Breaking News
light_mode

Edy Wuryanto Usulkan Revisi Data di BPS untuk Atasi Masalah Penerima PBI

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
  • visibility 1.847

BLORA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengidentifikasi adanya ketidaksesuaian pada data penerima bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Blora.

Menurutnya, hal ini menjadi alasan penting bagi Badan Pusat Statistik (BPS) Blora untuk tidak secara sembarangan menetapkan klasifikasi desil masyarakat.

Permasalahan ini muncul seiring dengan peralihan sistem data dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang kini menjadi kewenangan BPS.

“Penentuan data ini menjadi tanggung jawab Badan Pusat Statistik. Dialah yang memiliki instrumen untuk melihat satu per satu masyarakat Blora mana yang betul-betul masuk desil 1 sampai 5,” tegas Edy Wuryanto pada hari Sabtu, 24 Januari 2026.

Edy mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 33.000 data yang tidak sinkron antara pusat dan daerah. Kondisi ini berpotensi merugikan warga miskin yang seharusnya mendapatkan akses jaminan kesehatan.

Ia memberikan peringatan yang tegas kepada BPS agar tidak menganggap remeh proses penentuan klasifikasi desil masyarakat.

“Anda jangan main-main di dalam menentukan desil 1-10, 1-5 terutama. Kalau Anda main-main yang rugi adalah orang miskin. BPS harus betul-betul kekeh dengan instrumen yang dimiliki dan tidak boleh ada intervensi oleh siapapun,” ungkapnya.

Edy juga menegaskan komitmennya untuk mengadvokasi kepentingan warga miskin yang terancam tidak menerima PBI. Beberapa langkah yang akan ditempuh antara lain mengusulkan penyempurnaan data di BPS serta mendorong pemerintah daerah untuk menyediakan jaminan sosial cadangan.

Selain itu, ia menekankan bahwa upaya efisiensi anggaran tidak boleh menjangkiti alokasi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin, khususnya di sektor kesehatan.

“Boleh efisiensi di birokrasi, tetapi untuk rakyat miskin, apalagi ini urusan kesehatan, jangan,” tegasnya.

Untuk memastikan pengawasan yang ketat terhadap permasalahan ini, Edy menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangannya. Jika masalah terkait 33.000 data warga Blora tersebut masih dianggap krusial, ia akan mengundang BPS untuk membahasnya dalam rapat kerja lintas sektoral.

“Kami akan pantau. Nanti ketika ternyata 33 ribu ini masih bermasalah, kami akan undang lagi BPS dalam forum lintas komisi untuk membahasnya,” pungkasnya.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Sarankan Petani Gunakan Burung Hantu untuk Kendalikan Hama Tikus 

    DPRD Pati Sarankan Petani Gunakan Burung Hantu untuk Kendalikan Hama Tikus 

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 368
    • 0Komentar

    PATI – Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mendorong petani setempat untuk memanfaatkan burung hantu sebagai pengendali hama tikus. Menurutnya, metode ini lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida dan jebakan tikus beraliran listrik. “Ini lebih ramah lingkungan. Selain mengurangi penggunaan pestisida, juga mendukung pelestarian burung hantu yang ternyata sangat bermanfaat bagi petani. Hewan ini […]

  • DPRD Pati Gelar Sidang Paripurna, Bahas Penyesuaian Perda Pajak dan Retribusi Daerah Mengikuti Aturan Pemerintah Pusat

    DPRD Pati Gelar Sidang Paripurna, Bahas Penyesuaian Perda Pajak dan Retribusi Daerah Mengikuti Aturan Pemerintah Pusat

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.845
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pati mengadakan sidang paripurna dengan pokok bahasan penyampaian tanggapan dari jajaran kepala daerah terkait rencana perubahan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 yang mengatur mengenai pajak dan retribusi daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang sidang utama lantai dua gedung DPRD Kabupaten Pati, pada Jumat (8/5/2026). Dari total 50 […]

  • Sujud Syukur Danu, Kades Termuda di Pati

    Sujud Syukur Danu, Kades Termuda di Pati

    • calendar_month Ming, 16 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Penuh syukur Danu saat dipastikan terpilih menjadi kepala des Panjunan PATI – Danu Ikhsan, calon kepalada desa Panjunan nomor urut 2 langsung bersujud syukur. Perolehan suaranya yang melejit dan dipastikan menang telak atas dua rivalnya, membuat putra politikus PDI Perjuangan Noto Subiyanto ini menjadi kepala desa termuda di Kabupaten Pati. Danu berhasil mengumpulkan suara paling […]

  • DPRD Pati Prioritaskan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

    DPRD Pati Prioritaskan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 311
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi, menekankan pentingnya penanggulangan kemiskinan ekstrem sebagai kunci kemajuan daerah. “Penanggulangan kemiskinan harus didorong melalui kebijakan pemerintah daerah,” tegasnya. Ia menambahkan, bantuan sosial yang tepat sasaran, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pelatihan keterampilan merupakan langkah krusial […]

  • Suluk Maleman: Sujud Sebagai Jalan dalam Pusaran Zaman

    Suluk Maleman: Sujud Sebagai Jalan dalam Pusaran Zaman

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.314
    • 0Komentar

    PATI – Sujud secara bahasa dan makna membawa konsep ketundukan yang tak terbatas, kepatuhan total, serta penghambaan diri baik dari segi jasmani maupun rohani. Bagi ajaran Islam yang mengedepankan penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta, sujud menjadi puncak dari manifestasi itu. Begitu pula jika Islam dipahami sebagai ajaran kedamaian, sujud adalah bentuk yang paling sempurna […]

  • Kyai Mutamakkin dan Corak Islam di Nusantara Sebelum Abad ke-20

    Kyai Mutamakkin dan Corak Islam di Nusantara Sebelum Abad ke-20

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Masjid Kajen merupakan peninggalan Mbah Mutamakkin. Oleh Ulil Abshar Abdalla Bulan Sura punya makna yang khusus bagi komunitas Muslim di Nusantara, termasuk Jawa. Banyak ritual slametan dan haul yang berlangsung pada bulan ini, antara lain haulnya seorang wali yang amat populer di kawasan Pati (Jawa Tengah) dan sekitarnya, yaitu Kiai Mutamakkin. Atau dikenal di daerah […]

expand_less