Breaking News
light_mode

Petani Empon-empon di Kudus Tetap Bertahan di Tengah Lesunya Pasar

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
  • visibility 420

KUDUS – Meskipun harga jual empon-empon anjlok dan daya beli pasar menurun, para petani di Kudus tetap teguh melanjutkan usaha mereka. Salah satunya adalah Muhammad Afif Rohman, atau Khafid, petani dari Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, yang mengelola lahan satu hektare di Menawan dengan target produksi 30 ton.

Khafid mengakui penurunan harga disebabkan oleh lemahnya daya beli. Namun, ia berharap harga akan naik menjelang Idul Adha.

“Semoga pas mendekati kurban ada kemungkinan naik lagi harganya. Sekarang memang lesu, tapi kami tetap produksi,” ujarnya, Kamis (8/5/2025).

Daerah Dawe, khususnya Desa Kandangmas dan Cranggang, memang dikenal subur untuk tanaman rempah seperti laos merah dan kencur. Kini, petani juga mulai membudidayakannya di Menawan.

Meskipun pasar masih terbuka, terutama untuk pengiriman ke Bali, Jawa Timur, dan Jakarta, tantangan tetap ada. Harga bibit dan pupuk yang tinggi, serta absennya subsidi, menjadi beban berat

“Subsidi pupuk untuk rempah belum ada, laos merah dan kencur tidak dapat bantuan. Harus pakai kartu, sementara kebutuhan petani harus seimbang,” keluhnya.

Permintaan pasar mencapai 7,5 ton per hari, dengan pengiriman terbaru ke Kediri dan Malang. Sebanyak 32 petani tergabung dalam kelompok produksi ini. Operasional per hari mencapai Rp5 juta, termasuk upah buruh harian sekitar Rp120 ribu dan tenaga borongan Rp350 per kilogram.

Dengan masa tanam 9-10 bulan dan panen optimal 14 bulan, satu hektare lahan membutuhkan 3,5 ton bibit seharga Rp8.000 per kilogram. Modal awal mencapai Rp40 juta, belum termasuk sewa lahan Rp14 juta per tahun.

“Kalau harga stabil, target jual bisa sampai Rp210 juta. Dikurangi ongkos sekitar Rp30 juta, untuk lahan satu hektare bisa bersih Rp150 juta,” jelasnya.

Namun, serangan penyakit jamur (“boleng”) pada laos dan pembusukan pada kencur masih menjadi ancaman. Belum ada solusi khusus untuk mengatasi masalah ini. Puncak produksi biasanya terjadi saat panen raya, dengan pengiriman mencapai 10 hingga 20 truk per hari.

“Kalau harga bagus, semangat. Tapi pernah juga anjlok sampai Rp1.200 per kilo, itu setahun lalu. Banyak petani rugi, bahkan kembali tanam singkong,” kenangnya.

Ia berharap pemerintah dapat menstabilkan harga dan memberikan subsidi untuk melindungi tanaman rempah, mengingat kualitas laos merah Kudus yang sudah dikenal luas.

Editor: Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apapun yang Terjadi All Out Dukung Persijap

    Apapun yang Terjadi All Out Dukung Persijap

    • calendar_month Ming, 28 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 287
    • 0Komentar

      Launching tim Persijap Jepara musim 2022/2023 Persijap Jepara tidak sedang baik-baik saja dalam menyongsong Liga 2 musim 2022/2023. Waktu persiapan yang mepet menjadi salah satu persoalan yang tampak nyata. Musim ini Laskar Kalinyamat termasuk tim yang terlambat dalam membentuk skuad. Tim baru berlatih pada bulan Juli akhir. Bandingkan dengan persiapan kontestan lain khususnya di […]

  • Polresta Pati Sikat Aksi Balap Liar di Jalan Lingkar

    Polresta Pati Sikat Aksi Balap Liar di Jalan Lingkar

    • calendar_month Sel, 21 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.068
    • 0Komentar

    Tim Polresta Pati mengamankan seorang pemuda yang hendak balap liar Aksa balap liar di jalanan sangat meresahkan masyarakat. Polresta Pati bergegas melakukan penindakan. Seperti yang dilakukan pada Sabtu malam (18/2/2023) lalu. Tim Polresta Pati menggaruk puluhan sepeda motor saat hendak melakukan aksi balap liar. PATI –  Tim Polresta Pati mendapat banyak aduan aksi balap liar. […]

  • Rumah Makan Pakai Elpiji Melon Diperingatkan

    Rumah Makan Pakai Elpiji Melon Diperingatkan

    • calendar_month Rab, 3 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Sejumlah rumah makan masih menggunakan elpiji melon Lingkar Muria, PATI – Dalam sidak yang dilakukan Polsek Juwana Selasa (2/1/18) lalu, ditemukan dua rumah makan yang masih menggunakan gas melon untuk memasak. Melihat hal itu, jajaran polsek yang terdiri dari Kanit Reskrim, Kasi Humas, Piket Reskrim, dan anggota SPKT memberikan peringatan kepada pemilik rumah makan tersebut. ”Sesuai […]

  • Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat hendak salat id.

    Plt Bupati Pati Ajak Masyarakat Dukung UMKM dan Wisata Lokal Saat Idul Adha

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 501
    • 0Komentar

    PATI – Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, melaksanakan Salat Idul Adha di Masjid Besar Baitunnur, Rabu (27/5), bersama keluarga dan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Pati. Usai pelaksanaan salat, Chandra mengajak masyarakat memperkuat toleransi dan kebersamaan guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM dan destinasi wisata di Kabupaten Pati. Menurutnya, masyarakat Pati […]

  • Menghibur Diri dengan Membaca

    Menghibur Diri dengan Membaca

    • calendar_month Sel, 12 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 796
    • 0Komentar

    Ita Rahmawati Tiga tahun nyantri di pondok pesantren, menghadirkan aktivitas yang sebelumnya belum pernah dilakoni. Sejak di pesantren Ita Rahmawati mempunyai satu aktivitas baru, ia mulai gemar membaca, terutama bacaan sastra. Hal itu Ita lakukan sebab untuk membunuh kebosanan yang datang. Sebabnya, saat di pondok pesantren banyak waktu luang yang ada. Waktu luang itu menurutnya […]

  • Jelang Bergulirnya Liga 2 Stadion Wergu Kudus Full Biru, Piye Menurutmu ?

    Jelang Bergulirnya Liga 2 Stadion Wergu Kudus Full Biru, Piye Menurutmu ?

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 291
    • 0Komentar

    KUDUS – Menjelang bergulirnya Liga 2, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terus berbenah untuk menyiapkan kendang terbaik bagi tim Persiku Kudus. Renovasi dilakukan di berbagai sisi agar stadion kebanggaan warga Kudus ini layak menjadi penyelenggara pertandinga Liga 2. Renovasi yang paling mencolok adalah penggantian warna cat tribun stadion, dari semula dominan warna hijau, sekarang menjadi warna […]

expand_less