Breaking News
light_mode

Modus Baru, Makam Cina Jadi Lahan Transaksi Sabu di Juwana

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 8 Mar 2022
  • visibility 326
Konferensi pers ungkap kasus narkotika oleh Polres Pati, Selasa (8/3/2022).

Sepanjang tanggal 9 sampai 28 Februari Polres Pati berhasil mengungkap belasan kasus peredaran narkotika. Jumlah kasus yang berhasil diungkap ini menjadi yang tertinggi se Jawa Tengah.

PATI – Operasi Bersinar (Bersih Narkoba) Candi 2022, 9 hingga 28 Februari 2022 telah selesai. Satresnarkoba Polres Pati berhasil mengungkap 16 kasus. Dari jumlah kasus iyu polisi menangkap 20 orang tersangka yang keseluruhannya adalah pengedar.

Adapun barang bukti yang disita polisi dari para pelaku ialah narkoba jenis sabu dengan berat total 17,68 gram.

“Dalam Operasi Bersinar Candi 2022 ini Polres Pati mendapat 4 TO (Target Operasi) dengan kriteria barang bukti sabu sejumlah satu gram. Setelah kami laksanakan kegiatan, alhamdulillah, Polres Pati bisa ungkap 16 kasus. Rinciannya, 15 kasus termasuk TO dan 1 di luar TO,” ungkap Wakapolres Pati Kompol Adi Nugroho dalam konferensi pers di Gedung Bhakti Satria Polres Pati, Selasa (8/3/2022).

Para pelaku tersebut bakal dijerat pasal 112 dan 114 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Adi Nugroho menuturkan, tempat penangkapan pelaku tersebar di sejumlah kecamatan di Pati. Namun, kebanyakan berada di Kecamatan Juwana.

“Sebagian besar TKP di Juwana. Di sana akses (masuknya narkoba) paling banyak, karena berbatasan dengan laut,” jelas dia.

Makam Cina

Sementara, Kasat Res Narkoba Polres Pati AKP Edi Sutrisno mengungkapkan, di antara belasan kasus yang pihaknya ungkap, ada satu yang modus operandinya tergolong unik.

Kasus tersebut terjadi di wilayah Juwana, dengan dua orang tersangka berinisial WW dan YM.

“Mereka menaruh barang (sabu) di tempat sepi untuk diambil oleh pembeli. Ketika penangkapan, mereka menaruh di area pemakaman Bong Cina (makam warga Tionghoa). Pelaku berpindah dari satu makam ke makam lain sehingga seolah-olah pelaku adalah peziarah,” ujar dia.

Ketika dimintai keterangan, YM mengaku sengaja memilih kuburan sebagai tempat bertransaksi karena sepi. Dia mengaku sudah sekira satu tahun menjalankan modus ini di wilayah Juwana. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Degradasi Mengintai, Persipa Pati Pegang Harapan Tipis di Laga Krusial Lawan Persikas Subang

    Degradasi Mengintai, Persipa Pati Pegang Harapan Tipis di Laga Krusial Lawan Persikas Subang

    • calendar_month Jum, 21 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 886
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati akan menghadapi laga krusial melawan Persikas Subang dalam babak Playoff Degradasi Liga 2 di Stadion Joyokusumo, Jumat (21/2/2025) sore. Tim berjuluk Laskar Saridin ini berada di ambang degradasi ke Liga 3 dan membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa bertahan di Liga 2 musim depan. Caretaker Pelatih Persipa Pati, Sasi Kirono, menyatakan tekad […]

  • DPRD Pati: Bentuk Transparansi dan Akuntabilitas, Kades Harus Libatkan Kelembagaan Desa

    DPRD Pati: Bentuk Transparansi dan Akuntabilitas, Kades Harus Libatkan Kelembagaan Desa

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 345
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Bambang Susilo, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa. Ia menyampaikan hal ini saat bertemu dengan para Kepala Desa di Dapil V. Bambang berpendapat bahwa kelembagaan desa yang kuat akan menjadi kunci untuk mencapai transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Selain itu, kelembagaan yang kuat juga akan membuka […]

  • Semarak Festival Kajen VII Bedah Sebelas Buku

    Semarak Festival Kajen VII Bedah Sebelas Buku

    • calendar_month Kam, 9 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Salah satu acara Festival Kajen tahun 2021 ini PATI – Sekelompok pemuda Desa Kajen, Margoyoso yang tergabung dalam komunitas budaya Kaneman Kajen Jonggringan (Kanjengan) turut memeriahkan Haul Waliyullah Syekh Ahmad Mutamakkin. Haul Sang Wali diperingati setiap bulan Muharram.   Kanjengan menggelar serangkaian acara yakni bincang buku, peluncuran buku, kidungan manuskrip dan ngaji bareng di puncak […]

  • Literasi Sastra di Pati Masih Sepi

    Literasi Sastra di Pati Masih Sepi

    • calendar_month Ming, 6 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 321
    • 0Komentar

    PATI – Dunia sastra di Kabupaten Pati mendapat sorotan. Bagus Dwi Hananto, novelis asal Kudus ini melihat potensi dunia sastra di Pati sebenarnya cukup baik. Namun ruang sastra di Pati hanya berfokus pada aksi-aksi panggung saja. Hal itu diungkapkannya saat peluncuran sekaligus bedah buku Ikan-ikan Terbang di Aula Arpusda Kabupaten Pati Sabtu (5/5/2018) lalu. ”Sastra […]

  • Meski Dilarang Lewat Jalan Juwana – Wedarijaksa, Kendaraan Berat Masih Melanggar

    Meski Dilarang Lewat Jalan Juwana – Wedarijaksa, Kendaraan Berat Masih Melanggar

    • calendar_month Sel, 23 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    BANDEL : Sebuah tronton masih nekad melintasi jalan kelas III di Jalan Juwana – Wedarijaksa beberapa waktu yang lalu Lingkar Muria, PATI  – Pemasangan pengumuman agar kendaraan berat tidak melintas di Jalan Juwana – Wedarijaksa dinilai tidak tepat. Hal ini dikemukakan anggota komisi A DPRD Kabupaten Pati Haryono. Dirinya menganggap kalau hal itu dilanggar tak […]

  • Komitmen Pro Rakyat, Bapemperda DPRD Pati: Di Bawah Rp15 Juta Omzet, UMKM Bebas dari Kewajiban Bayar Pajak PBJT

    Komitmen Pro Rakyat, Bapemperda DPRD Pati: Di Bawah Rp15 Juta Omzet, UMKM Bebas dari Kewajiban Bayar Pajak PBJT

    • calendar_month Ming, 24 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.409
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Pati, Danu Ikhsan Harischandra, mengajukan usulan penyesuaian besaran batas minimal omzet pelaku usaha yang akan dikenakan pajak dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Angka yang diusulkan pihak legislatif jauh lebih tinggi dibandingkan draf awal yang disampaikan pemerintah daerah. Jika usulan […]

expand_less