DPRD Pati Usulkan Sinergi Pesantren dan Sekolah, Kunci Ciptakan Generasi Cerdas dan Berakhlak
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 100.373

Santri dari MA Salafiyah Kajen saat melaksanakan upacara memperingati Hari Santri Nasional 2024
PATI – Menggabungkan sistem pendidikan pesantren dan sekolah umum dianggap sebagai langkah strategis untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki budi pekerti yang luhur.
Kerja sama kedua lembaga pendidikan ini diyakini mampu membentuk pribadi yang berkarakter kuat serta bertanggung jawab.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menyatakan bahwa pada dasarnya pesantren dan sekolah formal memiliki tujuan yang sama, yaitu mencetak siswa yang berkualitas. Menurutnya, perbedaan yang ada justru saling melengkapi dalam membentuk kepribadian anak didik.
“Pesantren dengan sekolah umum itu sebetulnya menurut saya tidak jauh beda,” ujar legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ia menilai pandangan yang menyatakan pesantren hanya mengajarkan ilmu agama tidaklah tepat. Muntamah menjelaskan bahwa para santri juga mendapatkan materi pelajaran umum sebagaimana yang diajarkan di sekolah-sekolah resmi.
“Anak pesantren memang memiliki kelebihan dalam materi ilmu agama, tetapi bukan berarti mereka hanya belajar agama. Di pesantren juga ada materi pendidikan umum,” jelasnya.
Selain memperdalam ajaran agama, pendidikan di pesantren juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, ketaatan, serta sikap rendah hati dan hormat kepada pendidik. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam pembentukan karakter anak didik.
“Di pesantren anak-anak dibimbing agar memiliki akhlakul karimah, menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan maupun dengan masyarakat. Selain itu juga diajarkan kedisiplinan, ketaatan, dan sikap hormat kepada guru,” katanya.
Oleh sebab itu, ia mendorong agar pesantren dan sekolah umum senantiasa membangun kerja sama yang erat. Dengan demikian, terciptalah generasi yang cerdas secara akademik sekaligus memiliki kepribadian yang baik.
Muntamah meyakini perpaduan antara ilmu umum dan ilmu agama akan membentuk pribadi yang bertanggung jawab serta memudahkan peran orang tua dalam mendampingi pendidikan anak.
“Kalau keduanya berjalan seiring, anak-anak akan memiliki ilmu pengetahuan yang baik sekaligus akhlak yang baik. Dengan begitu mereka memahami aturan agama dan orang tua pun lebih mudah membimbing mereka,” pungkasnya.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

