Breaking News
light_mode

Melihat Muria yang Gagah di Rimong Indah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
  • visibility 239

Sore hari menjadi saat yang tepat untuk menikmati alam Pegunungan Muria di kawasan wisata Rimong Indah
Senja di Rimong Indah, Medani-Pati

Badan tiba-tiba rileks begitu saja. Sesampainya di kawasan Wisata Alam Rimong Indah, di Desa Medani. Udara yang sejuk dengan tebing-tebing yang dihiasi lebatnya pepohonan membuat mata segar. 

Wilayah pegunungan di Kabupaten
Pati memiliki daya tarik wisata yang luar biasa. Salah satunya adalah Wisata
Rimong Indah. Tempat wisata ini, berada di Desa Medani, Kecamatan Cluwak.
 Untuk sampai ke tempat ini, kita
harus menempuh perjalanan kurang lebih satu jam. Dengan berkendara sepeda
motor, dari pusat kota Pati. Jaraknya dengan pusat kota 45 kilometer.
Wisata Rimong Indah, patut dijadikan
sebagai alternatif wisata alam pegunungan. Di tempat ini pengunjung akan
dimanjakan hijaunya tebing-tebing lereng Pegunungan Muria. Puncak Saptorenggo
yang berbentuk lancip segitiga terlihat sangat jelas.  
Pengunjung
yang datang juga bakal disambut gemericik air sungai Kali Gelis yang menenangkan.
Airnya masih jernih. Udara di sekitar kawasan wisata itu masih sangat sejuk menyehatkan.
Lebih menarik lagi, pengunjung bisa datang sambil berkemah. Datang siang hari,
lalu pulang esok hari.
Berkemah menjadi
paket komplet untuk menikmati matahari tenggelam dan merasakan pagi yang
menyenangkan di lereng pegunungan.

Potensi wisata alam di Pegunungan Muria sangat indah
Hijaunya lereng Pegunungan Muria dari Rimong Indah 
Di kanan kiri banyak tumbuh
pohon-pohon rindang, juga kebun kopi yang menjadi salah satu sumber
perekonomian warga Desa Medani. Lahan kopi di desa tersebut mencapai 150-an hektare.
Termasuk di lahan perhutani.
Kawasan wisata ini sudah cukup
komplet, dari segi fasilitas yang ditawarkan pengelola. Tempat parkir nyaman. Toilet
ada. Meskipun tidak begitu nyaman. Disediakan pula mushola. Penjual makanan dan
minuman juga ada.
Jadi tidak usah kelaparan saat
berwisata. Untuk menarik pengunjung, pengelola menyediakan beberapa spot foto,
namun spot foto yang disediakan masih terlalu norak. Pengelola hanya “latah”
meniru spot-spot foto di tempat wisata lain. Namun sudah lumayan untuk sekadar
melepas penat. Karena pengunjung bisa berwisata murah. Pengunjung hanya
dikenakan uang parkir saja. Rp 2 ribu, lebih mahal segelas es dawet ayu, namun pengunjung
sudah disuguhi alam yang mewah.
(arf)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi freepik 

    Cinta Tanah Air: Semangat Cinta dan Pengabdian pada Tanah Tempat Kita Berpijak

    • calendar_month Sab, 29 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Ilustrasi freepik Pengertian cinta tanah air telah menjadi bagian integral dari identitas dan kesatuan sebuah bangsa. Cinta tanah air adalah semangat cinta dan pengabdian yang tulus terhadap negeri tempat kita dilahirkan dan dibesarkan. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang arti sebenarnya dari cinta tanah air dan mengapa semangat ini begitu penting bagi […]

  • Miris ! Diterjang Angin, Rumah Semi Permanen Hampir Rubuh

    Miris ! Diterjang Angin, Rumah Semi Permanen Hampir Rubuh

    • calendar_month Sab, 17 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Sebuah rumah semi permanen berbahan anyaman bambu hampir saja ambruk Sabtu (17/2/18). Rumah milik Sujadi warga Desa Semerak RT 04 RW 01 Kecamanatan Margoyoso Kabupaten Pati ini, hampir ambruk lantaran angin kencang yang berhembus sejak semalam dan disusul siang hari sekitar pukul 14.00. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam hal itu. (Pusdalops PB Pati/lil)

  • TPA Tanjungrejo Overload, Warga Geram dan Lakukan Aksi Penutupan

    TPA Tanjungrejo Overload, Warga Geram dan Lakukan Aksi Penutupan

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 219
    • 0Komentar

    KUDUS – Warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (16/1/2025) dan menutup Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah setempat. Aksi ini dilakukan karena TPA Tanjungrejo dinilai sudah overload, menyebabkan pencemaran lingkungan, dan mengancam kesehatan warga. Massa aksi mendatangi TPA dengan membawa pengeras suara dan melakukan demonstrasi di sekitar lokasi. Kondisi TPA […]

  • Tawuran, dan Cara Anak Mengisi Kebosanan

    Tawuran, dan Cara Anak Mengisi Kebosanan

    • calendar_month Sen, 30 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Akhir pekan, Sabtu (16/12) lalu Polres Pati menangkap setidaknya 25 anak yang baru gede. Masih berseragam, mereka pelajar setingkat SMP. Para pelajar yang semuanya laki-laki ini bergerombol di sebuah warung di dekat SPBU. Saat diamankan, salah satu dari mereka kedapatan membawa satu buah clurit dan juga regam. Mereka hendak tawuran, namun sebelum pecah tawuran itu, […]

  • kuliner lontong tuyuhan khas Rembang Jawa Tengah

    Kuliner Lontong Tuyuhan Khas Rembang yang Selalu Ngangeni

    • calendar_month Sab, 23 Sep 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Lontong Tuyuhan merupakan kuliner khas Rembang Jawa Tengah yang lezat dengan rasa pedas gurih yang ngangeni.

  • Pemerintah Kabupaten Kudus Raih Tiga Penghargaan TOP BUMD Awards 2025

    Pemerintah Kabupaten Kudus Raih Tiga Penghargaan TOP BUMD Awards 2025

    • calendar_month Sel, 29 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 221
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berhasil memborong tiga penghargaan bergengsi dalam ajang TOP BUMD Awards 2025. Penghargaan tersebut diterima di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta, Senin (28/4/2025). Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menerima penghargaan TOP Pembina BUMD 2025. Direktur Utama PT BPR Bank Daerah Kudus (Perseroda), Nataria Ika Prasetyawati, meraih penghargaan TOP CEO BUMD 2025. […]

expand_less