Breaking News
light_mode

Ke Pulau Panjang, Ziarah dan Mereguk Air Berkah (3)

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 13 Apr 2019
  • visibility 633

Bersimpuh di depan makam

Matahari telah benar-benar tenggelam. Langit gelap.
Kesunyian Pulau Panjang makin terasa. Lampu-lampu di jalan paving sudah
dinyalakan. Malam jadi sedikit terang.

Komplek makam Syeh Abu Bakar sepi sekali. Waktu itu
sudah masuk isya. Saya hendak menunaikan salat sekaligus ziarah ke makam
waliyullah tersebut. Di komplek itu lumayan terang. Banyak lampu menyala.

Ada sekitar lima bangunan permanen di komplek itu.
Dari bibir pantai sekitar 50 meter jaraknya. Selain makam, ada mushola, tempat
juru kunci, tempat istirahat tamu, dan satu tempat lagi yang mungkin adalah
sebuah gudang.

Usai salat, bergeser 10 meter saya bersama seorang
teman kemudian bersimpuh di teras makam. Kami tak bisa masuk. Pintunya tertutup
jika malam hari. Hanya hari-hari tertentu pintu makam terbuka saat malam hari.

Seperti biasa, tradisi ziarah ke makam wali diawali
dengan ucapan salam penghormatan. Kemudian mengirim doa kepada Kanjeng Nabi
Muhamad, keluarganya, para sahabat, para ulama, guru-guru dan khususnya kepada
Syeh Abu Bakar, tuan rumah Pulau Panjang.

Di depan pintu makam

Tak sampai 30 menit kami selesai. Tapi teman saya
masih enggan beranjak dari teras. Saya tunggu. Dia bersila dan memejamkan mata.
Sekitar 10 menitan. ”Menikmati sunyi. Mengambil energi positif,” katanya.

Di makam tersebut tumbuh banyak sekali tanaman
dewadaru. Tanaman khas pulau. Orang familiar tanaman itu identik di
Karimunjawa. Tanaman yang banyak disakralkan banyak orang. Kanyunya biasanya
dibuat beragam pernak-pernik. Dari gelang sampai tasbih.

Pulang dari makam, saya berbelok ke arah utara. Ada
papan nama “Air Berkah”. Saya bergegas saja kesana. Dari tenda saya sudah bawa
tiga botol kosong air mineral. Lumayan untuk persediaan minum sekaligus
membikin kopi dan merebus mie instan. Air berkah, benar-benar memberi berkah.
Bagaimana tak berkah. Air mineral dalam kemasan di Pulau Panjang harganya dua
kali lipat.

Air berkah

Air mineral seukuran botol besar harganya Rp 10
ribu. Cukup mahal. Maka air berkah yang diambil gratis (Red, paling tidak
mengisi kotak amal seikhlasnya) sangat membantu wisatwan berkantong tipis macam
kami ini. Air berkah sendiri diambil dari sebuah gentong. Ada dua gentong di
tempat itu. Konon itu sumur peninggalan sang wali.

Tiga botol telah terisi penuh. Saya dan seorang
teman bergegas kembali ke tenda. Tiga teman di sana sedang menyiapkan makan malam
ikan bakar. Sampai di depan warung yang berada tepat di pintu gerbang menuju
makam, saya berhenti. Batre hape sudah limit. Saya ngecas hape dulu. Rp 5 ribu
sampai penuh.

Sayang listrik hanya menyala sampe pukul 21.00, saat
itu jam sudah menunjukkan pukul 20.00. Praktis hanya punya waktu sejam. ”Tapi
lumayanlah,” batin saya. Usai menyerahkan selembar uang limaribuan, hape saya
cas. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Safin : Cukup Silaturahmi Virtual

    Wabup Safin : Cukup Silaturahmi Virtual

    • calendar_month Sen, 10 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Wakil Bupati Pati Saiful Arifin meminta masyarakat agar tidak risau untuk melakukan silaturahmi pada saat lebaran nanti. Untuk menghindari penularan Covid-19, pria yang akrab disapa Safin ini meminta masyarakat untuk cukup bersilaturahmi secara virtual saja. Hal ini mengingat perkembangan teknologi sudah sedemikian maju. Masyarakat juga telah dimudahkan dengan ragam fitur panggilan video di berbagai platform. […]

  • Literasi Sastra di Pati Masih Sepi

    Literasi Sastra di Pati Masih Sepi

    • calendar_month Ming, 6 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PATI – Dunia sastra di Kabupaten Pati mendapat sorotan. Bagus Dwi Hananto, novelis asal Kudus ini melihat potensi dunia sastra di Pati sebenarnya cukup baik. Namun ruang sastra di Pati hanya berfokus pada aksi-aksi panggung saja. Hal itu diungkapkannya saat peluncuran sekaligus bedah buku Ikan-ikan Terbang di Aula Arpusda Kabupaten Pati Sabtu (5/5/2018) lalu. ”Sastra […]

  • DPRD Pati Desak Pemerintah Daerah Berikan Bantuan Nyata bagi Petani Tambak Terdampak Banjir Rob

    DPRD Pati Desak Pemerintah Daerah Berikan Bantuan Nyata bagi Petani Tambak Terdampak Banjir Rob

    • calendar_month Sen, 15 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.010
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk segera merencanakan langkah nyata guna meringankan beban petani tambak yang terkena dampak banjir rob di kawasan pesisir daerah ini. Menurut politisi dari Fraksi PKB itu, kerugian yang diderita para pembudidaya tambak tidak kalah besar jika dibandingkan dengan kerugian petani padi […]

  • Rayakan Kemerdekaan Indosat Gelar Sepeda Santai di Kayen Pati

    Rayakan Kemerdekaan Indosat Gelar Sepeda Santai di Kayen Pati

    • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 858
    • 0Komentar

    Keseruan acara sepeda santai Indosat bersama warga Desa Sumbersari Kecamatan Kayen Pati Selain mengajak hidup sehat dengan bersepeda santai, Indosat mengajak masyarakat untuk memenuhi wawasannya di era digital ini dengan memakai kartu perdanan IM3 untuk menunjang aktivitas berselancar di dunia maya. PATI – Bertepatan dengan HUT ke-77 Republik Indonesia, Desa Sumbersari Kecamatan Kayen Kabupaten Pati […]

  • Wiwid Lestari saat tampil sebagai mayoret.

    Profil Wiwid Lestari Mayoret Groovy Drum Corps Pati yang Ikut Duta Genre

    • calendar_month Sab, 22 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Wiwid Lestari saat tampil sebagai mayoret. Prestasi demi prestasi terus ditorehkan oleh Wiwid Lestari, sebagai seorang pelajar dia ingin terus aktif berkegiatan dan meraih prestasi. Wiwid saat ini aktif mengikuti kegiatan marching band, dia mulai bergabung sejak November tahun 2022 lalu. Dia tergabung dengan Groovy Drum Corps. Wiwid menjadi seorang mayoret, awalnya dia tak tertarik […]

  • Pekan Kreasi Pati Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi Produk Lokal dan UMKM

    Pekan Kreasi Pati Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi Produk Lokal dan UMKM

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.385
    • 0Komentar

    PATI — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pati kini memiliki wadah yang lebih luas untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan karya unggulan mereka serta memperluas jaringan usaha. Hal ini terwujud dalam penyelenggaraan Pekan Kreasi Pati yang berlangsung di kawasan Alun-Alun Simpang Lima Pati, Rabu sore (5/8/2026). Acara yang dikunjungi oleh Plt Ketua TP […]

expand_less