Breaking News
light_mode

Target PAD Meningkat, Pemkab Pati Resmi Naikkan Tarif PBB 250%

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
  • visibility 409

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati akan menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar ±250% pada tahun 2025.

Kenaikan ini disepakati dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Pati, Sudewo, bersama para camat dan anggota Paguyuban Solidaritas Kepala Desa dan Perangkat Desa (PASOPATI) pada Minggu (18/5/2025).

Sudewo menjelaskan bahwa kenaikan ini merupakan langkah yang perlu diambil karena tarif PBB-P2 di Kabupaten Pati belum mengalami kenaikan selama 14 tahun.

“Kami saat ini sedang berkoordinasi dengan para camat dan PASOPATI untuk membicarakan soal penyesuaian Pajak Bumi dan Bangunan. Telah disepakati bersama bahwa kesepakatannya itu sebesar ±250% karena PBB sudah lama tidak dinaikkan, 14 tahun tidak naik,” ujarnya.

Kenaikan tarif ini diproyeksikan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pati yang saat ini masih tergolong rendah dibandingkan kabupaten tetangga.

Penerimaan PBB Pati hanya mencapai Rp 29 miliar, jauh di bawah Kabupaten Jepara (Rp 75 miliar), Rembang, dan Kudus (masing-masing Rp 50 miliar).

“PBB Kabupaten Pati hanya sebesar 29 miliar. Di Kabupaten Jepara 75 miliar, padahal Pati lebih besar. Kabupaten Rembang dan Kudus masing-masing 50 miliar, padahal Pati lebih besar daripada keduanya,” tegasnya.

Dana tambahan dari kenaikan PBB-P2 akan dialokasikan untuk membiayai berbagai proyek pembangunan prioritas, termasuk perbaikan infrastruktur jalan, pembenahan RSUD RAA Soewondo, serta pengembangan sektor pertanian dan perikanan.

“Beban kami besar, pembangunan infrastruktur jalan, pembenahan RSUD RAA Soewondo, pertanian, perikanan, semuanya membutuhkan anggaran yang sangat tinggi. Alhamdulillah, para camat dan kepala desa sepakat untuk melaksanakan ini,” ungkap dia.

Sudewo berharap masyarakat Pati mendukung kebijakan ini. Ia menekankan bahwa kenaikan tarif PBB-P2 semata-mata untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi.

“Mohon dukungan seluruh pihak dan masyarakat Kabupaten Pati, ini adalah upaya untuk meningkatkan pembangunan, tidak untuk pribadi saya,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Pati optimistis kenaikan ini akan meningkatkan PAD secara signifikan dan mengoptimalkan berbagai program pembangunan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Pati.

Editor: Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengabdian dan Mimpi Santri untuk Indonesia 2025

    Pengabdian dan Mimpi Santri untuk Indonesia 2025

    • calendar_month Kam, 11 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2.642
    • 0Komentar

    Misbahul Munir saat di London Inggris/CSSMoRA ITS   Ahad, 07 Januari 2017 menjadi hari pertama saya mengabdi di Perguruan Islam Darul Falah, Pati, Jawa Tengah. Tempat saya menghabiskan enam tahun usia remaja. Kegiatan pengabdian ini sebenarnya program yang sangat bagus, agar alumni penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) mau kembali ke pesantrennya pascalulus. Bagaimana tidak […]

  • Wakil Bupati Pati Minta Sinergitas Seluruh Elemen Masyarakat Tangani HIV/AIDS

    Wakil Bupati Pati Minta Sinergitas Seluruh Elemen Masyarakat Tangani HIV/AIDS

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.272
    • 0Komentar

    PATI — Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menghadiri kegiatan Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2025 yang diselenggarakan di Ruang Pragola Sekretariat Daerah Kabupaten Pati. Peringatan kali ini mengusung tema “Tangguh dan Mandiri Bersama Cegah Penularan HIV dan Penanggulangan AIDS di Kabupaten Pati”, yang menjadi bentuk penegasan akan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan penanggulangan HIV […]

  • IPPNU Keling Mulai Latihan Olah Sampah Plastik

    IPPNU Keling Mulai Latihan Olah Sampah Plastik

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Pelatihan oleh PAC IPPNU Keling JEPARA – Pelatihan pengolahan limbah plastik menjadi bahan bernilai telah digelar PAC IPNU dan IPPNU Keling pada Ahad (16/2/2020) di Gedung Muslimat NU Desa Jlegong. Pelatihan ini dikomandoi Lembaga Konseling Pelajar Putri. Sebanyak 40 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka merupakan para kader-kader pelajar NU yang ada di Kecamatan Keling. […]

  • DPRD Pati Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Hujan

    DPRD Pati Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Hujan

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 413
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati secara tegas mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi datangnya musim hujan. Peringatan ini disampaikan mengingat tingginya potensi bencana dan penyakit yang kerap melanda wilayah Pati selama periode tersebut. Wakil Ketua 2 DPRD Pati, Bambang Susilo, menyoroti bahwa banjir tahunan menjadi ancaman rutin bagi warga […]

  • Anak Yatim dan Duafa Difasilitasi Sunatan Omah Khitan Wedari

    Anak Yatim dan Duafa Difasilitasi Sunatan Omah Khitan Wedari

    • calendar_month Kam, 4 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Tiga anak mendapat fasilitasi sunatan gratis dari Omah Khitan Wedari, Selasa (2/11/2021) Kegiatan sunatan gratis dilakukan Omah Khitan Wedari. Sunatan diperuntukkan bagi anak yatim dan duafa.  PATI – Omah Khitan Wedari yang terletak di Desa Panggungroyom RT 8 RW 2, Kecamatan  Wedarijaksa, Kabupaten Pati gelar khitanan masal, (2/11/2021) malam. Khitan itu diperuntukkan bagi anak yatim […]

  • Penasaran Kelola Wisata

    Penasaran Kelola Wisata

    • calendar_month Sel, 19 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Tsania Rahma Dini HOBI gadis yang satu ini travelling. Tsania Rahma Dini mengaku, pernah berkeliling dan mengunjungi sejumlah tempat wisata. Baik yang dikelola pemerintah dan swasta. Bahkan, tempat wisata yang masih alami dan belum tersentuh pengelolaan siapapun. Dia menerangkan, wilayah yang pernah dikunjunginya tidak hanya di Pulau Jawa. Sejumlah tempat wisata di luar pulau Jawa, […]

expand_less