Breaking News
light_mode

Mulai Musim Kemarau, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin Minta Pemkab Tanggap Penanganan Kekeringan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sab, 1 Jun 2024
  • visibility 162

PATI – Musim kemarau telah tiba, salah satu yang diwaspadai saat kemarau adalah potensi bencana kekeringan. Saat ini bahkan sejumlah desa sudah mengalami kekurangan air bersih akibat dampak musim kemarau ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pati Jawa Tengah Martinus Budi Prasetyo mengungkapkan, bulan Mei lalu sudah memasuki musim kemarau di Kabupaten Pati.

“Mei kemarin kita sudah masuk musim kemarau. Puncaknya di bulan Juli dan Agustus. Berpotensi kekeringan,” terang Martinus Budi Prasetyo.

“Kemarin kita juga sudah mengirim bantuan 3 tangki air bersih ke Desa Tambahagung Kecamatan Tambakromo. Atas permintaan pemerintah desa setempat karena sejumlah warganya sudah merasakan kekeringan dan air bersih sulit,” lanjut Martinus Budi Prasetyo.

Terpisah Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin meminta Pemerintah Kabupaten Pati untuk lebih siap dalam penanganan bencana kekeringan tahun ini.

Hal ini karena Bumi Mina Tani setiap tahun selalu mengalami kekeringan yang berdampak ke pertanian dan juga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih.

“Ini mulai masuk musim kemarau, penanganan bencana kekeringan harus dioptimalkan. Pemkab harus tanggap dalam mitigasi bencana agar tidak berdampak sangat luas untuk masyarakat,” papar Ali Badrudin.

Kekeringan memang menjadi masalah utama di Kabupaten Pati, selain bencana banjir pada musim penghujan.

Data dari BPBD Kabupaten Pati pada tahun 2023 lalu, bencana kekeringan berdampak terhadap 100 ribu jiwa atau sekitar 10 persen penduduk Kabupaten Pati.

Dampak kekeringan mulai dirasakan pada bulan Juli hingga mencapai puncak pada Oktober, dimana saat itu pemkab memutuskan status tanggap darurat kekeringan.

Total ada 71 desa yang mengalami kekeringan, tersebar di kecamatan Jaken, Jakenan, Winong, Tambakromo, Gabus, Kayen, Sukolilo, Batangan, Pucakwangi dan Kecamatan Tayu.

Bencana kekeringan akibat kemarau panjang membuat sumber air di puluhan desa mengering. Sejumlah warga bahkan terpaksa membeli air galon untuk mandi dan kebatuhan rumah tangga mereka.

Kecamatan yang paling parah mengalami kekeringan yakni Kecamatan Pucakwangi sejumlah 14 desa mengalami kekeringan, Jakenan dengan 12 desa dan Jaken sekitar 11 desa. Penanganan yang dilakukan oleh pemkab adalah droping air bersih sebanyak 500-an tangki lebih oleh pemkab. [ADV]

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirikan Dapur Umum, Gerindra Pati Kirim Nasi Bungkus Korban Banjir

    Dirikan Dapur Umum, Gerindra Pati Kirim Nasi Bungkus Korban Banjir

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 133
    • 0Komentar

    PATI – Bulan Ramadan ini, Gerindra di Pati membuat dapur umum dan memberikan ransum nasi bungkus bagi para korban banjir. Kegiatan ini berkolaborasi langsung dengan DPD Gerindra Jawa Tengah pimpinan Sudaryono. Ketua DPC Gerindra Pati Hardi mengatakan pihaknya saat ini sudah mendirikan dapur umum di Kecamatan Kayen Pati untuk membantu logistik berupa ransum makan kepada […]

  • Jepara Terima Penghargaan Adipura Kencana

    Jepara Terima Penghargaan Adipura Kencana

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta  Adipura Kencana disabet Kota Jepara. Penghargaan tertinggi kota terbersih ini menjadi kado manis bagi komitmen menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Prestasi membanggakan diraih Kabupaten Jepara. Daerah berjuluk Kota Ukir itu meraih penghargaan Adipura Kencana sebagai kota sedang terbersih di Indonesia tahun 2022. Di Jawa Tengah, hanya Jepara yang mendapatkan penghargaan […]

  • Bisa Belajar Sabar

    Bisa Belajar Sabar

    • calendar_month Sab, 3 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Nasta Helmia Putri Kesukaan pada dunia kecantikan, membuat Nasta Helmia Putri mantap memilih jurusan kecantikan kulit. Hal itu diperkuat dengan dorongan dari kedua orang tuanya. Hingga akhirnya, Tata sapaan akrab gadis berambut hitam lurus itu, benar-benar mantap berlabuh di jurusan tata kecantikan SMKN 3 Pati. Selain bisa belajar soal kecantikan, gadis kelahiran Jepara, 16 Februari […]

  • Madin Darul Muttaqin yang Dinantikan

    Madin Darul Muttaqin yang Dinantikan

    • calendar_month Sel, 18 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Betapa gembiranya warga Desa Lundo. Desa kecil yang masuk wilayah Kecamatan Jaken Kabupaten Pati ini akhirnya memiliki lembaga pendidikan agama. Tak adanya lembaga pendidikan agama tersebut diakui membuat tingkat pemahaman agama anak-anak Lundo masih rendah. Jamhari, modin desa setempat mengaku, masyarakat Desa Lundo memang telah lama menantikan kehadiran sebuah lembaga pendidikan agama di desanya. Gayung […]

  • Gerakan Pangan Murah Menyongsong Lebaran dan Atasi Inflasi

    Gerakan Pangan Murah Menyongsong Lebaran dan Atasi Inflasi

    • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Suasana bazar Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Dukuhseti belum lama ini. PATI – Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah. Ada ribuan paket sembako yang dijual dengan harga murah untuk warga masyarakat Kabupaten Pati.  Kegiatan gerakan pangan murah dilakukan dengan menyediakan sebanyak 1.000 paket sembako untuk setiap kecamatan. Tiap 1 […]

  • DPRD Pati Kawal Rapat RPJMD 2025-2029, Fokus pada Kesejahteraan Rakyat

    DPRD Pati Kawal Rapat RPJMD 2025-2029, Fokus pada Kesejahteraan Rakyat

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 152
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pati menyatakan komitmennya untuk mengawal pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati Tahun 2025-2029. Anggota DPRD Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Sudi Rustanto, menekankan pentingnya kerjasama harmonis antara eksekutif dan legislatif untuk mewujudkan RPJMD yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Fraksi […]

expand_less