Breaking News
light_mode

Persijap Jepara Terpuruk di Jurang Zona Degradasi, Apa yang Salah?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
  • visibility 784

JEPARA – Persijap Jepara kembali gagal meraih poin penuh saat menjamu Malut United pada laga Senin (3/11/2025). Bermain di kandang sendiri, Laskar Kalinyamat harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 1-2. Hasil ini semakin memperpanjang tren negatif Persijap dalam beberapa pekan terakhir.

Kekalahan tersebut menjadi yang kelima secara beruntun, sekaligus kekalahan keempat di laga kandang musim ini. Tak hanya itu, perolehan poin Persijap yang hanya mengumpulkan 8 poin membuat mereka harus berkutat di zona degradasi klasemen sementara Super League.

Situasi ini jelas mengkhawatirkan bagi para pendukung maupun manajemen klub. Ada sejumlah faktor yang dianggap menjadi penyebab Persijap sulit bangkit dari performa buruk ini.


1. Build-Up Serangan Mudah Terputus

Persijap sering kesulitan dalam membangun serangan sejak dari lini belakang. Kesalahan passing dan pengambilan keputusan yang kurang tepat, terutama pada babak pertama, membuat serangan mudah dipatahkan oleh lawan.

Alhasil, bola kerap kembali dikuasai tim lawan dan memberi tekanan berulang pada Persijap.


2. Penyelesaian Akhir Kurang Klinis

Di lini depan, persoalannya justru kebalikannya. Meski sesekali mampu menciptakan peluang, para pemain depan Persijap tidak mampu memanfaatkannya secara maksimal. Minimnya akurasi tembakan dan ketenangan dalam kotak penalti membuat peluang emas terbuang sia-sia.

Dalam kompetisi seketat Super League, setiap peluang memiliki nilai penting. Ketidakmampuan mencetak gol tentu menjadi pukulan besar bagi tim yang sedang tertekan.


3. Kualitas Lini Belakang Belum Sebanding Standar Liga Utama

Lini belakang tampaknya menjadi titik paling rentan. Beberapa pemain menunjukkan kualitas yang dinilai belum pada level Super League. Kesalahan individu, salah antisipasi, hingga passing yang kurang akurat sering berujung pada peluang berbahaya bagi lawan.

Dengan pertahanan yang mudah ditembus, Persijap kerap kehilangan kontrol pertandingan dan dipaksa bermain lebih defensif.

Situasi Persijap masih bisa diselamatkan, namun membutuhkan evaluasi signifikan. Perbaikan di sektor pertahanan dan efektivitas serangan harus menjadi prioritas utama. Pembenahan taktik, mental bertanding, hingga rotasi pemain dapat menjadi opsi yang harus segera dilakukan.

Laskar Kalinyamat harus berhenti memberikan poin mudah kepada lawan, terutama saat bermain di kandang. Jika tren ini terus berlanjut, ancaman degradasi akan semakin nyata bagi tim kebanggaan Jepara tersebut.

EDITOR : Arif

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Ajak Masyarakat Perangi Berita Hoax di Momen Pilkada, Harus Cerdas Konsumsi Berita

    DPRD Pati Ajak Masyarakat Perangi Berita Hoax di Momen Pilkada, Harus Cerdas Konsumsi Berita

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 257
    • 0Komentar

    PATI – Menjelang Pilkada 2024, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Didin Syafruddin, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih berita yang berkaitan dengan dunia perpolitikan. Didin mengingatkan bahwa menjelang Pilkada, informasi politik rentan terhadap penyebaran berita bohong atau hoax. “Berita-berita provokatif yang menyudutkan salah satu pihak akan lebih intens terjadi,” ujarnya. Ia […]

  • Takuto Miki eks pemain Persipa Pati. (INSTAGRAM)

    Eks Persipa Takuto Miki Cetak Gol Debut di Liga India

    • calendar_month Ming, 5 Nov 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Eks pemain Persipa Pati asal Jepang, Takuto Miki berhasil mencatatkan debut manis bersama timnya di Liga India. Pemain yang didepak sebelum kick off Liga 2 tahun 2023/2024 berhasil mencetak gol di laga perdananya.

  • Bidadari Desa Jlegong Ini Juarai Fashion Show Porseni Pelajar NU Keling Jepara

    Bidadari Desa Jlegong Ini Juarai Fashion Show Porseni Pelajar NU Keling Jepara

    • calendar_month Sen, 12 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    JEPARA – Perwakilan dari Ranting IPNU IPPNU Desa Jlegong, Dwi Amelia Akromatul Choiriyah berhasil menjadi yang terbaik dalam lomba fashion show Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang digelar PAC IPNU IPPNU Keling Minggu (11/11/2018) di auditorium Gedung MWC NU Keling Jalan Raya Jepara – Pati Desa Kelet Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Dwi Amelia Akromatul Choiriyah […]

  • Warga Dukuh Tapen Desa Tawangharjo Bersatu Dukung Kadus Terpilih, Tolak Intimidasi dan Penyuapan

    Warga Dukuh Tapen Desa Tawangharjo Bersatu Dukung Kadus Terpilih, Tolak Intimidasi dan Penyuapan

    • calendar_month Jum, 8 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 313
    • 0Komentar

    PATI – Ribuan warga Dukuh Tapen, Desa Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, menggelar demonstrasi di kantor balai desa setempat pada hari Selasa, (6/11/2024). Mereka menuntut dilantiknya Selamet Riyadi, yang terpilih sebagai Kepala Dusun (Kadus) Tapen, setelah diduga mendapat intimidasi untuk mundur. Massa aksi membawa spanduk bertuliskan “Wong Tapen Butuh Keadilan”, “Selamet Ora Kamituwo Kades Lengser”, […]

  • Membanggakan Kwarcab Pati Tergiat Pramuka Jateng

    Membanggakan Kwarcab Pati Tergiat Pramuka Jateng

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 320
    • 0Komentar

      Kwarcab Pramuka Kabupaten Pati menerima penghargaan sebagai yang tergiat di Jawa Tengah bidang abdimas. BOYOLALI – Pramuka Kwarcab Pati kembali menerima penghargaan sebagai yang tergiat bidang abdimas Kwarda Jawa Tengah. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Ketua Kwarda Jawa Tengah Atiqoh Ganjar Pranowo. Penghargaan ini dirasa spesial setelah menunggu lebih dari satu dekade, akhirnya kwartir […]

  • Dua Aktivis AMPB Bebas Setelah Vonis 6 Bulan dengan Pengawasan 10 Bulan

    Dua Aktivis AMPB Bebas Setelah Vonis 6 Bulan dengan Pengawasan 10 Bulan

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.020
    • 0Komentar

    PATI – Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto, dua tokoh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), akhirnya merasakan kebebasan setelah Pengadilan Negeri Pati mengumumkan putusan vonis pada hari Kamis (5/3/2026) di Ruang Sidang Cakra. Majelis Hakim yang dipimpin oleh Muhamad Fauzan Haryadi menjatuhkan pidana penjara selama 6 bulan beserta masa pengawasan 10 bulan bagi kedua terdakwa, […]

expand_less