Breaking News
light_mode

Ke Pulau Panjang, Ziarah dan Mereguk Air Berkah (3)

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 13 Apr 2019
  • visibility 723

Bersimpuh di depan makam

Matahari telah benar-benar tenggelam. Langit gelap.
Kesunyian Pulau Panjang makin terasa. Lampu-lampu di jalan paving sudah
dinyalakan. Malam jadi sedikit terang.

Komplek makam Syeh Abu Bakar sepi sekali. Waktu itu
sudah masuk isya. Saya hendak menunaikan salat sekaligus ziarah ke makam
waliyullah tersebut. Di komplek itu lumayan terang. Banyak lampu menyala.

Ada sekitar lima bangunan permanen di komplek itu.
Dari bibir pantai sekitar 50 meter jaraknya. Selain makam, ada mushola, tempat
juru kunci, tempat istirahat tamu, dan satu tempat lagi yang mungkin adalah
sebuah gudang.

Usai salat, bergeser 10 meter saya bersama seorang
teman kemudian bersimpuh di teras makam. Kami tak bisa masuk. Pintunya tertutup
jika malam hari. Hanya hari-hari tertentu pintu makam terbuka saat malam hari.

Seperti biasa, tradisi ziarah ke makam wali diawali
dengan ucapan salam penghormatan. Kemudian mengirim doa kepada Kanjeng Nabi
Muhamad, keluarganya, para sahabat, para ulama, guru-guru dan khususnya kepada
Syeh Abu Bakar, tuan rumah Pulau Panjang.

Di depan pintu makam

Tak sampai 30 menit kami selesai. Tapi teman saya
masih enggan beranjak dari teras. Saya tunggu. Dia bersila dan memejamkan mata.
Sekitar 10 menitan. ”Menikmati sunyi. Mengambil energi positif,” katanya.

Di makam tersebut tumbuh banyak sekali tanaman
dewadaru. Tanaman khas pulau. Orang familiar tanaman itu identik di
Karimunjawa. Tanaman yang banyak disakralkan banyak orang. Kanyunya biasanya
dibuat beragam pernak-pernik. Dari gelang sampai tasbih.

Pulang dari makam, saya berbelok ke arah utara. Ada
papan nama “Air Berkah”. Saya bergegas saja kesana. Dari tenda saya sudah bawa
tiga botol kosong air mineral. Lumayan untuk persediaan minum sekaligus
membikin kopi dan merebus mie instan. Air berkah, benar-benar memberi berkah.
Bagaimana tak berkah. Air mineral dalam kemasan di Pulau Panjang harganya dua
kali lipat.

Air berkah

Air mineral seukuran botol besar harganya Rp 10
ribu. Cukup mahal. Maka air berkah yang diambil gratis (Red, paling tidak
mengisi kotak amal seikhlasnya) sangat membantu wisatwan berkantong tipis macam
kami ini. Air berkah sendiri diambil dari sebuah gentong. Ada dua gentong di
tempat itu. Konon itu sumur peninggalan sang wali.

Tiga botol telah terisi penuh. Saya dan seorang
teman bergegas kembali ke tenda. Tiga teman di sana sedang menyiapkan makan malam
ikan bakar. Sampai di depan warung yang berada tepat di pintu gerbang menuju
makam, saya berhenti. Batre hape sudah limit. Saya ngecas hape dulu. Rp 5 ribu
sampai penuh.

Sayang listrik hanya menyala sampe pukul 21.00, saat
itu jam sudah menunjukkan pukul 20.00. Praktis hanya punya waktu sejam. ”Tapi
lumayanlah,” batin saya. Usai menyerahkan selembar uang limaribuan, hape saya
cas. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Pantau SPMB SD-SMP 2026: Belum Terima Aduan, Sekolah Diminta Tetap Transparan

    DPRD Pati Pantau SPMB SD-SMP 2026: Belum Terima Aduan, Sekolah Diminta Tetap Transparan

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.007
    • 0Komentar

    PATI – Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Pati berjalan dengan aman dan terkendali. Hingga tahap berlangsungnya proses ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mencatat belum ada laporan maupun pengaduan yang disampaikan masyarakat terkait pelaksanaannya. Ketua Komisi D […]

  • 16 Unit Bus Siap Antar Pemudik Pati dalam Program Mudik Lebaran Gratis 2026

    16 Unit Bus Siap Antar Pemudik Pati dalam Program Mudik Lebaran Gratis 2026

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.303
    • 0Komentar

    PATI – Masyarakat Kabupaten Pati kembali mendapatkan kesempatan untuk mudik pulang kampung secara cuma-cuma jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Program Mudik Lebaran Gratis Tahun 2026 yang digelar kolaborasi Pemerintah Kabupaten Pati dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diresmikan melalui upacara pemberangkatan armada yang dipimpin oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Teguh Widyatmoko, di Pendopo […]

  • Bantu Alsintan, Dukung Peningkatan Produksi Pangan di Jepara

    Bantu Alsintan, Dukung Peningkatan Produksi Pangan di Jepara

    • calendar_month Kam, 13 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 304
    • 0Komentar

    SUMBER : Jepara.go.id JEPARA – Petani di Kabupaten Jepara ketiban rejeki. Melalui Kementrian Pertanian, 106 unit alat mesin pertanian (Alsintan) diberikan kepada sejumlah gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kota Ukir. Hal itu demi terwujudnya peningkatan produksi pangan dalam negeri. Alsintan yang diberikan itu meliputi 20 unit traktor roda dua, 20 unit pompa air, 15 unit […]

  • Edy Supriyanta Diusulkan Jadi PJ Bupati Jepara Lagi

    Edy Supriyanta Diusulkan Jadi PJ Bupati Jepara Lagi

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 358
    • 0Komentar

      Edy Supriyanta, PJ Bupati Jepara  JEPARA – DPRD Jepara mengusulkan 3 nama kepada Kemendagri untuk mengisi posisi Penjabat Bupati Jepara. Menariknya nama PJ Bupati Jepara saat ini Edy Supriyanta kembali diusulkan. Apakah layak dia memimpin Jepara lagi? Ketua DPRD Jepara Haizul Ma’arif mengungkapkan kinerja PJ Bupati Jepara yang dijabat Edy Supriyanta cukup baik berdasarkan […]

  • Kebijakan Jam Belajar Anak Disambut Positif oleh DPRD Pati

    Kebijakan Jam Belajar Anak Disambut Positif oleh DPRD Pati

    • calendar_month Jum, 18 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 410
    • 0Komentar

      PATI – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo, menyambut baik kebijakan jam wajib belajar bagi anak. Menurutnya, kebijakan jam belajar ini dapat membantu anak-anak lebih fokus dan mengurangi ketergantungan terhadap gawai. “Kebijakan ini sangat baik karena dapat membantu mengontrol anak-anak agar lebih disiplin belajar di rumah. Selain itu, ini juga menjadi upaya […]

  • Mengukir Bersama, Perempuan Jepara Pecahkan Rekor Muri

    Mengukir Bersama, Perempuan Jepara Pecahkan Rekor Muri

    • calendar_month Sab, 27 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Gedung Haji Jepara ramai, Sabtu (27/4/2019). Ratusan perempuan berkaos putih memenuhi gedung yang berada di Kauman Kecamatan Jepara. Mereka memecahkan rekor kembali. Mengukir bersama dalam rangka hari jadi Kabupaten Jepara, dan hari Kartini. Jumlah ada 507 perempuan. Mereka dengan cekatan memainkan palu dan pisau pengukir dari besi. Sambil duduk di lantai, para perempuan itu mengukir […]

expand_less