Breaking News
light_mode

Surga Kecil di Pelosok Jepara itu Bernama Tempur (1)

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 19 Jun 2019
  • visibility 448


Sungai yang jernih airnya
Gus Muwafiq. Kiai nyentrik berambut
gondrong asal Yogyakarta itu dalam suatu ceramahnya pernah mengisahkan bagaimana
dakwah di Jawa itu tidak mudah. Mau bercerita tentang surga kepada orang Jawa
tidak laku.

Surga, itu dalam penggambaran
Alquran sebagai tajri min tahtihal anhaar.
Air mengalir seperti sungai. Orang Jawa ngomong, kata Gus Muwafik. Mencari air
kok sampai surga segala? Di sini itu, sawah semua airnya mengalir.

Artinya, pasti bukan itu yang dikisahkan
ulama penyebar Islam waktu itu. Cerita surga tentang buahnya banyak juga tidak.
Karena di sini juga banyak buah-buahan.

Mengingat kisah Gus Muwafiq itu,
saya jadi teringat Desa Tempur. Sebuah desa yang berada di lereng Pegunungan
Muria di sisi utara. Termasuk dalam Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Dari pusat
Kota Jepara, desa ini berjarak sekitar 52 kilometer. Memakan waktu 1 jam 30
menit lebih.

Desa dengan mayoritas petani kopi
itu sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam. Di desa tersebut, kini
sedang bergeliat pariwisatanya. Desa wisata menjadi konsep. Tempur juga sudah
menjadi bagian dari 9 desa wisata yang ada di Kabupaten Jepara.

Menuju desa ini sangat mudah. Hanya
medan jalannya saja yang bisa membuat orang was-was dan merinding. Jika baru
pertama datang. Ke Desa Tempur, seperti ke Roma. Ada banyak jalan menuju sana.

Pemandangan sawah

Bisa melalui Jepara. Bisa melalui
Pati. Dari Pati perjalanan ke Tempur bisa melalui jalan Desa Sirahan yang masuk
Kecamatan Cluwak. Menyeberang Sungai Kaligelis yang masih jernih dengan
bebatuan alamnya. Kemudian melewati Desa Damarwulan yang sudah masuk Kecamatan
Keling. Karena sudah menjadi desa wisata, petunjuk lokasi menuju Desa Tempur
sangat mudah dijumpai. Di tiap persimpangan akan ada papan hijau yang memberi
tahu kita. Masih berapa kilometer lagi jalan naik-turun yang akan ditempuh.
Dari Desa Sirahan jaraknya sekitar 13,1 kilometer. Kira-kira 35 menit
perjalanan.

Sementara dari Jepara, perjalanan
ditempuh dari Desa Jlegong. Ada gapura selamat datangnya di sisi selatan jalan.
Depan Pasar Hewan Keling. Jaraknya sekitar 19 kilometer. Sekitar 45 menit
perjalanan. Jalannya mulus. Aspal hotmix. Medannya tak terlalu naik-turun.
Standar wilayah pegunungan.

Disambut
Bukit-bukit dan Sungai Jernih
Sebelum sampai di desanya. Kita
sudah dibuat geleng-geleng. Jalan selebar kurang lebih kurang meter menjadi
akses menuju desa paling tinggi di Kota Ukir tersebut. Jalannya pun di
dinding-dinding bukit. Sebelahnya jurang.

Namun ada pemandangan menarik.
Sepanjang perjalanan, kita akan dipaksa melihat bukit-bukit yang menghijau.
Rimbun dengan beragam tanaman. Saat musim hujan bukit-bukit itu keluar mata
airnya. Tak jarang sering membuat tanah longsor.

Salah satu puncak Pegunungan Muria

Selain bukit-bukit dan Pegunungan
Muria yang panjang membentang di 3 kabupaten, sepanjang jalan sungai-sungai
mengalirkan air jernih dari mata air pegunungan. Sungai-sungai tersebut mengalir
ke desa-desa di bawahnya.

Sama seperti sungai di Kudus.
Namanya juga Sungai Kaligelis. Orang-orang tua menyebut karena sungai itu gelis banjir. Gelis dalam bahasa Jawa
artinya cepat.

Di desa ini memang alamnya yang
dijual. Bukit-bukit menjulang tinggi. Dari desa ini Puncak 29 atau saptorenggo
sangat jelas terlihat. Bentuknya meruncing. Seperti sebuah pensil besar.

Ada air yang mengalir jernih dari
mata air pegunungan. Tebing-tebing yang menghijau. Hamparan kebun kopi rakyat. Kedai-kedai
kopi yang memanjakan lidah. Hingga situs-situs sejarah seperti candi angin,
membuat desa ini semakin menarik. Ditambah lagi dengan orang-orangnya yang
ramah. Orang akan betah berlama-lama memandangi pegunungan, air sungai, dan
hamparan sawah. Ya, surga kecil di pelosok Jepara itu bernama Tempur. (alb/bersambung) 

FOTO : diolah dari Desa Wisata Tempur

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Pantai

    Siswa MA Salafiyah Kajen Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Pantai

    • calendar_month Ming, 18 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 303
    • 0Komentar

    PATI – Menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, siswa MA Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, berkolaborasi dengan TNI, PT Misaja Mitra, dan Dinas Kehutanan, berhasil menanam 2.000 bibit mangrove di pesisir Pantai Desa Pangkalan, Kecamatan Margoyoso, Rabu (14/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema “Hidup Berkelanjutan”. “Penanaman mangrove ini sangat penting […]

  • Bikin Haru Pengusaha Beras Ega Jaya Berangkatkan Umroh Karyawannya

    Bikin Haru Pengusaha Beras Ega Jaya Berangkatkan Umroh Karyawannya

    • calendar_month Sel, 14 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Pengusaha beras UD Ega Jaya memberangkatkan umroh karyawannya Karyawan UD Ega Jaya sudah dianggap sang juragan sendiri sebagai bagian dari keluarga. Karena itu mereka mendapat hadiah spesial dengan diberangkatkan umroh.  PATI – Pemandangan tak biasa terlihat di UD Ega Jaya, Desa Pekuwon Kecamatan Juwana, Senin (13/2/2023). Para karyawan pabrik beras itu tampak berpakaian rapi. Dengan […]

  • Marak Kasus Pelecehan, Pagar Nusa Pati Bekali Pelajar Putri Beladiri

    Marak Kasus Pelecehan, Pagar Nusa Pati Bekali Pelajar Putri Beladiri

    • calendar_month Sab, 23 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Para peserta latihan beladiri PC Pagar Nusa Kabupaten Pati Banyaknya kasus pelecehan seksual yang dialami perempuan di wilayah Pati membuat perguruan pencak silat Pagar Nusa berinisiatif untuk memberikan bekal ilmu beladiri.  PATI – Belakangan ini banyak terjadi kasus pelecehan seksual di beberapa wilayah. Hal itu tentu membuat geram masyarakat. Karena itu perlu adanya tameng bagi […]

  • Samuel Ofori bek Persijap Jepara yang berpengalaman bermain di kompetisi level Asia.

    Deretan Pemain Top Dikenalkan, Persijap Jepara Siap Kejutkan Persaingan Liga Super

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 1.713
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara mulai menunjukkan keseriusannya menatap kompetisi Liga Super 2026/2027. Setelah cukup lama belum banyak bergerak di bursa pemain, Laskar Kalinyamat kini memperkenalkan pelatih baru, delapan pemain asing, serta tiga pemain lokal. Persijap mengawali persiapan musim baru dengan menunjuk pelatih asal Spanyol, Juan Cortes. Pelatih berusia 42 tahun itu dipercaya menggantikan Mario Lemos […]

  • DPRD Pati Dorong Petani Terapkan Pemupukan Berimbang untuk Optimalkan Hasil Panen

    DPRD Pati Dorong Petani Terapkan Pemupukan Berimbang untuk Optimalkan Hasil Panen

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 285
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyerukan kepada para petani untuk menerapkan pola pemupukan yang berimbang guna meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman padi. Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslihan, menekankan pentingnya pemupukan yang tepat guna mencapai hasil panen maksimal. Beliau juga meminta Dinas Pertanian (Dispertan) Pati dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk […]

  • Anggota DPRD Pati Dorong Generasi Muda Kembangkan Potensi Buah Lokal

    Anggota DPRD Pati Dorong Generasi Muda Kembangkan Potensi Buah Lokal

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 838
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Pati mendorong generasi muda untuk terjun dan mengembangkan sektor pertanian tanaman buah di Kabupaten Pati. Kabupaten Pati dikenal sebagai daerah penghasil buah-buahan khas, seperti jambu citra dan kelapa kopyor. Anggota DPRD Pati, Eko Kuswanto, menyatakan bahwa sektor ini memiliki potensi besar dan menjanjikan. “Pertanian tanaman buah ini merupakan bisnis yang menjanjikan. Potensinya […]

expand_less