapat Sahabat (3)

    • calendar_month Sab, 15 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Setelah berpisah dengan teman dari Lampung. Saya bersama Ci’lo turun berdua saja. Jalur turunnya cukup curam. Tak banyak pendaki lain kami jumpai. Sepi. Jalur yang kami lewati namanya Cibodas. Dibanding dengan jalur putri yang kami lewati sebelumnya, treknya lebih curam jalur cibodas. Sampai di pertigaan ke arah Puncak Pangrango, kami berjumpa dengan pendaki lain. Akhirnya. […]

  • Pentas Harga Gabah Anjlok, dan Kritik Kesengsaraan Petani

    Pentas Harga Gabah Anjlok, dan Kritik Kesengsaraan Petani

    • calendar_month Ming, 21 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    PATI – Naskah berjudul Anjlok dipentaskan anak-anak Teater Tsalafiyah (TeTs) MTs Salafiyah Kajen baru-baru ini. berlatar sebuah desa yang sedang panen raya, dikisahkan terjadi harga gabah yang anjlok sekaligus merugikan petani. Naskah karya Miftahur Rohim, yang juga guru madrsah tersebut memang berniat melakukan kritik persoalan tersebut melalui panggung teater. Seperti diketahui, polemik harga gabah yang […]

  • DPRD Pati Dorong Pemkab Lebih Perhatikan Pengembangan Minat Bakat Anak Muda

    DPRD Pati Dorong Pemkab Lebih Perhatikan Pengembangan Minat Bakat Anak Muda

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 227
    • 0Komentar

    PATI – Didin Syafrudin, anggota DPRD Pati, mendesak pemerintah daerah (Pemda) untuk meningkatkan perhatian terhadap bakat anak muda. Menurutnya, hal ini penting untuk mengurangi tingkat kejenuhan dan mendorong anak muda untuk berpikir positif dan produktif. “Sejauh yang saya tahu, perhatian terhadap bakat anak muda masih minim. Kami berharap Pemda dapat menginisiasi,” ujarnya. Didin mencontohkan, anak […]

  • Situs Sangiran sebagai Verifikasi Pelajaran Sejarah

    Situs Sangiran sebagai Verifikasi Pelajaran Sejarah

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 173
    • 0Komentar

      Pelajaran sejarah tentang fosil dan manusia purba sudah dipelajari oleh para pebelajar sejak bangku Sekolah Dasar. Di jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, pelajaran sejarah dikemas dalam bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sementara di jenjang Sekolah Menengah Atas, barulah secara konkret disebut dengan ‘Sejarah’. Berbeda dengan pelajaran lain yang bisa dilihat wujud […]

  • Seni Ukir Jepara Terancam Punah PJ Bupati Minta Dibuatkan Roadmap

    Seni Ukir Jepara Terancam Punah PJ Bupati Minta Dibuatkan Roadmap

    • calendar_month Sab, 2 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    PJ Bupati Jepara melihat karya ukir Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta menaruh perhatian besar pada seni ukir khas Jepara. Sekuat tenaga jangan sampai warisan budaya ini punah digerus laju zaman. Karena itu pihaknya meminta dibuatkan roadmap sebagai upaya melestarikan warisan budaya ini. JEPARA – Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta meminta dibuat peta jalan atau roadmap […]

  • Wartawan Jadi Korban Kekerasan, Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati Angkat Bicara

    Wartawan Jadi Korban Kekerasan, Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati Angkat Bicara

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 186
    • 0Komentar

    PATI – Dugaan praktik kekerasan terhadap wartawan mencoreng Gedung DPRD Kabupaten Pati pada Kamis (4/9/2025). Insiden ini terjadi saat sejumlah jurnalis berupaya mewawancarai Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSUD RAA Soewondo, Torang Manurung, yang memilih meninggalkan rapat Panitia Khusus (Pansus) Pemakzulan Bupati Pati Sudewo. Ketua Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyampaikan kecaman […]

expand_less