Breaking News
light_mode

85-95 Persen Bahan Baku Obat Impor, Edy Wuryanto: Industri Farmasi Sangat Rentan Gejolak Nilai Tukar Rupiah

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
  • visibility 99.882

JAKARTA – Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga obat di pasar dalam negeri.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengingatkan pemerintah untuk segera mengambil langkah antisipasi guna melindungi industri farmasi, fasilitas kesehatan, serta keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal ini sangat mendesak mengingat tingkat ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku obat impor masih tergolong sangat tinggi.

Menurut penjelasan Edy, sekitar 85 hingga 95 persen kebutuhan bahan baku obat di Indonesia masih harus didatangkan dari luar negeri, utamanya dari China dan India.

Kondisi ini membuat industri farmasi nasional sangat sensitif dan mudah terguncang setiap kali terjadi perubahan nilai tukar mata uang.

“Saat rupiah melemah, harga bahan baku impor otomatis menjadi lebih mahal. Akibatnya biaya produksi obat meningkat dan tekanan akan dirasakan oleh seluruh rantai layanan kesehatan,” kata Edy.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa dampak pelemahan rupiah saat ini tidak hanya memberatkan produsen obat. Pasalnya, harga obat yang tercantum dalam program pemerintah maupun daftar harga di e-katalog tidak bisa serta merta dinaikkan mengikuti kenaikan biaya produksi yang terjadi di lapangan.

“Perusahaan farmasi harus menanggung kenaikan biaya produksi, sementara harga jual obat belum tentu bisa langsung naik. Kalau kondisi ini berlangsung lama, produsen pasti akan mengajukan penyesuaian harga,” ujarnya.

Politikus dari PDI Perjuangan ini menilai bahwa risiko yang jauh lebih serius adalah dampak lanjutannya terhadap keberlanjutan program JKN.

Kenaikan harga obat otomatis akan menambah beban pembiayaan kesehatan nasional yang saat ini diketahui sudah menghadapi berbagai tantangan berat.

Bagi Edy, kenaikan harga obat akan membebani fasilitas kesehatan yang selama ini beroperasi mengandalkan skema pembiayaan dari BPJS Kesehatan.

Jika hal ini tidak segera diantisipasi, dikhawatirkan ketersediaan obat di pelayanan kesehatan akan berkurang, sehingga memaksa pasien harus membeli obat sendiri di luar jaminan asuransi.

Selain mengancam kelancaran layanan kesehatan, pelemahan nilai tukar berpotensi mengganggu jalannya rantai pasok di industri farmasi.

Perusahaan dengan kemampuan keuangan terbatas akan kesulitan menambah modal kerja guna membeli bahan baku impor yang harganya makin mahal.

Bahkan, jika kondisi ini berlarut-larut, bukan tidak mungkin akan muncul dampak pada pengurangan tenaga kerja.

Oleh karena itu, Edy meminta pemerintah tidak hanya berfokus menstabilkan rupiah, tetapi juga mempercepat langkah menuju kemandirian farmasi nasional.

Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III ini menyoroti masih minimnya perhatian dan dukungan terhadap kegiatan penelitian serta pengembangan bahan baku obat di dalam negeri.

Padahal, isu kemandirian di sektor ini sudah lama menjadi bagian dari agenda transformasi sistem kesehatan nasional.

“Selama ketergantungan impor masih sangat tinggi, setiap kali rupiah melemah kita akan menghadapi masalah yang sama. Karena itu pemerintah harus serius memperkuat riset bahan baku obat, mendukung perguruan tinggi, BRIN, dan industri farmasi untuk mengembangkan bahan baku lokal,” ujar Edy.

Ia menegaskan, Indonesia sesungguhnya memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan sangat potensial dikembangkan menjadi bahan baku obat-obatan.

Namun hingga saat ini, nilai investasi untuk penelitian dan pengembangan masih jauh di bawah kebutuhan yang seharusnya.

“Kemandirian farmasi tidak akan lahir tanpa keberpihakan anggaran dan political will yang kuat dari pemerintah,” imbuhnya.

Editor: Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hindari Praktik Pungli, Komisi D DPRD Pati Dorong Pengusulan Program Revitalisasi

    Hindari Praktik Pungli, Komisi D DPRD Pati Dorong Pengusulan Program Revitalisasi

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.353
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati didesak untuk segera mengajukan usulan program perbaikan dan pembangunan gedung sekolah untuk tahun anggaran 2026. Langkah ini dianggap sangat mendesak mengingat masih banyaknya fasilitas pendidikan yang kondisinya sudah memprihatinkan. Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, dalam keterangannya di Gedung DPRD setempat, […]

  • Alasan PPP Resmi Dukung Ganjar Pranowo jadi Capres 2024

    Alasan PPP Resmi Dukung Ganjar Pranowo jadi Capres 2024

    • calendar_month Jum, 28 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Presiden Jokowi bersama Ganjar Pranowo/Instagram Ganjar Pranowo  Kenapa PPP mendukung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres) 2024. Ini tidak lain karena sederet fakta yang tidak bisa dibantah, mulai dari kapasitas dan kapabilitas seoarang Ganjar Pranowo yang dinilai sebagai sosok yang tepat untuk menjadi pemimpin sebuah negara besar yaitu Republik Indonesia. Ganjar Pranowo merupakan sosok […]

  • Macan Tutul Keluar Hutan Lindung dan Tewas Dekat Kandang Sapi

    Macan Tutul Keluar Hutan Lindung dan Tewas Dekat Kandang Sapi

    • calendar_month Rab, 15 Jan 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Seekor macan tutul yang mengenaskan Macan Muria. Hewan ini begitu lekat di telinga masyarakat di Jepara, Pati dan Kudus. Sempat disebut punah. Keberadaannya terpantau secara jelas dalam rekaman kamera trap yang terpasang di area hutan lindung. Temuan bangkainya di Plukaran, Pati menjadi alarm lagi tentang kekayaan Pegunungan Muria yang masih tersisa. Macan tutul kembali bikin […]

  • Persijap Jepara Tunjuk Salahudin Jadi Pelatih Kepala

    Persijap Jepara Tunjuk Salahudin Jadi Pelatih Kepala

    • calendar_month Sab, 28 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

      Coach Salahuddin/Instagram Persijap Jepara siap menatap gelaran Liga 2 musim 2022. Manajemen telah resmi menunjuk Salahuddin sebagai pelatih kepala. Salahuddin sangat berpengalaman dalam melatih tim-tim di Liga Indonesia. Pria yang identik mengenakan topi ini diharapkan mampu membawa Laskar Kalinyamat kembali ke kasta tertinggi Liga Indonesia. JEPARA – Kabar gembira bagi suporter Persijap Jepara. Secara […]

  • Yayasan Joyo Kusumo Sukses Tanam 1000 Pohon, Libatkan Generasi Muda

    Yayasan Joyo Kusumo Sukses Tanam 1000 Pohon, Libatkan Generasi Muda

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 311
    • 0Komentar

    PATI – Yayasan Joyo Kusumo berhasil menanam 1.000 pohon multifungsi di Desa Pasuruhan dan Pesagi, Kecamatan Kayen, Pati, Kamis (17/7/2025). Kegiatan yang melibatkan siswa, guru, dan masyarakat ini diawali apel pagi pukul 06.30 WIB, dilanjutkan rapat koordinasi, dan penanaman simbolis pukul 07.30 WIB oleh Ketua Yayasan Joyo Kusumo, K.H. Ah. Juhari, S.H., AlHafidz. “Kami sengaja […]

  • DPRD Pati Dorong Kaum Muda Meraih Peluang Bisnis Online, Tingkatkan Ekonomi dan Kurangi Pengangguran

    DPRD Pati Dorong Kaum Muda Meraih Peluang Bisnis Online, Tingkatkan Ekonomi dan Kurangi Pengangguran

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 349
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Narso, mendorong kaum muda untuk memanfaatkan peluang bisnis online yang semakin menjamur. Ia melihat potensi besar di dunia maya untuk membuka usaha dan meningkatkan ekonomi, sekaligus mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pati. “Era digital saat ini membuka peluang besar bagi kaum muda untuk membangun bisnis online. Tidak sulit lagi, […]

expand_less