Breaking News
light_mode

Menyantap Jajanan Legendaris Gula Kelapa khas Jepara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 6 Mei 2022
  • visibility 89
Jajanan gula kelapa berwarna hijau yang legendaris

JEPARA – Jajanan tradisional di Indonesia begitu beragam dan beraneka rasa. Dari manis, gurih hingga asem. Seperti di Jepara juga memiliki jajanan khas yang tak kalah nikmat dan selalu menjadi klangenan orang-orang. Salah satu jajanan tradisional itu adalah gula kelapa.

Gula kelapa merupakan jajanan yang terbuat dari bahan kelapa dan gula pasir. Cara pembuatannya sederhana dan simpel sekali. Pertama kelapa yang agak tua disledrek (diparut kasar besar-besar), menggunakan parutan khusus. 

Setelah itu hasil parutan kelapa dimasak dicampur dengan gula pasir. Agar lebih cantik tambahkan pewarna makanan agar penampilan gula kelapa lebih menarik. Memasaknya sampai gula tercampur ke parutan kelapa hingga agak kering. Setelah itu gula kelapa dijemur sehari. Setelah benar-benar kering angkat dan gula kelapa siap disajikan.

Jajanan gula kelapa biasanya menjadi suguhan dalam kegiatan-kegiatan masyarakat di kampung-kampung. Antara lain seperti saat hajatan sunatan atau nikahan, hingga sajian untuk tamu lebaran Idul Fitri.

Inovasi Pangan

Kehadiran jajanan gula kelapa tidak lepas dari inovatifnya masyarakat Indonesia dalam meramu bahan-bahan yang tersedia untuk menjadi sebuah makanan yang enak dinikmati. Hal itu juga yang terjadi dalam kreasi jajanan gula kelapa. 

Dulu hampir semua daerah di Jepara pohon kelapa juga tumbuh subur baik di kebun-kebun, pinggiran sawah hingga di pekarangan rumah. Hasil buah kelapa yang melimpah menjadikan masyarakat berinovasi mengolahnya menjadi produk-produk lain yang bisa dinikmati dalam waktu yang lebih lama.

Kaspi, 68, salah seorang pembuat gula kelapa di daerah Keling, Jepara mengungkapkan hampir di setiap ada acara gula kelapa kerap menjadi suguhan makanan untuk para tamu. Seperti momen lebaran. 

“Gula kelapa ini karena dulu di sini banyak kelapa. Kalau dimakan biasa kan kebanyakan nanti busuk. Jadinya dibuat olahan menjadi gula kelapa. Sekarang meskipun sudah mulai jarang pohon kelapa disini tetap bikin gula kelapa karena sudah jadi tradisi masyarakat sini,” paparnya.

Gula kelapa memiliki citarasa manis dan gurih. Manis dari campuran gula dan gurih dari kelapa yang sudah mengandung santan. (hus)

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bayi Dibuang di Depan Pabrik Jepara, Surat Menyentuh Hati Ditemukan

    Bayi Dibuang di Depan Pabrik Jepara, Surat Menyentuh Hati Ditemukan

    • calendar_month Kam, 17 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 118
    • 0Komentar

    JEPARA – Warga Desa Pendosawalan, Jepara, digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki yang terlantar di depan pabrik PT. Wanxinda Travel Goods, Kamis (17/4/2025) pagi. Bayi tersebut ditemukan oleh seorang pria paruh baya yang tengah mencari rosok di sekitar lokasi kejadian. Kapolsek Kalinyamatan, Iptu Suyatmoko, membenarkan peristiwa tersebut. “Betul sekali, sekitar pukul 07.30 WIB telah terjadi penemuan […]

  • Jadi Korban Pembacokan Diduga Motif Asmara

    Jadi Korban Pembacokan Diduga Motif Asmara

    • calendar_month Rab, 19 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 88
    • 0Komentar

      Para tersangka penganiayaan diamankan Polres Magelang Seorang pria menjadi korban pembacokan. Kepalanya luka akibat sabetan parang. Dia dikeroyok tiga orang. Aksi sadis ini diduga karena ada motif asmara.  MAGELANG – Polres Magelang tangkap pelaku pengeroyokan pada seorang pria berinisial IP (29). Diduga pengeroyokan ini dilatar belakangi motif asmara, Sabtu (15/01/2022). Pers rilis atas kasus […]

  • Meriah! Arak-arakan 55 Anak Khitan Massal di Kajen Diiringi Marching Band

    Meriah! Arak-arakan 55 Anak Khitan Massal di Kajen Diiringi Marching Band

    • calendar_month Sen, 27 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 81
    • 0Komentar

    PATI – Rangkaian peringatan Isra Miraj dan Hari Ulang Tahun Nahdlatul Ulama (NU) di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, dimeriahkan dengan khitan massal yang diikuti 55 anak. Acara yang digelar di Kompleks Masjid Kajen, Senin (27/1/2025) ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Puluhan anak, berasal dari Kabupaten Pati, Kudus, bahkan Jepara, tampak bersemangat mengikuti […]

  • Forum Lintas Iman Grobogan Gali Keterkaitan Perempuan, Alam, dan Keadilan Ekologis dalam Diskusi Rutin

    Forum Lintas Iman Grobogan Gali Keterkaitan Perempuan, Alam, dan Keadilan Ekologis dalam Diskusi Rutin

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 267
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Forum Lintas Iman Grobogan kembali menggelar diskusi rutin bulanan, kali ini mengangkat tema “Perempuan, Alam, dan Perjuangan.” Pertemuan ketiga ini menyoroti bagaimana peran perempuan, kearifan lokal, dan tata ruang kota yang berkelanjutan dapat menjadi kunci dalam menghadapi krisis lingkungan yang semakin nyata. Bunda Rita, sebagai salah satu panelis, membuka diskusi dengan mengajak seluruh […]

  • Edy Wuryanto: Penghapusan Tunggakan JKN Wujudkan Keadilan bagi Masyarakat Kecil

    Edy Wuryanto: Penghapusan Tunggakan JKN Wujudkan Keadilan bagi Masyarakat Kecil

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 97
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Dalam sebuah acara advokasi dan sosialisasi pengembangan pelayanan kesehatan rujukan di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah untuk menghapus tunggakan iuran peserta mandiri Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Penghapusan tunggakan ini penting untuk mengembalikan hak konstitusional masyarakat dalam memperoleh layanan […]

  • Ketua Sementara DPRD Pati Terima Usulan Calon Pimpinan Definitif, Ini Daftarnya

    Ketua Sementara DPRD Pati Terima Usulan Calon Pimpinan Definitif, Ini Daftarnya

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 77
    • 0Komentar

    PATI – Empat partai politik (parpol) telah mengajukan nama calon pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati definitif. Nama-nama tersebut akan mengisi posisi ketua, wakil ketua I, wakil ketua II, dan wakil ketua III. Partai-partai yang mengajukan calon tersebut adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan […]

expand_less